
Beberapa saat kemudian Rani bersama Gerhana mendarat di depan Kak Andrew dan Kak Adrian serta orang utusan langit ketujuh yakni Zavia.
"Hai Rani apa kabarmu?kenapa kamu gak main main lagi ke gunung manggis?"Tanya Zavia yang merupakan penjaga di gunung manggis juga.
"Hei Zavia kabar aku seperti yang kamu lihat dan apa kabarmu?"Tanya Rani sambil merangkul bahu Zavia.
"Kalian saling kenal?"Tanya Kak Andrew melihat keakraban kedua gadis itu.
"Iya kami saling kenal Kak,bahkan sudah sangat lama,"jawab Rani sambil tersenyum.
"Apa yang harus aku bawa Kak?"Tanya Rani pada Kak Andrew.
"Pemanahmu sayang...!!"Jawab Gerhana tiba tiba.
"Kak aku boleh ajak Ge gak?"Tanya Rani sambil memegang erat tangan Adrian.
"Boleh kok,karena Gerhana adalah bagian dari keluarga kita juga sekarang dia juga harus belajar peradaban kita agar kelak ia tak salah dalam melakukan apa yang harus ia lakukan."Jawab Kak Andrew bijak.
"Ge,kamu boleh ikut kok?"Ucap Rani sambil tersenyum.
"Kita kesana pakai apa Kak?"Tanya Adrian pada Andrew.
"Kalau menurut adek bagaimana baiknya?"Tanya Andrew meminta pendapat sang adik yang menurutnya sangat aktif dan kreatif serta inovatif itu.
"Kalau menurut Rani,sebaiknya kita menggunakan kuda sembrani dari gunung manggis mereka itu adalah kuda kuda yang sangat handal dan perkasa."Ucap Rani sambil bersiul dan tiba tiba ada 5 ekor kuda putih sudah berdiri di hadapan mereka.
"Dek,kenapa kamu gak.pakai Phoenix kamu saja?"Tanya Kak Andrew lagi.
"Biarkan Phoenix Rani istirahat dulu."Jawab Rani santai.
"Kan nanti Rani pakai saat memanah di langit ketujuh."Sambung Rani lagi.
"O iya benar juga ya?"sahut Kak andrew pula.
"Makanya Kak Rani akan berusaha bagaiamana pun juga Rani harus mendapatkan pedang pusaka itu yang menjadi hadiah utama bagi pemenang lomba memanah nanti."Uajr Rani jujur.
"Oo gitu ceritanya ya kalau adik aku pengen banget dapat pedang sutra putih biru atu white blue itu ya?"Ucap Kak andrew lagi.
"Iya dong Kak ada sebuah misi yang harus Rani lakukan makanya Rani ingin sekali mendapatkan pedang sutra biru putuh itu."Jawab Rani enteng.
__ADS_1
"Ngomong ngomong ayo berangkat biar kita tidak ketinggalan acaranya."Ajak kak Adrian sambil memasang pelana pada kuda sembraninya.
"Ayo....!!"Mereka berlima pun terbang menuju ke atas menembus awan putih yang menghiasi langit.
Sepanjang jalan mereka selalu disuguhi oleh pemandangan yang sangat indah dan luar biasa.
Rani berpakaian seperti putri dari kerajaan dan Gerhana pun demikian berpakaian bak pangeran kerajaan,kedua orang kakak Rani pun tak kalah tampannya begitu pula Zavia, ia juga bagaikan seorang putri dari kerajaan antah berantah.
Ketika mereka mencapai puncak langit ke tiga tiba tiba seekor burung rajawalu mendekati mereka dan berusaha meraih Rani agar jatuh dari kuda sembrani miliknya tetapi burung itu di cegah oleh Gerhana dan kedua orang Kakak Rani dan juga Zavia.
Beberapa saat kemudian Burung rajawali itu berubah menjadi sebuah panah emas dan langsung di ambil oleh Rani.
"Wah panah yang bagus,akan aku jadikan koleksi untukku."Ungkap Rani pada kedua orang kakaknya dan Zavia serta Gerhana.
"Dek,panah itu bukan panah sembarangan panah itu bisa jadi alat untuk memanah nanti du langit ketujuh."Ucap Zavia menimpali.
"Zav,ini mungkin pertanda kalau aku yang akan memenangkan pertandingan ini Zav?"ucap Rani sambil memegang erat tali kuda sembraninya.
Ketika tiba di langit ke empat,kudà mereka meringkik dengan sangat lantangnya.
Ada apa gerangan?
Dengan sekali tepuk mereka mendapatkan air hujan dari peri hujan sahabat Rani.
"Princess kenapa kamu tak memberitahu aku kalau kamu akan melewati permukiman kami di langit ke empat princess?"Tanya Peri hujan sambil memberikan beberapa buah tempayan berisikan air untuk diminum oleh Kuda kuda sembrani itu.
