
Semakin tinggi terbang maka saat jatuh pasti akan sangat sakit. Yah begitulah yang di rasakan Geo sekarang. Gery Wijaya, ayah Geo yang sudah pensiun memberikan perusahaan nya pada putra satu-satunya
Dengan semangat yang tinggi, Geo menerima warisan dengan senang hati. Ia yakin dengan kekayaan nya sekarang, ia bisa mengambil kembali Fiona dari om-om yang telah membelinya, pikir Geo
Namun kenyataan yang sekarang benar-benar menampar diri, kepercayaan diri, harga diri. Semuanya ia benar-benar tak bisa berkata-kata melihat hal yang baru saja di laporkan oleh sekretaris nya
" Apa-apaan ini!! Kau bercanda 'kan!." Sentak Geo menghempaskan dokumen di atas lantai
" Ma..maaf tuan, tapi hal itu memang benar adanya!." Ujarnya dengan menunduk
Geo menghempaskan tubuh di atas kursi " Bagaimana bisa." Gumamnya " Sebenarnya aku ada salah apa dengan keluarga Reventoon. Pertama Detrick Reventoon, sekarang Carl Reventoon. Sialan! Apa maunya kakak adik itu!." Lanjutnya
Ia bingung. Padahal bertemu dengan salah satu kakak beradik itu saja ia tak pernah, bagaimana bisa dirinya di serang seperti ini. Salah apa dirinya, pikir Geo
.........
Seorang pria yang sudah berumur, dengan sebuah tongkat dengan pahatan khusus masuk kedalam mansion dengan di iringi oleh dua bodyguard profesional. Tatapan dingin, dengan aura yang mendominasi membuat siapapun yang melihatnya pasti akan segan
Semua pelayan yang menyambut menunduk tak berani mengangkat kepala. Sedangkan sepasang suami istri menyambut dengan senyuman
" Selamat kembali ke rumah ayah." Ucap Ditrian menyambut ayahnya yang baru saja dari kota M
" Bagaimana perjalan ayah?." Seru Leticia yang ikut menyambut ayah mertuanya
" Baik-baik saja." Singkat Kakek Bry. Ia menatap sekeliling " Kemana para cucu-cucu ku." Hal pertama yang pasti di tanya
" Detrick masih ada di kantornya. Sedangkan Carl juga masih ada di kantornya." Jawab Leticia tersenyum
Tangan kakek Bry terangkat mengusap kepala sang menantu " Bagaimana kabarmu?."
Leticia tersenyum " baik ayah." Ia sangat menghormati mertuanya. Seorang pria yang tegas namun penyayang
" Callis dan Emma kemana?." Menanyakan keberadaan anak dan menantunya yang lain
Ditrian nampak berdehem " Keduanya sibuk dan tidak sempat menyambut ayah pulang." Datar dia menjawab
Bryanskara mendengus, pria tua itu selalu di buat kesal dengan anak keduanya. Menantu keduanya selalu sibuk dengan urusan butik, sedangkan Callis anak keduanya juga sibuk mengurusi perusahaan, belum lagi cucu keduanya Carl yang juga ikut-ikutan sibuk. Yang membuatnya kesal juga karena cucu pertamanya juga selalu sibuk bahkan bulan ini mereka sama sekali tak pernah bertemu
" Sudahlah mereka memang selalu seperti itu!." Ketus kakek Bry " oh yah, aku dengar Detrick sudah memiliki kekasih. Dan bahkan sudah membawanya bertemu dengan kalian." Ucap kakek Bry. Ia sama sekali tidak tahu siapa kekasih dari cucu pertamanya
" Dia wanita yang cantik, ayah." Seru Leticia, ia ingin memberikan kesan baik kepada sang ayah mertua mengenai Fiona.
" Apa ayah ingin agar Detrick membawanya bertemu dengan ayah?." Ragu-ragu Ditrian bertanya. Ia sangat tahu bagaimana sang ayah yang sangat memikirkan latar belakang kehidupan orang yang dekat dengan keluarganya
Bryanskara terlihat sedikit berpikir " Baiklah. Suruh anak itu membawa kekasihnya bertemu dengan ku." Setelah itu ia melangkah pergi menuju ke kamarnya untuk beristirahat 'kita lihat wanita seperti apa yang berhasil meluluhkan anak nakal itu'
Leticia segera menelpon anaknya dan menyuruh agar datang ke mansion utama saat makan malam bersama kekasihnya.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain
Fiona sudah kembali memakai pakaian nya. Ia tengah duduk di sofa sembari bermain ponsel sedangkan Detrick kembali ke tenggelam dalam pekerjaannya.
