Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
52


__ADS_3

Hai guys happy reading ya....??


Harap bijak dalam memilih bacaan...!!


🍒🎀🍒🎀🍒🌹🌷🌹🌷💙💙🌹🎀🌹🎀🌹


**


"Rani apa kamu juga seperti aku?"Tanya Gerhana pada Rani.


"Maaf Gerhana terpaksa aku melakukannya karena aku takut kamu terluka seperti kemarin."Jawab Rani sambil tersenyum.


"Rani, artinya jelas aku sudah tahu pasti aku akan dipertemukan dengan gadis bidadari yang aku impikan."ujar Gerhana sambil tersenyum.


"Tolong singkirkan mereka semua Rani..."Seru Gerhana pada Rani.


Rani hanya menjentikkan jarinya saja orang orang itu semua langsung entah kemana.


Gerhana pun bangkit dari tempatnya terpelanting tadi dan berjalan mendekati Rani.


"Rani,aku butuh penjelasan dari kamu..!!"Pinta Gerhana pada Rani.


"Mau jelaskan apa padamu Ger? itu hanyalah sebuah kebetulan? Tidak mungkin Rani?"Ucap Gerhana tidak percaya.


"Apa kamu bilang?" Tanya Rani.


"Aku bilang itu bukan kebetulan tapi kenyataannya Rani, jujurlah sama aku apa kamu juga seperti aku?"Tanya Gerhana pada Rani.


"Tidak,kita tidak sama Gerhana, kamu pernah bilang kalau kamu adalah anak dari raja iblis tetapi aku punya sebuah pertanyaan padamu Gerhana...kenapa kamu dibilang titisan raja iblis tetapi wajah kamu tidak seperti raja iblis bahkan wajah kamu bersinar seperti berlian dan sangat tampan aku heran apa kamu benar benar anak raja iblis atau kamu anak bidadari yang hilang yang diculik oleh raja iblis,agar suatu saat ketika anak hasil ia culik itu dewasa dan diberi berbagai ilmu bela diri akan kembali menyerang para bidadari?"Pertanyaan Rani membuka mata hati dan pikiran dari Gerhana.


"Aku harus selidiki kasus ini, aku rasa ada benarnya juga pernyataan kamu Rani, kamu mau kan bantu aku mencari tahu semuanya?"Gerhana memohon pada Rani.


"Baiklah aku akan membantu kamu...!!"Janji Rani pada Gerhana.


"Rani kalau terbukti aku adalah bagian dari bidadari apakah kamu masih menolak cinta aku Rani?"Tanya Gerhana Pada Rani.

__ADS_1


"Apa kamu sangat mengharapkan aku menjadi bagian dari jiwamu Gerhana?"Tanya Rani pada Gerhana.


"Aku sudah menyukai kamu sejak dulu Rani, saat kamu belum mengerti tentang apapun di dunia ini, saat aku melihatmu sedang bermain main di taman, saat itu aku bersama ibuku ratu iblis hendak mengganggu kamu Rani tetapi aku tak mau, aku melarang ibuku untuk tidak menggangu kamu karena kamu masih sangat kecil."Ucap Gerhana sambil memegang tangan Rani.


"Gerhana, berarti umur kamu sekarang berapa sih?"Tanya Rani pada Gerhana.


"Aku tak memiliki umur karena aku tak pernah bisa mati, dan aku walaupun kesakitan tapi itu hanya sementara menurut penuturan ibuku ratu iblis sih seperti itu tetapi aku tak yakin apa betul aku tak bisa mati...!!"Jawab Gerhana penuh semangat.


"Apakah ibumu ratu iblis itu cantik?"Tanya Rani pada Gerhana.


"Ibuku itu memang seorang ratu iblis ia terlihat cantik karena ia baik hati ia tak pernah menyiksa aku walaupun aku berbuat salah, dan ia selalu membela aku saat aku di kasih hukuman oleh ayahku raja iblis."Jawab Gerhana lagi.


"Rani menikahlah denganku, maka kita akan bahagia..!!"Ucap Gerhana sambil menggenggam erat tangan Rani.


"Apa kamu yakin ingin menikah denganku?"Tanya Rani.


"Aku yakin kamu adalah gadis yang di ramalkan itu, dan aku yakin akan insting aku kalau kita akan berbahagia bersama menjalani hidup ini dan punya banyak anak yang lucu-lucu dan anak anak kita itu semuanya memiliki kemampuan dan kekuatan yang berbeda beda."Ucap Gerhana sambil membalikkan badannya dan memeluk Rani dengan sangat erat.


