Teleportasi Cintaku

Teleportasi Cintaku
70


__ADS_3

Rani tak sengaja menginjak kaki Pak Killer saat hendak berjalan ke kamar mandi.


"Maaf Pak aku nggak lihat kalau itu kaki anda..!!"Jawab Rani gugup seketika saat melihat pancaran mata yang ditunjukkan oleh Pak Killer padanya.


"Iya tak apa apa,tetapi kenapa kamu terlihat buru buru sekali apa kamu sedang sakit?"Tanya Pak Killer sambil memegang kening Rani tanpa ijin.


Seketika Rami langsung menghindar sehingga ta gan Pak Killer hanya mengenai udara saja.


"Maaf pak saya lagi datang bulan makanya mau ke kamar mandi dulu."Ucap Rani Sambil berlalu dari hadapan Pak Killer.


"O baik silahkan lewat sini."Ucap Pak Killer sambil mempersilahkan Rani lewat depannya.


Ia pun tak berniat untuk menguntit Rani.


Ia hanya menunggu Rani di depan jalan menuju kamar mandi itu.


Sudah sejam lebih kok Rani gak muncul.muncul sih ada apa Rani?


Kenapa dia belum keluar dari kamar mandi saja?


Aku samperin saja deh siapa tahu dia butuh bantuan?


Pak Killer pun berjalan menuju ke kamar mandi tetapi di sana semuanya kosong dan tak ada siapapun di sana.


"Apa aku hanya mimpi ya?" Ucapnya sambil menampar kedua pipinya berulang kali.


"Ah rasanya aku berhalusinasi saja ini bahkan aku tak melihat siapapun di kamar mandi sana?" Pak Killer pun kembali ke kelas dengan langkah lunglai.


Dan sesampainya di kelas ia pun kaget saat melihat Rani sedang duduk bersama teman temannya dan benar benar lagi asyik bercerita entah apa ya g mereka ceritakan.


Tetapi aneh kan tadi aku melihat Rani,dan aku sudah menunggunya sejam lebih di jalan lorong menuju kamar mandi tak ada seorang pun yang lewat tapi Rani sekarangbsedang tertawa tawa bersama teman temannya apa aku berhalusinasi saja atau apa ya bingung aku.


Aku akan selidiki ini semua kenapa aku seperti ini?


Setahu aku Rani itu gadis biasa saja yang tak memiliki ilmu apapun dan aku yakin tadi itu hanya halusinasi aku saja.


**

__ADS_1


Berpikir terus sampai kepalamu botak pun kamu tetap menganggap kamu sedang berhalusinasi.


Rani tersenyum sambil memainkan pena ya g sedang ia pakai untuk mendesain sebuah gaun yang sangat indah.


Aku rasa aku sudah tertarik untuk mengerjainnya siapa suruh dia mengungkapkan perasaannya padaku.


Dia pikir aku ini apa?


Dia pikir aku seperti gadis gadis biasa pada umumnya ya?Sorry Pak Killer aku tahu batasan antara murid dan guru jadi hati hati aja aku bakal bikin kamu stres memikirkan aku tetapi aku tak memikirkanmu.


Manifestasi terpingkal pingkal memikirkan rencananya.


Baiklah kita akan mulai apa yang di namakan memberi umpan.


Semoga yang di umpan menerimanya dengan baik dan berinisiatif untuk mengikuti semua permainanku.


Karena merasa sudah fix akhirnya ia pun pergi ke kampus siang itu untuk meminjam buku di perpustakaan,padahal hari ini tak ada jadwal kuliah hanya saja demi melancarkan rencananya ia harus pergi ke perpustakaan untuk melihat lihat apakah pak Killer ada gak di kampus.


Dengan langkah gontai ia masuk ke dalam perpustakaan karena menurut penjaga perpustakaan di dalam ruangan perpustakaan itu ada pak Killer yang sedang mencari referensi untuk menyusun silabus.


"Hmm,kita lihat apa yang akan ia lakukan padaku setelah melihat aku dandan seperti ini?"Ucap Rani dalam hatinya.


