
" Apakah Galang mengetahui apa yang baru saja terjadi ? semoga saja dia tidak mengetahuinya ! " Gumam Rani dalam hati.
Galang masih saja berdiri di dekat jalan raya utama di sekitar butik itu.
**
Di Butik
" Permisi , apakah ibuku sudah kesini ? " tanya seorang pria tampan yang baru saja masuk ke dalam Butik.
" Anda anaknya Bu Nisa ? " tanya Karina pada pria tampan itu.
" Iya benar ! " jawab Pria itu sambil tersenyum tipis.
" Ibu Nisa ada di sana lagi menunggu anda, silakan masuk " ucap Karina sambil mempersilahkan Pria itu menuju ke dalam ruang di mana gaun gaun di pajang dan Ibu Nisa sementara duduk sambil menonton acara televisi biasa Drama Korea.
" Mama ! " Sapa Pria itu yang tak lain adalah Adam.
" Siang Ma ! " sambung Adam lagi karena Mama Nisa sibuk dengan drama Korea kesukaannya itu.
" Maaf Ma, Adam masih sibuk di kantor makanya lama baru ikut mama ke sini " ucap Adam sambil mengecup pipi ibunya.
" Iya gak apa apa kok nak, ayo lihat jas yang Mama pilihkan mungkin kamu gak suka bisa pilih yang lain yang menurutmu bagus ! " ucap Mama Nisa panjang lebar.
" Apapun pilihan Mama Adam suka kok " ucap Adam sambil tersenyum.
**
" Mama, Rani lupa kalau Rani mau ambil pensil warna untuk mewarnai desain baru yang Rani gambar, " ucap Rani sambil bergegas keluar dari ruang privat itu dan menuju ke lemari tempat penyimpanan barang barang yang di perlukan untuk menggambar desainnya.
Rani melangkahkan kakinya menuju ke arah lemari dan apa yang terjadi ketika Adam melihat ke arah Rani langsung mulutnya menganga.
" Rani ! " Seru Adam.
Rani berbalik ke arah suara yang memanggil dirinya.
" Eh, Adam kok kamu di sini ? " tanya Rani pada Adam.
" Aku kesini ambil Jas " ucap Adam sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
" Ooo, sudah dapat Jasnya ? " tanya Rani lagi.
" Udah dipilih sama ibuku tetapi aku mau cari yang lain saja yang sesuai seleraku " ucap Adam sedikit cuek.
" Mimpi apa aku semalam bertemu bidadari secantik Rani " gumam Adam dalam hati.
" Mari aku bantu pulihkan Jas yang cocok untukmu " ucap Rani sambil melangkah menuju ke arah pajangan jas untuk pria.
__ADS_1
Adam melangkah mengikuti Rani ke arah pajangan Jas jas yang bagus yang cocok di pakai ke kantor dan ke acara acara formal itu.
" Ini kamu suka Adam ? " tanya Rani yang baru saja memilihkan jas berwarna dark blue yang sangat elegan dan mewah.
" Wow, cakep banget pilihanmu Rani " ujar Adam sambil tersenyum.
" Aku coba dulu ya Ran ? " ucap Adam seraya mengambil jas warna dark blue itu menuju ke kamar ganti.
Setelah berganti Adam masih belum keluar juga, Adam masih bercermin melihat penampilannya di cermin itu.
Setelah dirasa cukup, Adam pun keluar dari ruang ganti dan langsung menuju ke arah Rani.
" Rani ! coba lihat ini bagus gak ? cocok gak ? " tanya Adam beruntun.
" Sangat cocok dan serasi apabila kamu memakai dengan kemeja warna putih dan dasi warna merah maroon ini " ucap Rani pada Adam.
Adam pun mencoba apa yang di maksud Rani dan betapa bangganya Adam karena pilihan Rani sangat cocok pada badannya bdan sangat menawan.
" Terima kasih Rani sudah bantu aku memilih jas, kemeja dan dasi ini " ucap Adam tersenyum.
" Aku bayar dulu ya ? " ucap Adam seraya berbalik ke arah kasir.
Setelah selesai membayar ia pun menuju ke tempat dimana ibunya menunggu dirinya.
Sebelum menghampiri ibunya Adam berkata pada Rani.
