Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
50


__ADS_3

Tidak terasa ya sudah masuk episode 50...


Selamat membaca ya guys...??


**


Gerhana dengan secepat kilat menggendong Rani dari tempat jatuhnya kembali ke atas dimana mereka berdiri tadi.


Rani masih saja memejamkan matanya, ia tak ingin segera membuka mata, ia ingin pengakuan apa yang akan Gerhana katakan padanya.


Darah segar menetes dari telapak kaki Rani, darah itu membentuk sebuah kristal dan menjadi mutiara yang sangat berkilauan.


Mutiara mutiara itu terus jatuh ke bawah tanpa sepengetahuan Gerhana.


Dan beberapa saat kemudian luka itu menutup dengan sempurna tanpa adanya pengobatan apapun.


Rani dibaringkan diatas rerumputan hijau dan dikelilingi oleh bunga bunga edelweis yang indah.


Rani menggerakkan tangannya dan ia pun memegang tangan Gerhana.


Perlahan lahan, ia membuka kedua matanya dan melihat Gerhana tengah duduk sambil bersemedi.


"Gerhana? Aku masih hidup kan Ger?"Tanya Rani sambil menampar pipi kiri dan pipi kanannya.


Perlahan lahan Gerhana membuka matanya dan melihat Rani, dengan segera ia berhenti bersemedi dan langsung memegang tangan Rani.


"Rani, sayang kamu sudah sadar? Maafkanlah aku yang tak bisa menjagamu."Ucap Gerhana sambil berlutut di hadapan Rani.


''Kamu gak salah Ger,aku yang salah karena tidak hati hati."Ucap Rani sambil memegang erat tangan pria itu.


Tiba tiba wajah Gerhana berubah jadi keemasan karena tertimpa sinar matahari pagi.


Rani langsung terbelalak melihat perubahan Gerhana yang terlihat sangat tampan dengan tampilan wajahnya seperti permata berkilauan.


"Ger, kenapa kamu seperti ini?Apa yang terjadi pada dirimu?"Tanya Rani sambil mendekati Gerhana dan memegang tangan Gerhana yang hangat itu.


"Maafkan aku Rani, inilah aku yang sebenarnya! Inilah aku pria keturunan iblis yang jatuh cinta pada manusia seperti kamu Rani, aku harap kamu mau menerima aku apa adanya."Ucap Gerhana lagi.


"Tapi Ger, kita itu beda dan perbedaan kita bukan setitik noktah tetapi sangat besar perbedaan kita Ger, itu tidak mungkin Ger, aku tak bisa menerima ini semua Ger? Maafkan aku."Ucap Rani sambil memegang tangan Gerhana.


Mendapat jawaban seperti itu, Gerhana menjadi sangat ganas ia mencabut pohon pohon disekitarnya dan membuang ke arah jurang yang terjal dan dalam itu menimbulkan getaran getaran yang dahsyat.


"Cukup Gerhana, aku takut."Ucap Rani sambil menutup kedua matanya dan mencoba memeluk pohon yang ada tepat disampingnya itu.


Gerhana yang melihat Rani ketakutan seperti itu pun mulai berhenti dan mendekati Rani.


"Maafkan aku yang terlanjur cinta padamu, aku tak tahu kapan rasa cinta ini hilang dari dalam hatiku yang terdalam?"Ucap Gerhana pada Rani sambil meletakkan anak rambut Rani pada sisi telinga Rani.

__ADS_1


"Aku tak seharusnya berbuat seperti ini kepadamu Rani, maafkan aku Rani."Ucap Gerhana sambil memegang erat tangan mungil Rani dan membawa Rani ke dalam pelukannya.


Rani merasakan kehangatan dan kedamaian dalam dekapan pria setengah iblis itu.


Rani masih menutup matanya karena masih syok dengan penampakan Gerhana tadi sungguh di luar dugaan sama sekali.


"Ger, maafkan aku...!! Aku tak bermaksud melukai hatimu tetapi kita tak mungkin bersatu, duniaku dan duniamu berbeda aku mohon jangan paksa aku untuk menerima cintamu, walaupun cintamu sekuat baja tetapi kita tak mungkin bersatu Ger,"Ucap Rani sambil memegang kedua pipi Gerhana.


