Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Resign


__ADS_3

" Bukan seperti itu.... Aku tidak pernah bermaksud mengkhianati mu. Aku khilaf, ini semua salah Erin. Dia yang menggoda ku." Tutur Geo. Ia tidak bisa menerima keputusan Fiona begitu saja


Fiona tersenyum sinis mendengar penuturan Geo " heh! Sekarang kau menyalahkan orang lain atas kesalahanmu. Lucu sekali dirimu!."


" A... Bukan seperti itu. Tapi, aku memang hanya di goda oleh Erin. Seandainya waktu itu dia tidak menggoda ku..__"


" Cukup!." Sentak Fiona. Ia menatap tajam pria di depannya " Disini kau juga salah! Jadi jika ada seorang laki-laki lain menggoda ku dan aku tergoda, artinya aku tidak salah?!." Tersenyum mengejek


Geo terdiam mendengar perkataan Fiona. Ia mati kutu, seolah alasan-alasan yang sudah ia susun hilang bak di telan bumi


" Sudahlah, aku tidak punya waktu dengan mu. Dan jangan ganggu aku lagi!." Ujar Fiona dan berbalik, tapi langkah nya terhenti saat Geo kembali menarik paksa tangan Fiona


" Geo! Lepaskan aku!!." Sentak Fiona, ia meronta ingin tangannya di lepaskan, tapi Geo malah semakin mencengkram tangan Fiona


" Tidak! Aku tidak akan melepaskan mu! Aku tidak salah! Aku hanya bermain-main sebentar dengan Erin, tidak salah 'kan. Aku akan membuangnya setelah aku bosan." Sedikit meninggikan suaranya


" Apa! Kau gila!! Ini sama saja kalau kau selingkuh!." Bentak Fiona


" Memangnya apa salahnya? Kalau nanti ujung-ujungnya aku juga akan menikahi mu!." Geo tak kalah membentak.


Plak..


Fiona yang sudah hilang kesabaran langsung melayangkan tangannya di pipi Geo. Ia sangat geram mendengar perkataan Geo


" Kau gila!! Jadi, aku juga bisa selingkuh karena mencintaimu? Begitu?!." Tegas Fiona masih mencoba melepas tangannya


" Hah! Itu berbeda Fio!!." Bentak Geo. Ia sudah hilang kesabaran, Fiona yang lemah lembut dan polos sudah tidak ia lihat sekarang, membuatnya tidak terima. Apalagi ia sampai di tampar di muka umum


Fiona memejamkan mata, tak percaya dengan apa yang di katakan Geo. Bisa-bisanya selama ini ia mencintai pria seperti Geo, bisa-bisanya selama ini ia membayangkan kehidupan rumah tangga yang bahagia bersama Geo.


" Sudahlah, aku sudah capek. Hubungan kita sudah berakhir sejak aku memergoki mu berhubungan dengan adik ku." Sengaja meninggikan suaranya, agar orang-orang disana dapat mendengar


Kedua orang itu sontak menjadi pusat perhatian. Untung saja mereka sudah tidak berada di pusat kampus, sekarang mereka berada di gedung belakang yang biasanya di tempati mahasiswa/i untuk melepas stres dan beristirahat. Walaupun tidak terlalu banyak orang, tetap saja keduanya menjadi pusat perhatian


"Drama perselingkuhan."


"Wah pria nya yang selingkuh. Terus minta balikan, tidak tahu malu"


"Eh! Bukannya itu Fiona, putri mawar berduri"


"Dan di samping nya kalau begitu, Geo kekasihnya. Wah dasar tidak tahu malu, sudah untung dia berhasil meluluhkan hati Fiona, sih putri mawar berduri. Bisa-bisanya dia selingkuh"

__ADS_1


Suara-suara terdengar lirih memenuhi gendang telinga mereka. Fiona tersenyum menang, memang ini yang ia incar.


'tapi, sejak kapan aku mendapat julukan putir mawar berduri' batin Fiona. Karena tidak terlalu tertarik dengan gosip dan rumor yang beredar di kampus, ia jadi tidak sadar selama ini di panggil putri mawar berduri, karena kecantikannya yang seperti bunga mawar namun mempunyai mata yang tajam dan susah untuk di jangkau seperti duri.


Geo menatap tajam orang-orang disana. Ia sangat malu, tapi tidak mau melepaskan Fiona begitu saja.


" Lepaskan aku Geo!." Bentak Fiona, refleks Geo melepaskan tangannya saat tatapan orang-orang disana semakin tajam.


Fiona tersenyum menang yang sangat tipis dan pergi meninggalkan Geo yang sedang menanggung malu.


Rumor-rumor mulai bersebar dimana hubungan Fiona dan juga Geo yang telah putus. Tentu kabar itu sampai ke telinga Erin, membuatnya merasa berhasil akan rencananya.


