
Beberapa menit kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai di taman kota.
" Abang, Rani dan teman teman turun di sini ya Bang, " ucap Rani lagi sambil menurunkan kaca mobil.
" Iya Dek, hati hati ya jangan sampai kemalaman ya anak perempuan gak boleh di luar sampai malam." ucap Andre sambil tersenyum dan kembali melajukan mobilnya lagi.
" Ayo Ran, kita makan bakso dulu aku udah lapar nih, cacing cacing dalam perut udah pada ngamuk " ucap Carla langsung menerobos kerumunan banyak orang yang lagi antri pesan bakso.
" La, kok kamu terobos sih, kan harus antri " ucap Irna agak ketus.
" Kan kasian yang sudah antri dari tadi " sambung Genoveva.
" Bagaimana kalau kita cari tempat yang lain saja kalau perlu kita cari bakso lain saja, bagi bagi rezeki untuk orang lain itu kan hal yang paling mulia " ucap Erlyen sambil memilih berdiri sambil menoleh ke arah kiri dan ke kanan mencari cari tukang bakso lainnya.
" Awas loh yang jualan bakso paling laris itu harus di pertanyakan apakah dia pakai penglaris atau murni usaha sendiri " ucap Neta yang dari tadi hanya Diam.
" Ayo teman teman di seberang jalan itu ada seorang ibu dan suaminya serta anak mereka yang masih balita sedang menjual soto ayam, gimana kalau kita makan soto ayam saja " ucap Rani sambil berjalan menuju ke arah Penjual soto ayam itu.
" Sebelum kita makan aku ingin menerawang dulu apakah orang itu menjual dengan pelaris atau dengan kerja keras sendiri " ucap Rani sambil menutup mata dan menerawang.
" Oh, aman orang itu melakukan pekerjaan dari pagi jam 04.00 pagi sampai jam 07.00 pagi bersama istrinya, ayo kita pergi " ucap Rani mengajak teman temannya untuk menyeberang ke sebelah.
Ketika mereka di tengah jalan tiba tiba sebuah mobil truk besar yang hilang kendali langsung menuju ke arah di mana mereka menyeberang hampir menabrak mereka untungnya sebuah bayangan putih berkelebat menahan mobil itu dan mereka menyeberang jalan itu dengan aman.
" Hati hati kalau jalan jangan melamun saat jalan, " ujar pria itu sambil tersenyum dan berlalu.
" Waduh pria siapa itu sungguh tampan " ucap Ditta yang sudah menyeberang ke sebelah jalan.
" Terima Kasih " ucap Rani sambil melambaikan tangan ke arah pria tampan tadi.
" Perkenalkan nama aku Galang " ucap Pria itu sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan gadis gadis itu.
" Siapa pria tadi, " gumam Rani dalam hati.
Seakan bisa membaca pikiran Rani, pria tadi membisikkan sesuatu lewat angin, katanya " Suatu saat kamu akan mengetahuinya.
Hembusan suara bisikan itu seperti angin lalu yang berhembus perlahan tapi pasti.
__ADS_1
" Siapa aku ini ? " tanya Rani pada dirinya sendiri dalam hati.
" Pria itu benar benar berteleportasi entah dari dunia mana? Suatu saat pasti kita semua akan tahu " gumam Rani dalam hati lagi.
" Ayo pesan bakso teman temanku sayang, biar setelah makan kita langsung ke Mall aku udah gak sabar pengen lihat lihat pernak pernik lucu di Mall." ucap Rani sambil duduk di bangku milik pedagang bakso itu.
" Pak pesan baksonya 8 mangkok ya Pak " ujar Rani sambil mengibaskan tangannya ke wajahnya.
" Kenapa sore ini begitu panas, " ujar Genoveva yang sedari tadi mengipasi wajah cantik nya dengan kipas milik pedagang bakso itu.
Setelah pesanan mereka datang, masing masing mulai melakukan aktivitas makan.
Rani paling suka yang pedasnya level 5, kalau Genoveva paling terkenal dengan pedas level 10 selain itu semuanya standard saja apalagi Erlyen yang sering kumat asam lambungnya memilih untuk tidak makan dengan cabai level apa pun.
