Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
95


__ADS_3

Lu Yi merasakan sebuah getaran yang begitu hebat menghantam kepalanya sehingga ia langsung terjungkal ke belakang tetapi untung saja ia sudah siap sehingga ia tak memgalami luka ataupun masalah pada dirinya sendiri.


**


Sedangkan di Sebuah kamar....


"Kenapa sih aku tak mati aja,rasanya aku telah berpindah ke dimensi yang lain yang menyebabkan aku tak mengenal semua orang."Gumam Rani sambil menatap Lu Yi yang terjatuh tepat dihadapannya itu.


Dengan sigap ia pun langsung memeluk erat tubuh pria yang walaupun terlihat dingin tapi pernah menolongnya bahkan hidupnya pun tertolong dan ia bisa hidup sampai saat ini.


Entah bagaimanapun caranya aku harus berusaha mencari tahu cara aku pulang kembali ke tempat asalku karena aku sungguh tak nyaman dengan semua ini.


Rani masih saja bermonolog dan terus saja berandai andai.


Ketika ia masih bingung dan memikirkan langkah apa yang harus ia ambil tiba tiba muncullah Tuan Lu Yi tepat di hadapannya.


"Bagaimana bisa bukannya tadi pria ini baru saja jatuh di hadapanku ya?kenaoa sekarang ia melangkah dengan sangat gagah di hadapanku ya?"Gumam Rani dalam hati dan membuyarkan semua khayalan semu itu.


Tanpa menunggu lama Rani memberanikan diri untuk menyapa Tuan Lu Yi.


"Tuan anda mengagetkan aku Tuan,kok tiba tiba muncuk dihadapanku?"Ucap Rani sedikit gugup bercampur kaget.


"Apakah aku hantu sampai kamu kaget melihatku gadis cantik?"Tanya Tuan Lu Yi alias Leo.


"Maaf Tuan aku tak tahu kalau anda yang berdiri di hadapanku karena anda benar benar membuatku kaget,maafkan aku Tuan."Ucap Rani merendah dan menundukkan kepalanya.


"Iya kamu aku maafkan,sekarang juga cepat mandi dan siap siap karena kita akan mengunjungi kedua orang tuaku,mandinya cepat ya jangan lama lama nanti kamu aku hukum kalau terlalu lama dan menyita waktuku."Ancam Tuan Lu Yi pada Rani.


"Aku tak tahu dengan gelagat pria aneh ini selalu saja memaksaku untuk melakukan setiap keinginannya dalam waktu yang cepat."Gumam Rani dalam hatinya.


Ia pun masuk ke dalam kamar mandi dan ia pun menggunakan kekuatannya dan akhirnya ia pun selesai mandi dan mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun peri yang sangat indah.


"Ternyata kekuatanku masih bisa aku pakai tetapi kenapa kekuatanku inintidak berfungsi jika aku menggunakannya untuk pria menyebalkan itu ya?Apa ada yang salah dengan kekuatanku?"Gumam Rani lagi dalam hatinya.

__ADS_1


Ia pun turun ke lantai bawah dimana Tuan Lu Yi sudah menunggunya dengan sabar.


Ketika Rani berjalan turun dari tangga semua mata yang memandangnya tersenyum penuh takjub.


"Cantiknya Nona Muda...!!"Puji bibi Lu ketika melihat Rani turun tangga dan tersenyum menawan.


"Sempurna!"


"Iya sangat sempurna,aku merasakan kalau kekasih masa laluku kembali ke pelukanku lagi!"Gumam Tuan Muda Lu Yi dalam hati.


"Aku harus mencari tahu latar belakang gadis ini karena aku semakin penasaran dengan gadis ini,keberadaannya yang secara tiba tiba dan tak ada yang tahu siapa dia sebenarnya?


Setelah toba dibawah tangga ia pun dengan cekatan langsung menggandeng tangan Rani dan membawanya bak pengantin ke luar rumah dan langsung masuk ke dalam ssbuah mobil mewah yang sudah di siapkan di depan pintu utama.


Ketika menggandeng tangan Rani,ia merasa sangat damai dan tenteram,jantung yang dari tadinya berdetak dengan sangat cepat langsung perlahan lahan mulai mereda dan berpacu dengan normal seperti biasanya.


