Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
33


__ADS_3

**


" Hm, ternyata selama ini kita jarang kumpul ya bagaimana kalau kita kumpul kumpul lagi seperti dulu ? " gumam Rani dalam hati.


Obrolan via WhatsApp


Rani : " Teman temanku sayang kok sunyi sih group gadis rempong kita ? "


Irna : " Kamu aja yang sombong Ran, sudah punya teman baru terus lupakan kita "


Rasty : " Heh, ember bocor kalau ngomong pakai otak ya jangan pakai dengkul, kamu gak tahu kalau sahabat kita ini kuliahnya dua jurusan kan sibuk banget syukur syukur dia ingat kita hari ini iya gak Ran ? "


Rani : " Iya sayang sayangku aku minta maaf karena lama gak update dengan group "


Erlyen : " Welcome baby !! Miss you ! "


Neta : " Miss you too !! Eh, kutu bukannya kamu sekelas Ama virus dan monera?? kapan kamu pernah jauh dari Rani ?? bukannya kalian sekelas ?? "


Erlyen : " Kamu kutu busuknya aku loh bukan kutu ?? hahaha... "


Ditta : " Ada apa ini group pada ribut "


Genoveva : " Hallo semuanya aku hadir meramaikan group rempong kita "


Erlyen : " Hei tuyul dari mana saja kamu selama ini hilang bagaikan di telan bumi "


Genoveva : " Aku di rumah saja !! gak kemana mana aku lagi belajar bercocok tanam di kebun !! seru loh ? "


Rani : " Asyik , kapan kapan ada waktu ajak ajak ya aku pengen melihat tanaman tanaman kami Veva "


Genoveva : " Oke ditunggu ya kedatangannya "


Rani : " Teman temanku sayang apa kalian pernah bertemu seorang cowok cakep bernama Galang ? Dia cowok tampan dan cool serta energik yang pernah aku temui "


Ditta : " Ooo, Galang ? aku sekelas ama dia, dia bilang dia lagi naksir seseorang di kelas kedokteran entah siapa aku gak tahu "

__ADS_1


Netta : " Ini topik terhangat kita pagi ini, aku tahu pasti yang di taksir adalah putri kita yang cantik ini !! iya gak Ran aku pernah lihat kamu berjalan bersamanya kok Ran jujur aja kamu ma kita kita kan kita sahabatan dari dulu "


Genoveva dkk, : " Ayo ngaku "


Rani : " Teman temanku sayang aku masuk kelas dulu ya nih dosennya udah datang "


Genoveva dkk, : " Ok ! bye sampai jumpa ya cantik ? "


Obrolan via WhatsApp pun berakhir.


**


Ketika memasukinya kelas ternyata Gerhana telah duduk di bangku tempatnya Rani sambil tersenyum dan memandangi Rani yang masih berada jauh di pintu masuk kelas.


Gerhana melambaikan tangannya ke arah Rani sambil tersenyum semanis mungkin.


" Ayo Rani , sini duduk tugas kita yang kemarin aku udah kerjakan sekalian untuk kamu kok jadi jangan khawatir lagi kamu udah berada di Zona aman " ujar Gerhana mencoba mencari simpati dari gadis itu.


" Makasih Gerhana ! Tetapi aku harus kerja sendiri biar gak jadi kebiasaan aku ntar kamu yang susah loh Gerhana karena telah memanjakan aku " ujar Rani menolak secara halus.


" Siapa yang telah berani menghilangkan jimat itu ya ? pantas saja aku gak bisa mengetahui keadaannya akhir akhir ini dan aku yakin ini orang yang berilmu tinggi yang mampu melepaskan jimat ini tetapi siapa ya ? karena sampai saat ini aku tak merasakan apa apa sama sekali." gumam Gerhana dalam hati.


" Kamu kenapa melihatku seperti ini ? " tanya Rani tiba tiba mengagetkan Gerhana.


" Nggak apa apa kok ! '' ucap Gerhana sambil mencoba memperbaiki moodnya agar tidak kelihatan kesal dengan apa yang dirasakannya.


" Mungkinkah Adam yang melakukan ini semua ? " gumam Gerhana dalam hati.


