
Jangan pernah mengatakan aku takkan bisa membaca pikiran kamu pria masa depan, justeru aku yang mengetahui semua hal hal duniawi duluan sebelum kamu.
Rani membaca semua pikiran orang orang itu, tetapi anehnya mereka tidak bisa membaca pikiran Rani,itu yang membuat Gerhana stres bukan main.
Ketika mereka lagi asyik berbincang tiba tiba muncul sebuah cahaya dari pesawat seperti UFO di atas kepala mereka dan berusaha menghisap apapun yang ada di sekitar mereka dan tidak berapa lama kemudian cahaya itu menghilang dan turunlah beberapa alien yang wajahnya aneh aneh.
Rani dan ketiga pria itu sudah bersembunyi dibalik pohon sehingga tak ada satu pun dari alien itu melihat mereka.
Tapi, tiba tiba Ericsson berdiri dan menampakkan wajahnya yang tak asing bagi para Alien itu sambil tersenyum dan berkata.
"Orang orang yang kalian cari adalah mereka..!!"Ucap Ericsson sambil melihat ke belakang tetapi yang dilihatnya tidak ada seseorang pun disana bahkan sangat sepi.
"Ada apa ini?Kenapa mereka tidak terlihat? Bukankah teknologi nano yang kami punya sangat canggih?"Ucap Ericsson pada dirinya sendiri.
"Kan aku sudah bilang aku adalah manusia masa silam yang tidak bodoh seperti kamu masa depan pun tak ada."Gumam Gerhana dalam hati.
"Rani apa kamu masih melihat aku?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Kamu masih terlihat, tapi hilang muncul Ger, apa yang terjadi?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Tenang aja kamu sendiri yang akan melihat aku seperti ini yang lain gak akan pernah melihatku dalam bentuk asliku, tetapi mereka akan melihatku dalam wujud lain...!!"Jawab Gerhana pada Rani.
"Rani...!!"Tiba tiba Adam datang dan meraih tangan Rani.
Adam juga tak melihat Gerhana, karena memang Gerhana hanya ingin kekasihnya saja yang dapat melihatnya.
"Ada apa Adam?"Tanya Rani sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Adam.
"Maafkan aku Rani, aku seharusnya jujur padamu kalau aku jatuh cinta padamu tetapi semuanya telah berakhir karena kamu dicintai oleh saudaraku sendiri yaitu Gerhana."Ucap Adam sambil tersenyum datar dengan wajah yang sayu.
"Makasih Adam atas kejujuran anda, tetapi maaf ya selama ini aku gak pernah memiliki rasa untukmu hingga kini, maafkan aku Adam."Ucap Rani sambil tersenyum.
"Benar kamu gak apa apa?"Tanya Adam belum yakin.
"Iya aku gak apa apa kok Adam...??"Jawab Rani sambil tersenyum.
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya Adam, ada yang mau aku lakukan...!!"Pamit Rani sambil melangkah pergi dari hadapan Adam.
"Ayo Ger, ternyata benar benar hanya aku yang bisa melihat kamu Ger,aku harap kamu jangan menakut nakuti orang orang yang tak melihatmu dengan cara konyolmu ya?"Ucap Rani sambil tersenyum.
Ericsson dari tadi tetap memantau Rani, kemanapun Rani pergi dan berbicara seakan berbicara dengan seseorang.
Siapa dibalik semua ini?Kenapa aku tak bisa melihat apapun padahal saat pertama kali bertemu Rani,hanya Rani yang dapat melihat diriku dan hanya aku, siapa sih semua dibalik masalah ini?semua pertanyaan menyelinap masuk ke dalam otak Ericsson.
Ia masih saja bingung dengan hal yang terjadi saat ini, apa mungkin kekuatannya sudah tidak mempan di bumi ini? Ataukah...Aduh aku semakin penasaran saja.
**
Di tempat lain Rani sedang tersenyum manis dengan pria yang sudah mencuri hatinya itu.
"Gerhana sekarang kamu boleh kok tunjukkan dirimu padaku secara utuh, aku tak mau kamu menghilang terus nanti aku kenapa kenapa bagaimana Ger?"Ucap Rani manja.
Gerhana pun menampakkan seluruh dirinya dan merengkuh Rani dalam pelukannya yang hangat.
