
Setelah beberapa hari menghilang hari ini aku kembali ke rumah dimana Kak Adrian dan Kak Andrew terlihat sedang duduk sambil merenung entah apa yang mereka pikirkan.
"Kakak...Apa yang kamu pikirkan?"Tanyaku mendekati mereka berdua dan langsung saja ku peluk erat tubuh kedua pria kesayanganku itu sambil tersenyum dan gembira akhirnya aku sudah kembali bertemu dengan mereka.
Dan ketika kami sedang berpelukan dan menumpahkan semua perasaan kami tiba tiba suara gemuruh seperti guntur disiang bolong membuat kami bertiga kaget dan apa yang terjadi ternyata angin tornado melanda wilayah kami dengan sangat dahsyatnya.
Aku pun mencoba untuk keluar dari rumah tetapi di cegah oleh kedua orang kakakku itu.
"Aku tak apa apa Kak lepaskan aku,aku ingin lihat mama,mungkinkah mama sudah kembali?"Ucapku sambil menangis tetapi tak dihiraukan oleh kedua orang kakakku.
"Kami takkan pernah membiarkan kamu hilang lagi,kamu tahu kan kalau kami sangat kehilangan kalau adik perempuan kami satu satunya menghilang tanpa jejak kamu sangat membuat khawatir hati ini adek."Ucap Kak Adrian sambil memwgang erat tanganku.
Hingga Angin tornado itu menghilang kami pun pergi ke dalam ruang rahasia yang kami bikin sendiri saat masih bwrumur 17 tahun untubersembunyi semantara sampai angin itu benar benar hilang.
Dua jam telah berlalu namun angin itu tak puas puasnya memporak porandakan isi bumi dimana kami berpijak.
"Kak please lepaskan aku,aku tahu mungkin raja angin tornado menginginkan aku bertemu dengannya."Pintaku pada Kak Andrew yang terlihat pasrah pada keadaan.
"Kak ingatlah pada orang orang yang tak bersalah itu mereka juga mengalami hal yang sama aku harap kakakku berdua mau mengeluarkan aku dari sini."Pintaku lagi.
"Kakak tak mau kehilangan kamu adek?Cukup kakak kehilangan kamu beberapa hari yang lalu kakak takkan pernah berhenti menyembunyikan kamu sampai kapanpun."Ucap Kak Andrew karena rasa traumanya yang sangat tinggi itu.
"Tapi aku bakal sehat selalu kok kak,bagaimana kalau kita sama sama keluar?"Pintaku lagi pada kedua saudaraku itu.
__ADS_1
Dengan berat hati akhirnya mereka mau menyetujuinya asalkan kami selalu bersama sama.
Kami bertiga pun keluar dari rumah dan melihat ke awan dan saat itu juga angin tornado kembali mendekati rumah kami dan apa yang terjadi? Ternyata angin itu berubah menjadi seorang gadis cantik berambut panjang memakai kebaya tradisional seperti di tempat dimana aku terdampar saat itu.
"Kakak terima kasih karena kebaikan kakak aku sudah bisa kembali seperti semula,ini aku Riska Kak Rani jangan takut aku hanya datang mengucapkan terima kasih dan akan kembali ke alam kami dimana kami tinggal dan Kakak tak peelu khawatir karena semua rumah dibumi aman terkendali tanpa ada sedikit kehancuranpun aku jamin Kak,ini hafiah dari aku tolong di terima."Ucap Riska sambil memberi aku sebuah tusuk konde yang sangat elegan karena berbentuk barisan bintang yang indah dan juga sebush cahaya indah datang dari msnik manik yang menhiasi bintang itu.
"Dan ini dari nenek Sania,nenek berpesan agar Kak Rani memakainya saat mengalami kesusahan yang amat sangat mendesak dan nenek Sania juga berterimakasih atas perlindungan dan kebun yang indah itu Kak Rani."Ucap gadis kecil itu lagi sambil tersenyum lebar pada Rani dan saudara saudaranya.