"Maafkan aku,aku tak tahu kalau akan melewati halaman rumahmu Rosie?"Ucap Rani tulus.
"Tak apalah tapi nanti saat kamu akan pulang jangan lupa singgah di istanaku ya Princess?Aku dan ibuku akan memasak sup hujan untuk menambah imunitas tubuhmu dan juga sup sup spesial lainnya."Ucap Rosie sang peri hujan dari langit ke empat.
"Baiklah tapi aku tak janji ya,kamu tahh kan kalau aku tak bisa menahan diriku untuk selalu mencoba ilmu baru yang aku pelajari nanti di Festival langit ketujuh."Jawab Rani sambil kembali menarik tali kudanya dan memeluk sahabatnya itu dan pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka yang masih cukup panjang itu.
☆○
Mama Elaine berjalan mondar mandir karena memikirkan perjalanan putrinya ke langit ke tujuh ia juga tak berpikir kalau Rani bakal datang bersama kedua orang kakak laki lakinya dan Zavia.
Ia kembali duduk dan merajut lagi benang laba laba yang bercahaya apabila terkena cahaya matahari yang sangat sejuk di kala pagi hari.
"Jaring laba laba ini akan segera selesai dan kuharap saat selesai nanti Putri kecilku sudah tiba di arena festival karena hari akan segera pagi dan aku tak mau anakku tidak melihat keindahan langit ketujuh di pagi hari."Ucap Mama Elaine sambil memintal benang benang pelangi dan mulai merajutnya.
__ADS_1
Ketika sedang asyik merajut tiba tiba terdengar deru sepatu kuda dimana semua bunga bunga di sekitar istana langit ketujuh bersorak sorai tanda kalau seseorang yang sangat spesial telah tiba di halaman istana itu.
Dengan segera semua penghuni langit ketujuh keluar dari istana dan melihat siaap gerangan yang membuat keributan itu?
Dan ternyata seorang puteri cantik sedang menunggangi seekor kuda sembrani putih yang sangat elok.
Puteri itu di kawal oleh Tiga orang pria tampan dan seorang gadis cantik.
Puteri itu memakai pakaian serba putih ke emasan dan ada mix biru di bagian renda rendanya,puteri itu sangat cantik dan anggun,wajahnya bercahaya dan rambutnya yang panjang tergerai dengan indah dengan sebuah pita mutiara menghiasi rambutnya itu.
Puteri cantik itu adalah Maharani Elaine Scholastika alias Rani anak dari bidadari langit ketujuh.
Semua penghuni istana langit ketujuh pun membuat sebuah formasi terbaik untuk menyambut sang bidadari yang sangat cantik itu.
Terlihat semua bunga ikut tersenyum dan bersorak sorai menyambut kedatangan Maharani yang sangat di segani dan di cintai itu.
Maharani pun turun dari kuda sembraninya dan membuat sebuah gerakan yang sangat dikenali oleh semua penghuni kerajaan langit ketujuh yang hampir punah yaitu tarian burung phoenix
Dan ternyata semua orang pun mulai mengikuti semua gerakan yang Maharani lakukan dan semua formasi yang dibentuk pun melakukan hal yang sama yang membuat tarian itu sangat indah.
Setelah menari ia pun melakukan sebuah gerakan menunduk dan menghormati sang ibunda yang sedang berdiri di hadapan semua orang itu.
Tanpa sadar air mata Maharani jatuh dipipinya dan membentuk sebuah kristal emas yang sangat indah.
Mama Elaine turun dari singgasananya dan memeluk erat puteri kecilnya itu sambil berbisik kata kata indah yang menyejukkan hati seorang anak.
"Mama minta maaf karena belum menemanimu di bumi nak,"Ucap mama Elaine lagi.
"Mam,Rani rindu sama mama,apa mama tak merindukan Rani dan abang abang Rani?"Tanya Rani sambil tersenyum manja pada sang ibu.
"Mama juga sangat merindukan kamu sayang tapi mama masih punya beberapa tugas yang harus mama selesaikan di sini dan itu nyaris selesai."Jawab mama Elaine lagi.
"Mama juga mau memberikan sebuah kejutan padamu kalau sebenarnya ayahmu sudah mama ketahuo keberadaannya tetapi itu semua tidak gampang makanya mama membhat sebuah festival memanah untuk mendapatkan senjata ampuh yang akan mengubah kembali ayahmu dan juga kedua orang kakakmu yang tersesat di hutan rimba itu."Ucap Mama Elaine lagi.
"Mam,Rani juga ingin mendapatkan pedang sutra blue white itu mam konon katanya senjata itu bisa mengubah kembali sesuatu yang telah berubah.
To be continued
Bersambung ya guys
__ADS_1