
Berjalannya waktu Adam semakin merasa ingin memiliki Rani sepenuhnya tanpa ada yang menghalanginya.
Rani masih tetap berkuliah seperti biasa, dikelilingi cowok cowok cakep yang sudah mapan, mereka hanya ingin berkuliah agar bertemu Rani di kampus kan konyol itu.
Pemikiran yang sebenarnya gak masuk akal, karena itu semua hanya karena mereka terobsesi dengan kecantikan wajah gadis itu, gadis turunan Bidadari langit ketujuh.
Gadis cantik yang berpenampilan menarik walaupun sederhana itu telah memikat hati banyak cowok cowok tampan, sekalipun cowok paling dingin sekampus ataupun cowok dingin yang pernah di temui Rani pasti terpikat oleh sosok gadis cantik berambut panjang itu.
Rani kamu diciptakan dari apa sih, kenapa kamu secantik itu?
Adam dari tadi membolak balik halaman buku mata kuliah kedokteran yang sedari tadi di pelajari ya tetapi tidak satupun materi yang berhasil masuk di otaknya.
Ah, gadis itu sungguh membuatku terpesona memikirkan dirinya saja membuatku bahagia apalagi memilikinya seutuhnya.
Aku adalah Adam pria tertampan dan terkaya di dunia ini, akan aku buktikan kalau aku mampu memboyong gadis pujaan hatiku ke rumah ibuku.
Telepon Rani berdering...
dreeeetttt... dreeeetttt....
" Siapa sih yang mencoba mengganggu tidurku ? " ucap Rani pada dirinya sendiri dan mencoba meraih ponselnya yang berada di atas meja samping tempat tidur itu.
" What ? Adam ? untuk apa ia menelepon aku malam malam gini ? katak gak ada kerjaan saja ! " ucap Rani pada dirinya sendiri.
Dengan malas akhirnya Rani mematikan ponselnya dan bergumam " dasar pria aneh malam malam telepon ganggu aja ."
" Lho kok dimatikan sih teleponnya ? " ujar Adam pada dirinya sendiri.
Ketika ia mendongakkan kepalanya dilihatnya Jam dinding itu barulah kaget " Oooo, ternyata aku salah waktu ! " gumam Adam dalam hati sambil tertawa.
Cinta ini membuatku hampir gila, setiap saat hanya memikirkan dirimu, setiap detik ku hanya ingin melewati bersama dirimu canduku.
Resah hatiku kalau aku tak bertemu denganmu pujaan hatiku.
" Beginilah rasanya jatuh cinta ? ah aku seperti orang gila yang kecanduan kecantikan dirimu sayangku " ucap Adam sambil membaringkan tubuhnya di ranjang king sizenya.
__ADS_1
**
Beda dengan Gerhana, Gerhana memang tidak pernah tidur panjang saat malam hari ia lebih memilih mendesain sebuah gambar rumah yang unik dan megah walaupun tampilannya sederhana namun berkelas bagi yang memiliki jiwa seni pasti tahu arti dari sebuah rumah kayu minimalis dengan lubang angin kecil dimana mana.
Gerhana duduk dibawah pohon eik tua yang tumbuh di depan rumahnya yang usianya sudah berabad abad lamanya.
Usianya seumuran dengan dirinya, ia tak pernah sadar jika ia dan pohon eik itu bertumbuh bersama hingga kini.
**
Ericsson kalau malam ia kembali ke tempat asalnya yaitu masa depan dunia ini di tahun 2300.
Ericsson benar benar sangat merindukan sosok Rani, tetapi ia masih belum menerima kalau Rani dekat dengan Adam si manusia es yang sangat dingin dan berwajah pucat.
Ericsson juga ingin agar ia bersama Rani pergi ke dunianya, Ericsson ingin sekali menunjukkan manusia jaman 2020an pada bangsanya.
Dia ingin melihat apa reaksi orang orang jamannya yang akan kagum melihat Rani yang cantik dan smart itu.
Aku akan mencari waktu untuk mengajak Rani ke masa depan semoga saja Rani mau dan ingin mengikuti aku walaupun hanya sehari saja.
**
Warna bulu mereka Biru dan Putih, mereka sangat bergembira ketika bertemu dengan tuannya.
