Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
97


__ADS_3

Aku memang berbeda dunia dari kamu,tetapi asal kamu tahu saja,ramalan tentang pertemuan kita ini sudah lebih dari Tujuh puluh ribu tahun lalu dan aku masih saja mengingat pasangan sejatiku hingga kini dan itu adalah kebenaran yang harus kamu ketahui.


Aku disini sudah beribu ribu tahun lamanya aku selalu merindukan kamu Maharani jangan coba coba untuk pergi lagi dari ku aku hampa tanpamu,aku tak ingin kita berpisah lagi.


Dan asal kamu tahu gadisku,waktu sekarang itu manipulatif kamu bukan terdampar di masa lalu tapi di tahun sekarang dimana aku tahu kamu sedang berkuliah mengambil dua jurusan bersamaan dan akan segera wisuda dalam waktu dekat.


Tuan Lu Yi masih saja berbicara pada dirinya sendiri karena ia tahu apa yang dialami oleh Rani adalah karena kemauannya untuk mengetahui apakah di masa depan Rani masih mengenalinya sebagai Gerhana dalam wujud orang lain atau kah masih mengingat siapa yang memanipulatif keadaan.


Jadi rupanya ia tak mengenaliku sama sekali ya?Baiklah aku juga takkan pernah mau menjadi orang lain karena aku tak rela orang yang kusayangi semuanya tak mengenaliku.


Sudahlah aku akan sudahi hal ini aku tak mau lagi.


Tuan Lu Yi pun mulai masuk ke dalam kamar dimana ia biasa melakukan meditasi.


Ia pun kembali duduk bersila dan mulai memejamkan matanya dan mulai fokus pada tujuan utamanya yaitu mengembalikan keadaan seperti semula.


**


Beberapa menit kemudian hal yang ditakutkannya lenyap dan keadaan mulai kembali ke awal sebelum semula.


Rani pun bangun dari tempatnya berbaring.


Ia menatap sekelilingnya dan melihat keadaan ternyata ia sedang pingsan dan tertidur di atas ranjang big sizenya dan disana ia melihat semua orang sedang menatapnya dengan penuh kasih sayang.


Dan pria di sudut ruangan yang sedang tertidur itu pun masih juga terlelap seakan ia sedang masuk ke alam mimpi yang sangat indah.


"Apa yang terjadi padaku?"Tanya Rani pada mama Elaine yang sedang duduk sambil mengantuk di samping ranjang dimana Rani masih terperangah dengan keadaan yang ia lihat itu.


"Mama..!!"

__ADS_1


Panggilan Rani mengagetkan Mama Elaine.


Mama Elaine pun terbangun dan menatap ke arah putri semata wayangnya itu dan ia pun langsung memeluknya.


"Akhirnya kamu bangun juga ya nak mama sangat khawatir dengan keadaanmu saat kamu masih tertidur."Ucap Mama Elaine sambil tersenyim dan merengkuh Rani dalam dekapan hangatnya,pelukan hangat seorang ibu yang sangat dirindukan oleh anak anaknya.


"Mama... kenapa dengan Rani?Apa yang terjadi pada Rani mam?"Ucap Rani sambil masih tetap memeluk.erat tubuh wanita setengah baya itu.


"Mama Juga tidak tahu kenapa Rani bisa pingsan selama hampir Dua minggu ini."Ucap Mama Elaine sambil menepuk pundak Rani.


"Mam,apa Rani sudah boleh turun dari ranjang ini mam?"Tanya Rani sambil mengedipkan matanya dengan manja pada ibundanya itu.


"Boleh dong nak!"Jawab mama Elaine dan memperbaiki sendal Rani agar kaki Rani tidak kedinginan saat menginjakkan kakinya di lantai itu.


"Mam,Gerhana pasti capek ya mam?"Tanya Rani pada Mama Elaine sambil bergerak turun perlahan dari ranjangnya dan memakai sendal yang sudah disiapkan oleh mama Elaine padanya.


