
Othor lupa update๐ญ๐คฃ makanya telat. Maaf yah, benar deh othor lupa. Aku kira udah, eh pas aku periksa ulang rupanya belum ๐ . Untung udah punya bab tabungan dikit
Gak bisa update banyak-banyak soalnya lagi sibuk bangat nih๐ข Di usahain ajah lah
Udah ah! lanjut ajah
...Happy Reading...
Dan disinilah sekarang Bryanskara. Ia sudah berjanji pada sang menantu akan membantu cucunya. Tapi tentu saja tidak semudah itu. Bryanskara memang berjanji akan membantu, tapi dalam hal lain.
Pria tua tersebut masuk kedalam kamar Detrick lalu kembali menutup nya. Matanya yang sudah mulai sayu namun masih tetap tajam di paksakan untuk mengedarkan pandangan di setiap sudut kamar mencari sang cucu.
Ia melihat Detrick yang sedang duduk di sofa sembari memakan makanan yang dibawa oleh pak Ziel tadi dengan keadaan hampa. Pria yang hampir memasuki kepala delapan tersebut menghela nafas kasar. Kenapa bisa cucunya menjadi sangat menyedihkan? Haiss ia berdecih dalam hati. Ini juga salahnya, pikir Bryanskara
Dengan menggerakkan tongkat, Bryanskara mendekati Detrick " Hei! Kau masih betah tinggal didalam kamar." Seru Bryanskara ketus seperti biasa. Berbeda jika berbicara pada menantu nya
Menyuapi dirinya dengan makanan yang ada, pria tersebut mendongak melihat Bryanskara dengan tatapan kosong lalu kembali menunduk melanjutkan makan. Bryanskara berdecak " Menyedihkan." Sarkasnya
" Bagaimana bisa kau menemukan Fiona kalau dirimu sendiri tidak bisa kau urus."
" Kalau aku pun jadi Fiona pasti tak akan kembali pada pria pengecut seperti mu! " Detrick menghentikan tangannya yang sedari tadi bergerak menyuapi dirinya sendiri.
Bryanskara tersenyum tipis. Dengan membawa-bawa nama Fiona, rupanya berhasil menarik perhatian pria tersebut " Jangan jadi pria pengecut! Lihatlah tampilan mu sekarang. Bahkan nenek-nenek sekalipun tidak akan mau dengan mu! " Menghentikan ucapan. Ia sudah terlalu tua untuk berbicara banyak
" Perusahaan mu kau tinggalkan begitu saja. Huh! Aku bahkan tak sudi mewarisi hartaku kepada orang yang tak bertanggung jawab dan pengecut seperti mu! "
" Aku yakin Fiona pasti akan mencari pria lain yang lebih tampan dan lebih kaya darimu. Apalagi setelah kau bangkrut! " Sarkas Bryanskara. Mulutnya ia gunakan untuk berkata-kata pedas kali ini
Detrick mendongak dan menatap tajam kearah Bryanskara, ia lalu berdiri. Sedangkan Bryanskara tersenyum sangat tipis hingga tak ada yang menyadari. Akhirnya ia bisa melihat cucunya yang dulu lagi, walaupun tak sepenuhnya kembali
" Keluarlah kek! " Seru Detrick
" Heh! Jangan sampai kau menyesal jika nanti Fiona bersama dengan pria lain."
" Ck itu tidak akan terjadi! Fiona adalah wanita ku. Dia milikku! " Tegas Detrick tak terima yang mana semakin membuat Bryanskara senang dan lega.
" Milikmu? Lalu kenapa selama ini kau hanya menaruhnya di sisimu dan memperlakukan nya seperti wanita murahan dengan berkedok kekasih. Kenapa tidak kau nikahi dia! " Sindir Bryanskara membuat Detrick bungkam.
Bryanskara tersenyum sinis " Kembalilah! Leticia sangat khawatir padamu." Setelah mengatakan hal tersebut, Bryanskara pun keluar'kamar.
Detrick hanya diam. Ia sangat kesal dengan semua makian dan sindiran yang diberikan oleh kakeknya. Namun karena makian dan perkataan pedas itulah yang entah mengapa membuat Detrick kembali semangat untuk mencari Fiona. Sudah cukup ia frustasi selama ini. Ia tidak akan bisa terima jika kekasihnya meninggalkan nya karena bangkrut
Detrick kembali duduk dan melanjutkan makan. Selama ini orang-orang selalu datang untuk membujuknya dengan menggunakan kata-kata halus dan lembut. Mereka hanya menyemangati dan mengatakan semuanya pasti akan baik-baik saja, tanpa memikirkan perasaan Detrick yang sebenarnya.
Namun mendengar penuturan sang kakek malah menambah semangat Detrick untuk mencari Fiona. Ia juga tak ingin bangkrut saat sudah menemukan sang wanita
.........
Keesokan harinya...
