
Ketika pagi menjelang....
"Sayang,ayo cepat mandi katanya mau ikut ke hutan Amazon...!!" Ucap Gerhana pada Rani.
"Iya Gerhana,tapi aku takut kita bakalan ketemuan dengan kelompok vampir pemakan daging manusia dari abad ke 15 itu Ger,apa kamu gak takut?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Aku gak takut, bahkan kalau kamu mau,ayo temani aku menumpas semua vampir vampir itu kemudian kita bakar mereka biar mereka tidak semena mena terhadap manusia seperti kita...!!"Tandas Gerhana pula.
"Apa benar kamu ingin menumpas kejahatan dari vampir vampir itu?"Tanya Rani lagi.
"Percayalah gak akan ada seorang pun dari kita yang terluka apalagi mati, tak akan aku biarkan...!!"Ucap Gerhana pada Rani.
"Baiklah aku ikut ke sana...awas aja kalau terjadi sesuatu pada aku kamu takkan pernah ku maafkan...!!"Sergah Rani.
"Iya sayang mana mungkin aku tak menjaga belahan jiwaku yang sudah ku tunggu sejak berabad abad lamanya...??!!"Ucap Gerhana lagi.
"Ayo bersiap siap...!!"Ajak gerhana sambil tersenyum dan mengikat sebuah syal warna biru mix putih seperti dasi pada leher Rani.
"Kamu terlihat sangat cantik calon istriku ibu dari anak anakku bidadariku Maharani..."Ucap Gerhana memuji kecantikan Rani,wanita idamannya itu.
"Yang benar aja Ger, awas aja kalau kamu gak tepati janji kamu..."Rani hanya berbicara dalam hati saja.
Rani pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya...
Selesai mandi ia pun bersiap-siap karena mereka harus berangkat ke hutan Amazon seperti janji Gerhana pada Rani.
"Rani....!!"Tiba tiba Rani mendengar sebuah bisikan halus tetapi suara itu sedikit aneh karena tidak seperti suara yang ia tahu selama ini.
__ADS_1
"Rani, kamu akan aku habisi kalau berani kamu berhubungan dengan pria dari masa silam itu, aku tak Sudi kalau dia berani bersanding denganmu...!!"Ucap suara itu lagi yang membuat Rani kaget dan berlari memeluk erat tubuh Gerhana.
"Gerhana,apa kamu mendengar suara bisikan itu?"Tanya Rani sengaja memelas menampakkan wajahnya yang ketakutan.
"Suara dari mana?"Gerhana balik tanya.
Rani pun tersenyum tipis sambil membisikkan sesuatu ke telinga Gerhana...."Ger, aku tahu suara siapa itu, ayo kita pergi dari sini..."Ucap Rani sambil tersenyum.
Rani sudah siap,ia pun mengenakan pakaian dan jaket bulu domba yang di beri oleh Gerhana.
"Sudah siap sayang?"Tanya Gerhana pada Rani.
"Sudah sayang ayo...!!"Jawab Rani pada Gerhana dan Gerhana pun memegang erat tangan mungil itu dan mereka pun tiba tiba menghilang entah kemana membuat tubuh yang tak terlihat itu pun menunjukkan dirinya dan ia pun kaget karena via tak mendapati kedua orang itu lagi
"Sialan...!!Kemana dia membawa gadisku pergi?"Ucap Ericsson pada dirinya sendiri sambil menendang benda benda di dalam kamar itu.
"Tenang kita pikirkan caranya ya agar kita bisa berlibur dengan aman tanoa gangguan dari pria masa depan itu...!!"Ucap Gerhana sambil mencoba merapalkan sesuatu dan menunjukkan ke arah lingkaran di lengan Rani itu.
Sebuah cahaya biru keluar dari tangan Rani dan cahaya itu menempel pada lingkaran itu sehingga lingkaran itu menjadi pudar.
Kalau lingkaran ini pudar artinya pria itu tak bisa melihat dengan jelas kemana Rani pergi.
Dengan demikian Rani dan Gerhana pun langsung beranjak meninggalkan tempat mereka tadi yaitu sebuah stasiun kereta api bawah tanah.
