Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
22


__ADS_3

**


Bu Nisa masih menatap ke arah Rani yang dari tadi masih memilih milih gaun yang di pajang di tempat pajangan Gaun.


" Mbak Karina, apa mungkin sudah ada yang membeli gaun itu Mbak ? " tanya Rani sedikit kecewa.


" Ooo iya Mbak hampir lupa, gaun itu sudah di beli oleh seorang wanita cantik yang datang di butik ini kemarin sore " ucap Mbak Karina sambil tersenyum manis pada Rani.


" Ya udah gak apa apa deh, tapi desainnya masih ada kan ? " tanya Rani serius.


" Iya Non, desainnya masih Mbak simpan, tenang aja " ucap Mbak Karina sambil berjalan ke arah sebuah lemari untuk mengambil desain Gaun biru langit itu.


" Mbak, saya mau yang ini ya ! " ujar Bu Nisa sambil menunjukkan Kebaya modern yang di sukainya.


" Untuk jasnya nanti anak saya yang akan kesini untuk mengambil langsung " ujar Bu Nisa sambil tersenyum simpul.


Rani kembali ke ruangan ibunya sambil memperhatikan teman temannya yang asyik menikmati cemilan yang dibelinya tadi di swalayan.


" Ran, kemana aja sih kita kesini karena kita merindukan dirimu Ran kok malah sibuk sendiri ? " ucap Erlyen sambil tersenyum.


Mereka pun bercerita, bercengkrama dengan sangat serunya.


**


Sementara di depan butik di ruangan tempat pajangan Gaun gaun dan hasil desain Rani dan Mama Elaine, Bu Nisa masih duduk menunggu putranya yang akan segera datang untuk mengambil jasnya.


" Mbak, maaf boleh tanya ? " ucap Bu Nisa pada Karyawati itu.


" Iya boleh Bu, mau tanya apa Bu ? " ucap Karina sambil berjalan mendekati Bu Nisa.


" Siapa gadis tadi Mbak ?" tanya Ibu Nisa penasaran.


" Oooo, Non Rani ! " ucap Karina sambil tersenyum.


" Itu anak pemilik Butik ini Bu, anak perempuan satu-satunya " ucap Karina sambil melipat baju baju yang belum rapi.


Tiba tiba pintu terbuka dan seorang pria tampan memakai seragam TNI AD masuk ke dalam butik itu, wajah tampan badan bagus berotot dan sixpack tentunya.


" Siang Mbak Karina, Mama ada ? " tanya Andrew pada Karina.


" Ada Mas saya panggilkan ya " ucap Karina.


Sementara itu Rani pamit pada teman temannya untuk ke luar sebentar mencari pensil warna miliknya yang tersimpan indah di lemari besar depan pajangan baju baju dan gaun gaun indah itu.

__ADS_1


Ketika pintu terbuka Rani keluar dan berjalan dengan cepatnya ke arah lemari.


Ketika hendak membuka pintu lemari itu, Andrew langsung mencubit pipi Rani dan berkata " Adek kok di sini ? " tanya Andrew sambil tersenyum.


" Abang ngapain kesini, kok pakai pakaian lengkap mau kemana Bang ? " tanya Rani sambil bergelayut manja di lengan Andrew sang Kakak.


" Abang mau bilang sesuatu ke Mama ! " ucap Andrew serius.


" Adek boleh tahu gak ?" ucap Rani sambil menatap wajah Abang kesayangannya itu.


" Boleh dong sayang, " Jawab andrew serius.


" Dua Minggu lagi Abang berangkat ke Libanon " ucap Andrew.


" Apa ? Libanon jauh banget Bang, Rani bakal rindu berat ma Abang ! " ucap Rani sambil memeluk erat tubuh Abang kesayangannya itu.


" Namanya tugas negara, tugas kemanusiaan Abang harus berangkat ! " ucap Andrew tegas.


" Kak Adrian gak berangkat juga kan Bang ? " tanya Rani yang matanya sudah berkaca-kaca.


" Adek kenapa nangis ? " ucap Andrew sambil mengecup kening adek kesayangannya itu.


" Kan adek kesepian nantinya, gak ada Kakak rumah jadi makin sepi " ujar Rani sambil menyeka air matanya.


Dari sebelah lemari itu terlihat seorang wanita setengah baya yang masih menatap ke arah Kakak beradik itu sambil tersenyum.


