
Happy reading ya guys??
Jangan lupa tinggalkan jejaknya!!
Like, komentar dan vote ya guys....!!!
**
Hari ini ulangan harian di kelas Rani, Dosen killer itu membagi tempat duduk untuk mahasiswanya karena ia tahu mahasiswa mahasiswanya itu akan menggunakan berbagai cara untuk menyontek.
"Baiklah saudara saudari semuanya, sesuai janji kita Minggu lalu hari ini kita akan mengadakan ulangan harian dari buku Anatomi fisiologi bab Satu dan saya harap tidak ada yang menggunakan berbagai cara untuk mencontek ya, apabila saya mendapatkan ada yang mencoba mencontek oknum tersebut akan di keluarkan dari kelas ini."Ucap Pak Killer yang bernama Asli Bagaskara.
"Baik Pak!!"Semua Sorang menjawab dengan santai.
Di dalam kelas itu semua mahasiswa fakultas kedokteran sangat mengidolakan Rani, selain pintar dan cantik ia pun selalu ramah dengan semua orang.
"Rani apakah kamu sudah siap?"Tanya Pak Bagaskara sambil berjalan mendekati Rani yang menimbulkan kecemburuan di hati Gerhana.
Gerhana bisa membaca pikiran Pak Bagaskara terhadap Rani gadis pujaannya itu.
"Jangan macam macam ya Bagas,akan aku hancurkan kepalamu kalau kamu berani mendekati gadisku."Ucap Gerhana sambil mengepalkan tangannya.
Gerhana menatap tajam wajah Bagaskara dengan tatapan yang sangat tajam.
Dengan Satu gerakan tangan langsung seisi kelas jadi diam seperti patung kecuali Rani,ada apa dengan Rani sampai sampai ia tak mempan dengan jurus yang di keluarkan oleh Gerhana.
Rani sudah paham tapi ia berpura pura tetap tidak mengerti karena memnag Gerhana dari awal melihat Rani ia merasa kalau Rani itu bukan manusia seperti biasanya karena ia unik dan sangat istimewa.
Terlihat jelas kalau Rani tidak mempan dengan ilmu sihirnya itu.
__ADS_1
Gerhana mendekati Rani dan berbicara kepada Rani.
"Maaf Rani, aku terpaksa membuat mereka semua seperti ini karena aku benci dengan kelakuan Bagaskara."ucap Gerhana meminta maaf pada Rani.
"Kamu gak bersalah kok Ger, tetapi kenapa kamu berbuat seperti itu?Kamu manusia super ya?Kenapa aku tidak seperti mereka semua yang hanya duduk seperti patung juga Ger?"Tanya Rani dengan wajah terheran heran tapi bohong.
"Maaf aku sengaja membuat kamu tidak terkena sihir aku karena kamu istimewa bagiku Rani."Ucap Gerhana pada Rani sambil mengelus rambut panjang Rani.
"Ayolah Gerhana, kembalikan mereka biar kita bisa mengikuti ulangan dan cepat selesai sehingga kita bisa istrahat karena aku benar benar lapar banget pagi tadi terlambat bangun dan gak sempat makan pagi."Ucap Rani pada Gerhana.
Gerhana pun iba hatinya dan ia kemudian mengembalikan orang orang itu pada posisi semula dan mereka mulai menerima soal ulangan yang diberikan oleh pak Bagaskara si Dosen killer itu.
Ketika Pak Bagaskara sampai di meja Rani ia masih menatap Rani dengan tatapan mata yang penuh kekaguman.
"Baiklah semuanya sudah dapat soal masing masing tolong dikerjakan dengan tenang tanpa menggangu ketenangan orang lain ya?"Ucap Pak Bagaskara lagi.
Rani perlu beberapa menit saja kemudian ia cepat keluar dari ruangan itu, saat ia melihat Gerhana masih sibuk mengerjakan tugasnya ia pun keluar dari kelas tetapi sebelumnya ia menjentikkan jarinya ke udara sehingga ia menghipnotis Gerhana sehingga Gerhana benar benar tidak tahu kalau Rani sudah selesai mengerjakan ulangannya dan keluar dari kelas tanpa sepengetahuan Gerhana.
