
**
Ericsson tidak benar benar membenci Rani karena ia sudah kadung janji akan selalu melindungi sahabatnya itu, hanya saja tiba tiba ia mengungkapkan isi hatinya pada Rani tadi karena kesal pada Rani karena Rani lebih dekat dengan pria seperti Gerhana dari pada dirinya.
Ketika mereka bertiga sedang saling tatap datanglah Adam dalam wujud seorang Pria tanpa yang hanya diketahui oleh Gerhana.
Gerhana menatap wajah tampan Adam sambil tersenyum, kamu boleh kok memakai wajah aslimu Adam, karena aku bisa melindungi kamu dari kejahatan raja iblis.
Mendengar isi hati dari Gerhana akhirnya Adam kembali menghilang dan muncul lagi dalam bentuk wajah aslinya yaitu Adam yang selama ini dicari oleh Rani.
Ternyata selama ini Adam memakai wajah lain untuk melindungi dirinya dari raja iblis.
Tetapi kenapa Adam tidak memberitahu aku ya?
Rani akhirnya diam saja dan melihat ke tiga orang pria itu saling ngobrol.
Ketika mereka sedang asyik ngobrol tiba tiba terjadi sebuah dentuman yang sangat besar yang membuat mereka berempat langsung kaget dan berpindah tempat ke tempat di mana Rani berada.
"Rani..!! Maafkan aku yang telah membuat kamu mencariku selama ini."Adam dengan sangat percaya dirinya berbicara pada Rani.
"Gak apa apa kok Adam,"Ucap Rani pada Adam.
Tak lama berselang muncullah lima orang monster yang datang dan menghancurkan apapun yang mereka lihat.
Ketika mereka melihat Rani, mereka pun langsung diam karena target mereka adalah Rani.
Mereka berniat mengambil Rani untuk dijadikan bahan kloning yang akan memanfaatkan teknologi mereka sehingga kehidupan mereka lebih baik dari masa sekarang ini.
Tetapi niat dan tujuan mereka sudah dibaca oleh Gerhana sehingga dengan segala kekuatan yang ia punya ia pun memblokir jalan pikiran mereka para monster itu sehingga mereka benar benar lupa pada tujuan utama mereka ke bumi.
Gerhana pun menggunakan kesempatan ini untuk mengembalikan mereka ke tempat asalnya karena ia tak ingin ada satu pun dari orang orang berwajah monster itu menyakiti Rani sedikitpun.
"Rani..! Kamu gak apa apa kan Ran?"Tanya Gerhana sambil memegang kening Rani.
"Iya aku gak apa apa kok Ger,tapi aku ingin tanya sesuatu padamu dan aku harap kamu mau menjawabnya."Ujar Rani pada Gerhana.
"Mau tanya apa Sayang?"Gerhana lupa kalau Rani melarangnya mengatakan kata sayang padanya.
"Kok sayang sih?"jawab Rani lagi.
"Ah, eh maaf Rani aku gak sengaja...!!"ucap Gerhana sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Wah, kita memang tidak update berita terbaru ya?Rani apa hubunganmu dengan Gerhana?"Tiba tiba Ericsson datang dan mendekati Rani serta dua orang pria lainnya lagi.
__ADS_1
"Hubungan aku sama Gerhana ya seperti kita berdua Ericsson, bukannya tadi kamu membenci aku? Kenapa kita berbicara soal hubungan kamu langsung panas hati dan ingin mendekati aku Eric?Apa kamu cemburu?"Ujar Rani pada Ericsson yang kalah telak dengan ucapan Rani.
"Rani kamu harus ingat yang duluan mencintai kamu adalah aku?Aku pria masa depan yang memiliki segala sesuatu yang akan membuat kamu bahagia bukan pria dari masa silam itu, pria yang tak ada harapan sama sekali."Ucapan Ericsson membuat hati Gerhana memanas dan itu terlihat jelas dari wajahnya yang semakin merah dan rahangnya ya g semakin mengeras.
