Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
80


__ADS_3

Aku melangkah menuju ke arah ruangan Pak Killer.


Sesampainya di sana aku terperanjat melihat seorang nenek tua dengan wajah menakutkan seperti kuntilanak berdiri menghadap ke arah luar sambil mengetuk ngetuk tongkatnya pada lantai ruangan itu.


"Pak Bryan siapa ini?Neneknya Pak Bryan ya?"Tanya Rani pada Pak Killer dengan nama aslinya yaitu Bryan.


"Dia bukan nenekku tetapi dia adalah orang pintar yang akan memberikan hadiah spesial itu."Ucap pak Killer sambil tersenyum licik dan ia pikir Rani tidak melakukan persiapan apapun pada dirinya sehingga ia dengan mudah akan mempengaruhi jiwa Rani yang dianggapnya hampa itu.


Rani pun melangkah mendekati wanita tua bertongkat itu konon katanya sih kalau seseorang dengan ilmu tinggi kalau menyentuh tongkat itu maka tongkat itu akan menyerap habis ilmu orang tersebut untuk itu Pak Bryan sudah tersenyum dalam hatinya karena ia bakal mendapatkan ilmu yang dimiliki oleh gadis cantik itu.


Gerhana yang sudah mengetahui akal bulus dari Pak Killer pun mulai mengirim sinyal bantuan pada Rani.


Rani pun melangkah maju ke depan dan ia juga telah mengubah tongkat si nenek menjadi sebuah sapu ijuk.


Tanpa sadar Nenek itu pun menggerakkan sapu ijuk itu dan memukuli kepala pak Killer.


"Hahaha...!!"Tiba tiba Rani tertawa terbahak bahak membuat mata Pak killer jadi sangat melotot dan berwarna merah karena merasa malu oleh perbuatan si nenek tua itu.


"Ada apa nenek?"Tanya Rani yang telah menghilangkan ingatan nenek itu.


"Nggak apa apa nak,kamu ngapain disini?Sana bersihkan kandang ayam jangan hanya bermain main saja."Ucap Nenek tua itu sambil mengangkat sapu ijuknya dan hendak memukuli Pak Killer.


"Waduh ada apa ini kenapa aku bisa lupa aapa yang akan aku lakukan ya?"Ucap pak Bryan alias Pak Killer.


"Hei...Pak guru kamu disuruh nenekmu untuk menyapu halaman kamous ini katena kamu telah melakukan kesalahan besar padanya."Ucap Rani sambil tertawa terpingkal pingkal.

__ADS_1


Gerhana yang melihat kejadian itu pun tertawa terbahak bahak dan ia tak mengira kalau Rani akan dengan mudahnya membuat kedua orang itu menjadi linglung.


"Kamu hebat sayang."Ucap Gerhana pada Rani dan ia pun menggenggam erat tangan Rani dan mereka berdua pulang kembali ke dalam kelas di mana mereka akan melakukan presentasi mengenai dunia antropologi.


Gerhana mengeratkan genggamannya ketika mereka melihat seorang pria yang tak asing bagi dirinya ia pun menggenggam makin erat tangan Rani.


"Sayang apa yang aku takutkan akan segera terjadi tolong jangan pernah lepaskan tanganku karena bahaya sedang mengintai kamu."Ucap Gerhana pada gadis di sampingnya itu.


"Tapi apa salahku sayang?"Tanyaku pada Gerhana.


"Itu karena labirin di punggungmu yang telah hilang itu berhasil mereka buka dan keluar dari tempat tersembunyi itu.aku harap mantera yang telah aku buat itu mengubah pikiran mereka."Ucap Gerhana pada Rani.


"Sayang panggil Kak Andrew aku yakin kakakmu bisa membantu kita."Ucap Gerhana pada Rani.


**


Tiba tiba Kak Andrew muncul dan langsung mengecek keberadaan adiknya apakah aman atau tidak?