Bunyi ponsel membuat Detrick mengalihkan perhatian dan mengambil benda pipih yang berbunyi tersebut. Di lihatnya dan rupanya sang ibu tercinta yang menelpon
Fiona diam-diam memperhatikan Detrick yang tengah berbicara pada seseorang di ponselnya 'siapa yah' gumam Fiona
Nampak Detrick berbicara dengan orang yang di seberang dengan suara rendah dan sedikit lembut membuat Fiona mengerutkan dahi. 'sebenarnya siapa orang itu' dadanya sakit hanya dengan mendengar Detrick berbicara lembut kepada wanita lain
Setelah itu terlihat Detrick memutus sambungan telepon. Ia kemudian melihat Fiona, sontak yang di lihat mengalihkan pandangan
Ujung bibir Detrick terangkat. Sebenarnya dari tadi ia selalu merasa kalau Fiona memperhatikan dirinya, dan sepertinya hal itu benar adanya. Kemudian Detrick merapikan barang-barang di atas meja lalu melangkah mendekati Fiona
Fiona pura-pura tak tahu. Ia meletakkan ponsel dan beralih melihat Detrick yang sekarang sudah ada di depannya sembari mengulur 'kan tangan. Mau tidak mau Fiona menerima uluran tangan tersebut dan langsung di tarik oleh Detrick sehingga Fiona berdiri tepat di hadapan sang kekasih
" Kita pulang." Menarik tangan Fiona
" Eh? Masih ada dua jam untuk waktu pulang." Mengikuti langkah Detrick
" Kita akan ke mansion utama malam nanti." Mereka keluar dari dalam ruangan dan rupanya sudah di sambut oleh Michael
" Kita langsung berangkat, tuan." Tanya Michael
" Ke madam emma terlebih dahulu." Datar dan langsung melangkah menjauhi Michael seraya menarik tangan Fiona
Detrick terdiam, ia melihat sekilas Fiona dan tanpa menjawab kembali berjalan sembari menggenggam tangan Fiona di ikuti oleh Michael yang setia mengekori sang tuan muda
.........
Dengan masih menggenggam tangan Fiona, Detrick masuk melangkah ke dalam butik. Karena sudah terlebih dahulu memberitahu sang bibi, jadi Detrick langsung di giring ke ruangan VVIP dan tak bertemu dengan pelanggan butik yang lain
" Anak nakal ini datang lagi." Berkacak pinggang. Ia kesal karena selalu di beritahu tiba-tiba kalau sang keponakan akan datang
Detrick seperti biasa menampilkan wajah datar yang semakin membuat madam Emma berdecak kesal. Matanya melihat kesamping tubuh Detrick yang kekar dan terlihat Fiona yang bertubuh mungil. Senyuman madam Emma langsung tersungging
" Selamat datang lagi sayang." Menyambut Fiona dengan senyuman yang sangat merekah. Ia perlahan menghampiri Fiona namun Detrick seketika langsung pasang badan
" Tidak perlu pakai sentuh-sentuh." Ujarnya dengan nada ketus. Terlihat madam Emma mendengus sedangkan Fiona hanya tersenyum canggung di belakang Detrick
Detrick kemudian berbalik melihat Fiona. Memegang kedua pundak wanita tersebut " Masuklah ke ruang ganti. Aku akan menunggu disini." Katanya
Fiona hanya mengangguk " Baiklah." Melangkah pergi mengikuti beberapa karyawan wanita yang memang sudah di siapkan khusus oleh madam Emma sesuai perkataan Detrick
Setelah Fiona masuk kedalam ruang ganti. Madam Emma kembali buka suara " jadi apa yang ingin kamu katakan?." Seraya duduk di salah satu sofa di ikuti Detrick yang juga ikut duduk di depan sang bibi bersama dengan Michael
Detrick nampak menghela nafas berat " Aku hanya ingin mengatakan agar bibi memperhatikan Putra bibi." Menatap serius kearah madam Emma
__ADS_1
" Memangnya kenapa lagi?." Ia sudah tahu tingkah sang putra yang selalu ingin mencari perhatian kepada kakak sepupunya
" Katakan padanya agar tidak mengganggu urusan pribadi ku. Selama ini aku hanya diam saja. Tapi, aku tidak bisa menjamin kedepannya." Selama ini Detrick tak terlalu memikirkan apa yang di lakukan Carl kepadanya, bahkan saat dimana Carl yang membuat sindrom Detrick kambuh, Detrick hanya membuat perusahaan yang bukan seberapa milik adik sepupunya kesulitan.
