
Dengan kecepatan supernya Galang membawa Rani ke sebuah rumah kosong di pinggiran kota itu.
" Ran, maaf tetapi aku harus jujur sama kamu aku merasa protektif terhadap kamu, aku merasa kalau kamu adalah bagian dari masa lalu aku bahkan kamu seperti candu bagiku " ucap Galang sambil memegang erat tangan Rani.
" Tapi Lang kenapa bisa seperti ini aku benar benar tidak mengerti maksud kamu Lang ? " ujar Rani sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Galang.
" Terserah apa penilaian kamu padaku tetapi aku akan tetap menjagamu, melindungimu dari bahaya apapun baik itu nyawaku sebagai taruhannya." ucap Galang lagi.
" Lang aku boleh tanya sesuatu ? " Rani balik bertanya.
" Kenapa kamu bisa bergerak secepat kilat seperti tadi ? sungguh ini sesuatu yang aneh aku ...hmmm ...aku benar benar heran dan tidak menyangka kalau di dunia ini ada manusia yang punya kekuatan super seperti kamu " ujar Rani memancing Galang.
" Aku gak akan pernah percaya siapapun selain keluargaku " gumam Rani dalam hati.
" Apa yang kamu pikirkan Ran ? " tanya Galang pada Rani.
" Nggak aku nggak mikir apa apa aku hanya heran saja " ucap Rani menyembunyikan segala macam tanya dalam hatinya.
" Lang rumah kamu dimana ? " tanya Rani pada Galang.
" Suatu saat aku pasti membawamu ke rumahku ! " ucap Galang pada Rani.
" Lang kamu benaran manusia atau vampir aku gak yakin kalau kamu berniat baik sama aku " ucap Rani lagi.
" Rani, aku sudah menunggu kamu beberapa abad, aku tak mungkin jahat sama kamu aku akan melindungi kamu " ucap Galang mantap.
" Tapi bagaimana caranya agar aku bisa percaya dengan omonganmu itu ? " tanya Rani pada Galang.
" Pelan pelan pasti kamu akan mengerti misi yang aku lakukan saat ini " ucap Galang pada Rani.
" Suatu saat kamu pasti akan mengetahui semuanya ! " ucap Galang sambil tersenyum.
" Aku harus pulang, Erlyen sudah lama menunggu " ucap Rani sambil melangkah keluar dari rumah kosong itu.
" Mari aku antar " ucap Galang pada Rani sambil memegang tangan Rani.
Tiba tiba muncul Gerhana dari arah timur langsung mencegat Galang.
" Mau bawa kemana gadisku ? " ucap Gerhana lantang.
" Apa ? Gadis mu ? mimpi kamu jangan terlalu tinggi tinggi ya kalau jatuh sakit ! " ucap Galang ketus.
" Kapan kamu jadi pacarnya ? " ucap Galang ketus.
" Sudahlah jangan berdebat Lang tolong antar aku pulang Erlyen usah lama menungguku ! " ucap Rani pada Galang.
" Ayo ! " Ajak Galang sambil meraih tangan Rani dan mereka pun pergi ke halte di mana Erlyen menunggu.
" Ran, kok lama banget sih entar kan kamu kuliah lagi kamu harus makan dan beristirahat yang cukup agar bisa mengikuti kuliah sore ! " Erlyen memperingatkan Rani lagi.
" Iya juga sih ! gimana kalau kamu pulang aja dulu Er, aku nanti aja setelah kuliah Astronomi " ucap Rani sambil tersenyum.
__ADS_1
" Lang bisa minta tolong gak ? " tanya Rani sambil memandang Galang.
" Boleh, mau minta tolong apa ? " Galang balik bertanya.
" Erlyen ini sahabat baikku bisa gak tolong antar dia pulang ke rumahnya ? " ucap Rani memohon.
" Baiklah ! " ucap Galang sambil memegang tangan Erlyen dan alhasil mereka menghilang dari hadapan Rani.
" Rani ! " panggil seseorang dari arah selatan.
" Iya ! ada apa ? " Rani berbalik dan bertanya pada suara itu yang tak lain adalah Gerhana.
" Aku minta maaf sama kamu, tolong maafkan aku karena selama ini aku sangat cuek terhadap kamu " ucap Gerhana berjalan mendekati Rani.
" Untuk apa minta maaf santai aja aku tidak pernah menyimpan hal hal negatif dalam hatiku aku selalu berpikir positif, dan menurutku mungkin kamu punya alasan tersendiri sehingga kamu cuek seperti itu padaku ! " ucap Rani sambil tersenyum tipis dan berlalu dari hadapan Gerhana.
