
Dirgahayu republik Indonesiaku 🙏
Lama kelamaan kedua pria itu akhirnya menyadari kalau mereka tak seharusnya berbicara di saat yang tidak tepat seperti ini.
"Gerhana!"Panggil Pak Lukas perlahan.
"Ada apa Pak?"Tanya Gerhana pada pria berkaca mata hitam itu.
"Aku harap suatu saat kamu mengerti dengan Ucapanku mengenai gadis yang bernama Rani itu."Ucap Pak Lukas sambil menjentikkan jarinya ke udara sehingga para mahasiswa dan mahasiswi itu kembali bergerak seperti semula.
Rani menghela nafas panjang,ia merasakan sesuatu sensasi yang lain dari tatapan mata Gerhana pada dirinya.
"Ada apa dengan Gerhana? Kenapa dia menatapku dengan tatapan penuh misteri ya?"Gumam Rani dalam hati.
"Apa yang ada dipikirannya?"gumam Gerhana dalam hati karena ia tak bisa menyelami isi pikiran dari gadis cantik itu.
"Apa yang kamu pikirkan Ger?"Tanya Rani tiba tiba membuyarkan lamunanku.
"Nggak apa apa kok Ran!"jawab Gerhana sedikit kikuk karena ketahuan menatap Rani dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.
Kedua insan itu sama sama saling tatap tapi mereka masih mempertahankan ego masing masing dan tak mau membuka pintu hati untuk satu sama lainnya.
Gerhana menyukai Rani dan sebaliknya Rani menyukai Gerhana, tetapi mereka tak mau terbuka satu sama lain, menurut Rani sebagai pria Gerhana lah yang seharusnya mengungkapkan isi hatinya pada Rani.
Tetapi setelah ditunggu tunggu Gerhana hanya memberikan perhatian kecil kecilan pada Rani tanpa mengungkapkan rasa cinta sama sekali.
"Ya sudah kalau begitu,mending aku cuek aja namanya cewek harus jual mahal biar gak dipandang sebelah mata oleh pria."Gumam Rani dalam hati.
"Ger,Minggu depan akan ada camping di hutan pohon Pinus di dekat air terjun di pinggiran kota L, kamu mau ikut juga? Seru loh Ger?"ajak Rani sambil tetap menatap ponselnya dan sesekali ia tersenyum.
"Iya nanti aku cek jadwalku dulu ya? Soalnya aku juga mau ke kota J untuk ikut acara keluarga."Ucap Gerhana berbohong, bagaimana gak bohong,Gerhana tidak memiliki kampung halaman dan lagi dia adalah turunan campuran manusia vampir dan iblis.
"Ayolah Ger,sekali sekali ikut kita camping boleh ajak Adam dan teman temanmu yang lain kok Gerhana?"Ucap Rani sedikit memaksa Gerhana.
__ADS_1
"Baiklah nanti aku coba batalkan kegiatan aku yang di kota J ya?"Ucap Gerhana lagi.
"Nah, gitu dong!"Ucap Rani tiba tiba dan tanpa sadar ia pun bergelayut manja pada lengan Gerhana yang kekar dan berotot itu.
Gerhana hanya terdiam dan membisu seakan ia menikmati momen langka itu.
"Apakah kamu berniat memeluk pria tampan ini sampai berlarut-larut Rani?"Tanya Gerhana pada Rani yang masih terlihat seperti terhipnotis oleh bau parfum khas milik pria itu.
Rani masih memeluk erat lengan pria tampan itu,pria yang kadang kadang berubah wujud jadi apa pun yang ia mau.
Rani seakan bermimpi kalau dunia berhenti berputar mengelilingi matahari.
"Rani sadarlah,"terdengar suatu bisikan dari arah pepohonan rindang itu.
Rani pun tersadar dan melepaskan pelukannya itu.
"Maaf Gerhana!"ucap Rani terbata bata.
"?" Rani bingung mau jawab apa.
"Jujur padaku apa yang kamu rasakan saat memelukku tadi gadis bodoh?"tanya Gerhana lagi pada Rani.
