
Maaf ya Author lagi gak enak body makanya telat update....
Kehidupan Andrew dan Rani untuk saat ini sangat menyenangkan,Rani sangat senang karena akhirnya kakak lelakinya itu pulang dari tempat tugasnya di timur tengah.
"Mama kapan pulang Dek?"Tanya Kak Andrew malamnya.
"Kurang tahu Kak,Rani juga gak sempat tanya!!"Sahutku sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutku.
"Adek kan tahu abang gak bisa tenang kalau gak ada mama?Bagaimana kalau besok kita cari mama?"Tanya Andrew lagi.
"Baiklah Bang,besok pagi ya?"Ucapku pada abangku yang memang dari dulu tak pernah berjauhan dengan mama kami.
Selama makan kami hanya diam tanoa kata hanya sendok dan piring yang beradu.
Selesai makan aku pun merapikan semua piring bekas makan kami dam mencucinya hingga bersih kemudian aku menyapu dalam rumah dam dapur sampai bersih dam mengikuti Kak Andrew ke taman belakang rumah.
"Dek kakak boleh tanya sesuatu?"Tanya Bang Andrew serius.
"Iya boleh dong Abang,abang mau tanya apa?" Aku balik bertanya pada abangku itu.
"Bukannya kakak melarang kamu ya Dek,tapi sebaiknya Adek jauhi dulu pria yang bernama Gerhana itu,abang merasakan kalau ia bukan pria baik baik Dek,abang pikir adek pasti mengerti maksud abang."Ucap Abang Andrew lagi.
"Alasan abang gak masuk akal,adek gak ngerti maksud abang?"Sambungku lagi.
"Tapi kan ini menurut abang ya?"Ucap Bang andrew lagi padaku.
"Tapi Bang Rani benar benar sayang dan sudah jatuh cinta pada pria itu abang,Rani harapa abang mau mengerti dengan apa ya g Rani rasakan saat ini yaitu mencintai pria yang bernama Gerhana itu."Sambungku tak mau kalah.
"Ya sebagai Kakak,abang wajib memberitahu adik abang agar suatu saat tidak kecewa atau sakit hati karena ada sedikit permasalahan yang terjadi antara kalian berdua. "Ucap Kak Andrew lagi sambil tersenyum padaku.
"Kalau dia datang lagi Kakak coba aja ilmunya siapa tahu ilmunya sama dengan ilmu abang?"Rani memberi sedikit nasehat pada Abangnya.
"Baiklah kakak akan coba menerawang dia saat ini."Ucap Abangku sambil duduk bersila di depanku
"Bang Adek ijin sebentar ya mau lihat jadwal kuliah besok pagi ini kira kira hari apa ya?"Rani mulai bingung.
__ADS_1
"Baiklah hati hati di jalan ya Dek?"Ucap Andrew bijaksana.
"Makasih Kakak...!!"Ucap Rani Sambil melabuhkan sebuah ciuman di pipi sang Kakak yang sedari tadi duduk tanpa kata.
"Adek ini?"Ucap Kak Andrew sambil berlalu menuju ke garasi mobil..
"Sini abang antar ya?"Tawar kakak andrew sambil tersenyum dan membuka pintu mobil.
Mereka berdua pun pergi ke arah kampus dengan menggunakan mobilnya Kakak Andrew.
Karena ingin mengetahui secara pasti tentang Gerhana,Abangku tidak memakai pakaian formal tetapi ia berbaur dengan aku dan teman temanku.
Kak Andrew terlihat sangat serius menyetir mobil dan sesekali Rani mencubit rambut dan tangan Andrew.
"Bang sudah sampai ayo kita berbaur dengan mereka dan abang bisa saja mengikuti ulangan harian yang akan kami terima saat ini.
Dengan sebuah style jenius kak Andrew pun masuk ke dalam kelas dan mulai mengikuti kilometer yang masih tertahan.
Kak Andrew pun duduk agak jarak dariku agar tak ada yang mencurigai keberadaan Kakak Andrew.
