Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
96


__ADS_3

Waktu terus berputar,Jentera duniapun terus berputar pada porosnya,Aku merasa kalau alam semesta berpihak padaku. Tak terduga dan tak terkira,akhirnya malam ini aku merasakan sebuah kekuatan yang muncul dari cahaya biru dan putih.


Cahaya itu muncul dari arah bintang bintang di langit.


Dari cahaya itu terbentuklah dua makhluk hidup yang sangat familiar dan sangat aku sayangi kedua makhluk itu adalah sepasang burung Phoenix putih dan biru yang merupakan pengawal pribadiku.


Kedua makhluk yang sangat aku rindukan itu datang menghampiriku dan menundukkan kepala serta membwri hormat padaku.


"Sudahlah !Jangan sungkan aku merindukan kalian berdua."Ucapku sambil tersenyum simpul tapi suaraku seakan tak bisa keluar dari pita suaraku ini.


Entah apa yang telah terjadi?Aku tak tahu dengan keadaanku saat ini.


Aku seperti terhipnotis melihat kedua pengawalku itu.


Perlahan lahan aku memegang kalung tak kasat mata yang terdiri dari beberapa elemen di bumi ini sambil tersenyum.


Di dalam senyuman itu terpancar sebuah harapan yang sangat indah dimana aku ingin secepatnya kembali ke masa di mana aku hidup dan berbaur bersama keluargaku,teman temanku dan semua orang yang ku kasihi.


Dalam kebimbanganku tiba tiba muncullah sebuah gumpalan cahaya keluar dari sekumpulan awan putih datang mendekat ke arahku kemudian muncullah sosok pria yang ku kasihi yang sudah lama ku rindukan.


Yaitu dia Gerhana,pria yang selalu ada buatku kapan dan dimana saja ketika au membutuhkan pertolongan.


Calon suamiku yang aku ghosting beberapa waktu lalu akibat aku terdamlar dimasa ini dimana aku hanya mengenal dua orang saja yakni Bibi Luh dan Tuan Lu Yi si beruang kutub itu.


Wajah Tuan Lu Yi memang tampan tetapi sangat sangar dan menakutkan bagi orang orang yang tak mengenalinya termasuk aku.

__ADS_1


Tak terasa air mata bening itu membasahi pipiku tatkala kusadar kalau apa yang baru saja kulihat atau ku alami adalah sebuah fatamorgana belaka.


Karena larut dalam emosi yang tak tertahankan akhirnya air mata itu semakin deras dan tak kusadari sebuah tangan kekar mengusap air mataku dengan lembut di pipiku dengan sebuah sapu tangan yang sangat lembut dan terbuat dari sutera terbaik di zaman itu.


"Kenapa kamu menangis?Siapa yang telah menyakitimu?"Tanya pria bersuara bariton yang berdiri tepat di sampingku itu dengan lembut.


Aku tak menggubris pertanyaan itu bahkan aku larut dalam lamunanku yang snagat jauh entah dimana.


"Oh Tuhan ternyata aku berhalusinasi lagi!"Gumamku dalam hati.


"Apa benar aku berhalusinasi?Tetapi mengapa semuanya terlihat jelas seperti benar benar terjadi ya?"Gumamku dalan hati.


"Kenapa masih diam disana?"Tiba tiba sebuah suara yang tegas menegurku dan membuat jantungku tak beraturan.


"Kamu adalah wanitaku aku takkan pernah membiarkan kamu menunduk di hadapanku,angkat wajahmu dan tataplah aku kita sepadan dan aku akan melindungimu kapanpun kamu menginginkannya."Ucap Tuan Lu Yi tegas dan menghangatkan hatiku yang beku.


"Tumben Tuan Muda sangat baik hati pada gadis ini."Ucap seorang pelayan perempuan muda yang menatap sinis pada Rani.


"Mulai sekarang Nona muda punya kuasa penuh di mansion ini tolong perlakukan nona muda dengan layak karena kalau aku melihat ketidak adilan di mansion ini akan aku hancurkan orang tersebut mohon camkan itu baik baik dalam hati dan pikiran kalian."Titah Tuan Lu Yi pada semua pelayannya disitu.