Mengingat mereka masih mempunyai hubungan darah. Tapi, ia sama sekali tidak bisa menoleransi jika Carl mengganggu urusan nya dengan Fiona. Apalagi sampai mencari tahu asal usul Fiona dan bahkan menyurh orang untuk memata-matai wanitanya, yah Detrick mendapatkan laporan mengenai Carl yang memata-matai Fiona membuat Detrick kesal namun mencoba tenang. Walau bagaimanapun Carl tetap saudaranya
Madam Emma terlihat menggeleng 'kan kepalanya " Padahal kamu sangat berbakat. Tapi bagaimana bisa hanya untuk peka sedikit kamu tidak bisa." Ujarnya. Ia tahu mengapa sang putra sangat suka mengganggu kakak sepupu yang selalu ia elu-elu 'kan
Detrick terlihat mengerutkan keningnya. Dengan lewat tatapan ia seakan berkata, apa maksud mu?
Madam Emma menghembuskan nafas kasar. Bagaimana bisa keponakannya yang sangat terkenal akan ketelitian nya tidak bisa peka seperti ini? Haruskah ia menjelaskan nya dari awal lagi?
" Adikmu hanya ingin mencari perhatian padamu. Makanya berikan dia perhatian yang lebih, bukan malah mengabaikan nya. Bahkan kalau kamu menghancurkan perusahaan nya karena hal yang telah di lakukan, aku yakin dia pasti akan sangat senang." Seru madam Emma membela anaknya. Michael pun ikut manggut-manggut menyetujui Perkataan wanita di depannya
Detrick mengusap kasar wajahnya " Aku tahu itu. Tapi, dia seorang pria bagaimana bisa aku memberikannya perhatian lebih? Memangnya tidak cukup dengan aku membantu bisnis nya selama ini." Gila! Sungguh Detrick ingin berteriak seperti itu. Mau apa sebenarnya adik sepupunya, di kasi hati minta jantung
Lagi-lagi madam Emma menghela nafas pelan " Bukan masalah materi yang dia cari. Berikan perhatian kasih sayang seorang kakak kepadanya. Dari kecil kau hanya memberikan perhatian secara diam-diam." Mengingat kembali saat Detrick diam-diam membersihkan masalah yang pernah di perbuat Carl sewaktu mereka masih kecil, agar Carl tidak di marahi.
Mengingat hal itu membuat madam Emma selalu tersenyum. Bagaimana bisa putra dan keponakannya sangat lucu? Tapi, seiring pertumbuhan keduanya semakin mengesalkan
Detrick memijit pangkal hidung. Ia pusing hanya dengan memikirkan kelakuan Carl yang sudah kelewat batas hanya untuk sebuah perhatian. Dan yang membuat Detrick kesal, dirinya tak bisa membalasnya karena masih mengingat hubungan darah yang ada
" Aku menyayangi nya!." Ucap Detrick
Sontak madam Emma dan Michael melihat heran kearah pria yang tengah menampilkan wajah datar meski sudah mengatakan hal memalukan
" Tapi, dengan caraku sendiri!." Menekankan perkataan " Dia saja yang menyimpulkan kasih sayang hanya dengan satu cara. Banyak hal yang dapat menggambarkan kasih sayang, dan semuanya tidak harus terlihat." Kali ini ia benar-benar serius. Tidak mungkin Detrick membawa adik nya ke lubang kegelapan
Madam Emma nampak tersenyum kecil. Benar juga yah, pikirnya " Yah kalau begitu lakukan sesukamu. Berikan dia hukuman yang pantas, tapi ingat!." Mengacungkan jari telunjuknya sembari menatap Detrick tajam " Jangan pernah bermaim fisik!." Hal ini sangat tidak di sukai madam Emma
" Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu. Kecuali dia sendiri yang mencarinya." Mengangkat kedua bahu seolah-olah tak bisa berjanji
Madam Emma menghembuskan nafas kasar. Memang susah untuk menang dalam hal berdebat dengan keponakannya yang satu ini. " Tapi, asalkan jangan sampai membunuhnya. Walaupun bentukannya seperti itu, dia tetap anak ku." Pasrah
Detrick tersenyum tipis, ia berdiri " Baiklah. Pakai 'kan aku pakaian baru yang lebih bagus." Ia juga ingin tampil sempurna malam ini
Madam Emma kembali bersemangat " Dengan senang hati tampan." Madam Emma sangat bersemangat dalam me make over pria tampan satu ini. Mau di pakai 'kan apapun semuanya akan terlihat cocok. Bahkan mungkin baju compang-camping pun akan terlihat jadi baju branded jika di pakai 'kan dalam tubuh atletis tersebut
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...klik tanda love dibawah ini 👇...
__ADS_1