
Hai reader maaf author baru bisa up lagi karena beberapa hari jelang Natal kita sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Natal...๐๐
Lanjut ya...
โโกโโกโโกโโก๐โ๐โ๐โ๐โ๐โ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
"Siapa yang dimaksud Nek?"Tanyaku tak sabar.
"Tapi ini hanya perkiraanku saja ya?"Sambung nenek tua itu lagi.
"Iya nek,siapa?"Tanyaku tak sabar.
"Dia adalah gadis yang selalu membuatmu ingin memilikinya."Jawab Nenek itu sambil tersenyum.
"Mana mungkin Nek?"Ucapku tak percaya.
"Kmau boleh tidak percaya tetapi nenek yakin kalau gadis itu bukan gadis sembarangan."Jawab Nenek tua itu sambil menatapku.
"Bagaimana nenek bisa tahu?"Tanyaku penasaran.
"Aku bisa membaca situasi dan aku tahu gelagatnya dan wangi tubuhnya beda dengan manusia biasa pada umumnya,bisa jadi dia seorang manusia bukan dari bumi ini."Ucap Nenek tua itu lagi.
"Terus dari mana dia berasal?"Tanyaku penasaran.
"Itu adalah tugasmu untuk mencari tahu."Ucap Nenek itu dan ia pun membuat beberapa ramuan dan meminumkan pada mulutku sehingga aku bisa kembali berubah wujud menjadi diriku sebelumnya.
"Nek tolong bantu juga guruku...!!"Ucapku memohon.
"Kamu sendiri yang akan membantunya karena aku punya sebuah dendam dengan gurumu sehingga aku tak bisa membantunya."Jawab nenek tua itu sambil berlalu pergi entah kemana.
"Guru bertahanlah...!!"Ucapku sambil ku coba mengambil beberapa lembar daun seperti yang kulihat tadi saat si nenek mengambil ramuan itu untukku.
Kemudian aku pun membuatkan ramuan itu dan meminumkannya pada guru dan guru pun berubah wujud menjadi seekor flamingo.
"Shitt... kenapa bisa jadi seperti ini?"Tanyaku oada diriku sendiri.
__ADS_1
"Maafkan aku guru aku salah membuat sebuah ramuan."Ucapku panik dan mencoba untuk membuat lagi sebuah ramuan seperti yang dibuat oleh nenek tua tadi dan aku juga kembali meminumkan ramuan itu pada guruku dan ternyata guruku kini telah berubah menjadi seekor kucing.
"Waduh salah lagi aku harus bagaimana?"Tanyaku lada diriku sendiri.
"Fokus pada hal apa yang akan aku buat...jangan sampai aku melupakan masalah pokokku."Gumamku sambil membuat lagi beberapa ramuan dan aku pun erhasil membuat ramuan ke tiga dan segera kuminumkan kepada guruku dan ternyata apa yang terjadi guruku berubah menjadi seorang wanita tua dan berkepala botak.
"Waduh salah lagi tapi tak apalah untul sementara guru seperti otu dulu ya?Aku takut salah membuat ramuan lagi."Ucapku sambil tersenyum lebar membuat guruku mengepalkan tangannya tanda ia tak menyukai penampilannya saat ini.
"Bryan kenapa kamu mengubah aku seperti badut?"Tanya Guruku yang memnag terlihat seperti badut yang kelaparan.
"Maafkan aku Guru aku salah membuat ramuan itu dan aku akan mencoba membuat sebuah ramuan lagi dan aku akan fokus membuat sesuai wajah asli guru."Ucapku tak putus asa dan berusaha lagi.
Setelaj selesai membuat ramuan itu aku pun mulai membayangkan wajah aslinguruku yang sebenarnya.
Tetapi ketika sedang membayangkan wajah asli guruku seekor gorilla lari di depanku sehingga aku pun salah menyebut gorilla sehingga guruku pun berubah menjadi seekor gorilla tetapi wajahnya tetap menjadi seorang wanita tua berkepala botak licin,tanpa sadar aku ountertawa terbahak bahak dengan kejadian yang aku alami saat ini,sehingga membuat guruku menggeram dan sangat marah padaku.
