
Sangat di sayangkan ketika kepercayaan yang telah diberikan pada kalian dan tak kalian patuhi.
Maharani masih saja terjebak dalam ilusi yang dibuat oleh raja iblis dan Gerhana menjadi panik karena tak bisa mengeluarkan maharani dari ilusi tak bertepi itu.
"Sayang akankah semua berakhir seperti ini?Aku tak sanggup hidup tanpamu sayangku aku bisa mati karena diriku kamu terjebak dalam ilusi tak bertepi,ilusi itu memang hasil ciptaan raja iblis dan hanya raja iblis yang tahu cara mengeluarkan hasil sanderaannya dari ilusi itu.
Aku sangat bodoh membawamu ke sini aku sangat menyesal dan aku harap kamu tetap bertahan di dalam sana karena konon katanya siapapun yang masuk.ke dalam ilusi itu takkan pernah bertahan hidup dan akan hancur berkeping keping serta jiwanya akan di kurung di dalam ilusi itu untuk di gunakan sebagai tumbal.
Aaa...pa yang akan aku katakan pada Kakak kakakmu yang sangat menakutkan.
Ketika masih saja duduk di bawah pohon akasia dekat tempat di mana ilusi tak bertepi terletak,tiba tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya Gerhana membuat pria tampan itu kaget dan terlonjak.
"Ge,maafkan aku karena telah membuatmu berpikir yang tidak tidak tentang diriku aku baik baik saja kok aku maaih ingat cara untuk keluar kok sayang?"Ucap Rani sambil memeluk erat bahu pria itu.
"Sayang kamu tahu isi hatiku kan aku nyaris putus asa dan berpikir kalau aku akan di bunuh oleh kakak kakakmu yang sangat menakutkan itu."Gerhana membalikkan badannya dan menatap lekat wajah gadis yang selalu meresahkannya itu.
"Sayang percayalah seorang Rani tak mungkin terjebak dan hilang dalam ilusi tak bertepi itu asal kamu tahu saja pikiranku selalu bersih dan tak pernah berpikir negatif pada siapapun jadi aku takkan pernah tersesat di dalam sebuah ilusi hasil ciptaan otak seorang raja sesat."Jawab Rani enteng.
"Dan lagi ia tak bisa menyentuhku dalam ilusi itu karena aku bisa menyatu dengan setiap hembusan angin yang datang karena aku juga memiliki unsur angin itu sayang kamu ingatkan semua unsur yang aku miliki dan takkan pernah habis dari diriku."Maharani berkata sambil memeluk erat tubuh pria itu.
"Sayang aku boleh bilang sesuatu?"Tanya Gerhana tiba tiba di telinga Rani.
"Iya boleh sayang apa yang akan kamu katakan?"Tanya Rani pada Gerhana.
__ADS_1
"Aku ingin secepatnya mempersunting dirimu jadi bagian terpenting dari hatiku dan akan aku jadikan kamu isteriku, aku tahu aku salah karena telah melamar kamu dengan mendadak tetapi apa ya g aku katakan adalah tulus dari hatiku sayangku."Jujur Gerhana dalam pelukan Rani dan semakin mendekap Rani dengan penuh kasih sayang.
"Ge aku sangat menghargai perasaanmu aku juga ingin sekali hubungan kita menjadi sah secepatnya dan kamu tahu kan setiap pasangan pasti menginginkan memiliki keluarga yang sangat bahagia."Sambung Maharani sambil mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya pada dada bidang milik Gerhana.
"Sayang kita harus menemukan mama aku dulu karena aku yakin mama pasti akan merestui hubungan kita dan tak ada yang melarang kita bersatu sayang."Ucap Rani meyakinkan Gerhana agar bisa menerima saran darinya.
Mereka berdua pun berjalan menuju puncak gunung yang sangat tinggi bersebelahan dengan danau yang indah itu.
**
Killer duduk bersebelahan dengan si nenek tua sambil mengunyah permen karet.