Seperti biasa, Michael mengetuk pintu sang tuan muda untuk mendapatkan kabar seperti pagi-pagi sebelumnya
Tok.. tok.. tok..
Tak ada sahutan. Michael mengerutkan kening dan kembali mengetuk
Tok.. tok.. tok..
__ADS_1
Namun masih belum ada sahutan yang membuat Michael panik. Ia kemudian menggedor-gedor kamar sang tuan muda sembari memanggil-manggil Detrick
" Tuan. Tuan Detrick! Apa anda baik-baik saja didalam." Setengah berteriak. Tak dapat jawaban, Michael mencoba membuka handel pintu
Ceklek.. ceklek.. ceklek.. namun pintu terkunci yang mana semakin membuat Michael panik. Pak Ziel yang ingin membawakan sarapan untuk tuan mudanya terkejut melihat Michael yang menggedor-gedor pintu kamar. Dengan langkah yang tergopoh-gopoh, Pak Ziel mendekat
" Ada apa ini." Tanyanya
Michael menghentikan gedoran nya " Pak Ziel. Apa pak Ziel punya kunci serep. Tidak ada sahutan dari tuan Detrick." Dengan wajah yang khawatir. Ia takut terjadi sesuatu terhadap sang tuan muda
Bagaimana jika tuannya menggantung diri? Atau melukai pergelangan tangan? seperti yang ada di film-film, pikir Michael
Pak Ziel pun ikut panik. Ia memanggil-manggil sang tuan muda namun tidak ikut menggedor-gedor pintu sebab tangannya penuh dengan nampan makanan
Saat akan menggedor pintu tiba-tiba..
Ceklek...
" Ck! Kenapa kalian menggedor-gedor pintu kamarku." Menatap dua orang didepannya dengan wajah kesal. Sedangkan yang ditatap menatapnya dengan tatapan tak percaya
" Tu.. tuan muda.." seru keduanya. Mereka tak percaya sang tuan muda sudah tidak terpuruk lagi, bahkan tampilan nya sudah rapi dengan sebuah jas walaupun terlihat masih sedikit kurus
Detrick mengerutkan kening " ada apa? Apa yang kalian tunggu. Ayo kita turun." Serunya lagi lalu melangkah keluar dari dalam kamar.
Michael dan pak Ziel yang sudah sadar saling memandang. Dan senyuman bahagia tak dapat mereka sembunyikan. Keduanya pun mengikuti langkah sang tuan muda
'tuan Bryanskara memang sangat hebat'
Sampai di meja makan, semua pelayan melongo tak percaya. Tuan mudanya yang sudah satu bulan lebih tak keluar kamar akhirnya menampakkan diri lagi. Dengan masih tetap tampan dan gagah walaupun sedikit kurus
Sedangkan Detrick bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa padanya. Ia dengan sangat santai duduk di meja makan. Ia ingin sarapan, walaupun sebenarnya ia hanya ingin memakan makanan yang dibuatkan sang kekasih. Tapi, agar dia tetap kuat ia harus makan yang banyak
" Tidak ada yang salah." Hanya itu yang dikatakan nya
" Apa saya perlu mengganti makanan anda tuan muda? " Seru pak Ziel
" Tidak perlu. Aku makan yang itu saja." Menunjuk nampan makanan yang dibawa pak Ziel. Pak Ziel hanya mengangguk dan menaruh piring serta minuman ke depan sang tuan muda
.........
Detrick duduk di kursi kebesarannya. Michael pun ikut masuk dan berdiri di hadapan sang tuan muda. Para karyawan masih heboh dibawah. Mereka semua tak percaya CEO tampannya yang hilang hampir satu bulan akhirnya kembali dengan keadaan yang sedikit lebih kurus
" Bagaimana kondisi perusahaan selama satu bulan ini." Menatap beberapa berkas di depannya. Membuka satu, membaca sebentar lalu Menutup nya dan kembali mengambil berkas yang lain.
" Semuanya stabil tuan." Jawab Michael bangga akan kerja kerasnya selama ini
Detrick manggut-manggut " Kerja bagus." Menutup berkas yang terakhir. Menyandarkan tubuh " Bagaimana perkembangan pencarian Fiona? "
Michael terdiam. Ia terlihat gugup " Maafkan saya tuan. Masih belum ada perkembangan yang signifikan. Semuanya masih tetap sama, setidaknya kami masih mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk mencari Nona Fiona."
Terdengar helaan nafas panjang dari pria yang tengah duduk tersebut " lanjutkan pencarian. Keluarlah." Michael menunduk hormat lalu pamit undur diri
Sekali lagi Detrick membuang nafas kasar. Setidaknya sang kekasih masih hidup. Itu sudah cukup untuk sekarang. Detrick mengangkat kepala nya yang sempat ia sandarkan di sandaran kursi.