"Aku merasa seperti melayang layang di atas awan dan rasanya bahagia banget, entah apa yang membuatku bahagia dan tenang seperti tadi."Ucap Rani jujur.
"Makasih kalau begitu, kalau kamu merasa sedih atau hatimu tidak tenang boleh kok,bahu aku jadi tempat sandaran kamu gadis bodoh."ucap Gerhana sambil menjentikkan jari tangannya pada pucuk kepala Rani.
"Kamu terlihat lucu dan menggemaskan sekali Rani!"Jujur Gerhana pada Rani yang sempat membuat Rani mencebik.
Rani, Rani akhirnya aku akan segera menuju ke titik terang seperti yang telah di Ramalkan oleh Guruku padaku saat kecil dulu bahwa tenaga dalam aku akan semakin besar dan kuat apabila aku menyatu dengan gadis suci seperti kamu Rani.
Aku akui aku sangat pengecut,tetapi mau bagaimana aku memang harus memiliki kamu bagaimana pun caranya karena aku tahu kamu adalah gadis yang selama ini aku tunggu tunggu.
Gerhana merasa, kalau yang ia lakukan sekarang ini benar benar tidak adil, kenapa tidak adil? Karena ia lebih suka menjadi manusia seutuhnya yang bisa saling mencintai satu sama lainnya dan tanpa harus ada pamrih karena sesuatu hal yang diinginkan sejak dulu.
__ADS_1
"Jangan pikir aku orang bodoh ya Gerhana walaupun kita saling menyukai secara diam diam tetapi aku tak sebodoh seperti dipikiran mu itu Gerhana,"Rani berusaha tenang dalam menghadapi masalah yang ada di depan matanya sekarang.
Rani menghampiri Gerhana yang sementara duduk di tepi kolam itu sambil bermain main riak air kolam itu.
"Rani, apa kamu ingin aku ajak ke suatu tempat?"Tanya Gerhana meminta persetujuan dari Rani.
"Boleh boleh saja, tapi mau kemana kita Ger?"Tanya Rani sambil menunggu jawaban dari Gerhana.
Tiba tiba Rani mendengar bisikan burung Phoenix yang berada di dalam kalung tak kasat mata miliknya yang hanya ia sendiri yang tahu dan hanya ia sendiri yang merasakannya.
"Ikuti saja biar kamu tahu apa yang akan ia lakukan pada kamu dan apa kelemahannya, kamu harus bisa mengalahkan kata hatimu, jangan mudah jatuh hati sebelum mengetahui yang sebenarnya Rani."Ucap burung Phoenix sambil kembali ke alamnya.
"Hm, baiklah aku akan ikuti kemana ia akan membawa aku pergi!"Gumam Rani dalam hati.
"Rani, ayo bersiaplah kita akan segera berangkat!"Pinta Gerhana pada Rani lagi.
"Baiklah Gerhana, tetapi kita hendak kemana?"Tanya Rani pada Gerhana lagi.
"Rani apa yang kamu pikirkan sekarang tolong beritahu aku karena jujur aku tidak bisa melihat apa isi otak kamu!"Ujar Gerhana pada Rani karena ia khawatir Rani memikirkan hal hal negatif tentang dirinya.
"Sekarang yang ada dipikiran aku adalah aku penasaran dengan apa yang akan kita kunjungi ini Ger,"Ucap Rani sambil tersenyum.
"Baiklah tapi apa kamu takut dengan baku Rani?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Tidaklah Ger,kamu kan sahabat aku.
Aku percaya padamu kalau kamu akan menjaga aku nanti di saat kita tiba di tempat yang kamu bilang itu."ucap Rani polos tapi bohong.
"Baiklah Rani, percayalah padaku aku akan menjaga kamu, takkan kubiarkan kamu di sentuh oleh tenaga apapun yang ada di tempat misterius itu."Gumam Gerhana dalam hatinya.
"Tenang aja ya Ran?"Ujar Gerhana lagi.
** Bersambung ya readers tersayang tolong di like komentar dan vote ya?**
__ADS_1