Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
47


__ADS_3

Hai guys happy reading ya...??


**


Akhirnya sampailah kita di gunung Manggis, gunung yang sering dijadikan tempat berwisata dan camping para mahasiswa pencinta alam.


Kami pun mulai mencari tempat yang baik yang rata untuk kami dirikan tenda tenda.


Di manapun aku,selalu diikuti oleh Gerhana,aku agak risih juga sih awalnya tapi akhirnya aku mendengar bisikan dari burung Phoenix yang selalu setia menemani aku kemanapun aku pergi ''Jangan risau ia takkan pernah membuatmu terluka." ucap burung Phoenix itu padaku.


"Rani, untuk tenda tenda semuanya biar aku saja yang bangun,kalian siapkan aja makanan apa yang akan kita makan malam ini"Ucap Gerhana pada Rani.


"Baiklah Ger, kamu gak apa apa aku tinggal sendirian?gak apa apa kalau gak ada teman bicara?"Tanyaku lagi menyakinkan Gerhana.


"Iya gak apa apa kok, kamu tenang saja aku baik baik saja kok!"Ucap Gerhana pada Rani.


"Baiklah kalau begitu aku ke sana dulu ya biar kita masak masak."Ucap Rani sambil berlalu pergi dari hadapan Gerhana ke arah tempat di mana semua temannya lagi pada sibuk mengolah bahan makanan dan mulai memasak.


"Ran, kok kamu gak bantuin Gerhana sih kan kasihan dia sendiri aja disana?"Tanya Erlyen pada Rani.


"Nggak apa apa katanya!"Ucap Rani sambil duduk di dekat teman temannya dan mulai memotong sayuran hijau untuk di masak.


"Lampu kita sudah bisa nyala belum Netta?"Tanya Irna sambil menarik kabel untuk menyambung pada saklar.


"Aman nanti kita minta tolong saja pada Abang kita Gerhana kan beres."Ucap Netta sambil tersenyum.


"Ayolah mari kita mulai memasak!!"Ajak Rani pada teman temannya dan mereka pun mulai memasak makanan untuk makan malam mereka semua.


**


Gerhana sudah selesai membuat tenda tenda itu, itu adalah hal gampang yang tak perlu dibantu oleh siapapun, tinggal menjentikkan jarinya saja sudah mengahasilkan tenda tenda itu kecuali tenda Rani yang ia menggunakan tenaga manusianya sebagai alat untuk membuatnya secara manual.


Gerhana sangat puas dengan hasil karya yang baru saja ia buat, "Semoga kamu suka ya Rani?"Gumam Gerhana dalam hatinya.


Ketika hari menjelang senja semua kesibukan sudah selesai, mereka pun duduk bersama untuk berangkat ke sebuah kali yang mata airnya sangat jernih yang biasa tak pernah sepi oleh kunjungan para wisatawan di sana.


"Ger,kita mau berangkat ke kali untuk mandi kamu tunggu disini gak apa apa ya? nanti setelah kami selesai mandi baru deh kamu yang mandi gimana?"Tanya Rani pada Gerhana.


"Iya gak apa apa nanti sekalian aku coba menggali sumur disini biar kalian jangan jauh jauh ke kali lagi ya Ran?"Ucap Gerhana sambil tersenyum.


"Tapi kita kan gak bawa peralatan apapun untuk menggali tanah ini Ger?"Tanya Rani lagi.


"Kamu meragukan aku sayang?"Tanya Gerhana tiba tiba.


"Nggak sih tapi kalau tangan kamu sakit bagaimana?"Ucap Rani lagi.


"Terima kasih atas perhatianmu, aku bahagia bisa mendengar kalau kamu khawatir tentang aku, ayo sana mandi biar teman temanmu gak lama nunggu."Ucap Gerhana sambil tersenyum bahagia.


"Baiklah aku pergi ya, sampai jumpa?"Ucap Rani sambil menuju ke tendanya dan mengambil handuk dan tas kecil tempat pakaian untuk ganti.


