
Sesampainya di mansion mewahnya itu ia langsung menuju ke kolam renang yang di sebut sebut oleh Bibi Lu dan para Bodyguardnya tadi.
Ia pun melihat dari kejauhan apa yang sedang dibuat oleh gadis itu.
Ia sangat bahagia ketika melihat sang gadis mandi dengan sangat gembiranya dan memukul mukul air hingga terciprat sampai kepada Tuan Lu Yi yang sementara serius memandangnya dengan senyum yang sungguh menawan itu.
Ia pun tak menghiraukan kedatangan Tuna Lu Yi bahkan ia tetap pada keadaannya saat itu yaitu bermain air dengan sangat gembiranya hingga hari jelang senja.
Tuan Lu Yi membawakan handuk pengering padanya dan memintanya untuk segera naik ke atas agar ia tak sampai masuk angin.
Ketika hendak menerima handuk itu,tiba tiba Tuan Lu Yi pun jatuh juga ke dalam kolam dan membuat kaget Rani.
"Jangan takut aku takkan pernah menyakitimu sedikitpun aku sayang padamu gadis kecil?"Ucap Lu Yi pada Rani.
"Tapi aku harus tahu dulu siapa nama kamu?"Tanya LuYi lagi.
"Anda menanyakan nama aku?"Rani balik tanya.
"Iya aku bertanya siapa nama kamu?Kenapa kamu balik tanya aku gadis cantik?"Ucap Lu Yi sudah geram dengan kelakuan Rani.
"Apa namaku penting bagimu?"Tanya Rani lagi.
"Iya sangat penting aku harus mengetahuinya agar aku bisa melacak siapa kamu sebenarnya."Ucap Lu Yi dengan nada tak lagi bersahabat.
"Apa kamu bisa di percaya?"Tanya Rani lagi sambil menatap Tuan Lu Yi yang semakin merah wajahnya.
"Iya kamu harus percaya padaku kalau kamu ingin hidupmu aman percayalah padaku."Jawab Tuan Lu Yi yang masih berusaha sabar menghadapi gadis itu.
"Tapi aku tak percaya padamu,kamu seperti monster yang mau menerkamku aku takut kamu akan melakukan hal hal jahat padaku."Jawab Rani lagi sambil menjauhi Lu Yi yang sedang dalam keadaan tegangan tinggi karena emosinya sudah memuncak.
"Kamu tahu akibat dari kemarahanku?"Tanya Lu Yi lagi mencoba untuk mengalahkan emosinya.
__ADS_1
"Tidak tahu emang kenapa kalau kamu marah?Apakah bumi akan bergoyang?"Rani balik tanya dan membuat Lu Yi sungguh tak tahan lagi emosinya.
Dengan sekali hentak ia langsung menangkap tangan mungil milik Rani dan membawanya keluar dari kolam itu.
Anehnya Rani menurut saja apa yang Tuan Lu Yi lakukan padanya.
"Kenapa aku seperti ini?"Gumam Rani dalam hati.
"Orang ini seperti tidak asing bagiku."Gumam Rani dalam hati.
"Tapi siapa ya?"Rani bingung dengan dirinya sendiri karena wajah pria itu sangat familiar baginya.
"Sungguh membuatku pusing kalau memikirkan soal ini."Ucap Rani dalam hati lagi.
"Tuan !! Saya mau di bawa kemana?"Tanya Rani memberanikan dirinya.
"Kamu tenang saja aku gak akan makan kamu kok,kamu itu adalah tawanan yang paling menyiksa hati dan asal kamu tahu aku takkan pernah melepaskan kamu sampai misi aku selesai,dan disini aku sedikit memaksa kamu tolong bantu aku selesaikan misi aku ya?"Ucap Tuan Lu Yi sambil mendudukkan Rani di tempat duduk dan memberikan handuk pada gadis itu.
Rani menerima handuk itu dan mengeringkan badannya dan berganti pakaian kemudian melihat ke arah lemari pakaian dan diambilnya salah satu pakaian itu dan memakainya.