"Hei bocah tengik kamu pikir ini sebuah lelucon?Kamu sudah membuang buang waktuku saja aku tak sudi meminum ramuanmu itu lagi sana pergi cari tahu pada nenek tua peot itu karena aku tak mau wajahku yag cantik berubah seperti gorilla berwajah manusia seperti ini,kamu menghinaku ya?Dasar bocah tengik."Hardik guruku padaku dan akupun langsung terdiam seketika tetapi bibirku tak bisa ku tahan untuk tetap tertawa terpingkal pingkal akibat aku terus saja melihat tingkah laku guruku yang sudah seperti gorilla kesetanan.
"Maaf guru tetapi aku harus mencari nenek tua peot itu kemana ya?"Ucapku sambil ku garuk kepalaku yang tak gatal itu.
"Guru maafkan aku tapi aku tak bisa bertemu dengan si nenek peot itu lagi."Jawabku menolak perintahnya.
"Bagaimanapun caranya cepat kamu cari wanita tua itu dan tanyakan apa yang harus aku perbuat agar aku bisa kembali ke wujud asliku?"Tanya Guruku dengan helaan nafas yang panjang.
Terlihat Guruku juga sudah semakin tenggelam dalam luapan emosi yang sangat dalam,aku melihatnya dari tatapan mata yang sangat menakutkan itu.
"Hei bocah ayo cepat cari nenek tua peot itu aku tak mau seperti ini berhari hari. "Ucap Guru sambil memasang wajah datar dan emosi.
"Yang sabar dong Guru,masa sebagai seorang guru tidak bisa berbuat apa apa?"Ucapku sambil menatap aneh padanya.
Kekuatanku seakan terkunci aku pun tak bisa berbuat apa apa selain duduk di sebelah Guruku yang tampangnya sangat menakutkan itu.
Aku tahu untuk saat ini guruku hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban terjadi
Aku juga tak terlalu sibuk dengan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu dalam hidup guru.
__ADS_1
**
Rani sedang tersenyum sambil menatap ke taman bunga itu.
Tiba tiba ia merasakan aura negatif yang sangat kuat berada di dekatnya,dengan segera ia pun membuat perisai pelindung di sekitar tempat yang biasanya di masuki makhluk luar angkasa maupun alien.
Aku tak menyangka kalau Ericsson akan kembali masuk ke bumi ini seperti janjinya dulu.
Bagaimana kalau aku memanggil Gerhana saja karena aku yakin aku tak mampu melawan makhluk asing itu.
Sekarang keadaanku sedang tak baik aku butuh waktu untuk istirahat sejenak.
Dengan susah payah aku pun menghubungi Gerhana melalui kontak hati dan pikiran sehingga dalam waktu sekejap Gerhana sudah berada di sampingku.
"Ada yang bisa aku bantu?"Tanya Gerhana basa basi.
"Iya Ger,nih lihat lingkaran di tanganku menunjukkan kalau makhluk asing itu akan segera masuk ke dalam bumi kita aku harap kamu mampu menutup pintu masuk ini Ger."Ucap Rani pada Gerhana dan Gerhana pun mengiyakan permintaan Rani.
"Sayang tapi itu sangat sakit aku takut kamu terluka."Ucapnya sambil menarik kembali tangannya dari lengan Rani.
"Tapi Ger,ini jalan satu satunya untuk menghilangkan jejak mereka."Ucapku sangat yakin kalau tanda lingkaran seperti labirin di lenganku itu akan segera hilang.
Dengan terpaksa Gerhana pun duduk bersila di belakang aku dan fokus pada labirin di tanganku itu.
Segera ia mentransfer kekuatan padaku dan memaksa aku untuk mengeluarkan pintu labirin yang tersembunyi dibalik tanganku itu dan tak lama kemudian sesuatu keluar dari labirin itu dan membentuk seperti sebuah perisai sehingga makhluk makhluk itu tak bisa masuk dengan paksa ke dalam bumi kita.
Setelah selesai mentransfer kekuatan pada tubuhku tiba tiba aku pun memuntahkan cairan merah dari dalam mulutku.
Sungguh sangat sakit dan itu membuat Gerhana sangat stres memikirkan keadaanku.
Darahku tiba tiba saja berhenti dan keluar lagi darah warna biru yang memancar dari balik tubuhku membuat badanku bergetar keras dan aku pun jatuh pingsan.
"Rani bangun sayang...!!"Seru Gerhana sambil mencoba memberi kekuatannya padaku agar aku mampu bangun lagi dari pingsanku tetapi aku tak bangun sama sekali selama seharian,hal itu membuat khawatir ke tiga orang kakak lelaki Rani yang terkenal sangat garang itu.
To be continued
__ADS_1
Bersambung Guys...๐๐๐๐