"Please dek kita pulang ya?Kakak tak bisa melihat kamu terluka lagi sudah cukup biarkanlah ini menjadi tanggung jawab kami sebagai laki laki."Ujar Kak Andrew lagi mengingatkan Rani akan bencana yang akan terjadi.


"Tapi kak aku takut kalau aku tak bersama kakak disini please tolong ijinkan adekmu ini untuk selalu bersamamu menghadapi apapun yang terjadi."Ucap Rani memelas.


Akhirnya Andrew pun mengijinkan Rani ikut bertarung juga walau ia tak yakin sepenuhnya karena ia tahu luka dalam Rani masih butuh perawatan ekstra.


"Dek kalau rasa tak nyaman bilang kakak ya?Jangan paksakan diri."Ucap Andrew sambil mengusap kepala Rani.

__ADS_1


Tiba tiba awan menjadi gelap dan terang bergantian dan terdengar suara bergemuruh datang dari langit membuat Rani bersiap siap dengan situasi yang terjadi.


Akhirnya semua alien itu masuk juga ke dalam bumi ini dimana semua ora g sudah berlari terbirit birit mencari tempat berlindung yang pantas untuk mereka bersembunyi dari hal hal yang tak diinginkan.


Andrew terlihat melapisi adik perempuannya dengan semua mantera yang ia punya.


"Cukup Kak,bagaimana dengan kakak?"Ucap Rani lada Andrew.


"Jangan khawatirkan kakak,kakak baik baik saja kok?"Ucap Andrew pada Rani lagi.


Tiba tiba mereka semua sudah masuk dalam lingkaran api yang sangat besar itu mau tak mau Rani mengeluarkan kekuatan airnya dan menyiram habis api api itu dan api api tersebut pacam seketika tetapi ia langsung melepaskan tangannya dari genggaman sehingga tanpa mereka sadari Rani sudah berada semakin dekat dengan musuh dan tanpa sadar Rani di tembak menggunakan sebuah panah yang dilapisi emas murni dan rhodium yang membuat tubuh Rani perlahan lahan jatuh dan nyaris mati terbakar untung saja Gerhana cepat tahu dan ia pun mengeluarkan senjata pamungkasnya ia pun mengubah alien alien itu menjadi kecil sehingga ia oun memasukkan mereka ke dalam botolyang berisi air yang sudah diberi mantera sehingga mereka tak bisa bwrubah menjadi besar kecuali mereka memakan buah apel dari pohon apel tertua di bumi ini.


Mereka para alien itu menjadi kaget bukan main karena pohon apel yang dimaksud sudah tidak ada berabad abad lamanya.


"Bagaimana dengan nasib kita Ericsson?Apa kamu punya cara untuk menyelamatkan kita dari ancaman ini?"Tanya alien alien itu yang membuat Ericsson terpuruk karena ia tak tahu apa yang akan mereka perbuat selain berpasrah diri dan menerima nasib mereka.


Ericsson pun takut apa yang akan menimpa mereka kalau mereka terus berendam dalam air dengan mantera otu mereka akan lenyap tanpa jejak bahkan mereka akan kembali kw masa lalu di mana masa masa tersulit manusia di dunia ini terjadi yaitu masa masa pada saat manusia purba pitechantropus erectus berada.


"Sungguh suatu kesialan menimpa kita saat ini,coba saja aku mendengar apa kata Rani mungkin saja kami takkan mengalami hal menakutkan seperti ini."Gumam Ericsson pada dirinya sendiri dalam hati.


Aku sudah membuat Rani tak mempercayaiku lagi aku bukanlah sahabat yang baik baginya aku sangat egois bahkan aku adalah serigala berbulu domba atau aku adalah musuh dalam selimut yang mengintai musuh musuh yang bukan merupakan orang lain tetapi orang orang terdekatku.


Aku benar benar lupa kebaikan Rani yang sangat baik hati itu.


Aku sudah menyalahkan kepercayaan yang ia kasih padaku.

__ADS_1


__ADS_2