Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
44


__ADS_3

Happy reading ya...


Malam telah tiba, Rani belum juga balik ke rumah.


Mama Elaine sangatlah khawatir dengan keadaan anak perempuannya itu.


Mama Elaine pun mulai bersemedi mencari dimana keberadaan anaknya apakah sesuai dengan perkiraan yang di katakan Andrew?


Selama Tiga puluh menit mama Elaine bersemedi, akhirnya ia pun menemukan kebenaran tentang keadaan putri tunggalnya itu.


Ternyata seperti hasil penerawangan Andrew, Rani pergi ke klan iblis bersama teman prianya.


**


"Rani, sudah malam ayo kita pulang!!"Ajak Gerhana pada Rani.


"Baiklah Gerhana ayo!!"Ucap Rani sambil melingkarkan tangannya pada pergelangan tangan pria tampan itu..


"Rani apa benar kamu anak tunggal?"tanya Gerhana memancing jawaban yang benar dari Rani.


Rani pun sudah tahu maksud dan tujuan dari pertanyaan yang diajukan oleh Gerhana padanya.


"Aku bukan anak tunggal Gerhana, aku anak ke lima dari lima bersaudara."jawab Rani sambil tersenyum tipis.


"Nanti aku kenalkan kamu pada saudara/saudariku ya?"ujar Rani lagi.


"Iya kalau kamu gak keberatan Ran?"ucap Gerhana pada Rani.


"Aku gak keberatan kok Ger, nah ayo kita pulang besok kita ada ulangan di kelas."ucap Rani sambil tersenyum.


"Rani bagaimana kalau kita bermalam dulu disini besok pagi baru kita pulang sekalian langsung ikut ulangan?"Gerhana mengajak Rani untuk menginap semalam di situ.


"Maaf Gerhana aku gak bisa karena aku gak ijin sama Mama,mama pasti sangat khawatir."ucap Rani meyakinkan Gerhana.

__ADS_1


"Baiklah ayo kita pulang."ucap Gerhana pada Rani.


"Tutup mata ya biar gak lama sampainya."Ucap Gerhana sambil menuntun Rani untuk turun dari tempat mereka berpijak tadi.


Tak lama kemudian Rani membuka matanya dan apa yang ia lihat? Ia sangat kaget karena ternyata mereka telah tiba di halaman rumah Rani.


"Ajaib!!"Seru Rani sambil tanpa sadar memeluk erat tubuh pria di sampingnya itu.


"Gerhana, kapan kapan kita jalan jalan lagi seperti tadi ya, asyik banget tahu."Ucap Rani sambil tersenyum dan melebarkan kedua tangannya dan berputar putar indah di hadapan pria titisan iblis itu dengan tanpa memperdulikan pria itu.


"Kalau kamu suka nanti kita kesana lagi."ucap Gerhana sambil tersenyum tipis pada Rani


Rani aku harap ini adalah pertemuan kita yang mengawali semuanya, sesuai rencana ternyata kamu justru menginginkan tempat ilusi itu lagi,semoga beberapa hari kedepannya kita bisa kesana lagi aku akan menunjukkan diriku tang sebenarnya biar kamu terbiasa dan tak takut padaku,aku memang titisan raja iblis tetapi aku tidak seperti iblis lain pada umumnya.


Gerhana menatap Rani dengan rasa yang sangat dalam, rasa ingin memiliki,rasa ingin mencintai,rasa ingin menyayangi gadis itu benar benar sudah merasuki seluruh hati Gerhana.


Gerhana memegang erat tangan mungil gadis itu dan berjanji kalau dia akan selalu berada di sampingnya.


"Aku pamit ya Rani,sampai jumpa besok di sekolah."Ucap Gerhana yang tanpa aba aba telah melabuhkan sebuah ciuman di kening Rani.


"Apa itu salah Rani?"Gerhana balik bertanya pada Rani.


"Iya itu salah besar,"ucap Rani lagi.


"Kenapa harus salah,apa salahnya aku melabuhkan sebuah ciuman rasa sayang aku pada kamu Rani?"Ucap Gerhana masih saja sabar,padahal aslinya itu Gerhana adalah pria yang tidak sabaran, apapun yang ia mau harus ia dapatkan dan ia tak suka penolakan.