"Tuan Muda,kita mau kemana?"Ucap Rani dikala mobil sudah meluncur ke arah jalanan lengang akibat hujan tadi.


"Aku rasa anda salah mengajakku Tuan,aku begitu sangat tertutup dan tak pernah mengikuti acara apapun di tempat asalku."Ucap Rani sambil membuang muka ke arah jendela.


"Tatap aku jangan membuang muka ke arah jendela karena akulah yang mengajakmu bukan jendela itu,kalau kamu masih saja melihat ke arah jendela aku akan menghancurkan jendela itu."Ucap Tuan Muda Lu Yi sambil tersenyum penuh kemenangan.


Rani pun berbalik dan menghadap ke arah Tuan Muda Lu Yi sambil cemberut dan memonyongkan bibirnya.


"Tuan aku ini bukan tahananmu aku berhak melakukan apa saja dan anda tak ada hak melarangku Tuan!"Jawab Rani sambil memonyongkan bibirnya.


"Sekarang itu kamu milik aku,apapun yang ada pada dirimu semuanya adalah milik aku gadis cantik,dan tolong ingat baik baik siapa nama anda karena sebentar lagi kita akan sampai di mension utama ayah dan ibuku aku harap kamu tidak mempermalukan aku karena aku tak mengetahui siapa nama anda."Ucap Tuan Muda Lu Yi dengan sedikit mengancam.


"Aku takkan pernah memberi tahu anda siapa namaku sebenarnya Tuan!"Jawab Rani tak kalah ketusnya sambil memandang wajah Tuan Muda Lu Yi yang sangat tampan itu.


"Tatapan matamu sedikitpun tak membuatku takut cantik,kamu terlalu lemah untuk membuatku takut ."Ucap Tuan Muda Lu Yi pada gadis di sampingnya itu.


Ketika asyik berdebat tiba tiba perut Rani berbunyi seperti keroncongan tanda ia kelaparan karena memang ia belum mengisi perutnya dengan makanan apapun dari pagi tadi.

__ADS_1


"Kamu lapar?"Tanya Pria di sampingnya sambil menatap wajah cantik dan anggun itu sambil tersenyum ramah pada Rani.


Rani hanya mengangguk kepalanya karena ia sudah malas berdebat dengan pria di sampingnya itu.


"Baiklah kita berhenti sejenak di restoran depan dulu ya?"Titah Tuan Muda Lu Yi pada sopirnya dan mobil pun berhenti di hadapan restoran megah nan mewah itu.


Rani mendongakkan kepalanya melalui jendela dan melihat restoran di depannya dan ia merasa kalau ia pernah melihat restoran itu tapi entah dimana ia benar benar lupa.


Tanpa sadar Rani meraih tangan Lu Yi dan menatap wajah pria itu,mungkin dengan cara ini dia bisa mengetahui siapa pria itu di masa lalunya.


Semakin ia tatap semakin membuat kepalanya berdenyut denyut dan semakin membuatnya pusing entah mengapa.


Ketika mereka turun dari mobil Rani hampir terjatuh dan untung saja Ku Yi sangat cekatan sehingga langsung ia gendong gadis itu dan membawanya ke dalam restoran itu.


"Ada apa dengan diriku ya?"Gumam Rani dalam hati.


"Aku juga seperti mengenal kamu gadis cantik,"bisik Lu Yi dalam hati juga tapi seakan mereka saling membaca pikiran masing masing sehingga mereka berdua semakin larut dalam khayalan yang mereka ciptakan sendiri.


Pria ini sungguh tak asing bagiku tetapi aku tak tahu dimana aku bertemu dengan pria ini,Rani semakin dibuat bingung oleh keadaan mereka saat ini.


Rani hanya menatap Lu Yi sambil tanpa sadar ia pun melingkarkan kedua tangannya pada leher Tuan Lu Yi dan memejamkan kedua matanya.


Ketika sampai dalam restoran ia membuka matanya karena Lu Yi sudah duduk diatas kursi sofa yang empuk dan masih saja memangkunya dan membelai mesra rambutnya.


Dalam hati Rani berkata "Siapakah kamu sampai aku tak bisa menahan diri untuk memelukmu?"


****


To be continued guys


jangan lupa like komentar dan vote ya...


Terima kasih!!🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2