Rani hanya bersiul langsung Sepasang burung itu pun muncul sambil menari nari dengan sangat indah, yang jantan bernama Leonardo dan yang betina bernama Leonarda atau biasa di panggil Lea.
Leo dan Lea langsung menunjukkan wujud mereka dan menunduk memberi hormat kepada Rani.
" Leo dan Lea aku punya kacang tanah yang sangat lezat, apakah kalian mau mencobanya? " tanya Rani pada kedua burung itu.
" Kalau Tuan putri mengijinkan ! " Jawab kedua burung Phoenix itu bersama sama.
" Ayo ikut Aku ! " ujar Rani akan melangkah tetapi langsung di cegat kedua burung itu.
" Tuan Putri naik ke atas punggung saja biar gampang " ucap Leo menawarkan jasa punggungnya pada Rani.
__ADS_1
" Makasih ya 🙏" ujar Rani sambil mengatupkan kedua tangannya.
" Akhirnya Rani naik ke atas punggung Burung Feniks (Phoenix) itu dengan gembira dan diikuti oleh Lea Feniks betina.
Mereka berkeliling di atas awan putih dan langit yang biru menuju ke halaman belakang rumah Rani yang sangat luas itu.
" Tuan Putri halaman belakang rumah Tuan sungguh sangat luas dan juga sangat bagus, apa kami boleh tinggal beberapa hari disini ? " tanya Lea pada Rani.
" Sangat boleh dong Lea, terserah kamu mau berapa hari aku gak masalah kok ! " ucap Rani sambil tersenyum.
" Gak bisa Lea kita harus kembali ke alam kita sebab kalau kita berlama lama disini bisa membuat masalah besar bagi keluarga tuan putri, kamu kan tahu Lea banyak sekali orang klan hitam yang sudah berusaha mencari keberadaan Peri Putri Maharani, Putri langit ke tujuh selama berabad-abad.
Jangan sampai gara gara kita keluarga ini terancam ! " jawab Leo bijak.
" Baiklah kita main main hari ini saja ya ! " ucap Leo pada Lea sambil merunduk sehingga Rani bisa dengan mudahnya turun dari punggung Phoenix itu.
**
" Aku merasakan ada getaran aneh dari bagian timur, apakah itu ? Adam menggumam sambil menatap foto Rani di ponselnya saat itu Rani sementara tertidur dalam mobil dengan sangat pulasnya sampai sampai ia tak tahu kalau dirinya di foto oleh Adam dan menjadikannya wallpaper di ponselnya.
" Ah, sekarang aku benar benar jadi bucin sama Rani, aku benar benar kecanduan dengan kecantikan Gadis itu, tapi bagaimana caranya aku menjelaskan kepada gadis itu tentang siapa aku sebenarnya karena sebuah hubungan yang di dasari oleh kebohongan itu tidak akan bertahan lama, tetapi sebaliknya kalau sebuah hubungan itu didasari dengan kejujuran apapun itu akan bertahan lama dan abadi " gumam Adam pelan.
**
" Bunyi apa itu ? " Gerhana mencoba memusatkan perhatiannya agar bisa mendeteksi bunyi langkah kaki tadi.
" Siapa yang telah mencoba melepaskan burung Phoenix yang sudah hilang berabad abad itu dan kenapa aku merasakan kalau burung Phoenix itu benar benar ada di bumi ini, lalu siapa orang yang memiliki burung Phoenix itu? langkah kaki burung Phoenix ini sepertinya ? " Gerhana berhenti berbicara sendiri dan mencoba untuk merasakan gerakan gerakan burung Phoenix yang dirasakannya itu.
" Dari arah manakah suara tadi ? " gumam Gerhana lagi sambil mencoba menutup matanya untuk mencari tahu keberadaan burung Phoenix yang sudah hilang berabad abad lamanya itu.
**
Rani memberikan sekantong kacang tanah panggang pada Kedua burung itu dan akhirnya mereka pun pamit untuk pulang agar tidak terjadi masalah bagi keluarga Rani.
" Tuan putri sepertinya ada turunan dari klan hitamnya raja iblis sudah mencium keberadaan kami, jadi kami harus segera kembali dan tolong jangan bilang ke siapa siapa tentang hal ini " ucap Leo sambil menyatukan sayapnya dan Lea akhirnya kedua cahaya biru putih itu masuk kembali ke dalam kalung kasat mata milik Rani dan hilang.
__ADS_1
** Next **