
**
Mereka bertiga pun pergi ke suatu tempat di mana tempat itu merupakan dimensi lain dari bumi kita ini, mereka masuk ke dalam lautan dengan menggunakan perahu kecil.
Rani benar benar menikmati indahnya alam disekitar mereka sambil sesekali bertanya pada Gerhana.
" Gerhana, kita mau ke dimensi lain ya ? Aku takut ! " ucap Rani sambil menunjukkan wajah ketakutan yang dibuat buat tetapi bisa membuat Gerhana iba.
" Tenang aja, aku akan selalu melindungi kamu dari apapun yang terjadi, kamu tenang aja ya ? " ucap Gerhana pada Rani.
Gadis itu pun mengangguk sambil mencoba melepaskan segala rasa kekhawatiran yang melanda dirinya.
Saking takutnya Rani sampai gemetaran dan memeluk Erlyen yang sedari tadi pusat kesadarannya di tekan oleh Gerhana sehingga kelihatan seperti orang tidur, tetapi sampai di tepi pantai menuju ke alam lain Gerhana meminta Rani agar memperbolehkan Erlyen menunggu mereka di sana karena Erlyen dalam keadaan tidur.
Erlyen di jaga ketat oleh orang orang kepercayaan Gerhana yang sangat di sayangi oleh Gerhana, pria pemilik klan hitam yang akhir akhir ini mulai belajar ilmu putih secara mandiri bersama Ibunya.
**
Beberapa menit kemudian Rani seperti terhipnotis, namun sebelum masuk ke dalam perahu saat masih di daratan Rani sudah memakan sebuah apel merah dan membawa dua buah apel merah sebagai cadangan makanan dijalan, ia menyisipkan dua buah apel merah di dalam tasnya.
Gerhana membawa, Rani menuju laut yang dalam disana terlihat sebuah gulungan ombak yang berbentuk lingkaran yang seakan menunggu kedatangan Gerhana dan Rani.
" Percayalah padaku, aku akan selalu menjagamu nyawaku taruhannya ! " ucap Gerhana seakan mengetahui kekhawatiran hati Rani.
Ketika mereka masuk ke dalam gulungan ombak itu, Rani memegang erat tangan Gerhana sambil teriak teriak ketakutan.
" Kamu aman bersamaku Rani, apapun yang terjadi tetaplah bersamaku, dan jangan sampai kamu melepaskan tanganmu dariku " ucap Gerhana sambil terus memeluk pinggang Rani dengan erat.
**
Setelah setengah jam kemudian mereka memasuki sebuah hutan larangan yang sangat indah dan rindang semua tanaman disana seperti mengetahui bahwa yang datang itu adalah teman mereka tetapi mereka mencoba untuk diam saja tanpa menyapa Rani karena mereka tahu dari Pak Tua di hutan larangan di bumi kalau Rani akan mengikuti turunan klan hitam menuju ke tempat terlarang mereka.
" Gerhana !! " panggil Rani sambil berjalan di depan Gerhana.
__ADS_1
" Iya Ran, ada apa ? " tanya Gerhana pada gadis pujaan hatinya itu.
" Kok pemandangan disini benar benar indah aku suka.
Apakah bunga itu bisa dipetik ? " ucap Rani pada Gerhana.
" Apapun yang kamu mau ambillah, " ucap Gerhana sambil tersenyum.
Rani pun memetik bunga itu sambil tersenyum dan berkata maaf ya aku petik bungamu sedikit.
" Iya silahkan tuan Putri " ucap bunga itu menggunakan bahasa bunga yang hanya bisa dimengerti oleh Rani.
Akhirnya ia pun menyelipkan sebuah bunga warna biru muda dan putih di kedua telinganya, sambil tersenyum indah dan meminta Gerhana untuk mengabadikannya.
Setelah memotret Rani, Gerhana pun tersenyum sambil melihat hasil potret yang diambilnya tadi benar benar indah di kelilingi bunga bunga yang cantik.
" Gerhana !! kapan kapan kita datang lagi ya ? " ucap Rani sambil memegang erat tangan Gerhana yang sedari tadi membersihkan duri dari tempat mereka lewati.
" Ini dimana Gerhana? " tanya Rani pada Pria yang ada di depannya itu.
" Ini adalah tempat aku , di dimensi yang berbeda dari bumi kita " ucap Gerhana sambil tersenyum dan tiba tiba menyeringai dan membuat orang orang disekitarnya mempersilahkan mereka lewat.
