Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
69


__ADS_3

"Ah Bapak bisa aja?Kan Rani harus menolong Bapak."Ucap Rani lagi.


Mereka berdua pun tiba di ruangan Pak Killer.


Di sama sudah banyak dosen yang sedang duduk sambil menghadap ke laptop masing masing dan asyik bekerja.


"Kemarilah Maharani ruangan bapak disebelah sini."Ucap Pak Killer sambil mempersilahkan Rani masuk dan duduk di kursi di depan meja Pak Killer.


"Pak Sebenarnya ada apa ya Pak?"Tanya Rani sudah tak sabar menunggu lagi.


"Duduk santai dulu ya,Tunggu Bapak ke kamar mandi sebentar."Ucapnya sambil berlalu dari hadapan Rani menuju ke kamar mandi.


Sesampainya dikamar mandi,ia pun menata rambutnya agar tak kusut dihadapan Rani,ia mencuci mukanya agar terlihat segar dan tampan dan ia pun bermonolog di depan cermin itu sambil tersenyum.


"Semoga aku sukses mendapatkan apa yang aku mau hari ini."Ucap Pak Killer sambil berjalan keluar ke ruangannya.


"Maharani maaf ya kamu menunggu lama,"Ucapnya sambil tersenyum dan duduk tepat di hadapan Rani.


"Saya mau jujur kalau saya jatuh cinta padamu Rani?Apa saya boleh mencintaimu?"Tanya Dosen killer itu yang tak mau adalah seorang pria yang sangat tinggi ilmunya juga di sebuah aliran bela diri china kungfu.


"Bagaimana Pak maaf saya tidak fokus."Ucap Rani sengaja sehingga membuat Pak Killer setengah màti harus mengucapkan lagi kata kata yang sudah ia lontarkan.


"Apa aku boleh mencintaimu?"Tanya Pak Killer lagi pada Rani dan Rani pun menjawabnya "Emang gak apa apa ya Pak antara dosen dan mahasiswa ada hubungan seperti itu?"Tanya Rani dengan polosnya.


"Ya gak apa apa dong Rani,aku sudah terlanjur cinta sama kamu Rani. "Ucapnya sambil tersenyum penuh makna dan penuh dengan tatapan cinta.


"Tapi Rani sudah punya pacar pak?"Bisik Penindakan hati.


"Bolehkah Rani minta waktu satu hari untuk memikirkannya?"Tanya Ranj sambil tersenyum membuat pria di hadapannya itu tak bisa menghela nafasnya.


"Baiklah aku tunggu jawaban kamu ya?"Awas jangan bikin aku kecewa ya?


"Emang kenapa kalau aku bikin kamu kecewa?"Rani balik bertanya lagi.


"Aku akan sangat kecewa dengan jawaban kamu aku akan menjadi datar tanpa senyuman dan semakin jahat."Ucapnya pada Rani.


"Jangan gitu dong Pak aku harus ijin dulu sama mama aku karena mama belum kasih ijin untuk pacaran. "Ucap Rani lagi sambil memanyunkan bibirnya membuat jantung Pak Killer berdesir hebat.


"Alasannya seperti itu tapi setidaknya kamu berusaha dulu lah sayang?"Ucap Pak Killer yang sudah tidak tahan lagi menyebut Rani sayang.


"Baiklah Pak Killer...!!"Jawab Rani tiba tiba tanpa rem.

__ADS_1


"Apa Pak killer?"Tanya Pak Killer sambil menatap tajam mata gadis yang sudah mencuri hatinya.


"Iya Pak Killer...!!"Rani mengucapkan ulang apa yang baru saja ia sebut tadi membuat Pak Killer tersenyum.


"Nggak apa apa kalau kamu yang memanggilku dengan sebutan Killer tapi jangan orang lain karena saya akan marah besar."Jawab Pak Killer pada Rani.


"Terima kasih ya Pak?"Ucap Rani mengucapkan terima kasih.


"Rani pamit dulu ya mau makan siang dulu lapar banget nih."Ucap Rani Sambil berdiri hendak melangkah tetapi Pak Killer dengan kecepatan penuh langsung meraih tangan Rani dan mengecup tangan Rani dengan sangat cepat.


"Aku harap kamu mau menerima cintaku."Ucapnya sambil berdiri di depan Rani dan tanpa perintah ia pun melabuhkan sebuah kecupan di kening Rani.