" Gadis yang baik aku akan menjagamu ! " ucap Gerhana lantang.
" Terima kasih Gerhana " ucap Rani sambil berlalu dari hadapan Gerhana.
Rani melangkahkan kakinya menuju kantin belakang kampus dekat perpustakaan.
Setelah memesan makanan, ia pun duduk di pojok agar bisa menghirup udara segar.
" Silahkan di makan Mbak " ucap pelayan itu mempersilahkan Rani.
" Terima Kasih " ucap Rani sambil meneguk air mineral kemasan botol plastik.
Ketika hendak makan suapan terakhir tiba tiba seorang pria berambut pirang gimbal udang muncul di hadapannya dan langsung mengambil posisi di depan Rani.
" Asyik banget ya makan sendirian ! " ucap Pria itu.
" Ericsson ! " ucap Rani sambil tersenyum.
" Apa kabarmu, lama menghilang kemana aja kamu Eric ? " Rani bertanya seperti menginterogasi saja.
" Aku ke luar negeri menemani ayahku berbisnis ! " ucap Ericsson santai.
" Kami mau makan atau minum aku pesan ya ? " ucap Rani pada Ericsson.
" Nggak usah Ran, aku temani kamu makan aja, aku masih kenyang tadi barusan makan " ucap Eric menolak dengan halus.
" Baiklah kalau begitu, ini juga sudah suapan terakhir kok ! " ucap Rani sambil menyendok makanan ke dalam mulutnya.
Setelah makan Rani memanggil pelayan untuk membayar makanannya.
" Berapa mbak ? tanya Rani.
" Tiga puluh lima ribu rupiah " sahut pelayan itu sambil memberikan nota pada Rani.
" Ini ! " ucap Rani sambil menyerahkan tiga lembar uang Sepuluh ribuan dan satu lembar uang lima ribuan pada pelayan itu.
__ADS_1
" Makasih ya mbak ! " ucap Rani sambil mengambil tasnya dan hendak beranjak pergi dari tempat duduknya.
" Lho kok aku gak di ajak sih ? " teriak Ericsson sambil tersenyum tipis.
" Eh... Maaf Erick aku lupa kalau ada kamu " ucap Rani sambil tersenyum.
" Iya gak apa apa ! Habis dari sini mau kemana ? " tanya Ericsson lagi.
" Mau ke perpustakaan cari buku " ucap Rani pada Eric.
" Aku temani kamu ya ? " Eric tersenyum sambil melihat Rani.
" Iya boleh ! " ucap Rani sambil tersenyum.
" Ayo ! " ajak Rani sambil melangkah pergi ke ruang perpustakaan yang jaraknya cuma 100 meter dari tempat mereka.
Tiba tiba muncul Alicia dan groupnya langsung menghalangi jalan Rani.
" Mau kemana kamu ? sendirian lagi ! " ucap Alicia sambil tersenyum sinis.
Rani menoleh ke sebelah kirinya ternyata Ericsson masih berdiri di sampingnya.
" Tenang aja mereka tidak bisa melihat diriku " ucap Ericsson sambil tersenyum.
" Aku akan menjagamu ! " ucap Ericsson.
" Ini dia gadis yang sudah melawan aku, " ucap Alicia sambil tersenyum pada seorang wanita berpakaian serba hitam dan bercadar hitam.
" Ah, ini mah kecil boss aku pastikan dia tidak akan mengganggu boss lagi " ucap wanita itu sambil tersenyum dan mengeluarkan jurus-jurus untuk melawan Rani.
Seketika Ericsson kaget dan langsung melindungi Rani dengan perisai masa depan yang dimilikinya.
**
Dari kejauhan tampak Galang sementara memperhatikan kelakuan Alicia dan kaki tangannya.
" Aku merasakan aura positif yang luar biasa di sekitar ini, siapa lagi yang melindungi gadis itu " ucap Galang pada dirinya sendiri.
" Sepertinya ada yang melihat kita Ericsson ! " ucap Rani pada Ericsson.
" Tenang saja yang melihat kita itu turunan ilmu putih seperti aku juga jadi aman " ucap Ericsson lagi.
Wanita bercadar hitam itu melepaskan tenaga dalamnya ke arah Rani dan Rani menutup kedua matanya karena takut.
" Acting kamu cukup bagus Ran ! " ucap Ericsson pada Rani.
" Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan kalau kamu ada yang melindungi " Sambung Ericsson lagi sambil tersenyum.
" Syukurlah tidak terjadi apa apa pada Rani ! " ucap Galang sambil memegang kedua pipinya.
** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰**
__ADS_1