"Lyen kamu tahu gak buku yang aku cari kemarin letaknya di mana ya?"Ucap Rani Sambil terus saja menelepon dan ternyata si pria tampan bernama killer itu sedang melihat ke arahnya dengan tatapan penuh rasa cinta.


"Di bagian kiri dekat meja komputer Dan,coba aja kamu ke sana."Ucap Erlyen lagi.


"Tapi itu kan lumayan tinggi aku gak bisa mengambilnya."Ucap Rani lagi.


"Minta tolong sama penjaga Perpustakaan biar beliau membantumu. "Jawab Erlyen lagi.


"Bagaimana apa dia melihatmu?"Tanya Erlyen.


"Iya sepertinya begitu aku matiin ponselnya dulu ya biar aku bisa leluasa mengambil buku yang di maksud. " Ucap Rani Sambil mematikan ponselnya dan menyimpannya dalam tas kemudian mencoba memanggil penjaga Perpustakaan.


Ketika hendak melangkah pergi ke arah penjaga Perpustakaan itu tiba tiba semua orang yang berada di dekatnya mendadak jadi patung.


Dengan sigap ia pun sengaja menjadi patung dan membuat Pak Killer kaget.

__ADS_1


"Loh kenapa kamu juga ikut ikutan mematung?bukankah aku hanya memberlakukan hal ini pada semua ora g kecuali kamu?" Ucapnya sambil mendekati Rani dan mengelus wajah Rani dan dengan sebuah gerakan ia pun mengecup kening Rani dengan sangat lembut.


"Aku akan mencintaimu seumur hidupku,padahal aku dilarang jatuh cinta oada manusia sepertinya tetapi aku kadung jatuh cinta padamu Maharani. " Ucapnya sambil jari jemarinya mengelus bibirku dengan sangat lembutnya.


Andai kamu sudah sah menjadi milik aku takkan membiarkan kamu bebas kemanapun.


"Oo,jadi seperti itu yà rencanamu."Gumam Rani dalam hati.


"Baiknya aku kerjain dia sajalah."Gumam Rani dalam hati.


Ketika dia berbalik ke arah pintu hendak menutup pintu Rani pun langsung menjentikkan jarinya dan ia pun langsung tak bisa berjalan alias tidak bisa bergerak kaki dan tangannya pun menjadi kaku,bola matanya pun langsung menghitam dan membuat Rani jaget bukan main ternyata Pak Killer adalah bagian dari vampir pemakan daging manusia.


"Oo,ternyata kamu berniat menjadikan aku tumbalmu?Baiklah kita akan lihat siapa yang sebenarnya akan menjadi tumbal aku atau kamu?"Ucap Rani dan ia pun mencabut sesuatu berupa tulang rusuk dari dalam tubuh pria itu dan membakarnya menggunakan api dari telapak tangannya.


Setelah terbakar ia pun tersenyum dan keluar dari dalam ruang perpustakaan itu dengan langkah gontai.


Ketika tiba di luar ia pun menjentikkan lagi jarinya dan apa yang terjadi?ternyata mereka semua kembali membuka mata dan memulai lagi aktivitas mereka dalam ruangan itu.


Beda dengan pak killer ia begitu kaget melihat Rani sudah tak ada di sampingnya lagi dan juga ia merasa tulang rusuknya menjadi sangat sakit.


"Kenapa bisa begini?"Gumamnya dalam hati.


"Apa yang terjadi padaku?"Tanya Pak Killer pada dirinya sendiri.


Ah aku benar benar tak bisa mengingat apapun.


Tapi bukannya tadi ada Rani di dalam perpustakaan ini kenapa dia menghilang?Aku rasa aku tidak salah melihatnya tadi tetapi sekarang bahkan bayangannya pun tak kelihatan sama sekali ada apa ya?


Aku akhir akhir ini seperti orang lupa ingatan apa yang aku alami ini merupakan pertama kali yang aku temui di dunia vampir.


Aku benar benar frustasi.


Rani sedang tertawa bersama dengan Erlyen di taman bunga dekat kampus.


☆♡☆♡°○°○


To be continued

__ADS_1


(Essy Kehi _Denpasar_09_12_2021_15.29)


__ADS_2