"Ya salah besar dong Gerhana? Kamu mau tahu kenapa aku bilang kamu salah karena aku pastikan aku takkan bisa tidur sepanjang malam ini." ucap Rani masih berbelit belit.


"Loh kok bisa?" Tanya Gerhana lagi.


"Bloon amat sih lo Ger,aku tak bisa tidur tetapi aku hanya bisa menghayal tentang kamu Gerhana udah mengerti belum?"Tanya Rani sambil mengacak rambut pria di hadapannya itu.


"Aku gemas sama kamu Ger?"Ucap Rani sambil melepaskan tangannya dari kepala Gerhana.

__ADS_1


"Sana cepat pergi aku mau istirahat dulu."Ujar Rani sambil mendorong pria itu agar cepat pergi dari hadapannya.


"Baiklah aku akan pergi, jangan lupa besok pagi ya aku tunggu kamu di sudut taman dekat kelas kita."Ucap Gerhana sambil melangkah pergi meninggalkan Rani sendirian di halaman rumah itu.


"Gerhana, apa yang telah kamu lakukan padaku?Kenapa aku mudah sekali untuk jatuh hati padamu,padahal aku tahu itu semua akan berakhir,aku tahu kita tak mungkin bersatu karena perbedaan kita sangat jauh dan karena kamu bukan manusia sesungguhnya kamu adalah titisan iblis yang sangat ditakuti oleh semua klan di bumi ini."Gumam Rani pada dirinya sendiri.


Akhirnya Rani melangkah masuk ke dalam rumah, tetapi sebelum masuk ke dalam rumah tak lupa ia mandi di kamar mandi depan rumah yang sudah disiapkan boleh ibunya kalau ia pergi bersama keluarga iblis biar tidak mempengaruhi penghuni kerajaan bidadari yang berada di bumi tercinta ini.


Setelah masuk ke dalam kamar mandi itu ia pun segera melakukan ritual mandinya.


**


"Sayang dari mana saja nak,mama sangat khawatir pada kamu Nak."ucap Mama Elaine menghampiri anak perempuannya itu.


"Udah deh mam,Rani pengen maka lapar banget nih mam,mama masak apa buat Rani?"Tanya Rani mengalihkan pembicaraan mama Elaine.


"Tuh lihat di dapur semua itu makanan kesukaan kamu sayang."Jawab Mama Elaine sambil tersenyum.


"Kamu habis dari mana sayang?Kok kamu mandi air suci tadi?"Tanya mama Elaine lagi.


"Mama ini nanti Rani cerita ya?"Ucap Rani sambil mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya itu


"Ya sudah kamu makan aja dulu, nanti kita bicarakan lagi ya?Mama mau gambar desain baju mama dulu soalnya mama mau ikut pameran di Paris."Ucap Mama Elaine sambil tersenyum simpul.


"Wah, hebat dong mama?Rani ikut ya kalau ke Paris?"ucap Rani sambil tersenyum dan memeluk erat tubuh ibunya itu.


"Ayo makan sayang nanti kita bicara lagi."ucap Mama Elaine sambil tersenyum dan berbalik ke arah ruang kerjanya untuk melanjutkan desainnya yang hampir selesai.


"Anak itu sudah semakin besar, wajahnya sudah semakin seperti wajah aku, apa benar aku harus menyembunyikan anakku dari ancaman klan iblis? Rapi bagaimana caranya Rani sudah terlanjur bergaul dengan anak raja iblis."Gumam mama Elaine yang semakin bingung mengahadapi apa yang dikatakan oleh Rani.


Sepeninggal Gerhana tadi, Rani merasakan jantungnya berdetak sangat kencang, tetapi ia tak tahu kenapa?


Rani aku akan mencintaimu dengan sederhana, dengan segenap hati,jiwa dan raga ini hanya untuk kamu Rani, apapun yang terjadi aku takkan pernah melepaskan diri kamu karena hati ini sudah sangat menyatu dengan kamu.

__ADS_1


** Bersambung ya readers tersayang tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**


__ADS_2