"Nek apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkan gadis suci anak bidadari seperti ramalan itu Nek,aku penasaran dengan gadis itu siapa dia sebenarnya dan dari mana aku harus mulai mencarinya Nek?Itu sebuah persoalan yang sangat pelik dan aku tak tahu aku takkan bisa menemukan jawaban apapun dari pertanyaan hatiku saat ini Nek,please Nek kita harus segera menemukan gadis itu aku tahu ini rumit tetapi bagaimanapun juga kita harus menemukan gadis itu karena ia akan menjadi penyambung hidup dari klan kita nek."Ucap Bryan alias killer pada Nenek tua peot itu.
"Pemikiranmu sangat bagus nak,tetapi kamu harus tahu bidadari itu tidak gampang kita temukan karena itu sangatlah sulit menurut nenek moyang kita tentang anak bidadari itu,ia adalah manusia biasa yang memiliki sebuah tanda yang selalu mengikutinya kemana pun ia pergi tetapi kita tidak tahu tanda apa itu karena sejak dulu nenek moyang kita pun tak pernah melihat tanda itu,tetapi tanda itu selalu mengikuti gadis itu."Ucap Nenek tua itu lagi.
"Kalau menurut ibuku saat itu dimana pun ia berada semua hewan dan tumbuhan selalu menyambutnya dengan penuh bahagia dan bahkan mereka bisa saling mengerti maksud hati masing masing alias mereka bisa saling berbicara satu sama lain."Jawab Nenk tua itu sambil menyeka keringat yang ada di dahinya.
"Tapi nek selama ini aku mencurigai seorang mahasiswi di kampus Nusantara perilakunya sungguh diluar dugaan tapi aku tak melihat tanda apa apa di sekitarnya."Jawab Bryan sambil menopang dagunya.
"Coba kamu cari tahu di mana tempat tinggalnya karena kita harus benar benar tahu siapa tentang gadis itu dan juga silsilah keluarganya."Jawab nenek tua itu pada Bryan.
"Baiklah nek,tetapi aku mau tanya kalau nenek punya cara untuk mengetahui siapa sebenarnya gadis itu?"Tanya Brya yang masih penasaran dengan Maharani yang selalu membuatnya terhipnotis saat bertemu dengannya.
__ADS_1
Ia bagaikan alien yang datang dan pergi sesuka hati dan sangat misterius,ia juga pernah melihat ada tanda biru mengikuti Rani saat tangan Rani berdarah karena kena preparat saat mereka melakukan praktek di ruangan kelas.
Ia juga masih membayangkan wajah Rani saat itu,ia seakan terhipnotis dan tiba tuba ia juga melupakan kejadian yang baru saja dialami oleh Maharani.
**
Adrian dan Andrew sedang melakukan olahraga di ruang gym di belakang rumah tiba tiba sebuah cahaya putih biru muncul dan berdiri tepat di hadapan mereka.
Dan samar samar cahaya itu berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik dan memiliki sembilan ekor di belakangnya seperti rubah.
Dan benar saja itu adalah jelmaan dari penjaga pintu bidadari langit ke tujuh.
Namanya adalah Zavia,bidadari yang selama ini melindungi pintu masuk langit ke tujuh.
Ia dan keturunannya selalu setia melindungi pintu masuk langit ke tujuh
Ia pun memberi hormat dan berkata "Tuan kami datang untuk menjemput kalian berempat,"Ucap Zavia sambil menundukkan kepalanya memberi hormat pada Adrian dan Andrew.
"Iya kami akan pergi tetapi adik bungsu kami sedang pergi entah kemana bersama kekasihnya."Ucap Kak Adrian sambil mencoba menghubungkan hatinya dan hati Rani.
"Dek ayo cepat pulang karena kita akan ikut acara festival di dunia langit ketujuh dek,orang utusan mama sudah datang sayang ayo pulang."Gelombang suara itu pun pergi ke arah di mana Rani dan Gerhana.
To be continued
__ADS_1
Bersambung ya guys
"