Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
67


__ADS_3

Aku heran dengan Kak Andre Kakaknya Rani,kenapa di setampan itu?


Dan sangat garang wajahnya membuat bulu kudukku bergidik,aku seakan terhipnotis oleh kentampanannya sekaligus tak sadar diri kalau pria yang bernama Andre itu ternyata punya penglihatan yang sangat bagus.


"Rani,aku pamit ya?"Ucapku pada Rani Sambil hendak berdiri tetapi di tahan oleh Rani.


"Sebentar lagi Ger,apa kamu gak mau lihat kupu kupu yang aku tangkap dari Alaska?"Ucap Rani Sambil menunjuk sebuah toples berisi kupu kupu yang sangat cantik warnanya.


"Tapi sayang aku harus segera pergi karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan,please ijinkan aku pulang dulu ya?"ucapku pada gadis yang sudah membuat hatiku bergetar tak karuan itu.


"Baiklah nanti kapan kamu kesini lagi?"Tanya Rani seakan tak rela jika aku pergi.


"Nanti aku kabari ya?"Ucapku sambil menghilang dari hadapan Rani.


♡♡♡♡°°°♡♡♡♡°°°°♡♡♡♡°°°°☆☆☆☆°°°°☆☆☆☆


Selang beberapa menit kemudian aku sudah selesai mandi dan berganti pakaian.


Kulihat di atas meja sudah tersedia berbagai makanan dan di tata dengan sangat rapi.


Aku pun mendekati meja makan dan hendak makan makanan itu tetapi tiba tiba muncul Kak Andrew ya g sedang memegang piring dan membawanya ke atas meja makan itu.


"Ayo makan Dek,biar otak kamu bisa berfungsi kalau melihat pria yang bernama Gerhana itu."Sindir Kak Andrew sangat halus yang membuat hatiku tersendiri.


"Kakak gak suka ya sama Gerhana?"Tanyaku padanya.


"Bukan gak suka,kakak suka hanya saja kamu haris benar benar jeli dalam bergaul kakak tajut kamu hanya di manfaatkan saja oleh Pria itu."Ucap Kak Andrew sambil menggendong makanan ke dalam piringnya.


"Kak... Rani sudah dewasa dan sudah bisa jaga diri Kak tenang saja Rani baik baik saja kok Kak?Kakak aja yang mungkin terlalu menjomblo makanya selalu melihat semua ora g dari sisi negatifnya saja."Ucaplu tanpa kontrol perkataanku membuat Kak Andrew langsung membanting sendok yang ia pakai untuk makan itu ke lantai.


"Kakak marah?"Tanyaku santai.

__ADS_1


"Iya Kakak marah sama diri kakak sendiri kenapa kakak begitu bodoh sampai mempertanyakan kebahagiaan kakak hanya untuk adik perempuan kakak satu satunya yang tak tahu malu seperti kamu Dek."Ucap Andrew sambil meremas piring di atas meja sampai piring piring itu pecah berantakan.


"Kakak kok marah marah sih apa salah Rani?"Tanyaku yang tak mau diam.


"Salah kamu banyak dan sangat banyak dan asal kamu tahu saja Kakak seperti ini hanya untuk melindungi kamu dari musuh musuh mama kita."Ucap Andrew tiba tiba.


"Iya tapi kan harus di omong baik baik jangan pakai emosi kak?"Jawab Rani santai.


"Adek...siapa yang sudah mempengaruhi kamu untuk berkata lancang pada abangmu ini Dek?"Tanya Kak Andrew sambil mendekati Rani dan langsung memeluk erat adik perempuannya itu dengan sangat eratnya.


"Kamu adalah harta terindah yang kakak miliki kakak tak ingin kamu terpengaruh oleh siapapun dan salah jalan sayang,Kakak harap adek mau mengerti perasaan kakak saat ini dan maksud kakak."Ucap Kak Andrew yang terlibat seperti sedih karena harus melihat adik perempuan satu satunya mulai berkata tak sopan padanya.


"Maafkan Rani kak,"Ucapku mengalah dan memeluk erat tubuh kakakku yang tak kutahu kalau ia sangat menyayangiku dan tak ingin aku mendapatkan masalah apapun.


