
♡☆Terdampar Sesaat di masa depan☆○
Ah aku pikir ini hanya sebuah mimpi eh tapi benar ini bukan mimpi...
Aku merasa kepalaku sangat pusing,ketika kubuka mataku aku kaget aku berada di sebuah kamar mewah dengan hiasan dinding warna abu hitam yang sangat maskulin.
Kenapa aku bisa berada di sini?Apa yang terjadi padaku?Aku tak habis pikir dan ketika aku hendak turun dari ranjang dimana aku tidur tadi tanganku sangat sakit ternyata tanganku diinfus dan tiang infus berdiri tegak tepat di samping ranjang.
"Aduh...sakit banget..."Aku meringis sambil ku coba untuk melepaskan jarum infus yang menempel di tanganku.
Belum sempat aku lepas tiba tiba sebuah tangan kekar menahan tanganku dan aku kembali terjatuh di atas ranjang big size itu.
"Kamu siapa?"Tanyaku pada pria itu.
Pria iti menatapku dengan tatapan penuh kedamaian.
"Harusnya aku yang tanya kamu siapa?"Tanya pria itu sambil melirik jam tangan silver metalik di pergelangan tangannya itu.
"Oo,sudah waktunya aku harus pergi dan sampai jumpa...eh kalau kamu butuh sesuatu pencet bel ini ya biar bibi Luh yang akan membantumu."Ucap Pria itu tegas namun penuh kasih.
"Tapi...!!"Belum selesai aku berkata pria misterius itu telah pergi dan menutup pintu kamar itu.
Aku harus bagaimana?Aku tak tahu tapi kenapa aku bisa sampai disini bukannya aku masih bersama sama dengan Kak Andrew dan Kak Adrian serta Gerhana?
Ah kepalaku terasa pusing can berputar putar.
Aku pun mencoba menggunakan ilmu tenaga dalamku dan berhasil,aku pun duduk bersila dan bermaksud untuk kabur dati tempat itu tetapi kepalaku sangat sakut sehingga aku tak bisa fokus.
"Gerhana... kamu di mana?Aku merindukan kamu Ge.."Hatiku berteriak pilu.
Kenapa aku jadi lemas seperti ini?
Aku mencoba bangun dari dudukku tapi lagi lagi infus di tanganku menarik aku sehingga tanpa sadar aky berhasil melepaskan infus iti yang menyebabkab darah tercecer di atas seprei putih bersih itu dan aku tak tahu harus bagaimana membersihkannya.
Ketika aku sedang kalut tiba tiba pinti kamar terbuka dan masuklah beberapa orang gadis dan membersihkan dan mengganti seprei itu.
"Kok kalian tahu aku seperti ini?"Tanyaku terbata.
"Iya kami tahi dari Tuan Lu yi...Tuan pemilik rumah ini."Jawab seorang pelayan yang terlihat sudah berumur itu.
"Dalam kamar ini ada cctv nona jadi apapun yang kamu lakukan diketahui oleh tuan kami."Ucap pelayan itu sambil membersihkan tanganku menggunakan kapas alkohol.
Setelah semuanya beres aku pun duduk di tepi ranjang sambil ku fokuskan pikiranku agar aku bisa secepatnya kembali ke rumahku, tetapi niatku tetap saja sia sia.
☆☆
"Bagaimana bibi Luh apa ada perkembangan?"Tanya Pria itu pada bibi luh via telepon dan bibi luh yang merupakan pembokatnya sudah sejak ia masih berusia sepuluh tahun.
"Belum ada Tuan."Jawab bibi Luh pada Tuan Lu yi.
"Baiklah awasi terus gadis itu ya?aku akan pulang nanti sore masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan."Ucap Pria itu dan menutup ponselnya.
"Gadis itu entah bidadari atau apapun itu aku akan menjagamu siapapun dirimu karena kebetulan sekali ibuku sudah tak mau melihat aku melajang terus seperti ini,aku akan memperkenalkan pada ibu kalau kamu adalah kekasihku."Lu yi masih saja berkhayal.
