
**
Kecepatan mobil itu meningkat, sehingga ketika mereka mendekati pantai, ada sebuah gulungan seperti kabut asap berada di tengah jalan yang gak bisa di hindari sehingga tanpa sadar Adam membuat mobil mereka terperangkap masuk ke dalam kepulan asap itu.
" Adam ! Kita dimana sekarang kok aneh sekali tempat ini, " tanya Rani sambil memegang erat sit belt tempat ia duduk.
" Aku gak tahu Rani, apa yang terjadi ? " Adam juga kaget dengan keberadaan mereka saat ini.
" Coba hentikan mobil biar kita turun dan lihat keadaan diluar sana " ucap Rani pada Adam.
" Dam, janji jangan tinggalkan aku disini Adam ! " ucap Rani sambil memegang erat lengan Adam.
" Iya Rani, aku gak akan meninggalkan kamu sendirian, " ucap Adam sambil mengusap rambut Rani.
Ketika turun dari mobil betapa kagetnya Rani dan Adam, mereka benar benar terperangkap di dimensi lain yang berbeda dari bumi tempat tinggal mereka.
" Adam, aku dingin Dam ! " ucap Rani sambil memeluk erat pinggang Adam.
Adam pun hanya bisa diam dan tak bergerak.
" Ayo kita ambil jaket sweater di dalam mobil, biar kamu gak kedinginan " ucap Adam sambil melangkah mendekati mobil dan mengambil jaket sweater warna biru mix abu yang tersimpan rapi di dalam jok belakang mobil itu.
Adam membawa Rani ke sebuah Rumah kuno di dekat hutan pohon Pinus itu dan mendudukkan Rani di bangku tua yang terlihat usang tapi tetap kokoh bagai batu karang itu.
Kemudian Adam kembali ke mobil dan mengambil tas mereka yang berisi makanan yang mereka bawa.
" Adam, Rani lapar ! " ucap Rani sambil memeluk erat kedua lututnya.
Tiba tiba turun butiran putih seperti salju di atas kepala mereka.
Butiran itu memenuhi tempat mereka berdua duduk.
" Adam ! Kenapa kita bisa sampai disini apa yang terjadi aku takut dam " ucap Rani mulai meneteskan butiran bening di pipinya.
**
Di bumi, Gerhana semakin was was karena ketika ia sampai ke tempat menghilangkannya mobil yang ditumpangi Rani dan Adam, tidak ditemukannya apapun sebagai petunjuk untuknya.
__ADS_1
" Rani, aku bersalah padamu, kenapa aku terlambat menolong kamu Rani " Ujar Gerhana sambil tangannya tetap mengepal dan meninju pohon di sampingnya itu.
Tangannya semakin berdarah, tetapi tak dihiraukannya.
" Rani....!! " Suara Gerhana menggema ke seluruh hutan itu.
**
" Adam ! nih makan dulu sedikit makanan biar kamu kuat dan bisa melindungi kita " ucap Rani sambil menyodorkan makanan ke dalam mulut Adam.
" Dan, kira kira kita berada dimana ya ? " tanya Rani lagi.
Karena emosi Adam membentak Rani dengan suara yang sangat menakutkan.
" Kenapa kamu terlalu takut, kan ada aku disini cobalah untuk bersabar biar aku bisa memikirkan bagaimana caranya agar kita keluar dari sini, jangan kamu bikin aku kehilangan akal, kamu pikir aku gak pusing apa mendengar ocehanmu dari tadi ha? " Adam membentak Rani dengan suara yang sangat menakutkan.
Air mata Rani kembali lolos menetes lagi di pipi mulus itu.
" Kalau aku tahu bakal terjadi hal seperti ini dari awal aku seharusnya tidak menyetujui ajakan mu Adam ! " gumam Rani dalam hati.
Adam kemudian kembali ke mobil untuk mengambil kompasnya.
Adam tidak memperdulikan Rani, karena ia benar benar pusing memikirkan cara agar mereka berdua cepat keluar dari perangkap itu.