"Ayo teman teman,kita berangkat!"Ajak Rani dan mereka pun melangkah pergi ke kali di mana mereka akan melakukan ritual mandi mereka.


Gerhana melihat kalau sudah tidak ada orang lagi di tenda itu dan ia pun memulai aksinya.


Dengan sebuah tepukkan tangan langsung muncul sebuah sumur yang sangat jernih airnya dan ia pun mengumpulkan batu batu di sekitar tenda mereka untuk melingkari sumur itu agar tidak licin.


"Akhirnya beres juga!"Ucap Gerhana sambil membuat seakan sumur itu ia sendiri yang menggalinya.


Dengan senang hati ia pun membuat sebuah kamar mandi kecil di situ dan ia langsung menjadi orang pertama yang mandi menggunakan air dari sumur itu.


"Hm, segarnya rasanya aku tak ingin segera berhenti mandi."Ucap Gerhana sambil terus menyiram air pada tubuhnya.

__ADS_1


Seketika ia langsung merasa kalau ada seseorang atau sekelompok orang memantau keberadaan tenda mereka.


Dengan segera ia pun membuat suatu perisai yang hanya mereka saja yang bisa melihat tenda mereka.


Akhirnya orang orang itu langsung hilang dari tempat itu, tetapi Gerhana takut kalau kalau mereka menemukan gadis gadis yang sementara di kali sana.


Ketika Gerhana hendak melakukan sebuah gerakan tiba tiba muncul raja iblis dan anggota anggotanya di tempat Gerhana.


"Bagus sekali anakku kamu sudah semakin pintar dan cerdas, kamu bahkan bisa bergaul dengan anak anak manusia dan berbaur bersama mereka itu sudah sangat membanggakan aku anakku."Ucap raja iblis sambil tertawa menggelegar membuat semua benda disitu terbang ke sana ke mari.


"Cukup tertawanya ayah, jangan ganggu aku dan teman temanku itu kalau tidak kita tidak akan bertemu lagi seperti ini."Ucap Gerhana mengancam raja iblis.


"Aku hanya ingin mengganggu mereka sedikit saja,ayo anak anak tangkap Gerhana dan kita akan mengganggu anak anak gadis itu."Titah raja iblis sambil tertawa terbahak bahak.


**


Ketika sementara mandi tiba tiba sebuah suara bisikan datang dari burung Phoenix.


"Tuan putri tolong secepatnya kamu membuat sebuah perisai karena raja iblis sedang menjadikan Gerhana sebagai tawanannya untuk menyerang kalian, Pakailah empat elemen yang kamu miliki itu karena hanya itulah yang mampu melindungi kalian dan juga jangan lupa selalu memohon pertolongan dari Sang Maha Esa."Titah si burung Phoenix pada Rani.


Setelah suara itu hilang Rani pun melakukan tanpa sepengetahuan temannya karena mereka lagi asyik mandi.


Rani pun memohon kekuatan dari Sang Pencipta dan membuat sebuah perisai yang tak mempan oleh kekuatan apa pun di bumi ini.


Setelah itu ia pun kembali masuk ke dalam kali itu bersama temannya mandi dan bersenda gurau.


Sedangkan di tenda mereka Gerhana sedang meradang karena di siksa oleh ayahnya sang raja iblis.


Ia diikat dan di cambuk menggunakan api, salam hatinya ia berharap semoga Rani dan semua temannya tidak terjadi apa apa pada mereka.


Setelah puas menyiksa Gerhana, raja iblis dan anakbuahnya menuju ke arah kali di mana gadis gadis itu mandi.


Ketika hendak melangkah mendekati kali itu mereka tak melihat apapun disana dan hanya tumbuh tanaman rambat yang sangat rimbun.


Raja iblis pun semakin murka melihat keadaan seperti sedia kala itu terjadi berulang ulang.


"Ada apa gerangan dengan kekuatan aku?"Tanya raja iblis pada dirinya sendiri.