Erin sengaja membuka pintu kamar nya saat itu, dimana ia sedang berhubungan dengan Geo, kekasih kakak angkat nya. Ia juga sudah mengatur waktu dan tempatnya, agar Fiona bisa menyaksikan dirinya berhubungan bersama Geo.


Ia sangat ingin melihat wajah sedih dan hancur Fiona, ia sangat membenci Fiona karena Fiona lebih cantik dan pintar darinya. Serta kakaknya lebih menyayangi Fiona daripada dirinya yang seorang adik kandung.


Sedangkan di sisi lain


Detrick mengetuk-ngetuk jari telunjuk di atas meja. Ia berpangku tangan dan sedari tadi melihat Fiona yang sedang berseteru dengan Geo di smartphone nya.


Detrick menaruh beberapa kaki tangannya di sekitar kampus agar bisa mengawasi Fiona.


Sudut bibir Detrick tertarik saat melihat Fiona menampar Geo " Sepertinya aku tidak perlu turun tangan." Seru Detrick lalu menaruh ponselnya


" Apa anda menyukai nona Fiona tuan?." Tanya Michael. Jika hal itu memang adanya, ia akan sangat senang. Setidaknya akan ada orang yang mengurus sang bos


Detrick melirik tajam Michael " Jaga mulut mu! Aku hanya tertarik dengannya karena rencanaku. Setelah rencana ku berhasil, aku sudah tidak ingin berhubungan dengan nya." Dingin Detrick


Michael hanya mengangguk tanda mengerti. Tidak akan ada yang berani membantah perkataan Detrick " jadi kapan anda akan menjalankan rencana anda tuan?."


" Sebentar lagi. Setelah gadis bodoh itu terbiasa dengan kehidupan barunya, baru aku akan menjalani rencana ku."


" Baiklah tuan." Sahut Michael 'katanya hanya tertarik. Tapi rela menunggu sampai terbiasa. Ckckck.' tentu perkataan nya ini hanya bisa ia katakan dalam hati


Kembali ke Fiona...


Hari sudah menjelang sore, ia berniat ke bar untuk mengundurkan diri.


" Aku ingin mengundurkan diri bos." Ucap Fiona di tempat duduk bar bersama bos dan juga Liana. Bar masih belum buka, jadi hanya ada ketiga orang itu


" Apa!! Tapi kenapa?!." Pekik Liana

__ADS_1


" Ada apa Fiona? Apa ada yang tidak kau sukai saat bekerja disini?." Tanya Nia, bos Fiona


Fiona menggeleng pelan " Tidak, aku menyukai tempat ini. Aku juga menyayangi kalian, tapi.."


" Kenapa? Apa keluarga mu melakukan sesuatu lagi padamu!." Sentak Nia


" Cih! Mereka lagi! Biar aku bunuh mereka!." Liana sampai berapi-api. Di bar ini, mereka semua sudah seperti keluarga. Jadi setiap masalah di keluarga ketiganya pasti tau


" Memangnya kamu berani?." Mengangkat sebelah alisnya dengan senyuman mengejak


Liana menggaruk dahinya yang tak gatal " Tidak." Nyalinya langsung menciut


Fiona dan Nia terkekeh " Tenang saja bukan karena mereka kok. Malahan aku berterimakasih pada mereka karena sudah suka rela melepaskan ku."


" Maksudnya?." Tanya Nia


" Aku sudah tidak tinggal lagi di kediaman Eren, sekarang aku tinggal di rumah bos ku." Ucap Fiona


" Bos? Siapa? Dan apa hubungannya dengan kamu resign disini?." Cerca Liana


" Bos ku melarang ku keluar saat malam hari. Yah intinya sekarang aku ingin memulai hidup yang baru, doakan saja semoga semuanya lancar. Dan tenang saja aku tidak akan melupakan kalian." Tutur Fiona dengan senyuman


" Hmm semoga kamu bahagia." Ujar Nia


" Hiks.. aku tidak akan melupakan mu." Liana langsung memeluk Fiona seakan-akan ia akan berpisah jauh dan sangat lama dengan Fiona


Fiona terkekeh " Dasar! Aku tidak akan mati."


" Heheh tidak apa-apa sudah terlanjur, masa harus setengah-setengah." Tersenyum memperlihatkan deretan giginya. Nia ikut memeluk Fiona.


Mereka bertiga pun berpelukan layaknya Teletubbies.


Fiona akan bekerja saat siang di mini market sampai sore, saat ia sedang kelas pagi. Tapi saat ia ambil kelas siang, maka Fiona akan tetap bekerja menjadi Office girl di perusahaan Dbr Kingdom. yah itulah rencana Fiona, entah apakah Detrick akan setuju atau tidak setidaknya ia akan berusaha untuk membujuk Detrik, itupun kalau berhasil.


.


.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


__ADS_2