Gerhana menatap dalam dalam mata Rani dan disana ia mendapatkan kasih sayang yang tanpa batas di dalam bola mata Rani yang bening dan sangat indah itu.


"Rani, aku serius ingin menjadi manusia seutuhnya,aku harap kamu mau menemaniku melewati hari hari ini bersama sama denganku."Ucap Gerhana sambil meraih pucuk kepala Rani dan mengecupnya sangat lama.


"Jujur Rani, aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu melindungi dan menjagamu sampai kapanpun, walaupun kamu tak mau menerima aku sebagai bagian dari hidupmu Rani."Ucap Gerhana sambil tersenyum penuh tanda tanya.


**


Sementara kedua insan beda alam itu sedang berbincang bincang, teman teman semuanya sudah pada bangun tetapi Gerhana sudah membuat melupakan mereka berdua Rani agar tak ada seorang pun yang mengetahui apa yang mereka berdua lakukan di puncak sana.


"Ger,aku boleh minta bunga Tunjung Wulan itu?"Tanya Rani pada Gerhana sambil menunjuk ke arah di mana bunga itu tumbuh.


"Boleh,apa sih yang gak buat kamu sayangku walaupun kamu tak ingin menjadi kekasihku tapi aku akan selalu setia menemani dan melindungi kamu dalam keadaan apapun."Ucap Gerhana lagi.


"Bunga Tunjung Wulan aku suka sekali warnanya sangat indah Ger...!!"Ucap Rani lagi.


"Baiklah kamu tunggu disini ya akan aku ambilkan."Ucap Gerhana sambil melesat pergi ke arah jurang terjal tempat tumbuhnya bunga Tunjung biru.


Beberapa menit kemudian Gerhana telah kembali dengan membawa seikat bunga Tunjung biru dan langsung ia serahkan pada Rani.


Rani menerima bunga itu dengan perasaan bahagia tak terkira dan tersenyum manis pada Gerhana,membuat gejolak cinta dalam diri Gerhana tak bisa terbendung lagi dengan secepat kilat Gerhana langsung mengecup bibir Rani dengan lembut dan kegiatan Gerhana itu membuat Rani seperti tercekat dan tak bisa berbuat apa apa.


"Gerhana,kamu keterlaluan banget aku tak Sudi kamu perlakukan aku seperti itu."Ucap Rani sambil melepaskan ciumannya.


"Kamu jahat Ger,kamu mencari kesempatan dalam kesempitan untuk mengecup bibirku,dan asal kamu tahu aja ini merupakan ciuman pertama aku,aku benci kamu Gerhana..!!"Ucap Rani sambil meraih tas ranselnya dan langsung berjalan turun kebawah kembali ke tempat perkemahan mereka.


Gerhana sungguh kaget,dan mengutuk dirinya sendiri karena telah membuat Rani pergi meninggalkan dirinya.


Gerhana melesat pergi dan mengikuti ke mana arah pulangnya Rani.


"Rani maaf aku tak bisa menahan rasa cintaku yang semakin menggelora ini Rani,please jangan marah dan juga jangan tinggalkan aku Rani...!!" Panggil Gerhana lagi...


Tiba tiba Rani merasakan kalau ada sebuah cahaya yang sangat kuat masuk ke dalam matanya.


Perlahan ia membuka matanya dan melihat sekelilingnya ternyata ia masih tertidur dalam selimutnya yang tebal dan hangat.


"Itu hanya mimpi?Apa mungkin itu hanya sebuah mimpi?Tidak mungkin hanya mimpi aku yakin ini adalah permainan dari Gerhana sehingga aku tak tahu apa pun yang telah terjadi padaku."Gumam Rani dalam hati.


"Dasar pria jahil,akan aku buat perhitungan dengannya."Ucap Rani sambil bangun dari tidur dan melangkah pergi menuju ke arah tenda Gerhana.

__ADS_1


Dengan sekali tarikan Tenda Gerhana langsung terbuka dan memperlihatkan Gerhana yang sementara tidur dengan pulasnya.


"Kamuflase!!"Ucap Rani sambil masuk ke dalam tenda Gerhana dan menjewer telinga Gerhana dengan cubitan yang sedikit sakit.


"Mau kerjain aku ya?"Ucap Rani dengan suara pelan tapi di dengar oleh Gerhana.


"Hmm,siapa ini tamu tak diundang?Pagi pagi ganggu aja."Ucap Gerhana sambil matanya masih terpejam.