Seketika ia pun jatuh dan pingsan sehingga para anak buahnya pun membawanya pergi dari situ ketika mereka hendak menghilang dari sana tiba tiba sebuah balon besar menghampiri mereka dan mengurung mereka di dalam balon itu sehingga angin meniupkan balon itu hilang dari bumi ini entah mereka terdampar dimana itu semua hanya Tuhan yang tahu.


Setelah semua pengacau itu pergi, tiba tiba Rani mendengar bisikan dari burung Phoenix bahwa semua sudah hilang tetapi yang lagi menderita adalah Gerhana karena ia disiksa dengan cambuk api oleh raja iblis.


"Tuan Putri kamu harus menyembuhkan Gerhana karena dia mengulur waktu agar raja iblis tak mendapatkan jalan menuju ke kali dimana kalian mandi, dan obat untuk Gerhana adalah pucuk daun bunga edelweis dan pucuk bunga anggrek bulan di tepi kali ini."Bisik burung Phoenix pada Rani.


Rani pun segera keluar dari kali dan memetik beberapa pucuk bunga edelweis dan bunga anggrek bulan kemudian membungkusnya dalam sebuah kantung kain dan menyimpannya dalam tasnya.


"Ayo teman teman kita pulang sudah hari sudah hampir malam dan matahari pun sudah pergi ke peraduannya, ayolah sebelum malam kita harus sudah sampai karena tadi sebelum kita ke sini Gerhana sementara menggali sumur untuk kita dan mungkin sudah selesai sumurnya itu."Ucap Rani lagi.


Semua temannya pun kemudian berganti pakaian dan mengambil tas masing masing dan pergi dari tempat mereka mandi tadi.


Sepanjang jalan mereka melihat banyak. kunang kunang mengikuti mereka, banyak sekali pepohonan rindang yang seolah olah berkata pada mereka kalau mereka adalah sahabat mereka.


"Rani, apa kita boleh memetik buah buahan apel itu?"Tanya Carla yang sudah ileran hanya menatap buah buahan itu dari jauh.


"Sebentar ya ciloba aku lihat."


"Baiklah teman teman ayo boleh petik tetapi dibatasi ya Jangan sampai pohonnya sampai kesakitan akibat ulah kalian."Jawab Rani sambil tersenyum dan mereka pun mulai memetik buah buah apel dan anggur serta buah salak dan buah manggis.


Setelah di rasa cukup mereka pun segera berjalan ke arah tenda mereka.


Dari kejauhan tampaklah lampu lampu yang sudah di pasang oleh Gerhana bersinar dengan sangat terang benderang.

__ADS_1


"Wah, ini sangat mengasyikkan, aku suka sekali."Ucap Ditta sambil berjingkrak jingkrak kegirangan.


"Ayo semuanya kita harus segera sampai biar Abang kita Gerhana mandi dulu."Ujar Erlyen sambil tersenyum bahagia.


"Abang kita sangat kreatif dan rajin ya?"Timpal yang lainnya lagi.


Akhirnya mereka pun tiba juga di area di mana semua tenda tenda mereka telah selesai dipasang dan ada lampu masing masing tenda serta ada pula lampu yang paling besar berpijar di area tenda itu sehingga malam mereka sangatlah terang benderang.


"Ayo teman teman kita siapkan makanan untuk makan malam kita."Ajak Carla pada mereka semua.


"Rani, tolong lihat Abang kita dulu mungkin dia kecapaian dan tolong ajak beliau kesini untuk segera makan ya?"Ucap Erlyen sambil tersenyum dan mengambil beberapa piring untuk menyiapkan makan malam mereka.


Rani pun melangkah ke arah tendanya Gerhana, sesampainya disana ternyata Gerhana sementara duduk bersila dan sedang melakukan semedi.


"Gerhana..!!"Panggil Rani pada Gerhana tetapi tak ada sahutan, dengan penuh keberanian ia pun membuka kain penutup tenda itu dan melihat Gerhana sementara duduk sambil bersila di depannya.