" Jadi pria tampan itu Saudaranya gadis itu ? " ucap Bu Nisa pada Karyawati itu.


" Iya Bu, itu Mas Andrew Mereka sangat akur dan saling sayang menyayangi, mereka juga menyayangiku seperti keluarga sendiri " ucap Karina bangga.


" Keluarga yang bahagia " ucap Bu Nisa kagum.


" Ayo Bang kita ketemu mama " ajak Rani sambil menarik tangan Andrew dan mereka pergi ke ruang pribadi Mama Elaine.


" Tok..tok...tok... " bunyi ketukan pintu.


" Masuk ! " sahut suara dari dalam ruangan itu.


" Andrew, ada apa Nak ? " tanya Mama Elaine Sambil tersenyum dan matanya masih menatap laptop di depannya itu.


" Ma, Andrew dapat tugas di Libanon Mam, 2 Minggu lagi berangkat Mam, mohon doa restunya Mam ! " ucap Andrew sambil duduk di lantai dan memeluk kaki Mama Elaine.


" Mama merestui dan mendoakan semoga kamu sehat selalu disana, bisa menjalankan tugas dengan baik dan juga bisa menjaga dirimu dengan baik disana Mama harus merelakan walaupun Mama sebenarnya sedih karena harus berpisah dengan penopang hidup keluarga kita, anak sulung Mama " ucap Mama Elaine sambil mencoba tersenyum agar anaknya kuat dan tidak bersedih lagi.

__ADS_1


" Mam, Andrew titip Rani Mama dia sekarang jadi incaran orang orang klan hitam Mama " ucap Andrew sambil memeluk kaki Mama Elaine.


" Tenang aja sayang, adikmu aman bersama Mama " ucap Mama Elaine sambil tersenyum.


" Eits, dari tadi ngomong kayak sudah mau berangkat aja nih Abang ! " ucap Rani langsung memeluk Andrew dari belakang.


" Nanti malamAbang harus temani Rani jalan jalan ya ke pantai atau ke Mall terserah Abang " ucap Rani sambil tersenyum menggoda Abang nya yang sudah terlanjur sedih memikirkan keselamatan adiknya dan ibunya.


" Mam, Andrew pamit ya mau lanjut tugas lagi " ucap Andrew berdiri dan mengecup pipi dan kening ibunya.


" Baiklah nak, selamat bertugas ya ? Tuhan menyertai setiap langkahmu " ucap Mama Elaine sambil tersenyum.


" Mam, Rani antar teman teman ke depan dulu ya Mam " ucap Rani sambil menggandeng tangan Erlyen dan teman temannya yang lain menuju ke luar tepatnya ke halaman depan Butik.


" Teman temanku sayang hari Minggu depan kita jumpa lagi ya ? " ucap Rani sambil memeluk satu persatu dari temannya itu


Mereka melambaikan tangan kepada Rani sambil tersenyum.


" Bye bye Rani sayang, sampai jumpa Minggu depan ya ? " Ucap Genoveva sambil tersenyum.


Setelah kepergian teman temannya Rani masih melihat sekeliling pepohonan karena ia melihat ada pohon mangga udang yang buahnya sarat sampai tanah dia sekitar situ.


Rani tersenyum dan melangkah mendekati pohon mangga itu dan berkata " Apa aku boleh memetik buahmu ? " tanya arani pada pohon itu.


" Silahkan Putri cantik ! " ucap Pohon mangga itu dan menunduk sehingga Rani bisa dengan leluasa memetik buah yang sudah matang.


Setelah memetik beberapa buah kemudian di taruhnya di dalam kresek putih yang sudah di sediakannya dari tadi.


Dari kejauhan Galang menatap Rani dengan penuh tanda tanya.


" Siapa dia sampai sampai pohon itu menurut padanya " ucap Galang dalam hati.


Saat itu Rani mendengar sebuah bisikan halus kalau ada orang yang mengetahui kelakuannya sehingga Rani langsung mengubah dirinya menjadi orang lain yang tak dikenal oleh Galang dan membuang bubuk kayu putih ke arah Galang sehingga saat Rani berbalik Galang sempat melihat wajahnya tapi ia tak tahu siapa gadis itu.


Setelah Rani menghilang dari hadapan pohon mangga itu pun menjauh dari hadapan Galang.


Galang kaget buakn kepalang.


" Siapa perempuan tadi ? " berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benak Galang.


Akankah Galang mengetahui siapa gadis itu ?


** Bersambung guys Tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2