"Jangan berpura pura deh Ger, bukannya tadi kita masih di puncak Gunung manggis terus tiba tiba kok sudah di dalam tenda ilmu sihir apa yang kamu pakai Gerhana?"Tanya Rani berpura pura tak tahu apapun.


"Itu hanya mimpi kamu saja Rani, kita gak kemana mana kok?"Ucap Gerhana lagi tanpa membuka matanya.


"Tapi ini buktinya Ger, luka di kaki aku masih ada kok saat aku jatuh ke bawah jurang terjal tadi?"Ucap Rani pada Gerhana.


"Jangan mengada ada Rani, itu hanyalah sebuah mimpi kamu yang kamu bawa hingga alam sadar kamu Rani."Ucap Gerhana masih berbohong.


"Benar kamu gak mau mengakuinya?"Ucap Rani sambil mengambil kameranya Canon yang tadi pagi sempat ia bawa untuk memotret dan hasilnya ada kok dalam kamera itu.


"Ini buktinya Ger?"Ucap Rani sambil menatap wajah pria itu dengan penuh tanda tanya.


"Kamu tahu apa yang kamu lihat Rani?"Tanya Gerhana pada Rani.


"Jangan bohong padaku Ger, aku tahu apa yang aku alami dan aku lihat please jangan membuat otakku sakit memikirkan hal itu Gerhana."Ucap Rani sengaja memancing reaksi Gerhana.


"Sungguh Rani itu hanya sebuah khayalan kamu saja aku tak pernah mengajak kamu untuk jalan jalan pagi kok."Ucap Gerhana masih tetap pada pendiriannya.


"Tapi aku gak bohong kok Rani, kamu kenapa jadi tidak percaya sama aku Rani? Seharunya kamu berterima kasih saja karena hal yang kamu alami tadi hanyalah sebuah mimpi yang sudah direncanakan oleh dirimu sendiri Rani."Ucap Gerhana lagi masih tetap pada pendiriannya dan bahkan ia masih sempat menuduh Rani l,kalau gadis itu hanya bermimpi dan hal itu seperti nyata.


"Gerhana aku benci sama kamu, kamu tega bohong padaku soal jalan jalan pagi tadi sama kamu ke atas puncak gunung Manggis, aku benci pada orang yang berbohong padaku Ger."Ucap Rani langsung bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari tenda Gerhana dan pergi ke arah tendanya.


"Pria itu benar benar ingin mengerjai aku ya, baiklah akan aku ciptakan ilusi optik yang akan membuatmu menjadi lebih keheranan dan bahkan membuat kamu selalu berpikiran tentang ilusi optik yang aku ciptakan itu."Ucap Rani pada dirinya sendiri.


Dengan kekuatan yang ada pada dirinya ia pun membuat sebuah pemandangan yang sangat indah dibawah kaki Gerhana dan pemandangan itu seperti taman yang mereka kunjungi di klan iblis waktu itu.


Gerhana masih sengaja memejamkan matanya dan belum mau bangun dari tidurnya.


Ketika ia mendengar suara burung berkicau dan suara air mengalir ia pun membuka matanya dan betapa kagetnya ia ternyata dia sudah berada di tengah tengah taman ilusi optik buatan Rani.


Gerhana menjadi heran, kenapa dia bisa berada di taman itu padahal taman itu hanya boleh dikunjungi sekali dalam sebulan,ada apa gerangan yang membawanya datang kembali ke taman itu, dimana ia melihat kabut asap dari atas gunung itu dan terlihat rumput hijau terbentang indah dan berkilau.


"Kenapa aku bisa berada disini?"Tanyanya pada dirinya sendiri.


Ketika masih bingung tiba tiba muncullah Rani dari arah timur membawa beberapa buah tas berisi buah buahan yang segar yang ia petik dari taman itu.


"Gerhana ayolah, kita petik buah buahan segar itu untuk kita jadikan makan siang kita."Ucap Rani pada Gerhana yang membuat Gerhana kaget bukan main.


"Dari mana asalnya gadis itu, kenapa ia selalu datang menghampiriku dikala aku sedang bimbang dan ragu seperti ini?"Ucap Gerhana pada dirinya sendiri.

__ADS_1


** Bersambung ya guys, tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰


**


__ADS_2