
Masih bingung dengan keadaan yang dialaminya,Killer bahkan mencari lagi seorang Guru yang sedang bertapa di sebuah lembah yang sangat curam di Tibet.
Bagaimanapun Caranya mungkin ini cara terakhir yang bisa mambantu guru ku untuk kembali seperti semula.
Segala resiko dalam bentuk apapun akan aku hadapi.
Tetapi bagaimana kalau aku memohon pada nenek tua peot itu saja.Kenapa aku harus pergi ke Tibet yang sangat jauh itu.
Ya sudahlah aku harus bertemubsi tua gila itu agar mau mengembalikan wujud asli Guruku.
Killer pun mencari nenek tua it,berjalan menyusuri setiap hutan belantara di sudut kota tua itu tetapi ia tak menemukannya.
Walaupun begitu ia tak putus asa dan terus melangkah.
Killer alias Bryan tidak peduli dengan apa yang akan ia temui di jalan.
Ia tetap saha berjalan tanpa arah dan pergi ke arah barat kota tua itu.
**
Ketiga orang pria itu sedang sibuk membuat ramuan untuk Rani karena Rani masih belum sadar juga.
"Adik,bagaimana ini bisa terjadi?"Tanya Kak Andrew pada Gerhana yang sedang berpikir keras bagaimana caranya agar perempuan yang dicintainya cepat sadar dari pingsannya.
"Maaf Kak Kejadiannya seperti ini,"Ucap Gerhana sambil menceritakan kejadian yang sebenarnya mmebuat ke tiga orang pria itu pun merasa Gerhana tak bersalah.
"Baiklah Dek,kitan akan cari jalan keluarnya."Ucap Kak Andrew dan Kak Adrian bersamaan.
Ketika mereka sedang kalut dalam masalah itu tiba tiba sebuah cahaya dari biru dan putih bersamaan keluar dari portal di sudut tempat mereka berada dan kedua cahaya itu berubah menjadi burung Phoenix yang selalu menjaga Rani.
"Hormat pada anda sekalian tuan tuan."Ucap Phoenix putih sambil menunduk membuat Kak Adrian kaget bukan main karena selama ini yang ia thau Phoenix itu hanya mitos tetapi ini benar benar nyata adanya dan tepat di hadapn mereka.
Gerhana yang sudah mengenali mwreka pun berkata pada mereka.
__ADS_1
Mari silahkan bergabung karena ke tiga orang pria yang bersamaku saat ini adalah kakak kandung dari Maharani.
Gerhana pun memperkenalkan Phoenix biru dan putih itu pada Ketiga orang kakak Rani.
Mereka bertiga pun sangat senang bjsa berkenalan dengan Phoenix biru dan putih itu.
Saudaraku,bagaimana kalau kalian berubah wujud jadi manusia seperti kami agar kita bisa membantu adik kami kembali sadar dari pingsannya.
Akhirnya kedua wujud phoenix otu berkata "Maaf kami hanya akan berubah wujud jadi manusia apabila tuan kamj sadar."Ucap Phoenix putih sambil mengepakkan sayap indahnya.
"Baiklah kalau begitu kami tak memaksa."Ucap Gerhana sambil tersenyum penuh rasa gembira karena hari ini ia bisa bertemsecara langsung dengan ketiga orang kakak lelaki Rani yang kadar ketampanan mereka melebihi rata rata manusia di bumi.
Dengan susah payah akhirnya Kak Andrew bertapa secara kilat untuk mendatangkan seseorang yang sangat ia kenali sejak ia lahir.
Ya itu dia si pak Tua yang mendiami hutan larangan alias hutan belantara di kaki Gunung manggis.
"Maaf pak Tua aku terpaksa memanggilmu karena aku tak sanggup melihat keadaan adik perempuan semata wayang kami pingsan berhari hari."Gumam Andrew sambil duduk bersila dan mengatupkan kedua tangannya.
Tiba tiba angin tertiup dengan sangat kencangnya dan membuat keempat pria itu nyaris tumbang tetapi mereka sangat kuat sehingga mereka tidak jadi tumbang tetapi justru mereka sangat kuat dan tak takut apa apa.
