Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
14


__ADS_3

Setelah tengah malam mereka melakukan latihan latihan yang banyak, latihan perlindungan diri dan orang di sekitar.


Rani merasa tubuhnya sangat segar dan ringan. Tidak tahu apa yang telah terjadi pada dirinya.


" Guru ! Apakah saya boleh memanggil burung Feniks yang pernah saya lihat beberapa hari lalu ? " Tanya Rani pada Pak Tua alias Guru nya itu.


" Ya boleh dong itu kan di persiapkan untuk dirimu, dan lagi burung Feniks itu punya kekuatan yang sangat dahsyat untuk melindungi dirimu dan dirinya, ketika kamu dalam bahaya sebut saja Burung Feniks datanglah, maka dia akan segera keluar dari dalam kalung pemberianku itu karena dia bersemayam di dalam kalung pemberianku itu " ucap Pak Tua sambil tersenyum.


" Sebenarnya semua kekuatan super makhluk hidup yang ada di bumi, langit dan kahyangan semuanya berpusat pada dirimu nak makanya orang orang aliran hitam berusaha untuk merebut kamu dari ibumu, selama ber abad abad mereka mencari tahu siapa yang akan menguasai semua makhluk ciptaan Tuhan di Bumi ini, mereka yakin dan percayaal apabila orang itu dihilangkan maka mereka dari aliran hitam akan berkuasa di bumi ini.


" Mereka berusaha mengambil kamu agar mereka bisa mengambil formula langka dalam tubuhmu dan mereka akan kembangkan menjadi makhluk yang sangat mengerikan bahkan mereka akan membuat kloning dirimu menjadi banyak dan bisa memanfaatkan kekuatan super mu untuk melakukan kejahatan " ujar sang Guru lagi.


" Sebelum mereka datang saya sudah mempersiapkan diri Guru dan saya akan buat mereka tidak tahu siapa saya sebenarnya " Ucap Rani lagi.


" Sebelum kamu lahir, beberapa abad lalu ada seseorang juga seperti dirimu tetapi orang itu hilang entah kemana, mereka sudah mencari ke segala penjuru dunia tetapi orang itu tidak pernah di temukan dan menurut ahli yang bisa membaca pikiran masa depan mengatakan kalau orang itu terjebak di masa depan dan memiliki anak anak yang manis dan ganteng yang memiliki kemampuan super juga, mereka juga seperti kita, mereka adalah masih ada hubungan darah dengan keluarga kamu Rani saudara Kakek kandung mu " ucap Pak Tua panjang lebar.


" Iya Guru, tetapi apakah mereka juga akan membantu kita saat kesulitan ? " tanya Rani lagi pada Pka Tua itu.


" Kita tidak pernah mengetahui keberadaan mereka sekarang jadi kita harus bisa melawan aliran hitam sambil saya mencari keberadaan saudara saudaraku " ucap Pak Tua lagi.


" Andrew tugas kamu sekarang adalah melindungi keluargamu, dan apabila kamu tidak sanggup dan sudah sangat terjepit panggil saya " ucap Pak Tua sambil tersenyum tipis.


" Rani, saya tidak tahu latihan kamu sudah sampai tingkat berapa tetapi saya juga harus berpesan padamu untuk selalu menjaga diri " ucap Pak Tua lagi.


" Guru apa kami sudah bisa kembali ke rumah ? " tanya Rani lagi.


" Tentu boleh Nak, " ujar Pak Tua lagi.

__ADS_1


" Indra dan Samuel bagaiamana apa kekuatan mereka sudah pulih kembali ? " tanya Pak Tua lagi.


" Ya untuk sementara sudah kelihatan pulih kembali dan mereka juga sudah berlatih terus menerus sehingga saya yakin kita mampu menghadapi orang orang aliran hitam " ujar Andrew sambil duduk di atas permadani hijau yang terhampar indah di timpa cahaya rembulan malam.


" Guru, kami mohon undur diri ibu pasti khawatir kami pergi tanpa berita " ucap Andrew sambil menunduk hormat.