Tanpa sadar air mataku pun jatuh lagi untuk kesekian kalinya membuat Tuan Muda Lu Yi kelabakan melihat aku menangis lagi.


"Ayolah Sayang kita harus berangkat ke rumah orang tuaku,ibuku sudah menunggu kedatangan kita terutama kamu sayang."Ujar Tuan Lu Yi sambil merangkul pundakku dan menarikky ke dalam pelukannya.


"Tuan...!Anda sangat berlebihan memperlakukan aku seperti Tuan Putri padahal aku bukan seorang putri."Ucapku sambil berusaha melepaskan pelukannya,tetapi tak dihiraukannya bahkan ia semakin erat memelukku.

__ADS_1


"Tuan muda aku tak bisa bernafas lega."Ucapku sambil ku dorong dadanya yang bidang itu dan dengan rasa agak lain rasanya seperti perasaanku pada Gerhana.


"Apa maksud dari semua ini?Setelah aku tatap wajahnya dalam dalam aku merasa Kenapa aku merasa sangat familiar dengan wajah Tuan Lu Yi?Ah mungkin ini hanya perasaanku saja atau apa entahlah."Gumamku pada diriku sendiri.


"Tapi apa benar aku berhalusinasi?Aku kembali mengingat penglihatanku tentang sepasang burung Phoenix pelindungku tadi...Ada apa denganku?"Aku bingung dengan keadaanku saat ini.


"Gerhana dimanakah dirimu?Aku meeindukan dirimu?Aku juga merindukan Kak Andrew,Kak Adrian dan Kak Ahas serta mama Elaine mengapa kalian semua hilang seperti di telan bumi?aku kesepian dan terdampar di tempat yang asing inj sungguh aku sangat merindukan kalian semuanya...aku sangat ingin pulang."Gumamku dengan nada sesikit membesar sehingga di dengar oleh Tuan Lu Yi juga.


"Apa yang kamu katakan tadi sayang?"Ucapnya sambil merangkul lagi pundakku dan mengecup rambutku dengan penuh kasih sayang.


Aku merasakan kalau perlakuan Tuan Lu Yi sepertinya sangat luar biasa padaku dan tak asing bagiku,tetapi kenapa dalam bentuk pria lain? Semua pertanyaan itu merasuki otakku dan aku tak habis pikir dengan kejadian demi kejadian yang sangat membingungkan ini dan anehnya lagi kekuatanku tetap ada meskipun aku lupa setiap gerakan gerakan membela diri tapi setidaknya aku bisa melindungi diriku dalam keadaan genting sekalipun.


Saat aku larut dalam khayalanku sendiri tiba tiba kurasakan kalau tangan kekar milik Tuan Lu sudah mendarat di pipiku lagi dan tanpa segan ia pun melabuhkan sebuah ciuman hangat penuh kasih sayang di keningku dengan sangat dalam.


" Please dengarkan aku,aku sayang padamu aku hanya ingin kamu jadi pendamping hidupku selamanya dan aku akan selalu bersama dirimu mengarungi hidup ini. Aku tak perduli siapa dirimu sebenarnya tetapi aku berharap kamu mau jadi pendamping hidupku dan kita akan bahagia bersama mengarungi bahtera rumah tangga."Ucapnya penuh harapan dan cinta kasih sayang.


"Tapi Tuan Leo,maafkan aku Tuan karena belum menerima lamaran Tuan saat ini,mohon berikanlah aku waktu karena sampai saat ini aku masih belum tahu sesuatu tentang diriku sendiri siapa aku di masa depan?Siapa aku sebenarnya karena sampai saat ini aku masih bingung dengan keadaanku ini."Ucapanku membuat Tuan Lu Yi perlahan lahan melonggarkan pelukannya dan melepaskan pelukannya di pundakku sambil mengecup lagi rambutku dengan sangat intens dan tiap detik.


"Aku mencintaimu dan aku telah jatuh hati padamu tolong pahamilah aku."


****


To be continued guys


Tolong di like komentarnya dan vote ya?

__ADS_1


__ADS_2