Melihat situasi yang kian memanas Rani pun menggenggam erat tangan Gerhana sambil membisikkan sesuatu ke telinga Gerhana.
Gerhana pun tersenyum mendengar bisikan dari Rani sehingga dengan sebuah jentikkan jari saja Ericsson sudah lupa apa yang ia lakukan tadi.
"Hahhaha... segampang ini aku membuatnya lupa pada topik pembicaraan tadi?"Ucap Gerhana pada Rani yang membuat Rani tersenyum manja pada Gerhana.
Sedangkan Adam sungguh tak berniat untuk merampas Rani dari saudaranya itu karena ia yakin semua akan sia sia.
"Adam bagaimana perasaan kamu pada Rani?"Tanya Gerhana pada Adam.
"Aku mengalah padamu Gerhana,milikmu tak kan pernah aku rampas karena kamu adalah saudaraku dan aku tak ingin ada hubungan yang tidak akur antara kau dan aku."Ucap Adam sambil menatap wajah Gerhana.
"Baiklah Adam terima kasih atas pengertiannya..!!"Ucap Gerhana pada Adam.
Adam pun membalas dengan anggukan kepalanya.
"Sayang, aku bolehkan memanggil kamu dengan sebutan sayang?"Tanya Gerhana meminta persetujuan dari Rani.
"Gak boleh belum boleh aku mau kita gak ada rasa canggung yang melanda kita aku ingin kita seperti biasanya saja Ger,"Ucap Rani sambil tersenyum dan mengecup pipi Gerhana yang membuat desiran darah dalam diri Gerhana menderu dan jantungnya memompa dengan irama yang tidak teratur.
Ericsson pun duduk dan diam ditempatnya sambil tersenyum.
"Baiklah karena kamu melawan aku dan tak mau menerima perasaan aku yang begitu dalam padamu Rani aku harap kamu takkan sedih karena aku akan mulai menjadi musuh dalam selimut untuk kamu Rani...!!"Ungkap Ericsson dalam hatinya yang langsung dibaca oleh Gerhana dan juga Rani.
"Haha?Mau cari masalah dengan aku? Kamu pikir aku tak bisa membaca jalan pikiran kamu?"Ucap Gerhana dalam hatinya dan langsung dibalas oleh Ericsson dalam hati pula.
"Jangan pernah berharap kalau aku sebodoh kamu pria masa silam karena otakku tidak seperti otakmu yang kuno itu."Balas Eric melalui pikirannya saja.
Gerhana pun tidak diam ia masih juga membalas ucapan Ericsson.
"Justru kamu yang harus berhati hati karena aku tak segan segan untuk menjadikan dirimu sate.."Ucap Gerhana dalam pikirannya.
Rani yang melihat kejadian merasa lucu karena hanya pikirannya saja yang tak bisa dibaca oleh siapapun.
Rani pun membuat sebuah jentikkan jari di atas udara dan muncullah cahaya biru yang masuk ke dalam pikiran Ericsson sehingga ia pun melupakan apa yang akan ia katakan dalam pikirannya pada Gerhana.
Gerhana yang melihat Ericsson tak membalas pikirannya itu pun melihat wajah Rani.
"Rani, apa yang sudah kamu lakukan pada Pria itu Rani?"Tanya Gerhana sambil melangkah mendekati Rani.
__ADS_1
"Ayolah Ger,kita bebaskan dulu teman aku dan langsung kirim mereka ke rumah mereka masing-masing biar kita tidak terbeban saat kita melakukan penyerangan pada monster monster itu.
"Rani apa aku yang boleh melepaskan mereka?"Tanya Adam pada Rani.
"Sangat boleh kok Adam kamu akan jadi sahabat dari salah satu sahabat kesayangan aku yaitu Erlyen."Ucap Rani sambil tersenyum.