" Tapi gak mungkinlah karena jimat itu hanya orang berilmu tinggi dari klan hitam yang tahu saja, Kok bisa hilang ya ? Apa mungkin ada yang mencoba dengan sengaja membantu Rani ? Tapi siapa dia ? sedangkan Rani adalah gadis dari manusia biasa yang tak punya kekuatan apapun ! Tetapi menurut ibuku Rani itu gadis yang istimewa, entah bagaimana ibuku bisa mengatakan seperti itu aku belum yakin apabila belum mengetahuinya langsung dengan mataku sendiri. " gumam Gerhana dalam hati.


" Ran, apa aku boleh mengajakmu ke suatu tempat ? aku akan menunjukkan sesuatu yang sangat indah untukmu, tetapi kamu harus percaya padaku bahwa kamu benar benar percaya padaku " ucap Gerhana sambil membisikkan sesuatu di telinga Rani.


" Mau kemana Ger, bocoran tempatnya dimana biar aku gak khawatir dan sebelum berangkat aku ingin minta izin sama Mama aku dulu Gerhana biar Mama gak khawatir ! " ucap Rani sambil tersenyum menatap Gerhana.


" Oke boleh aku kasih kamu waktu 10 menit ya buat telepon Mama kamu ! " ucap Gerhana sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


" Tapi Ger, kita kan harus mengikuti mata kuliah aritmatika dulu Ger, kamu tahu kan aku agak bingung soal soalnya ! " ucap Rani sambil mencoba mencari alasan agar ia bisa kontak dengan Mama Elaine secara bathin.


Notifikasi chat masuk, dan segera Rani membacanya.


" Boleh nak yang penting hati hati dalam bertutur kata dan hati hati dalam mengambil sikap, usahakan kamu sudah makan kenyang baru kesana ya biar saat disuguhi apapun itu kamu hanya tinggal bilang maaf aku kenyang tadi baru saja makan, " ucap Mama Elaine lewat kontak bathinnya.


" Dan juga nak, jangan lupa membawa sebuah apel merah ya sebagai tanda bahwa ketika apel itu masih berwarna merah Mama masih merasa kamu baik baik saja " ucap Mama Elaine dalam kontak bathinnya.


" Rani apa yang kamu pikirkan ? Kamu sangat unik menurut ibuku karena aku pernah bercerita tentang kamu Rani, kalau kamu itu gadis yang sangat istimewa " ucap Gerhana dalam hati saja tetapi bisa di ketahui oleh Mama Elaine.


" Siapapun kamu jangan coba coba menyakiti anakku karena kamu akan tahu akibatnya ! " ucap Mama Elaine dalam hatinya.


" Rani apa yang kamu pikirkan ? " Gerhana memberanikan diri bertanya pada Rani.


" Nggak aku gak mikir apa apa, aku hanya kangen aja sama Abang aku yang lagi tugas di Libanon " ujar Rani sambil tersenyum kecut.


" Tenang aja Rani, Abangmu akan baik baik saja, percayalah padaku ia akan baik baik saja, apalagi ia memiliki seorang adik cantik yang sangat baik hati " ucap Gerhana sambil tersenyum lagi.


Setelah mata kuliah aritmatika selesai, Gerhana langsung menarik tangan Rani menuju ke arah luar.


" Gerhana aku lapar aku harus makan dulu " ucap Rani sambil memelas memegang perutnya.


Gerhana kemudian membawa Rani ke kantin kampus yang terletak di belakang kampus, ketika memesan makanan Erlyen datang menghampiri sambil mencium pipi Rani.


" Hallo sahabatku sayang, kamu lapar ya ? aku temani kamu makan ya ? " ucap Erlyen sambil menarik kursi di samping Rani.


Gerhana masih ke toilet sebentar, dan Rani yang memesan makanan untuk mereka berdua makan, tetapi karena ada Erlyen akhirnya Rani memesan lagi makanan.


Rani dan Erlyen pun berbicara kompak agar Erlyen diperbolehkan ikut mereka.


" Aku gak mau tahu aku juga harus ikut aku gak mau tahu " ucap Erlyen memelas dan saat masih memelas Gerhana muncul dan mendengar apa yang baru saja mereka bicarakan.


" Nggak apa apa kalau Erlyen ikut juga ? " tanya Rani pada Gerhana yang muncul secara tiba-tiba dari belakang mereka.


" Erlyen ! please deh ini rahasia kita berdua aku gak mau ada yang ganggu ! " ucap Gerhana dalam hati.

__ADS_1


" Ok baiklah kamu boleh ikut ! " ucap Gerhana sedikit dongkol karena rencananya mau berdua dengan Rani gagal.


__ADS_2