__ADS_1
Rasanya aku ingin cepat cepat pulang untuk menemui gadis itu karena gadis itu sungguh membuatku tak tahan untuk selalu di dekatnya.
Ada apa denganku?Kenapa aku terlalu mengharapkan gadis itu?pria itu merasa ia mulai menyukai gadis itu.
Dengan langkah gontai ia pun menuju ke dalam ruang pribadinya ia pun mengambil sebuah album berisi foto foto kenangan mereka dan ia melihat dengan seksama sebuah foto saat ia berumur 12 tahun di sana tepat disampingnya berdiri seorang gadis kecil yang sangat manis menggendong sebuah boneka beruang warna coklat dan rambut gadis kecil itu tergerai panjang hingga pinggangnya.
"Siapa gadis kecip ini?"Gumamnya oada dirinya sendiri.
Aku seperti pernah melihatnya tetapi dimana ya?
Pertanyaan pertanyaan muncul di kepalanya dan membuat ia memegang kepalanya sambil berkata "Siapa gadis itu?Kenapa aku sangat mengenalnya ttapi tidak mengingat siapa dirinya?"
Lu yi tetap saja memejamkan matanya sambil berteriak penuh rasa ingin tahu bercampur emosi.
Sstelah puas berteriak ia pun keluar dari ruang pribadinya dan menelepon seseorang.
"Ada apa tuan Leo?"Tanya pria yang bernama Bram yang merupakan tangan kanan dari Lu yi alias tuan Leo itu.
"Tolong temukan bukti tentang gadis itu secepatnya karena aku benar benar butuh data datanya,aku harus mengingat dengan benar siapa gadis itu?"Ucap Lu yi alias tuan Leo pada Bram.
"Baik Tuan segera laksanakan sesuai perintah."Ucap Bram sambil menunduk hormat dan pergi meninggalkan Tuan Leo sendirian.
Bagaimanapun caranya aku harus mengetahui asal usul gadis itu.
Kenapa dia sampai membuatku pusing memikirkannya?
**
Sementara otu di sebuah kamar mewah,seorang gadis sedamg duduk sambil merenung akan nasib yang ia alami sekarang.
Terdampar di masa depan yang sangat ia tak inginkan.
Ooo Tuhan apa kesalahan yang telah ku lakukan?Kenapa aku jadi seperti ini lemah tak berdaya.
Ia pun bangun dari tidurnya dan melangkah mendekati jendela kamar yang terbuat dari besi baja berlapis emas itu.
Ia pun melihat keluar jendela,menghirup udara yang sangat segar,menatap bunga bunga yang sangat indah bermekaran di sana dan akhirnya matanya tertuju pada sebuah bunga anggrek putih yang sangat cantik di hadapannya itu.
Ia pun melambaikan tangannya dan ia dengan sekali hentak ia telah melesat dengan sempurna mendekati bunga itu.
Apa yang terjadi?Bunga itu pun meresponnya dengan sangat baik.
Mereka saling bercerita dan berbagi kisah sehingga ia sangat betah berlama lama di di taman bunga itu, hingga tak terasa senja telah tiba dan ia juga tak menyadari kalau pria itu telah berdiri di belakangnya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Gadis ini seperti gadis yang ada dalam mimpiku kala itu."Gumam Lu yi dalam hatinya.
"Hai,apa aku mengganggumu?"Tanya Pria itu ketika melangkah mendekati gadis itu.
"Ah tidak masalah,anda tidak mengganggu sama sekali dan boleh kok anda bergabung disini."Ucap gadis itu sambil mengibaskan rambutnya yang menutupi matanya.
"Kamu menyukai bunga ini?"Tanya Leo basa basi.
"Iya aku sangat menyukai bunga bunga ini."Ucap Maharanj sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa kamu sudah mengingat siapa namamu?"Tanya Lu yi lagi.
"Iya namaku Maharani."Ucap Maharani sambil mengulurkan tangannya.
Lu Yi pun menyambut tangan itu dengan erat.
