Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
43


__ADS_3

Rani pun menutup matanya dan ia memegang erat tangan kekar milik Gerhana, dan mereka pun melesat dengan kecepatan yang sangat tak terduga, karena Rani merasa kaget di ajak oleh Gerhana terbang seperti burung.


"Tetap tutup mata atau boleh buka Gerhana?"Tanya Rani sambil teriak.


"Boleh dong kalau kamu gak takut terhadap ketinggian."Jawab Gerhana.


Dengan menyipitkan matanya ia pun mengintai dari balik telapak tangannya dan betapa kaget dan kagumnya ia saat melihat pemandangan yang sangat indah terhampar indah dibawah sana.


"Gerhana!!"Seruu Rani sambil memegang erat tangan kekar Gerhana.


"Ada apa Rani?"Gerhana bertanya pada gadis itu.


"Aku takut..!!"ucap Rani yang tanpa sadar memeluk erat pinggang pria di sampingnya itu.


"Ini indah sekali Rani,jangan takut ada aku disini."Ucap Gerhana pada Rani.


"Kamu adalah tanggung jawab aku Rani,aku akan menjagamu seperti permata."Ujar Gerhana lagi.


"Makasih Gerhana!!"Jawab Rani, kemudian perlahan lahan ia membuka matanya dan mulai melihat ke arah bawah,ke arah di mana permadani hijau yang terbentang luas menghiasi bumi di mana tempat kita berpijak.


Mereka melayang layang seperti burung, dan sesekali Gerhana dengan sadar memeluk erat pinggang ramping milik Rani itu tanpa merasa ragu, ia bahkan merasa damai dan tenteram tatkala memeluk pinggang ramping itu.


"Apa yang kamu pikirkan sekarang Rani,tolong beritahu aku karena kamu beda dari semua orang yang pernah aku temui."ucap Gerhana lagi.


"Maaf Gerhana, aku takut jatuh dari ketinggian ini."Ungkapan Rani membuat Gerhana kaget.


"Apa aku keterlaluan sekali terhadap kamu Rani?"Tanya Gerhana lagi.


"Tidak Gerhana hanya aku merasa ada suatu kejanggalan yang ada pada hubungan kita yang tidak biasa ini."Jujur Rani pada Gerhana.


"Rani...!!! Kalau boleh aku mau jujur pada kamu tetapi bukan di tempat ini Rani kita akan segera sampai pada tempat yang aku bilang."ucap Gerhana sambil mempercepat terbangnya.


Dari kejauhan tampaklah sebuah tempat yang sangat indah dan sangat cantik, sebuah hutan yang sangat unik dan penuh tumbuhan hijau dan bunga bunga,serta buah buahan di dalam hutan kecil yang kelihatannya sengaja dibuat oleh tangan orang orang kreatif.


"Akhirnya sampai juga di tempat ini,"ucap Gerhana sambil menuntun Rani untuk tetap memegang erat lengannya.


"Apa aku bermimpi?"Ungkap Rani sambil membuka matanya dan melihat sekelilingnya.


"Its perfect Gerhana,kamu memang hebat membawa aku sampai ke tempat seindah ini, aku gak menyangka ada tempat seindah ini di bumi."ungkap Rani memuji.

__ADS_1


"Kamu bisa aja Rani,aku sudah menyiapkan tempat ini untuk kita Rani.


Aku harap jamu menyukainya."Jujur Gerhana.


"Aku suka kok Gerhana, ini tempat terindah yang pernah aku lihat."


Kedua insan itu pun mulai berjalan jalan di sekitar taman indah itu,tanpa mereka sadari sedari tadi ada beberapa pasang mata dari klan iblis mengintai lewat celah celah dedaunan di perbatasan antara taman indah itu dan taman milik klan hitam.


Eh ternyata, tempat itu dekat dengan markas klan hitam lho?


Apa maksud Gerhana membawa gadis itu ke sini, apa dia gak tahu kalau raja iblis tahu apa yang akan terjadi?


Orang orang klan iblis itu mengatakan pada satu dengan yang lainnya.