"Ayo jalan jalan Dek," ajak Kak Andre sambil mengecup kening ku dan ia pun menggandengku keluar dari rumah dan kita memakai mobilnya yang mungkin baru saja ia beli.


"Kakak beli mobil baru?"Tanyaku pada Kak Andrew.


"Iya bagus Kak adek suka nanti jangan jual lagi ya Kak kalau kakak sudah bosan kasih saja ke adek..."Ucapku sambil tersenyum dan mencubit perut Kak Andrew.


"Adek udah mulai nakal ya?"Ucap Kak Andrew sambil menyetir.


"Ah kakak ini nakal sama kakak sendiri kan gak apa apakan kak?"Ucapku balik bertanya.


"Ya boleh dong."Jawabnya sambil terus fokus menyetir.


Ketika sedang menyetir tiba tiba sebuah bayangan berkelebat melewati mobil kami dan meninggalkan jejak api di jalan yang hendak kami lalui karena jaraknya masih 100 meter lebih sehingga tiba tiba Kak Andrew mengerem mobil secara mendadak membuatku tersungkur dan kepalaku terbentur kena laci mobil.


"Adek gak apa apa kan?"Tanyanya padaku dengan tatapan nanar ke arah depan.


Dan benar saja ternyata kepalaku tergores dashboard mobil dan lecet serta berdarah sedikit yang membuat makhluk itu mendekati kami mungkin karena ia mencium bau darah yang berasal dari luka lecetku tadi.

__ADS_1


"Kak ada apa ini?"Tanyaku sambil ku peluk erat pinggang Kakakku.


Aku tak tahu kenapa tiba tiba aku merasa takut dan sangat takut.


"Abang disini menjagamu Dek,"Ucap Bang andrew sambil membuat sebuah sapuan lembut di keningku tepat di luka lecet tadi dan seketika luka tadi mengering dan menghilang dan aku heran kenapa darah yang keluar dari kepalaku tadi berwarna biru.


"Kak kenapa darah yang keluar dari keningku berwarna biru?"Tanyaku padanya dan ia menjawabnya dengan santai.


"Gak apa apa kan warna biru sesuai warna jiwa dan auramu Dek tapi itu hanya awal saja karena di dalamnya itu adalah darah merah seperti manusia oada umumnya atau jangan jangan adek sudah mulai membuka pikiran adek yang terblokir itu Dek?"Tanya bang Andrew sambil menunggu jawaban aku.


"Iya Kak adek baru baru ini mencoba membuka mata bathin adek Kak."Jawabku sambil menundukkan kepalaku.


"Dek tatap mata Kakak,itu bagus kalau adek sudah bisa membukanya karena itu akan membantu kita untuk mengetahui siapa kita sebenarnya di masa lalu dan lagi kita akan mengetahui asal usul kita Dek "Ucap Kak Andrew sambil tersenyum dan mengelus kepalaku.


"Kakak hanya akan melihat semua yang kita alami itu saat suasana benar benar hening dan kita butuh tempat yang sangat tenang untuk mengetahui semuanya itu tetapi kita harus meminta petunjuk dari mama dulu biar gak ada masalah."Jawab Kak Andrew padaku.


"Baiklah adek setuju. "Jawabku sambil tersenyum lebar.


"Siapa tadi Kak yang lewat depan mobil kita dan meninggalkan jejak api itu?"Tanyaku yang masih belum melupakan kejadian tadi.


"Oo tadi itu adalah makhluk lain yang permisi lewat dan ia tak mengganggu kita kok dia makhluk baik dan takkan mengganggu kita kalau kita tak.mengusiknya."Jawab Kak Andrew sambil kembali menyetir mobil dan kami pun berlalu melewati jalan tadi di mana apinya sudah padam.


"Kak kita hendak jalan jalan kemana sih?"Tanyaku pada Kak Andrew lagi.


"Kita ke kantor Kakak dulu ya Kakak mau ambil berkas yang ketinggalan di ruangan kakak."Ucap Kak Andrew sambil kembali fokus pada setir yang ia pegang.


♡☆♡☆♡☆♡☆☆♡♡☆♡☆♡☆♡☆♡☆♡♡☆♡☆♡☆


To be continued


[Essy Kehi *DPS* 03122021♡12.39]

__ADS_1


__ADS_2