Di tariknya kemeja putih yang melekat di tubuhnya keatas dan melihat perutnya yang sudah tidak terlalu sixpack, walaupun tak buncit namun sudah tidak terlalu bagus. Bahkan lebih ke kurus " Ck sepertinya aku harus membentuk tubuh lagi. Bisa-bisa Fiona sudah tidak mau dengan ku, karena sudah tidak sixpack." Geurutu nya.
Mengingat sang kekasih yang sangat menyukai perut sixpack serta otot dadanya membuat Detrick cukup cemas akan perubahan tubuhnya sekarang. Hal-hal negatif kembali menerobos hati
__ADS_1
" Setelah ini aku akan me-gym." Sudah diputuskan. Ia akan mengembalikan otot-otot nya yang sudah sedikit terkikis
Sedangkan di seberang lautan yang jauh disana. Terlihat Fiona yang sedang duduk di bangku taman disamping kamar. Kemarin saat pergi berbelanja tidak terlalu membuat perasaan wanita itu baik-baik saja.
Seperti biasa ia hanya menatap kosong ke taman bermain yang ada didepannya. Ia membayangkan jika anaknya masih hidup mungkin anaknya akan bermain disana bersama sang kekasih dan juga dirinya
" Menyedihkan." Sekali lagi ia merasa dirinya sekarang sangat-sangat menyedihkan. Kemana Fiona yang Kuat dulu? Fiona yang bodo amat dan tidak akan memikirkan hal apapun kecuali keselamatan dirinya? Setidaknya Fiona tidak pernah keinginan mengakhiri hidup. Ia masih memegang Motto hidup nya.
Lakukan apapun untuk bisa bertahan hidup kecuali menjual tubuh.
Enhart yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas panjang " apa aku terlalu jahat Sky? " Secara dia sudah memisahkan sang adik dengan orang yang dicintai
Sky yang juga ikut melihat pemandangan di depannya pun menjawab " Entahlah tuan muda. Kalau anda merasa jahat, maka saya juga sama saja jahatnya." Karena Sky juga takut jika Sang nona muda kembali tersakiti bila di pertemuan dengan laki-laki yang mencampakkan sang nona muda
" Tuan muda, sebenarnya ada yang ingin saya laporkan." Seru Sky tiba-tiba menjadi serius, sontak Enhart menoleh dengan tanda tanya diwajahnya
" Tiga hari yang lalu, tuan Bryanskara Reventoon menghubungi saya lagi." Perkataan Sky membuat Enhart menjadi tegang. Ia memang tak akan bisa menyembunyikan apapun dari pria tua tersebut
" Apa yang dikatakannya."
" Tuan Bryanskara mengatakan agar nona Fiona di kembalikan satu bulan lagi." Lapor Sky dengan sedikit kesal. Bagaimana bisa pria tersebut meminta Fiona begitu saja setelah apa yang telah dialami sang nona muda
Sama Enhart juga sedikit geram " Ck lagi-lagi pria tua itu benar-benar keras kepala. Memangnya siapa dia ingin mengambil adik ku begitu saja." Terlihat jelas kekesan diwajah lembut Enhart
" Lain kali aku akan menemui nya lagi."
" Baik tuan muda."
" Apa yang kakak-kakak lakukan didepan pintu? " Celetuk Fiona yang tiba-tiba sudah ada di hadapan kedua pria tersebut
Keduanya gelagapan takut semua perbincangan mereka tadi didengar oleh Fiona. " Ehmm itu.."
Fiona mengangkat sebelah alis " itu? "
Enhart memaki dalam hati. Kenapa juga harus membicarakan nya didepan pintu sih, gerutu dalam hati
" Tidak ada nona. Kami hanya membahas beberapa pekerjaan." Seru Sky membantu Enhart
Fiona manggut-manggut seperti tak terlalu tertarik. " Oh yah kak. Kapan Fiona di zinkan bekerja juga? " Ia sudah sarjana, tentu saja ilmunya harus digunakan 'kan
Enhart yang tadi sudah lega karena Sky sudah menyelamatkan nya kembali tegang mendengar pertanyaan Fiona " Lain kali. Lagipula kita juga tidak kekurangan uang." Dan hal ini benar
Fiona mencebik " Tapi aku ingin bekerja, kak. Ayolah... Izinkan aku yah..." Merengek manja. Bisa jadi kukang Fiona jika hanya diam didalam mansion
" Haiss... Nanti kakak pikirkan."
Fiona tersenyum sumringah. Walaupun kakaknya belum mengizinkan, setidaknya ada harapan. Dengan begitu Fiona bisa mengalihkan pikirannya pada pekerjaan
" Terima kasih kak." Memeluk sang kakak dari samping dan disambut oleh empunya.
'mungkin dengan bekerja, dia bisa mengalihkan pikirannya. Tapi, aku tidak mau adikku kelelahan. Kira-kira pekerjaan apa yang cocok' sejenak Enhart melupakan masalah dengan Bryanskara
.
.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya ๐ banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya โ๏ธ
...klik tanda love dibawah ini ๐...