"Aku Leo atau biasa di panggil Lu Yi,senang berkenalan denganmu."Ucap Leo atau Lu Yi sambil menatap wajah cantik Maharani di depannya itu.
"Kamu sudah mengingat apapun yang terjadi padamu?"Tanya Leo lagi.
"Maaf Leo,aku tak tahu kenapa aku bisa terdampar sampai di tempat ini padahal aku sangat merindukan keluargaku,aku ingin pulang dan aku sangat merindukan mereka."Ucap Rani sambil tersenyum kecut namun matanya berkaca kaca tanda ia akan segera menangis.
"Jangan menangis kita akan cari tahu bagaimana caranya untuk menemukan keluargamu."Ucap Lu Yi sambil merengkuh bahu gadis itu dan menyandarkan di bahunya.
"Nih buat kamu."Ucap Lu Yi sambil memberikan sebuah sapu tangan bergambar bunga anggrek putih pada Rani.
"Terima kasih."Ucap Rani sambil melap air matanya yang nyaris tumpah itu dan ternyata air matanya berubah jadi butiran mutiara yang sangat indah dan berkilau.
Ia pun membungkusnya dan memasukannya ke dalam saku Lu Yi tanpa sepengetahuan Lu Yi.
Ia pun menjentikkan jarinya agar Lu Yi melupakan sesaat tentang apa yang baru saja terjadi.
Rani masih saja bersandar pada bahu Lu Yi hingga tak sadar ia pun tertidur dengan sangat nyenyak dan nyaman.
Lu Yi masih saja bercerita dan ketika tak ada jawaban dari Rani ia pun menoleh ke arah sang gadis dan ternyata gadis itu telah terlelap dan wajahnya itu memancarkan cahaya yang sangat indah dan terang membuat Lu Yi sangat kagum padanya.
"Dari mana asalmu sayang,aku takkan pernah membuarkanmu pergi dariku karena aku telah jatuh cinta padamu aku sayang padamu walaupun kita belum saling mengenal satu sama lainnya tetapi hati kecilku berkata kamu adalah gadis yang aku tunggu tunggu untuk mendampingiku mengarungi bahtera rumah tangga."Ucap Leo sambil tersenyum.
"Kamu tahu apa yang aku rasakan sekarang,aku tak ingin pisah darimu dan aku merasa sangat nyaman berada di dekatmu untuk saat ini."Ucap Lu Yi sambil memindahkan anak rambut yang menutupi wajah Rani.
Angin bertiup dengan segar dan menusuk hingga ke sum sum tulang,merasuki jiwa yang merana.
"Aku tidak merana,aku tahu ini adalah hadiah dari Tuhan padaku karena aku selalu berbuat baik pada semua orang dan aku yakin gadis ini adalah hadiah terindah yang Tuhan kasih ke aku."Gumam Lu Yi sambil tersenyum penuh makna.
Rani masih saja memejamkan matanya dan berpura pura terlelap agar ia bisa mendengar apa kata hati pria yang sedang duduk di sampingnya itu.
Ia pun tersenyum dalam hati. Ah pria ini belum mengenal aku secara dalam sudah berani mengungkapkan apa isi hatinya padaku,aku tak mungkin melupakan Gerhana aku sangat mencintainya dan aku akan selalu setia menjaga cinta ini untuknya sampai kapanpun.
Pria itu masih saja tersenyum dan menatap wajah gadis itu.
Kemudian ia membalikkan badannya dan dengan sekali gerakan ia pun menggendong gadis itu dan membawanya ke dalam kamar di mana gadis itu tidur selama beberapa hari terakhir ini.
Setelah membaringkan gadis itu ia pun tanpa sadar mengecup gadis itu sambil berbisik "Mimpikanlah tentang cinta kita."
☆☆☆☆☆
To be continued
Bersambung ya guys Jangan lupa like,komentar dan juga vote ya
Tolong follow juga ig Author
atas nama akun Chreschya Kehi,nanti author langsung follow back.
__ADS_1
Terima kasih ya...selamat membaca...🙏🥰