"Ger,aku gak suka naik kereta api bawah tanah... bagaimana kalau kita naik kereta api di alam terbuka saja di pusat kota itu boleh ya Ger?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Iya calon istri dan ibu dari anak anakku kelak,kita akan kesana ayo bersiap siap sudah...!!"ucap Gerhana lalu ia membuat sesuatu di udara dan muncullah sebuah mobil warna biru kesukaan Rani.
__ADS_1
"Wah bagus benar mobilnya,ayo Ger kita naik mobil ini ke hutan Amazon."Ajak Rani sambil membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil itu.
Setelah di dalam mobil,Gerhana pun mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sedang karena mereka sambil menikmati keindahan alam setempat.
"Wow,kebun mapel, pohon mapel yang sangat banyak ya Ger,apa kita boleh kesana Ger?"Tanya Rani pada Gerhana.
"Kita tidak bisa ke sana, karena disana banyak sekali siluman ular,mereka tak ingin di ganggu boleh siapapun dan mereka juga merupakan sumber dari segala racun di bumi ini,mereka akan bersahabat dengan orang yang benar benar baik terhadap mereka dan aku yakin kita pasti akan di terima menjadi teman mereka tapi aku tak yakin saat kita hendak pulang mereka takkan pernah mengijinkan kita untuk kembali ke dunia kita, jadi sebaiknya cukup kita kagumi dari luar sini saja ya Sayang?"Jawab Gerhana panjang lebar mengenai kebun pohon mapel itu.
"Oo,gitu ya aku baru tahu hari ini kalau kebun pohon mapel itu di tinggali oleh berbagai jenis ular berbisa bahkan siluman ular di dalam kebun mapel itu,wah sungguh sesuatu yang say aneh ya Ger...!!?"Rani berdecak kagum dengan cerita tentang kebun mapel itu.
Ketika mereka melewati perkebunan apel, rasanya Rani ingin sekali memakan apel apel itu tetapi dilarang oleh Gerhana.
"Kebun apel itu hanya boleh dimasuki oleh keluarga bidadari langit ke tujuh Rani,kalau kita masuk ke sana mereka akan menangkap kita dan memenjarakan kita, karena itu dari sejak turun temurun itu hanya boleh dimasuki oleh keturunan bidadari langit ketujuh aku mendengar cerita itu dari ibuku,istri sah dari raja iblis kalau kebun apel dan kebun buah-buahan apapun itu di bumi ini hanya milik keturunan bidadari langit ketujuh."Gerhana melanjutkan ceritanya pada Rani.
"Kenapa harus keturunan bidadari langit ketujuh saja yang boleh masuk ke sana?"Tanya Rani penasaran.
"Karena mereka memasang perisai yang hanya mengenali keturunannya saja, dan memang bidadari langit ketujuh sudah tidak ada beberapa abad belakangan akibat serangan raja iblis waktu itu tetapi mereka hilang entah kemana tak ada yang tahu hingga kini...!!"Sambung Gerhana lagi.
"Please deh Ger, apakah kamu bisa memetik beberapa buah Apel dari kebun apel itu untukku?"Tanya Rani pada Gerhana sambil memelas.
"Ayolah Ger, kita masuk ke sana ya?Pasti ada caranya agar kita bisa masuk ke sana...!!"Ucap Rani celingak-celinguk mencari sesuatu yang mungkin bisa dipakai untuk memasuki area perkebunan itu.
"Ger, apakah kebun kebun milik para bidadari itu kasat mata?"Tanya Rani penuh harapan.
"Rani,please jangan mencoba untuk memasuki area orang lain,aku tak tahu apa yang akan terjadi kalau kita berani mendekat ke arah kebun itu..."Ucap Gerhana lagi.
"Kita coba dulu kesana siapa tahu perisainya sudah tidak berfungsi, kan kata kamu bidadari langit ketujuh itu sudah hilang beberapa abad lamanya jadi mungkin saja perisai itu sudah tidak berfungsi lagi ya kan?"Rani mencoba membujuk Gerhana agar membawanya ke sana karena ia tahu ia adalah anak dari bidadari langit ketujuh yang dimaksud oleh Gerhana.
__ADS_1
"Bersambung guys maaf lama baru update karena ada sesuatu masalah buang harus di selesaikan oleh author..."