Dengan munculnya pria tua alias pak Tua itu membuat Gerhana seperti sangat takut karena ia melihat ada sebuah tanda kalau pria tua itulah yang akan membunuhnya kelak.
Padahal ia tak tahu tanda yang dibuat di dahi pria tua itu adalah tanda ia lah yang akan membunuh raja iblis ayah angkat dari Gerhana.
Tetapi Gerhana terlanjur takut pada pria itu sehingga ia memilih untuk diam dan mendengar apa kata pria itu.
"Master,maafkan saya karena sudah lancang memanggil master kesini."Ucap Andrew sambil memberi hormat oada Pak Tua itu.
"Tidak apa apa,"Ucap Master alias pak Tua itu sambil berjalan mendekati ke arah Rani yang masih tertidur dengan sangat manisnya di atas oermadani hijau yang dibuat sendiri oleh Gerhana.
Sadar akan hal yang akan menimpa Rani tiba tiba Gerhana langsung berdiri di hadapan pak tua itu sambil berkata.
"Jangan menyakitinya aku yakin dia akan segera sadar."Ucap Gerhana berdiri tepat di samping Rani.
__ADS_1
" Tenanglah anak muda karena aku harus membangunkannya."Ucap Master tua itu dan mulai membuat gerskan gerakan yang mengeluarkan asap hitam dari kedua tangannya sambik berkata "Hari ini juga dia akan mati....!!"Ucap pria tua itu yang bukan pria tua yang di maksud llrh Andrew ternyata iblis yang datang dsn menyanar jadi Master dan hendak membunuh Maharani tetapi karena Gergana sudah membaca gelagat dari pria tua itu sehingga ia pun harus berhadapan dengan Gerhana.
"Siapa kamu?Bagaimana kamu bisa mengenaliku?"Tanya pria tua jznggut hitam itu pada Gerhana dan Gerhana pun menjawab dengan santainya "Siapapun aku apakah itu penting bagimu?"Ucap Gerhana mengulur waktu dan ia pun memberi kode pada Kak Andrew dan kedua saudaranya.
Mereka bertiga pun menyatukan kekuatan dan menghadapkan pada pria tua palsu tadi dan pria itu seketika langsung terpental jauh dari pandangan mata mereka.
Mereka pun kembali melakukan penyatuan ilmu mereka dan menangkap pria tua palsu tadi datang dan mengikatnya di hadapan mereka dengan menggunakan kekuatan akar kayu yang sangat dahsyat milik Adrian.
Setelah terikat akhirnya ia pun mengirimkan pria tua palsu tadi ke udara dengan sebuah gelembung seperti balon udara yang pernah digunakan oleh Rani pada raja iblis beberapa waktu lalu.
Kemudian gelembung itu membawa pria tua palsu itu menuju kemana merwka tidak tahu lagi.
Ketika hampir sore,Maharani pun membuka matanya dan ia pun melihat keadaan sekitarnya ia melihat ke empat pria itu sedang duduk brsila dan sedang bersemedi.
Rani berusaha bangun dari pingsannya tetapi tiba tiba sebuah tangan kekar membantunya bangun.
"Adek,sudah sadar?"Ucap Kak Andrew yang sangat menyayangi adik perempuan semata wayangnya itu itu.
"Iya Kak,apa Rani pingsan lama?"Tanya Maharani pada Andrew.
"Ya lumayan lama mungkin sekitar 6 jam kamu pingsan."Jawab Kak Andrew sambil memberikan segelas air putih pada Rani agar organ organ dalam tubuhnya bisa aktif lagi dan mendetoksifikasi racun dalam tubuhnya.
"Kak...!!"Panggil Rani lirih.
"Iya Dek ada apa?"Tanya Kak Andrew lagi.
"Maafkan Rani sudah merepotkan Kakak bertiga."Ucap Rani lagi tetapi langsung di sela oleh Adrian.
"Kamu harus banyak terima kasih pada Gerhana karena dialah kami bisa datang membantu."Ucap Adrian sambil menunjuk kepada Ahaz yang sementara bercerita dengan Gerhana di dekat pohon pinus itu.
"Baiklah Kak tetap saja Rani harus mengucapkan terima kasih pada Kakak kakak Rani."Ucap Rani keras kepala.
**
__ADS_1
To be continued