Adam pun membuat sebuah formasi ilmu yang sangat ampuh membuka pintu alarm itu sehingga mereka bertujuh pun langsung di kirim pulang beserta barang barang bawaannya sampai ke rumah masing masing dan tepatnya di dalam kamar masing masing, dan lucunya lagi mereka tetap tidur dalam tendanya masing masing tetapi sudah berada dalam kamar mereka masing masing,entah mereka akan berteriak histeris saat mereka bangun itu bukan urusan kami lagi.
Adam tersenyum penuh arti dan menatap wajah Gerhana.
"Saudaraku aku sudah memindahkan mereka seperti yang kamu katakan.
"Baiklah Adam terima kasih atas bantuan kamu, dan sekarang kita mau apakan monster monster ini?"Tanya Rani pada Adam dan Gerhana.
"Baiklah aku akan mengirimkan mereka ke kutub Utara atau selatan atau tempat terdingin di bumi ini agar listrik dalam tubuh mereka hilang dan mereka tak bisa berbuat apa apa lagi."Ucap Rani sambil mengangkat kedua tangannya dan ia meniup sebuah balon gas yang sangat besar dan memuat kelima monster itu dan balon itu pun tertutup dan membawa lima monster itu entah kemana dan di saat itulah hati Gerhana terbuka dan mengingat kejadian beberapa waktu lalu tatkala ia bersemedi ia melihat sebuah balon yang sangat besar membawa raja iblis dan antek anteknya terbang menuju ke kutub Utara yang paling dingin di bagian bumi ini.
"Oo Sayang,jadi kamu pelakunya...!!"Ucap Gerhana tiba tiba pada Rani.
"Pelaku apa Ger?"Rani pura pura balik bertanya pada Gerhana.
"Lihat balon itu, bukankah kamu yang mengurung raja iblis dan anak buahnya beberapa waktu yang lalu ya?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Kamu baru sadar?"Rani balik bertanya.
"Iya aku baru sadar setelah melihat balon besar yang membawa para monster itu."Ucap Gerhana lagi.
"Yang kamu lihat itu hanya sebagian kecil saja yang aku buat dan asal kamu tahu ya balon itu bukan balon sembarangan."ucap Rani lagi.
"Jadi balon itu apabila sudah melemparkan tawanannya ke atas es ia tetap memantau dari jarak 100 meter untuk melihat apa yang dilakukan oleh monster monster itu."Cerita Rani panjang lebar pada Gerhana.
Setelah mereka kedinginan dan nyaris mati balon itu akan membawa mereka ke tempat mereka lagi dan ia akan mengunci semua pintu masuk ke bumi sehingga mereka semua yang pernah dibawa oleh balon itu takkan pernah Kembali dalam waktu yang lama baru mereka akan mengingat kembali kejadian yang sudah menimpa mereka."Rani masih saja menjelaskan pada Gerhana.
"Hebat Rani itu sangat hebat aku baru melihat kekuatan yang besar seperti ini yang ada pada kamu."Ucap Gerhana pada Rani.
"Jujur aku gak punya kekuatan apapun aku hanya mengandalkan Tuhan yang memberikan nafas kehidupan padaku sehingga aku selalu sehat sampai sekarang dan selalu memuji kebesaranNYA."Jawaban Rani membuat Gerhana, Adam dan Ericsson kaget bukan main.
Selama ini mereka menganggap Rani adalah seorang gadis biasa yang tak paham dengan apa itu kekuatan yang mereka miliki.
Rani itu adalah gambaran gadis sederhana namun kecantikan sungguh tiada duanya karena ia memiliki kecantikan yang luar biasa tak dimiliki oleh orang lain yaitu kecantikan hatinya yang tetap menjunjung tinggi Tuhannya adalah pencipta langit dan bumi serta segala isinya.
Rani juga selalu berbuat baik pada sesama manusia, walaupun kadang ia jahil dan nakal seperti manusia pada umumnya tapi itulah manusia ia boleh berbuat layaknya manusia pada sesamanya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰**
__ADS_1