Gerhana memang hebat,bisa membawa manusia ke tempat ini.


Ketika lagi asyik bercerita dan tertawa bareng tiba tiba senyum yang mengembang tadi langsung memudar tatkala melihat sesosok wajah beringas muncul tepat di hadapan Rani dan Gerhana.


"Gerhana!! Apa yang kamu lakukan di tempat ini, kenapa kamu membawa manusia ke tempat kita?kalau terkontaminasi bagaimana Gerhana?"ucap sosok wajah beringas itu dengan tatapan mata yang sangat tajam dan menakutkan.


"Tenang Rani, aku ada disini!!"ucap Gerhana. sambil memegang erat tanah gadis itu.


"Ada apa Rani?Jangan takut ada aku bersama kamu disini apa pun yang terjadi kamu adalah tanggung jawab aku,aku takkan pernah membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu.


Dengan kekuatan penuh, Gerhana membawa Rani pergi dari taman indah itu.


Sepanjang jalan,Gerhana selalu mengusap usap rambut Rani dan membisikkan kata kata yang menyenangkan pada telinga Rani.


**


Di rumah itu tiba tiba jadi sepi, karena Rani pergi entah kemana.


Perasaan Mama Elaine menjadi sangat khawatir.


Saat lagi khawatir tiba tiba ponselnya berdering.


πŸ“žπŸ“žkring ..kring...kring...."ponsel mama Elaine berdering dengan cukup keras.


"Hallo? selamat sore? ini siapa ya?"tanya Mama Elaine karena Nomor operator yang terdaftar tidak menampilkan nama pada ponselnya.

__ADS_1


"Mama,ini Andrew!"Ucap Andrew pada mama Elaine.


"Nak,kenapa baru kasih kabar? Mama dan adikmu sangat kesepian."ucap Mama Elaine lagi.


"Bulan depan Andrew udah balik kok mam!!


Adek mana Mam?"Tanya Andrew.


"Mama lagi pusing sayang,adikmu entah dimana sudah sejak pagi belum kelihatan dan tidak kasih kabar sama sekali, mama sangat khawatir, mama ingin membuka mata batin mama tapi mama takut dia kenapa kenapa disana?"ucap Mama Elaine sedih.


"Baiklah Mama jangan khawatir ya biar Andrew yang akan cari tahu keberadaan adik Andrew."ucap Andrew lagi.


"Andrew tutup ponsel dulu ya mam,Andrew akan coba melihat keberadaan adik."ucap Andrew dan menutup ponselnya.


Ia pun duduk bersila dan mulai memusatkan perhatiannya dan menerawang apa yang dialami oleh adiknya.


Awalnya ia melihat kalau Rani sementara duduk diatas hamparan rumput hijau dan dikelilingi y pepohonan yang sangat rimbun dan tak bisa tembus pandang.


Ia pun memusatkan lagi penglihatannya pada titik fokus dimana ia melihat sebuah titik biru yang merupakan petunjuk keberadaan adiknya itu,ia telah memasang sebuah tanda tak terlihat di kaki Rani saat sebelum ia berangkat ke timur tengah.


Ia mengikuti jejak cahaya biru itu dan ia pun berhasil menemukan keberadaan Rani adiknya itu.


Betapa kagetnya saat ia melihat keberadaan titik itu.


Apa yang terjadi?


Siapa yang membawa Rani ke tempat itu?


Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya.


"Anak itu sungguh membuatku khawatir!!"Andrew pun bangun dari tempatnya duduk bersila dan menelepon kembali Mama Elaine.


πŸ“žπŸ“žkring...kring ..kring...


"Halo Mam,gawat!"ucap Andrew berusaha menenangkan hatinya sendiri.


"Gawat apanya Nak?"tanya Mama Elaine heran.


"Adikku Mam,Rani ia sekarang berada di klan iblis mama, aku gak tahu siapa yang membawanya kesana,aku takut raja iblis mengetahui siapa Rani sebenarnya?"ucap

__ADS_1


** Bersambung ya readers tersayang,tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ₯°


__ADS_2