Rani pun memegang tangan Kakaknya Andrew dan membayangkan rumah mereka dan tiba tiba mereka sudah di dalam rumah mereka.


" Kak ! apakah Mama tahu kita pergi ? " ucap Rani sambil bergelayut manja di punggung Kakak nya itu.


" Adek turun dulu biar kita cek " tegas Andrew pada adiknya.


Ketika Andrew mengendap endap memasuki kamar ibunya, ketika itu pula Mama Elaine sudah berdiri di depannya.


" Hei ! mau kemana Nak ? " Tanya Mama Elaine seperti menghardik pencuri saja.


" Mama ! " Seru Andrew kaget.


" Mama yang melahirkan kalian jadi Mama tahu gerak gerik kalian semua, dan lagi Putri bungsu Mama jangan pikir Mama diam diam dan tidak mengetahui semua yang kamu lakukan di luar sana ya, Mama adalah bidadari ke tujuh dari langit ke tujuh apapun yang menjadi milik Mama baik itu benda maupun makhluk hidup Mama mengetahuinya " ucap Mama Elaine sambil tersenyum dan berjalan mendekati Andrew yang sementara menggendong adik bungsunya itu.


" Maafkan Rani Mama " ucap Rani sambil melompat turun dari punggung Kakaknya itu.


" Mama tidak marah, Mama hanya berbicara sesuai apa yang Mama lihat dan Mama harap kalian bisa menjaga diri kalian karena cukup Mama kehilangan Papa dan Kakak sulung kalian saja, Mama gak mau kehilangan lagi." ujar Mama Elaine sambil matanya berkaca kaca.


" Mama ! Andrew janji akan membawa pulang Abang Adrian dan Papa " ucap Andrew sambil bersimpuh di hadapan Mama Elaine.


" Jangan pergi Nak, tetaplah di sini bersama Mama dan adik adikmu " ucap Mama Elaine sambil tersenyum getir.

__ADS_1


" Andrew hanya takut si bungsu hilang saja Mama, si bungsu tidak pernah tahu orang orang aliran hitam itu seperti apa, Andrew takut adek terjebak " ucap Andrew lagi.


" Rani, apakah kamu bisa mengetahui cara pergi tanpa di ketahui orang orang ? " tanya Mama Elaine lagi.


" Iya Mam, boleh kita coba ? " tanya Rani pada ibu dan Abangnya itu.


"Boleh lah Nak ! " ucap Mama Elaine.


" Apa yang harus Mama dan Kakakmu buat ? " tanya Mama Elaine lagi.


" Mama dan Kakak ikat Rani kuat kuat ya ? " ucap Rani sambil memberikan sebuah tali simpul yang sangat kuat.


" Ini Mam, " Ucap Rani sambil memberikan tali itu.


Andrew dan Mama Elaine pun mengikat Rani menggunakan tali itu, dan tanpa sepengetahuan Rani Mama Elaine menambah juga kekuatannya pada ikatan itu.


Mama Elaine membisikkan sesuatu di telinga Andrew dan Andrew pun mengerti serta menambahkan lagi kekuatannya tapi sedikit saja biar mereka tahu apakah kekuatan Rani benar benar bisa di andalkan atau tidak.


" Adek kalau terlepas jangan pergi jauh jauh ya cukup di sekitar rumah saja " ucap Andrew pada Rani.


Tidak sampe 2 menit juga Rani sudah menghilang dari tempat dimana ia di ikat.


Tiba tiba Rani muncul dari arah kamar Mama Elaine sambil tersenyum manis dan berkata


" Mama aku cinta padamu ! " ucap Rani sambil memeluk Mama Elaine dan memeluk juga Kakaknya.


" Anak Mama memang hebat nanti kita akan latihan lagi yang lebih keras ya Nak " ucap Mama Elaine lagi sambil memangku Rani di pangkuannya.

__ADS_1


" Biar adek kuat seperti besindan baja tetapi Kakak harus tetap menjaga dan waspada serta melindungi Adek " ucap Andrew sambil tersenyum simpul.


** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰


__ADS_2