" Makasih Adam ini nomorku 089........" ucap Rani sambil tersenyum.
" Baiklah nanti aku ping ya biar kamu save nomorku " ucap Adam sambil tersenyum.
" Ayo Ran ! " ucap Adam.
Kemudian Rani melangkah bersama Adam ke arah ruangan dimana ibu Nisa menunggu.
" Sudah Nak ? " tanya Bu Nisa pada Adam.
" Sudah ma, sekalian dapat bonus kenalan gadis cantik bak bidadari " ucap Adam menggoda Rani.
" Ah, Adam kamu bisa aja " ucap Rani sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Bu Nisa.
" Rani ! " ucap Rani sambil menjabat tangan Bu Nisa.
" Saya Nisa, ibunya Adam ! " jawab Bu Nisa ibunya Adam.
" Makasih Bu sudah mampir dan belanja di Butik kami ! " ucap Rani sambil memberi hormat dengan cara menundukkan kepalanya.
" Ran, kami pamit ya ada waktu kita jalan jalan and having fun yuk " ucap Adam sambil tersenyum.
__ADS_1
" Kamzha Hamidah " ucap Rani dengan bahasa Koreanya yang terbata bata.
Adam dan ibunya pun pergi meninggalkan Butik Mama Elaine.
**
Di dalam mobil Adam
" Mam, menurut Mama Adam cocok gak sama Rani ? " tanya Adam pada Mama Nisa.
" Kalau menurut Mama sih kalian berdua sudah sangat cocok, tetapi Mama mau menantu Mama itu seorang yang terpelajar Nak, Kita belum tahu Rani itu seperti apa, bibit, bebet dan bobotnya seperti apa kita belum tahu nak, jadi jangan dulu berharap yang lebih pada Rani karena Mama belum mengijinkan kami untuk pacaran, apalagi dengan Rani. " ucap Mama Nisa serius.
" Tapi Mam, kalau Adam gak kenal sama Rani Adam gak bakalan tahu siapa Rani sebenarnya, untuk itu ijinkan Adam untuk bergaul dengan Rani Mam, " ucap Adam serius.
" Terserah kamu nak, Mama hanya mengingatkan agar kamu gak layu sebelum berkembang, seperti saat kamu ditinggalkan Alicia dulu " ucap Mama Nisa sambil melangkah pergi ke kamarnya.
Ooo, ternyata Adam itu mantan kekasihnya Alicia.
**
Sorenya sepulang kerja Andrew langsung menuju ruang gym, kemudian melakukan beberapa pemanasan sebelum berolahraga.
Beberapa menit kemudian Rani dan Mama Elaine pulang dari Butik.
" Ma, Rani boleh gak menggambar sesuatu yang sering muncul dalam benak Rani, pokoknya kalau pas lagi duduk atau jelang tidur Rani selalu melihat sesuatu seperti di dunia lain diasa lalu " ucap Rani serius dan jujur pada ibunya.
" Nggak nak, jangan sekarang Mama gak setuju cukup Rani gambar saja desain gaun gaun yang sangat indah itu sesuatu yang normal bagi manusia biasa please ! " ucap Mama Elaine pada putri bungsunya itu.
" Ya sudah sekarang Rani mandi dulu trus kita makan malam " ucap Mama Elaine.
" Lho bukannya Rani mau jalan jalan sama Kak Andrew ya Mam kita makan makan di luar Mam, Rani bosan di rumah saja " ucap Rani sambil bergelayut manja di ketiak Mama Elaine.
" Boleh kok Nak ! " ucap Mama Elaine lagi.
" Makasih Mamaku sayang ! " Rani mencium pipi Mama Elaine dan pergi ke kamarnya dan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat yang lengket.
**
Selesai mandi Rani berjingkrak menuju kamar Andrew.
" Kak Andrew, " panggil Rani lembut.
" Iya Dek ada apa ? " tanya Andrew.
" Jangan pura pura lupa deh Kak, bukannya Kakak janji mau jalan jalan ke mall bareng Rani ? " ucap Rani menagih janji pada Kakaknya itu.
" Hmmm, ntar ya Kakak mandi dulu " ucap Andrew langsung menghilang seketika dari hadapan Rani.
__ADS_1