" Hmmm Rekomended banget nih bakso urat daging plus kikilnya ini, aku suka aku suka " ucap Irna yang sudah selesai menghabiskan semangkok bakso urat daging plus kikilnya itu.
" Rani, pilihan mu selalu tepat di hatiku, aku ingin tambah lagi satu mangkuk boleh gak ?" tanya Carla si ceriwis.
" Boleh dong kan. kamu yang bayar sendiri makanan mu itu " ucap Rani sambil tersenyum.
" Pak saya pesan 1 lagi ya ini mangkuknya " ucap Carla sambil tersenyum dan meletakkan mangkuknya di atas gerobak bakso.
" Memang ada yang beda juga ya Pak " tanya Carla pada tukang bakso lagi.
" iya yang ini ada ceker ayamnya dan juga baksonya ada yang beranak coba aja nanti baru Non lihat sendiri " ucap Pedagang bakso itu lagi.
" Baiklah Pak saya coba yang bapak maksud tadi." ucap Carla mantap.
" hmmm sudah tidak sabar lagi menunggu bakso yang di maksud pedagang bakso ini " ucap Carla sambil menelan ludah.
" Ini Non silahkan makan dan semoga suka ya " ucap tukang bakso pada Carla.
" Makasih ya Pak " ucap Carla sambil berlalu pergi kembali ke tempat di mana teman temannya lagi asyik menikmati bakso urat tadi.
" Taraaaaa " ucap Carla langsung duduk di samping Rani.
" Hmmmmm Yummy, " ucap Carla sambil membelah bakso yang paling besar itu dan apa yang terjadi ketika bakso itu terbelah?
__ADS_1
" Wow amazing " ucap Carla sambil tersenyum penuh bahagia.
" La, kok kamu dapat lagi bakso kayak gini sih, aku juga mau " ucap Ditta sambil beranjak pergi ke arah pedagang bakso itu.
" Pak aku juga mau tambah kayak punya temanku tadi pak " ucap Ditta.
" Baiklah Non " ucap pedagang bakso itu sambil tangannya meracik lagi bakso seperti yang di sukai Ditta.
Selesai meracik bakso sesuai permintaan Ditta Pedagang bakso itu memberikan mangkok berisi bakso beranak itu kepada Ditta.
" Semoga suka ya non , " ucap Pedagang bakso itu seraya menyerahkan mangkuk berisi bakso itu kepada Ditta.
" hmmm yummy banget wanginya bikin gak tahan pengen makan lagi sampai perut kenyang " ucap Ditta sambil berlalu menuju teman temannya.
Selesai makan mereka semua menuju pedagang bakso mengantarkan mangkuk kosong dan sendok sekalian membayar harga bakso yang di makan.
" Carla dan Ditta masing masing dua mangkuk ya " ucap Rani sbil.menyodorkan piringnya dan membayar punya dia.
" Pak punya saya berapa, saya makan 1 mangkuk saja " ucap Rani sambil tersenyum.
" Lima belas ribu Non, " ucap pedagang bakso itu.
" Ini Pak " ucap Rani sambil menyodorkan selembar uang dua puluh ribuan kepada pedagang bakso dan mendapatkan lagi kembaliannya sebesar lima ribu.
**
Selesai makan dan akhirnya mereka pun beristirahat sejenak melepas lelah dan karena perut mereka masih sangat kenyang, akhirnya Rani mengajak mereka untuk beristirahat sejenak di dalam hutan di luar kota seperti beberapa waktu lalu.
Mereka ber delapan akhirnya berpegangan tangan dan memutuskan untuk pergi ke hutan.
Beberapa detik kemudian mereka sudah tiba di hutan dan mulai mencari lumut yang tebal untuk di jadikan tempat tidur yang nyaman.
Selang beberapa menit kemudian mereka tertidur dengan lelapnya karena suara desiran angin yang lembut dan Sepoi Sepoi.
Tiba tiba seseorang berjalan mendekati tempat di mana Rani dan teman temannya tertidur itu.
" Hmmm cantik juga canduku ini, " ucap pria itu yang tak lain adalah Galang si pria misterius yang sempat berteleportasi di depan Rani dan teman temannya tadi.
__ADS_1
** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