
**
Matahari telah menampakkan wajah nya yang terang benderang di ufuk timur,Angin pagi menyapu sisa sisa embun yang menetes di dedaunan pohon.
Rani masih memeluk erat bantal gulingnya yang hangat dan menyenangkan dan masih menggenggam erat mimpi dalam khayalannya.
" Ah, bosan aku pengen banget jalan jalan " gumam Rani.
" Dek....Adek.... ayo bangun katanya mau temani mama ke butik, kok belum bangun sih nak ? " seru mama Elaine pada putri semata wayangnya.
" Iya bentar mam, Adek bobok 10 menit lagi mam ngantuk banget adek gak tahan." sahut suara seksi dan indah serta nyaring dari dalam kamar tidur bernuansa biru laut.
" Aduh...! anak mama kenapa belum bangun saja ? " ucap Mama Elaine sambil berjalan mendekati kamar Rani.
" Tok...tok...tok... ayo nak, " panggil Mama Elaine lagi.
" Iya Mam 15 menit ya ? " ucap Rani sambil berkelebat masuk kamar mandi.
10 menit kemudian Rani sudah selesai mandi dan bersiap-siap.
" Mau kemana Mam, " Tanya Andrew yang baru saja muncul dari ruang gym.
" Mau ke butik Mama, udah hampir seminggu Mama gak ke butik , " ucap Mama Elaine pada putranya itu.
" Mama sama siapa ke sana ? " tanya Andrew lagi.
" Sama Putri bungsu Mama dong ! " ucap Mama Elaine sambil tersenyum.
" Baiklah hati hati di jalan ya ? " ucap Andrew sambil kembali ke kamarnya dan mulai bersiap untuk bekerja.
**
Obrolan via WhatsApp
Rani : " Hallo guys, aku kangen kalian semua "
Erlyen : " Sama Ran, aku juga merindukan dirimu "
Neta : " Ayo kumpul "
Ditta : " Aku manut aja mau kumpul di mana ? "
Irna : " Bagaimana kita ketemuan di taman kota ? "
Rani : "Aku lagi sama ibuku di butik, ke butik aja ya aku tunggu sekarang "
Genoveva : " Aku meluncur ya udah lama gak kumpul kumpul "
__ADS_1
Carla : " Veva, tunggu aku ya kita bareng bareng aja aku otw ke rumahmu "
Rasty : " Maaf teman teman aku gak bisa ikutan ya, di rumah mau ada arisan ibuku sama teman temannya dan aku sibuk membantu ibu membuat kue dan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan."
Rani : " Gak apa apa Sayang, Minggu depan kita kumpul lagi "
Rasty : " Siap Komandan ! "
Mereka pun bergegas menuju ke butik Mama Elaine yang tidak jauh dari kompleks perumahan itu.
" Mam, Rani pergi beli cemilan dulu ya ? entar teman teman Rani mau datang " ucap Rani sambil mengambil dompetnya dan pergi ke luar butik.
Tak jauh dari butik ada sebuah swalayan yang cukup besar, yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok dan berbagai jenis camilan.
Ketika Rani hendak melangkah memasuki halaman depan swalayan itutiba tiba dari arah selatan sebuah mobil mewah berlari dengan kencangnya menuju ke arah Rani.
Mobil itu tak sampai menabrak Rani tapi malah parkir dekat Rani berjalan.
Kaca mobil itu tiba tiba dibuka oleh sang pemilik mobil Ferarri itu, terlihat dari dalam mobil seorang pria tampan memakai Ray-Ban hitam tersenyum ke arah Rani.
Rani cepat melangkah masuk ke dalam swalayan dan mulai membeli apa saja yang akan disuguhkan pada teman temannya itu.
Pria itu segera turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke swalayan itu.
Matanya nanar melihat sekeliling ruangan itu tapi yang di cari tak ditemukannya.
Rani terus melihat ke arah rak tempat barang barang di letakkan tanpa melihat ke depannya.
Tiba tiba " Brugh...." Rani terjatuh karena bertabrakan dengan pria berkacamata hitam itu.
" Maaf aku yang salah saat jalan gak lihat lihat ke depan tetapi malah fokus ke lain tempat " ucap Rani sambil menundukkan kepalanya.