"Aku boleh kan panggil kamu sayang?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Baiklah Sayang,aku harap akulah pria terakhir dalam hidupmu Rani."Ucap Gerhana sambil tersenyum.
Kedua insan itupun Saling memadu kasih di tengah hutan belantara yang mana hanya mereka berdua saja yang tahu seberapa luas rasa cinta yang sedang mereka pupuk.
"Sayang, bersediakah kami memperkenalkan aku pada keluarga kamu?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Kamu sudah siap mental belum?Soalnya ke tiga orang Kakak aku itu semuanya garang dan sangat keras kepala apapun yang mereka mau harus sesuai dengan keinginan mereka."Ucap Rani pada Gerhana.
"Iya aku siap menghadapi apapun itu asalkan aku bisa bersamamu menjalani hubungan ini, hubungan kita harus diteruskan dan aku tahu kamu juga mengharapkan hal yang sama ya kan Sayang?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Aku pikir ya hubungan kita harus segera diresmikan agar semua orang tahu kalau kamu adalah kekasih jiwaku dan aku takkan pernah melepaskan kamu."Ucap Gerhana dengan nada sedikit memaksa.
"Sayang bagaimana kalau kita berkunjung ke Benua Amerika?"Tanya Rani pada Gerhana
"Pakai jaket yang tebal sayang karena sekarang lagi musim salju aku takut kamu kenapa kenapa disana?"Ucap Gerhana sambil tersenyum dan menjentikkan jarinya ke udara dan sebuah jaket bulu rusa yang sangat indah berwarna coklat langsung ia dapatkan dan langsung ia pakaikan ke tubuh Rani.
__ADS_1
"Wow amazing Grace aku suka banget sayang...!!"Ucap Rani sambil melompat dan memeluk erat tubuh pria tampan itu.
"Kamu suka jaketnya sayang?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Suka banget sayang...!!"Ucap Rani pada Gerhana dan kembali memeluk erat tubuh pria itu.
Gerhana tersenyum dan membalas pelukan Rani.
"Aku mencintaimu Rani, tolong jangan pernah tinggalkan aku...!!"Ucap Gerhana sambil membelai rambut panjang Rani.
"Gerhana,apa aku boleh bertemu orang tuamu?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Boleh nanti kamu bertemu ibuku dulu ya karena aku hanya mempunyai ibu ayahku kan raja iblis tak mungkin kamu akan bertemu dengannya."Ucap Gerhana lagi.
"Sayang sekarang saatnya kita berkunjung ke benua Amerika, kita jalan jalan dulu ya?"Ucap Gerhana sambil tersenyum.
"Baiklah aku sudah siap...!!"Jawab Rani pada Gerhana.
"Eh, Ger aku ijin dulu ya sama ibuku biar beliau tidak pusing mencari ku..."Ucap Rani pada Gerhana.
"Baiklah sayang, telepon ibumu sekarang dan minta ijinlah agar kamu tak merasa bersalah saat ibuku pusing memikirkan kamu...!!"Ucap Gerhana sambil tersenyum.
Dreeetttt... dreeetttt...mama Elaine pun mengambil ponselnya yang berdering itu.
"Ada apa Nak?"Tanya mama Elaine
"Mam, Rani ijin ya mau ke benua Amerika jalan jalan gitu pakai jaket dari kulit rusa dan Rani sudah punya itu mam, Rani kesana bareng teman teman Rani mam, boleh ya mam?"Rani mohon ijin pada sang ibunda.
Setelah berpikir agak lama kemudian mama Elaine menjawab "Baiklah Nak kalau perlu bantuan jangan lupa telpon mama ya sayang, ingat kamu punya riwayat alergi dingin sayang jangan sampai kamu sakit disana ya sayang? Dan untuk uangnya sudah mama transfer di rekening kamu Nak jangan lama lama jalan jalan nya mama akan sangat merindukan kamu Nak, dan ingat minggu depan Abang Andrew sudah balik dari Timor Tengah ya Nak?"Panjang lebar Mama Elaine menjelaskan pada Rani dan mengkhawatirkan anak perempuan satu satunya itu.
"Tenang aja Mam...!! Rani pamit ya?"Ucap Rani dan mengecup Mama Elaine via udara.
**
Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰
__ADS_1