"Sampaikan salamku pada nenek Sania ya?Aku merindukan beliau dan Ris boleh tahu apa kepala desanya masih membuat masalah?"
"Untuk saat ini sih aman aman saja karena mereka tidak pernah berkunjung ke rumah dan kebun,ya aku dan nenek untuk sementara aman aman saja dan aku yakij kami akan baik baik saja setelah kesembuhan aku ini."Ucap gadis kecil bernama Riska itu yang membuat Kak Andrew dan Kak Adrian terperangah karena melihat situasi seperti itu,dan menurut mereka itu sesuatu hal aneh yang mereka lihat.
"Kakak aku pamit dulu ya sudah waktunya untuk kembali."Ucap gadis kecil itu sambil menunjukkan jam pasir yang sudah hampir habis itu.
Angin itu pun pergi dari hadapan mereka dan meninggalkan sebuah kenangan indah dihati Rani dan saudara saudaranya.
Kak Andrew yang dari awal melihat kejadian itu merasa bahagia karena ia melihat adik perempuan kecilnya itu semakin bertumbuh menjadi seorang gadis yang sangat menawan dan baik hati tetapi dibalik kebahagiaan itu tersimpan luka yang mendalam karena ia juga sangat merindukan sosok ibunya yang sangat menyayangi mereka.
"Mama kemanakah engkau pergi?Kenapa anda meninggalkan kami anak anakmu mam?Andrew sangat merindukan kehadiranmu mam,Andrew janji takkan pernah pergi berlama lama lagi mam Andrew rapuh bila tanpa dirimu mam,lihatlah mam adik perempuanku sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan anggun,ia memiliki karakter yang bagus dan wajahnya semakin mirip mama,semoga mama mendengar semua keluhan putra sulungmu ini mam."Jerit hati Andrew saat itu dan Andrew sangat merasa kehilangan sosok wanita teladannya.
Sebenarnya Andrew takut salah mengasuh dan mendidik adik perempuan kecilnya itu sehingga ia berharap ibunya cepat kembali.
**
__ADS_1
Gerhana menatap ombak yang memukul pantai itu dan terus berteriak teriak seakan ombak itu memanggil namanya.
"Rani,aku mencintaimu...!!"Teriak Gerhana pada ombak.
Setelah puas berteriak ia pun kembali ke tempat dimana ia akan melakukan sebuah misi rahasia yaitu mencaritahu keberadaan Rani yang katanya sedang tidak berada di seputaran bumi ini.
"Kemanapun kamu pergi aku pasti akan menemukanmu sayangku calon isteri dan calon ibu dari anak anakku kelak."Guma Gerhana lagi dan ia pun langsung duduk bersila dan mencoba untuk fokus pada tujuan utamanya yaitu mencari Rani.
Beberapa menit kemudian Gerhana membuka matanya dan tersenyum tatkala ia telah mengetahui dimana keberadaan gadis kesayangannya itu.
Apa kubilang aku pasti akan menemukanmu sayangku,kekasih hatiku belahan jiwaku.
Setelah itu ia pun segera bangun dari duduknya dan berteleportasi kepada sang gadis kesayangan.
"Maharani aku datang...!!"Seru Gerhana yang tak tahu kalau Kak Adrian dan Kak Andrew sedang menyusun sebuah strategi untuk membuat perlindungan pada kediaman mereka dibumi ini yang secara tidak langsung akan segera ada pertempuran yang dahsyat yang akan menghancurkan semua yang ada dan bahkan semutpun takkan lolos dari pertempuran kali ini.
"Siapa sih yang berisik di luar sana?"Tanya Kak Adrian pada Kak Andrew yang terlihat sangat garang dan dingin itu.
"Pasti ia berasal dari kaum pria yang jatuh hati pada adik perempuan kita satu satunya."Jawab Kak Andrew lagi...
To be continued
Bersambung ya guys
__ADS_1