Ketika ia menjentikkan jarinya Gerhana pun sadar ia mengumpulkan ulangannya dan ia melihat ke arah tempat Rani tetapi ia tak melihat gadis itu.
Kemana gadis itu? apakah Bagaskara melihatnya dengan berani ia pun bertanya pada Bagaskara.
"Pak dimana Rani? Bukannya tadi ia duduk di barisan kanan itu?"Tanya Gerhana pada Bagaskara.
"Iya memang Rani duduk disana tetapi dia sudah keluar sekitar Tiga Puluh menit yang lalu karena sudah menyelesaikan ulangannya."Jawab Pak Bagaskara pada Gerhana yang membuat sontak hati Gerhana.
"Kok aku gak merasa apa apa ya?"ucap Gerhana pada dirinya sendiri.
"Bagaimana aku merasakan apa apa kalau tadi aku memang sangat sibuk mengerjakan ulangan aku!!"Gumam Gerhana dalam hatinya.
__ADS_1
"Baik Pak Bagas makasih ya?"Ucap Gerhana langsung menyambar tasnya dan dengan secepat kilat ia berkelebat pergi dari kelasnya.
Ia memakai instingnya untuk mencari tahu di mana Rani berada tetapi ia benar benar tak bisa melihat dimana Rani berada.
"Aneh tapi nyata apa yang aku alami saat ini benar benar diluar dugaan."Gumam Gerhana lagi sambil mengusap wajahnya yang berkeringat akibat udara daerah itu saat ini sangatlah panas.
Rani masih di dalam kamarnya mengganti bajunya dan kembali ke kampus karena siang ini ada mata kuliah dari ilmu perbintangan dan bagaimana mempelajari ilmu astronomi yang sangat ia sukai itu.
Dengan langkah gontai gadis itu melangkah menuju ke kampus.
Dari kejauhan sudah tampak Gerhana,matanya tetap tak lepas dari Rani.
Dengan sekali gerak ia telah tiba di samping gadis itu.
"Dari mana saja kamu Rani? Kamu tahu gak kalau aku mencari kamu? Aku kan sudah pernah bilang aku gak bisa kalau gak melihat kamu walaupun hanya sedetik saja kamu bisa gak ngertiin aku sekali aja Ran? Kamu itu susah dihubungi, susah dicari Rani, senang sekali ya bikin aku bingung cari kamu?"Ucap Gerhana beruntun dengan berbagai pertanyaan dan keluhan pada gadis itu.
"Maaf deh Ger,tapi aku gak suka dikekang aku suka bebas dan tak ingin ada yang mengklaim bahwa aku ini miliknya aku ingin bebas Gerhana,aku bukan burung peliharaan yang hidupnya penuh tekanan karena di kurung dalam penjara please deh Gerhana janganlah kekang aku please!!"Ucapan Rani membuat Gerhana mati kutu karena ia takkan pernah tega memarahi Rani itu sudah ia ikrarkan dalam janjinya pada dirinya sendiri kalau ia tak kan pernah membuat Rani sedih apalagi menangis.
"Baiklah Rani aku mengerti tapi tolonglah beritahu aku apapun yang mau kamu lakukan."Ucap Gerhana lagi.
"Itu sama saja kamu mengekang kebebasan aku Gerhana."Ucap Rani dengan senyumannya dan ia pun berpura pura menangis mengeluarkan air mata palsu yang membuat Gerhana merasa sangat bersalah.
"Jangan menangis Rani aku gak akan larang kamu apapun yang akan kamu lakukan aku akan turuti dan biarkanlah aku memantau kamu dari jarak Seratus meter aku harap kamu tidak keberatan dengan keputusanku ini."Ucap Gerhana lagi.
"Lima ratus meter Gerhana, kalau Seratus meter itu bukan pantau."Ucap Rani pada Gerhana lagi.
"Baiklah apapun menurut kamu baik aku ikut aja."Ucap Gerhana sambil tersenyum dan mengelus rambut panjang Rani.
**
__ADS_1
Bersambung ya readers tersayang tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰
**