Dosen itu adalah dosen killer yang biasa di sebut sebut oleh anak anak.
Mereka bilang kalau dosen itu tak ada ampunnya ketika mendapat seorang mahasiswa sedang berbuat curang saat ulangan harian ia takkan pernah melepaskannya bahkan ia menyuruh mahasiswa itu untuk membersihkan seluruh kampus hingga bersih.
Semua mahasiswa paling takut dengan gertak sambal dari sang dosen killer itu tetapi diantara semua mahasiswi universitas tersebut hanya Rani lah yang membuat dosen itu tersenyum manis entah mengapa yang pasti Rani saja yang mampu menakhlukan hati sang dosen itu.
Ketika sedang asyik asyik berkhayal tiba tiba muncul dosen tersebut di hadapan Rani Sambil tersenyum sangat manis pada Rani.
"Maharani...!!"Tegur dosen killer itu sambil tersenyum.
"Iya Pak apa Rani punya salah?"Rani balik bertanya dan tersenyum membuat peredaran darah dosen killer itu berhenti sejenak dan menatap ke arah Maharani dengan senyuman yang tak pernah ia berikan pada siapapun.
"Iya kamu punya salah yang sangat besar dan siap dihukum juga kali ini."Ucap Dosen itu sambil berdiri di hadapan Rani dengan tatapan mematikan.
"Kesalahan aku apa Pak?"Tanya Rani lagi.
__ADS_1
"Kesalahan kamu adalah nanti setelah ulangan harian ini kamu ke ruangan saya dan dengar apa kata saya."Ucap dosen itu sambil berlalu dari hadapan Rani.
Beberapa orang mahasiswi saling berbisik,apa ayang akan Rani dapat ketika berada di dalam ruangan Pal Killer?
Selama ini yang mereka tahu siapapun yang disuruh menghadap ke ruangan dosen killer itu berarti kesalahannya yang tadi itu ia harus menebus kesalahannya dengan cara menyapu dan membersihkan semua ruangan kelas dan juga halaman kampus hari ini juga.
Tapi yang mereka tahu Rani adalah mahasiswa pintar dan cerdas kenapa ia dipanggil oleh dosen killer itu ya?
Semua orang berpikir bahwa Dosen itu salah orang tetapi Dosen itu tahu dan sangat tahu apa ya g akan ia katakan pada Rani setelah selesai ujian ini.
**
Selesai mengisi lembar jawaban Rani langsung berjalan ke depan dan mengumpulkan jawbannya.
Rani pun menuju ke mejanya untuk mengambil bukunya dan berbisik pada Kak Andrew yang sedang berpura pura mengisi lembar jawaban itu dengan seksama.
"Kak Adek tunggu diluar ya?"Ucap Rani membuat Gerhana yang tiba tiba muncul dan mengikuti ujian jadi heran dengan tingkat Rani yang aneh menurutnya.
Ketika Gerhana mengedarkan pandangannya sambil mencari cari siapa yang telah membuat Rani berbicara secara berbisik itu ternyata Gerhana mendapati Kak Andrew sedang melotot padanya membuatnya kaget dan berbisik pada Kak Andrew dari jarak jauh.
"Maaf Abang Andrew...!!"Ucap Gerhana sambil mengisi soal soal yang sudah ada di depannya itu.
Dengan cekatan ia pun mengisi semua soal dengan baik dan tanpa ada kesalahan.
Setelah semua mahasiswa mengumpulkan semua lembaran soalnya kemudian si killer berkata pada Rani yang sedang berdiri di luar sambil tersenyum.
"Ayo ke ruanganku sekarang."Ucap Pak Killer sambil berjalan di depan dengan menggendong kertas kertas ulangan tadi.
"Boleh saya bantu Pak?"Rani menawarkan jasanya pada Pak Killer.
"Boleh tapi kamu jangan menggendong yang berat berat nanti kamu bisa sakit dan kalau kamu sakit tak kan ada seora g pun yang mampu membuatku tersenyum lagi di dalam kelas Rani.
**
TBC
__ADS_1