Rani hanya diam dan mengutuknya.


"Dasar mesum."Ucap Rani tiba tiba tanpa kontrol suaranya.


"Iya aku memang mesum tetapi aku benar benar mencintaimu Maharani. " Ucapnya lagi sambil melepaskan kecupannya.


"Aku tunggu ya jawaban kamu."Ucapnya lagi.


Rani pun pergi tanpa pamit lagi...


"Ah,gadis itu sungguh membuatku gelisah galau dan merana."Ucap Pak killer pada dirinya sendiri.


**


"Ada apa Dek?"Tanya Kak Andrew sambil memegang tangan Rani membuat Pak Killer yang menatap dari jendela menjadi geram.


"Siapa sih pria itu berani beraninya memegang tangan gadis pujaannku?"Ucap Pak Killer pada dirinya sendiri.


Ia terus menatap tajam ke arah Rani dan Kak Andrew yang seakan sangat menyiksanya.


"Kak ayo kita makan Rani lapar banget."Ucap Rani Sambil menarik tangan Kak Andrew dan mereka berdua pun berjalan menuju ke kantin kampus di mana teman teman Rani berkumpul di sana.


"Rani sayang,ayo gabung sini."Panggil Tapasya dan Icha bersamaan.


"Erlyen mana?Kok gak kelihatan ya dari tadi...?"Tanya Irna yang baru saja gabung.


"Eh Kak Andrew..."Tegur mereka semua sambil tersenyum dan menjabat tangan Kak Andrew yang terlibat sangat tampan itu.


"Kok kakak ke kampus juga?"Tanya Netta sambil mengambil tempat duduk di samping Kak Andrew dan Rani.

__ADS_1


"Iya Kakakku hari ini ingin menjagaku di kampus ini."Jawab Rani Sambil tersenyum bahagia.


Ketika lagi asyik berceloteh tiba tiba seseorang memanggil Rani.


"Rani...!!"Tiba tiba pria itu datang dan duduk di samping Rani.


"Eh Adam apa kabar ?"Tanya Rani pada Adam.


"Sehat selalu seperti yang kamu lihat."Ucap Adam sambil tersenyum.


"Adam kita sudah pesan makanan apa kamu mau gabung makan juga bareng kami?"Tanya Rani membuat teman temannya heran karena Adam sangatlah tampan dan benar benar membuat mereka jatuh cinta.


"Yuk gabung aja...!!"Ajak Rani pada Adam dan Adam pun tak bisa menolak ajakan Rani.


Ia pun duduk dan memesan makanannya.


Meja mereka jadi tambah panjang karena bertambahnya Adam.


"Adam kamu gak lihat Gerhana?"Tanya Rani pada Adam.


"Nggak Ran kamu gak ketemu dia juga?"Tanya Adam pula.


"Iya aku gak ketemu sama dia juga Adam."Jawab Rani pada Adam lagi.


"Mungkin dia lagi sibuk."Jawab Erlyen yang entah muncul dari mana dan langsung bergabung dengan mereka semua.


Mereka semua lagi asyik bercerita tanpa sadar pelayan datang dan membawa semua makanan sesuai pesanan mereka tetapi tiba tiba Kak Andrew membuat mereka semua tak bergerak dan ia pun memeriksa semua makanan yang di sajikan itu dan benar benar bersih tak ada apa apa.


Ia pun kembali menjentikkan jarinya ke udara dan semua orang di sana kembali sadar.


"Ayo makan Dek."Ajak Kak Andrew pada mereka semua dan mereka pun mulai menyantap makanan yang di sajikan itu.


Tanpa mereka sadari ternyata Pak Killer sedang menatap tajam ke arah Rani.


Ketika kita sudah jadian aku akan selalu menemanimu makan dan kuta akan menjadi sangat akrab dan itu mempermudahkan aku untuk mendapatkan darah perawanmu Rani,aku tahu kamu masih perawan,untuk itu aku harus berjuang agar aku bisa mendapatkan kamu sebelum semua orang menyadari kalau kamu gadis suci yang ditunggu kaum kami...


Kaum kami adalah Vampir pemakan daging manusia dan hewan.


Dengan berbagai cara aku pasti mendapat kamu Rani karena tanda itu selalu mengikuti kamu kemanapun kamu pergi berarti itu semua betul sesuai yang dikatakan oleh guru.


**

__ADS_1


To be continued


__ADS_2