Bibirnya terdapat luka dan segumpal darah telah mengering di sudut bibir pria itu.


Dengan segera Rani membuat ramuan yang sudah ia petik tadi dan mengoleskan pada bibir Gerhana yang luka itu dan juga membuat sari bunga itu dicampur sedikit air dan meminumkan pada pria titisan iblis itu.


Dengan sekali teguk langsung masuk ke dalam kerongkongan pria itu dan obat itu langsung bereaksi dan seketika badan Gerhana bergetar dan ia pun memuntahkan darah atau racun yang terlanjur masuk ke dalam tubuhnya akibat pukulan dari raja iblis tadi.


Gerhana pun segera membuka matanya dan melihat gadis pujaan hatinya duduk bersila di hadapannya.


"Terima kasih Rani,kamu telah menyelamatkan aku dari racun bunga cinta yang dipakai raja iblis mencambuk tubuhku tadi."Ucap Gerhana sambil tersenyum.


"Kamu gak apa apa kan Rani?"Tanya Gerhana sambil memegang erat tangan Rani dan memeriksa wajah dan tangan gadis itu.


"Aku gak apa apa kok semuanya telah berakhir,atas bantuan Tuhan Pencipta alam semesta ini makanya kami baik baik saja Ger,kamu mau aku bawakan makanan kesini?"Rani menjawab Gerhana dan kembali memberikan pilihan pada Gerhana soal makan malamnya.


"Oh,gak apa apa aku gabung sama kalian saja biar rame."Ucap Gerhana sambil tersenyum dan mempersilahkan Rani untuk segera keluar dari tenda itu dan bergabung dengan teman teman yang sudah pada duduk berkumpul dimeja makan hasil karya Gerhana sore tadi.


"Mari Gerhana...!!"Rani mempersilahkan Gerhana keluar dari tendanya dan berjalan menuju ke arah teman teman yang lainnya.


"Hai semuanya apakah kalian sudah melihat sumur dan kamar mandinya?"Tanya Gerhana pada Rani dan teman-temannya itu.


" Sudah Abang dan sangat kreatif sekali, sepertinya besok kita sudah bisa mandi disini deh."ucap Irna sambil menyendok makanan ke dalam piringnya.


"Iya dong siapa dulu."ucap Gerhana memamerkan kehebatannya.


"Baiklah kalau begitu ayo kita makan dulu biar setelah itu kita bisa membuat api unggun dan bernyanyi bersama."Ucap Icha yang sedari tadi duduk diam tanpa kata.


Icha memang sangat menyukai alam dan ia pun mengikuti kegiatan mahasiswa pencinta alam dari kampus tempat ia belajar.


"Masing masing berdoa menurut keyakinannya ya?"Ucap Rani sambil membuat Tanda Salib pada keningnya artinya ia adalah seorang Nasrani, dan ternyata mereka semua menganut beberapa agama di negara kita Indonesia ini.


Indahnya persahabatan mereka, karena mereka saling menghargai satu sama lainnya dan mereka semua bersatu dalam melakukan semua tugas mereka.


Pekerjaan yang berat jadi ringan karena mereka selalu bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan itu.


Selesai berdoa mereka pun makan malam bersama, Gerhana pun makan makanan yang telah disediakan oleh gadis gadis itu.


Ini pertama kalinya bagi Gerhana memakan makanan manusia.


Ia pun tersenyum dan melanjutkan makannya.


"Ini sangat lezat..."Puji Netta sambil terus menyendok makanan ke dalam mulutnya.


"Hm, Ayolah cepat habiskan makannya jangan sampai meninggalkan sisa sisa nasi ya karena orang tua kita bekerja keras untuk mendapatkan beras yang kita makan ini."Ucap Rani sambil tersenyum dan meminum air mineral miliknya yang ada di dalam botol.


**

__ADS_1


Bersambung ya guys, tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰


**


__ADS_2