Rani memeluk erat Gerhana karena seringaian dari Gerhana tadi membuat Rani ketakutan.
" Jangan takut Rani, kamu tak kan aku apa apakan karena kamu gadis pujaanku sudah selama berabad abad aku mencari gadis perawan suci dari dunia manusia untuk menyempurnakan ilmu yang aku miliki dan gadis itu adalah kamu, Karena usia kamu belum genap 21 tahun makanya aku masih sabar menunggumu " ucap Gerhana tanpa merasa malu ataupun takut.
Rani menjadi gemetar mendengar semua yang dikatakan Gerhana.
Rani sengaja menangis agar ia cepat dikembalikan ke dunia yang sesungguhnya, dan karena buah apel itu Rani punya sumber kekuatan, ia pun mencoba kekuatannya tanpa sepengetahuan Gerhana Rani membakar sebagian klan hitam dengan hanya menjentikkan jarinya saja ke arah yang tergelap membuat semua penghuni hitam langsung menjerit histeris karena selama ini setitik api pun tak pernah membakar mereka, kecuali benar benar api yang dihasilkan dari klan hitam itu.
Melihat Rani menangis, Gerhana pun tak tega memarahi Rani sehingga di rengkuhnya Rani dan membawanya meninggalkan klan hitam dan kembali ke pantai dimana mereka meninggalkan Erlyen.
Sesampainya disana ternyata Erlyen masih tertidur dengan nyenyaknya.
__ADS_1
" Erlyen ayo bangun, kita sudah mau balik karena tidak bisa memasuki tempat itu Lyen, ayo bangun " ucap Rani sambil mengguncangkan tubuh Erlyen.
Erlyen pun bangun dan mengucek matanya sambil berkata " Kok aku tertidur sih, kenapa kamu gak bangunin aku Ran ? " tanya Erlyen pada Rani.
" Mana aku tega kamu tidurnya nyenyak banget Er, " ucap Rani sambil mengelus pipi sahabatnya itu.
" Gerhana, tadi kenapa di tempatmu seperti ada api yang berkobar kobar disana, seramnya aku gak mau kesini lagi menakutkan banget Ger, " ucap Rani sambil mengelus jari jemari Gerhana.
" Itu adalah kesalahan mereka sendiri sehingga, terjadi kebakaran sayang ! " ucap Gerhana sambil mencoba melepaskan diri Rani agar Rani bebas dari pelukannya sehingga ketika ia berbuat sesuatu tidak terhalang oleh Rani.
Gerhana mencoba memusatkan perhatiannya agar bisa melihat ada apa dibalik api itu tapi Rani selalu mengganggunya dengan berbagai macam pertanyaan.
" Ger, tempatmu apa namanya ? " tanya Rani dengan wajah semanis mungkin sehingga mengalihkan perhatian dari Gerhana.
Ketika ia mengajakku datang lagi aku akan mengajak Ericsson tapi aku harus mencari Ericsson dulu, biar saat kesana lagi aku ada yang melindungi dengan sangat baik tanpa cela sedikitpun.
" Rani !!! apa yang kamu pikirkan ? " tanya Erlyen tiba tiba mengagetkan Rani dan Rani keceplosan menyebut nama Ericsson.
" Eric... Ericsson entah dimana dia sahabat terbaikku " ucap Rani sengaja agar di dengar oleh Gerhana dan Gerhana biar cemburu buta.
" Kenapa kamu memikirkannya Rani ? " tanya Gerhana tiba tiba.
" Dia itu sahabat masa kecilku yang paling sayang aku dalam keadaan sudah dan senang tapi kenapa dia menghilang pergi entah kemana aku juga gak tahu " ucap Rani sambil mencoba tersenyum.
" Mungkinkah dia sudah pergi ke alam baka ? " ucap Rani sambil menatap wajah tampan Gerhana.
" Ger, aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu ? " tanya Rani pada Gerhana.
" Iya tanya aja apa yang hendak ditanyakan ? " ucap Gerhana sambil menggenggam erat tangan Rani.
" Apakah ditempatmu kita bisa temukan orang yang sudah meninggal ? " tanya Rani yang membuat mata Gerhana melotot.
" Pertanyaan macam apa itu Ran ? " ucap Gerhana lagi.
__ADS_1