"Rani..!! Aku harap kamu mau menerima lamaran aku karena aku akan menjadi ganas kalau kamu tak menerima ucapan Cinta dan perasaan aku, aku akan menjadi iblis yang sesungguhnya kamu akan tahu kalau aku sedang marah aku akan mencabut dan membakar semua yang aku lihat."Ucap Gerhana mengancam dan ia pun tertawa dengan suara menggelegar.


"Kamu mengancam ku Ger?"Tanya Rani pada Gerhana yang sudah dilanda asmara itu.


"Kamu tega menyakiti aku Ger?"Tanya Rani sambil memandang wajah pria tampan itu yang tak lain adalah Gerhana pria misterius yang selalu over protective dengan dirinya akhir akhir ini.


"Kamu mau kan jadi bagian dari aku Ran"Tanya Gerhana lagi.


"Bagaimana kalau kita adu kekuatan?Siapa l yang menang dan siapa yang kalah...kalau aku yang menang kamu harus jadi istriku dan kalau aku kalah kita akan berperang sampai titik darah penghabisan."Ancam Gerhana yang tak mau kalah.


"Saat adu kekuatan kalau aku terluka bagaimana Ger?Apa kamu tega menyakiti aku?"Tanya Rani pada Gerhana yang masih memeluk berat tubuh Rani.


"Apakah kita harus saling menyakiti dengan saling menyerang?"Tanya Rani lagi.


"Rani, aku tak tega kalau sampai kamu terluka,kita seperti ini saja dulu ya Ran aku masih ingin memeluk erat dirimu."Ucap Gerhana sambil mengeratkan lagi pelukannya.


Gerhana masih tak ingin melepaskan Rani dari pelukannya.

__ADS_1


Ia benar benar menikmati alam sekitar tempat mereka berdiri dan berpelukan.


"Rani...!! Aku berjanji takkan pernah menyakiti kamu sedikitpun, aku berjanji akan selalu hidup bersamamu dalam suka dan duka dan juga aku ingin kamu menjadi bagian terpenting dalam hidupku."Ucap Gerhana sambil tersenyum dan tanpa ia sadari ia telah mengecup kening Rani berulang ulang.


Rani pun pasrah dalam pelukan Gerhana sambil memejamkan mata indahnya itu.


Rani dan Gerhana saling memeluk erat diatas gunung Manggis tepatnya saat matahari akan segera terbenam.


Rani pun tersenyum dan tersadar dari lamunannya, dengan segera ia pun berusaha melepaskan pelukan Gerhana.


"Ger, apakah kita akan terus berpelukan seperti ini?"Tanya Rani sambil berusaha melepaskan pelukan Gerhana.


"Rani aku saat ini sangat sedih,"Ucap Gerhana pada Rani.


"Kenapa sedih Ger?"Tanya Rani sambil mengangkat kepalanya dan menatap wajah tampan itu.


"Aku sedih karena kamu Rani...?"Jujur Gerhana.


"Kok aku sih Ger?"Rani balik bertanya pada Gerhana.


"Iya semua gara gara kamu Rani,"Sambung Gerhana lagi.


"Tapi aku gak takut dengan ancaman kamu Ger? Walaupun kamu bilang hari ini mau membunuh aku,itu tak masalah bagiku Ger, aku pasrah kalau memang cintamu yang kuat itu yang akan membunuh aku."Ucap Rani yang sudah mulai membuka dirinya untuk menerima cinta Gerhana.


"Rani...apakah perkataanmu adalah jawaban atas pertanyaan aku?"Tanya Gerhana lagi.


Rani hanya diam dan tersenyum tanpa membalas perkataan Gerhana.


Dan akhirnya Gerhana tersenyum dan memandang wajah gadis yang baru saja menerima cintanya.


"Terima kasih sayangku karena kamu tidak membuat aku bertepuk sebelah tangan."Ucap Gerhana dengan penuh rasa bahagia.


"Ayo kita turun, mungkin teman teman sudah lelah mematung dari tadi tanpa kita."Ucap Rani sambil melepaskan pelukan Gerhana.


Perlahan lahan Gerhana melepaskan pelukannya dan dengan penuh kasih ia pun mengecup pucuk kepala Rani dengan sangat lama dan kemudian melepaskan pelukan serta kecupannya dan menggandeng tangan Rani berjalan menyusuri hutan belantara itu.

__ADS_1


"Ger,aku capek banget nih..!!"Ucap Rani sengaja menarik perhatian Pria itu karena ia belum tahu seberapa dalam rasa yang tulus dari Gerhana padanya.


"Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari Terima kasih 🙏🥰"


__ADS_2