"Makasih ya mam?"Ucap Rani sambil memakai sendal itu dan melangkah menuju ke arah Gerhana yang masih tidur walaupun ia hanya berpura pura memejamkan matanya.


"Iya kan mama kaget waktu kakakmu kirim signal kontak batin sama mama via meditasi,mama tidak bisa mengikuti acara pernikahan peri langit ke satu karena kamu pingsan."Ucap Mama Elaine sambil tersenyum.


"Mama sangat khawatir dengan keadaanmu sayang,kamu tahu kan mama tidak mau kehilangan kamu mama sangat sayang padamu dan kakak kakakmu nak,"Ucap Mama Elaine lagi.


"Terima kasih mam,atas perhatian,cinta kasih dan rasa sayang mama yang tiada batas untuk Rani."Ucap Rani lagi.


Dengan berani gadis itu membelai rambut pria ya g sedang tertidur lelap di depannya itu.


"Ger, bangun ini aku Rani sudah sadar dari pingsanku yang sangat panjang itu,aku mau bercerita tentang pengalamanku selama pingsan."Ucap Rani sambil tersenyum dan mengecup kening pria itu dengan sangat lembut.


Yang dicium pun rasanya tak mau bangun ia masih ingin merasakan kecupan penuh kasih dari sang kekasih.

__ADS_1


"Andai waktu bisa kuputar aku ingin sekali memanipulatif keadaan biar kekasihku, aku bisa melihat kelakuannya di masa depan seperti apa yang telah terjadi beberapa saat lalu."Gerhana bergumam dalam hati.


Dengan sigap ia langsung memegang bahkan memeluk erat tangan mungil dan lembut yang sedari tadi mengelus wajahnya dan ia pun memeluk erat tangan itu dan tetap dalam posisi memejamkan matanya.


"Sayang ayo bangun dan aku akan menceritakan hal hal aneh yang kutrmui selama pingsan."Ucap Rani sambil tersenyum dan menatap ke arah mama Elaine.


"Dek kecup keningnya lagi yang lebih lembut biar priamu itu bisa bangun dari pingsannya."Ucap Bang Andre yang sedari tadi tersenyum melihat tingkah calon adik iparnya yang menurutnya sangat manja itu.


Dengan hati riang ia pun menuruti kemauan sang kakak dan mencoba untuk menundukkan kepalanya dan mengecup kening pria yang sementara pura pura tidur itu dengan sangat lembut di keningnya dan perlahan turun ke bawah keningnya yaitu hidungnya dan ia pun menggigit hidung mancung itu dengan penuh kasih sayang dan menarik hidung sang kekasih dengan jari jari mungilnya sehingga membuat Gerhana tak tahan untuk tertawa dan bangun dari tidur pura puranya itu.


"Jahilnya kekasihku ini!!"


"Iya kan kamu gak mau bangun sih!!


"Padahal kamu tahu kalau aku sudah bangun tetapi kamu masih saja berpura pura tak tahu menahu soal itu. Justru kamu semakin tak mau bangun dan aku curiga jangan jangan kamu sengaja membuatku seperti itu karena mau mengerjaiku ya?"Ucap Rani bertubi tubi pada Gerhana.


"Ha ha ha... dari mana kamu tahu hal itu Rani?"Tanya Gerhana pasrah karena ia tak bisa berbohong hal apapun pada Rani.


"Kamu tahu gak kalau perempuan itu adalah makhluk yang paling perasa,makhluk yang instingnya serta nalurinya selalu benar dan tidak pernah salah!!"Jawaban Rani membuat Gerhana kaget bukan main.


"Ja... jadi kamu tahu hal apa yang telah kamu alami selama kamu pingsan?"Tanya Gerhana agak terbata membuat Rani tertawa dalam hati sambil bergumam hmm aku semakin tahu kalau semua itu palsu.


"Berani sekali kamu mengerjaiku!!"


"Tunggu pembalasanku!!"


*********


To be continued guys

__ADS_1


jangan lupa komentar dan like serta votenya ya guys...


I miss You all...💙


__ADS_2