" Oooo, kamu ? iya gak apa apa lain kali kalau jalan fokus ke depan ya biar gak terantuk." ucap pria itu sambil tersenyum dan melepaskan kacamata Ray-Ban hitamnya itu.
" Perkenalkan namaku Adam William Ferguson, panggil saja Adam " ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya kepada Rani.
" Aku Maharani Lyodra, panggil saja Rani " ucap Rani sambil tersenyum.
" Nama yang cantik secantik orangnya " gumam Adam Lirih.
" Makasih Adam, kamu juga tampan seperti namamu ! " sambung Rani tanpa sadar.
Tiba tiba Rani menutup wajahnya dan berkata " Maaf Adam aku salah bicara " ucap Rani sedikit terbata dan terkejut dengan apa yang baru saja ia bicarakan.
" Gak apa apa Rani, terimakasih atas pujiannya ! " ucap Adam sambil tersenyum.
" Waduh gawat, senyumnya sungguh mempesona " gumam Rani dalam hati.
__ADS_1
" Sejak kapan aku jadi seperti ini," gumam Rani lagi.
" Ngelamun apa Rani ? " tanya Adam pada Rani.
" Gak apa apa Adam, " ucap Rani agak kaget.
" Ya Udah Adam aku pergi ke kasir dulu ya ibuku pasti sudah lama menungguku " ujar Rani sambil melambaikan tangannya ke arah Adam dan berlalu menuju Kasir.
Setelah membayar harga barang barang yang di belinya di kasir Rani pun langsung pergi ke luar dari swalayan itu.
Tanpa sepengetahuan Rani, Adam tetap mengawasi kemana Rani pergi.
" Sepei ada yang mengikuti aku dari belakang deh ! " gumam Rani pada dirinya sendiri.
Rani kemudian menuju ke sebuah taman di samping swalayan dan langsung menghilang di sana.
Adam menunggu begitu lama tetapi yang di tunggu tak kunjung keluar dari taman itu.
Adam pun pergi ke arah taman dimana tadi ia sempat melihat Rani ke taman itu dan betapa kagetnya ternyata di sebelah taman ada sebuah pintu keluar menuju ke jalan Utama.
" Sial ! gadis itu benar benar pintar, ayah dan ibu pasti sangat bangga kalau aku benaran pacaran sama gadis itu, aku akan berusaha mencari tahu gadis itu " ucap Adam pada dirinya sendiri.
Rani tiba di depan butik dan langsung masuk ke dalam butik dan apa yang dilihatnya ternyata semua temannya sudah nongol di dalam dan lagi membantu Mama Elaine membersihkan dan merapikan barang barang dalam butik.
" Selamat sore ada yang bisa saya bantu ? "tanya karyawati butik itu yang bernama Karina pada seorang ibu yang baru saja masuk ke dalam butik " Maharani Swan "
" Selamat pagi juga " ucap ibu itu sambil tersenyum karena si karyawati salah mengucapkan selamat sore padahal hari masih pagi.
" Maaf Bu saya salah ucap " ujar Karina sambil mempersilahkan ibu itu masuk ke dalam ruangan itu.
" Saya mau cari qbaju kebaya modern dan Sebuah jas hitam untuk anak saya ini ukuran saya dan anak saya " ucap ibu itu sambil menyerahkan kertas berisi tulisan ukurannya dan anaknya.
" Baik Bu silahkan lihat lihat dulu mana yang di sukai " ucap Karina sambil tersenyum.
" Mam, Rani pengen lihat gaun yang kemarin Mam, Rani suka mungkin Rani juga akan mendesain sebuah gaun yang unik untuk Rani " ucap Rani sambil keluar dari ruangan ibunya dan pergi menuju ke ruangan dimana semua hasil desain Mama Elaine dan dirinya di pajang.
Rani berjalan menuju ke arah dimana Ibu Nisa sementara memilih kebaya modern dan jas hitam untuk putranya.
" Mbak Karin, gaun biru langit kemarin di pajang di mana ya Mbak?" tanya Rani pada Karyawati itu.
Seketika ibu Nisa menoleh ke arah Rani dan betapa kagumnya melihat Rani disana, seorang gadis cantik bak peri yang berkilau dan bening wajahnya serta cantik orangnya.
Ibu Nisa terpana sejenak melihat gadis itu penuh pesona.
**
Bersambung guys Tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰
__ADS_1