Setelah memakainya,ia pun pergi ke arah meja rias dan melihat segala jenis skincare yang sudah di sediakan diatas meja rias itu.
Ia menjadi heran dan takjub dengan keadaan itu kemudian ia memilih skincare yang menurutnya cocok dengan wajahnya dan mulai mulai membersihkan wajahnya dan mengaplikasikan pada wajahnya dengan lembut dan tak lupa pula melembabkan bibirnya dengan tender care mungil yang juga disediakan diatas meja rias itu.
Setelah dirasa cukup,ia pun menyisir rambutnya dan pergi ke bawah tepatnya menuju ke arah ruang makan dan disana teranyata sudah ditunggui oleh Tuan Muda yang paling disegani oleh seluruh orang di negeri itu.
"Tuan muda... maafkan saya karena...!!"Belum selesai Rani berbicara Tuan Muda Lu Yi sudah mengisyaratkan untuk berhenti berbicara dan mempersingkat waktunya untuk duduk dan makan.
"Tuan,aku tak suka makan makanan ini."Tolak Rani dengan nada lembut dan nyaris tak terdengar.
"Apa yang kamu katakan gadis cantik?"Tanya Tuan Muda Lu Yi pada Rani.
__ADS_1
"Aku tak menyukai makanan ini Tuan?"Ucap Rani lagi tapi dengan nada sedikit tegas.
"Kamu mau mati?Aku kan sudah bilang jangan memaksaku untuk membencimu kalau kamu menolak tawaranku artinya kamu menerima konsekwensi yang sudah aku buat."Ucap Tuan Lu Yi yang sedikit emosi dengan penolakan Rani.
"Tapi Tuan aku alergi kalau makan makanan seperti ini."Ucap Rani tidak mau kalah.
"Tidak ada penolakan aku mau kamu makan makanan ini."Ucap Tuan Lu Yi sambil mendekati gadis itu dan mulai menyuap makanan ke dalam mulut Rani.
"Buka mulutmu dan makan selagi hangta."Ucap Tuan Lu Yi sambil memaksa membuka mulut Rani dan tanpa sadar Rani tak menolak suapan dari Tuan Lu Yi padanya.
"Tuan...!!"Ucapan Rani tak digubris sama sekali.
"Ayolah makan lagi biar kamu sehat dan tidak sakit sakitan."Ucap Tuan Lu Yi tanpa mendengar ocehan Rani.
"Tuan aku tak mau makan makanan yang dipenuhi telur seperti ini Tuan aku alergi Tuan."Ucap Rani sambil mulai menggaruk garuk tangannya dan bahkan wajahnya.
Saat itulah Tuan Lu Yi berhenti menyuap Rani dan memberikan air minum serta panik.
"Bibi Lu...!!"Teriak Tuan Muda Lu Yi dengan nada panjang dan bergema di seluruh mansion itu.
Maafkan aku sayang aku tak bermaksud membuat kamu seperti ini aku hanya ingin kamu makan dan tidak sakit."Ucap Tuan Lu Yi lagi sambil mendekap erat tubuh gadis di sampingnya itu.
"Ya Tuhan badan kamu panasa juga."Ucap Tuan Lu Yi sambil bereriak memanggil dokter pribadinya yang selalu siap siaga di mansion mewah itu.
Bibi Lu tergopoh gopoh mendekati Rani dan Tuan Mudanya itu sambil membawa obat penawar yang mungkin bisa meringankan gejala gejala alergi yang semakin membuat wajah Rani memerah seperti udang rebus itu.
"Semoga saja semuanya baik baik saja dan tidak terjadi masalah serius pada Nona muda."Ucap Bibi Lu pada Rani.
"Minum ini dulu biar kamu cepat pulih..."Ucap Bibi Lu sambil memberikan sendok demi sendok obat penawar pada Rani.
Rani langsung menerima suapan bibi Lu dan ia pun menikmati sup obat penawar itu.
__ADS_1
TBC