Ketika mereka asyik dengan pikiran masing-masing tiba tiba dari kejauhan tampak beberapa orang membawa beberapa ekor anjing besar menuju ke arah mereka.
Adam langsung menarik tangan Rani dan mereka bersembunyi di balik rumah itu.
Suara orang orang itu semakin mendekat mereka.
Tampilan Orang orang itu seperti orang orang suku Eskimo.
Adam memeluk erat Rani dan membisikkan kata kata pada telinga Rani.
" Maafkan aku sayang, bukan maksudku untuk membentak ataupun marah padamu, tetapi aku memang lagi kalut dengan keadaan kita saat ini maafkan aku Rani ! " ucap Adam sambil memeluk erat tubuh Rani.
" Kamu aman, aku akan berusaha melindungi kamu dari apapun aku tak akan meninggalkanmu sendirian." ucap Adam sambil tersenyum.
__ADS_1
Dalam hati Adam berkata " Akhirnya aku bisa memeluk gadis pujaan hatiku, aku akan berusaha agar kita bisa keluar dari perangkap dimensi lain ini ".
**
" Dimanakah dirimu Rani ? " panggil Gerhana lagi.
Tetap tak ada sahutan, membuat Gerhana benar benar sedih.
Gerhana adalah anak dari raja iblis dari istri pertamanya.
Antara Gerhana dan Adam, mereka berdua sama sama anak baik hanya saja mereka di pengaruhi oleh keadaan yang memaksa mereka untuk menjadi jahat.
Tetapi, yang paling jahat adalah Gerhana dibandingkan dengan Adam.
Adam dibesarkan dan di asuh oleh ibunya yang lembut dan baik hati, sedangkan Gerhana dibesarkan oleh ibunya yang sangat jahat sehingga jangan salah kalau Gerhana sisi negatifnya sangat jahat.
Tetapi terhadap orang yang di sukainya ia akan melunak, bahkan tidak pernah terpikirkan untuk membuat orang itu sedih.
" Rani, akan aku hancurkan Adam kalau dia berani menyakiti kamu tanpa sepengetahuan aku Rani ! " Gerhana masih saja berdiri di tempat dimana hilangnya mobil Adam dan Rani.
**
Adam melihat bahwa orang orang itu memakai jaket bulu yang tebal, celana panjang dan sepatu Lars panjang, topi jerami yang panjang menutupi sebagian kepala mereka dan hanya terlihat bibir mereka.
Mereka berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh Adam dan Rani.
" Rani, aku minta maaf ya sudah berlaku kasar padamu, sebenarnya aku gak mau kasar sama kamu tetapi kamu tetap bersikeras untuk bertanya dan bertanya hal hal yang membuat aku emosi tetapi sebenarnya aku gak ada niat sama sekali untuk memarahimu Rani maafkan aku ya " ucap Adam sambil menatap wajah cantik Rani yang agak pucat karena kedinginan.
" Adam bagaimana kalau kita meminta tolong pada orang orang itu, agar kita bisa menghangatkan diri dengan api unggun yang mereka miliki " ucap Rani pada Adam setengah berbisik.
" Kita lihat dulu, dari sini kalau mereka benar benar baik baru kita meminta tolong pada mereka " ucap Adam sambil tersenyum tipis pada Rani.
Menjelang tengah malam orang orang itu pun mulai menghidupkan api unggun di sekitar hutan pohon Pinus itu dan mereka mulai menghangatkan tubuh mereka di dekat api unggun itu.
Apa yang dibicarakan oleh orang orang itu benar benar tidak diketahui oleh Rani dan Adam sampai akhirnya Rani mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan melihat ternyata di sana tertulis kutub Selatan.
" Dam, Kok kita bisa sampai kutub selatan sih, jebakan apa yang kita masuki kemarin Dan ? " ucap Rani mendekatkan dirinya pada Adam.
__ADS_1
Ketika Adam menciumi aroma tubuh Rani itu bagaikan candu padanya sehingga ia berusaha untuk terus mencium aroma tubuh Rani.
" Oh, Canduku ! akhirnya aku menemukan dirimu " gumam Adam dalam hati.