Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Like Father like son


__ADS_3

Hari semakin berganti. Hari-hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Hari pernikahan susulan Fiona dan Detrick pun digelar.


Disebuah villa di pinggir pantai, sudah terlihat para tamu undangan berdatangan. Mereka semua berbondong-bondong masuk dengan antusias.


Terlihat Leticia dengan semangat menyambut para tamu undangan yang sebagian adalah teman dekat dan saudara jauh.


Resepsi pernikahan di adakan di sebuah villa keluarga Reventoon dipinggir pantai. Tidak banyak tamu yang diundang mengingat sifat Detrick yang posesif.


Sepasang suami istri masuk kedalam outdoor villa. Seorang wanita berhijab menggandeng lengan seorang pria berjas dengan senyuman hangat selalu melekat di bibir.


" Selamat untuk kalian. Dan tentu untuk Detrick juga." Seru Gwen merangkul Ditrian


Ditrian tertawa " Katakan langsung pada orangnya sendiri." Ucapnya menepuk pundak asistennya tersebut


" Kak Leti, Selamat yah." Ucap seorang wanita berhijab


" Tanyakan juga pada orangnya hahahah." Sambil tertawa.


Lily hanya tersenyum. Adik dari Leticia yang sudah masuk muslim mengikuti agama sang suami " Iya kalo ketemu, tapi kalo enggak. Kan gak seru. Tau kan gimana sifatnya Detrick." Jawab Lily sembari terkekeh


Mereka tertawa kecil " Benar juga yah. Waktu itu ajah, Detrick langsung pengen bulan madu padahal belum ada satu jam mereka nikah." Ucap Leticia


" Hahah like father like son. Ingat pas lu yang udah bucin dari SMA, padahal Leticia masih SD. Dasar pedo." Ejek Gwen


Ditrian berdecak " Sialan. Lu tepat sasaran." Sambil tertawa terbahak-bahak membuat mereka berempat menjadi pusat perhatian disana.


" Oh yah Lala kemana? " Melihat kebelakang dua orang tersebut. Lala adalah anak Gwen dan juga Lily yang umurnya sebaya dengan Fiona


" Sudah masuk dari tadi. Waktu kalian belum ada disini menyambut tamu." Seru Lily " Kalian tau sendiri 'kan sifatnya nurun dari mana? " Melirik kearah sang suami


" Yah namanya juga anak tersayang ku." Mengangkat kedua bahu dengan sombong.


" Ck kenapa harus sifat bar-bar mu yang menurun. Kenapa bukan sifat lembut Lily." Ketus Ditrian


" Tapi aku masih mending, sifatku menurun ke anakku. Daripada situ, yang buat siapa. Saat lahir miripnya siapa hahahah. Makanya pas buat gak usah ingat kuyang." Tertawa terbahak-bahak membuat mereka tertawa


Ditrian sangat ingat saat malam pertamanya yang malah dihantui sama kuyang. Memikirkan nya saja sudah membuat Ditrian merinding


" Ck ck ck. Kalian sudah tua tapi masih seperti anak-anak. Malu, dilihat orang-orang." Seorang wanita muda yang cantik dengan wajah yang blasteran indo dan Eropa.


" Dasar anak nakal! " Menjitak kepala gadis tersebut


Lala terkekeh " Tapi aku benarkan. Coba lihat kak Detrick. Ayo kenapa coba di umur kepala tiga baru nikah? " Keempat orang itu menggeleng polos


" Yah itu karena orang-orang di sekitarnya yang berperilaku seperti anak abg. Aku ajah yang masih abg gak gitu-gitu amat." Mengibaskan rambut kebelakang


" Hei.. anak ini." Seru Ditrian. Keempat orang paruh baya disana hanya menggeleng-geleng sambil terkekeh


.........


Detrick sudah berdiri didepan podium dengan memakai jas berwarna putih, sangat berbeda dengan kepribadian yang dimilikinya. Tidak ada kegugupan dalam diri pria tegap, gagah nan tampan tersebut.


Bukannya tanpa resepsi mereka memang sudah sah menjadi suami istri, pikir Detrick


Ia terlihat sangat santai, berbeda dengan beberapa orang yang malah tegang. Beberapa tamu undangan ada yang harap-harap cemas, siapa sebenarnya wanita yang berhasil meluluhkan hati seorang Detrick Reventoon.


Lihatlah sekarang wajah pria tersebut, sangat dingin dan datar. Walaupun dari segi aura dapat terasa membahagiakan, tapi tetap saja ekspresi wajah adalah yang utama.


" Hahaha coba lihat wajah kak Detrick. Mirip papan selancar. Rata." Celetuk Lala sedikit keras menggunakan bahasa Indonesia, sontak ia pun jadi pusat perhatian. Orang-orang yang mengerti dengan apa yang dikatakan Lala menahan tawa, karena takut dengan Detrick. Sedangkan yang tak mengerti hanya diam dengan wajah kebingungan.


Lily yang berada di dekat Lala menutup wajah, malu akan tingkah anaknya. Sedangkan Gwen segera berbisik " hahah benar, memang muka triplek." Timpal Gwen namun hanya berbisik Sehingga hanya di bagian mejanya saja yang dapat mendengar

__ADS_1


Ditrian yang kebetulan berada di samping Lala langsung menepuk pundak gadis polos nan manis tersebut. Dengan mengangkat jempol " Bagus, La. Lanjutkan! " Serunya menyemangati


Mereka semua langsung menahan tawa, kecuali Gwen, Ditrian dan Lala yang tertawa terbahak-bahak membuat meja mereka lagi-lagi jadi pusat perhatian


" Oh my! Berhenti tertawa! Ini hari pernikahan putra kita, hon." Menekan perkataan sembari melotot tajam.


Ditrian langsung bungkam mendengar dan melihat sang istri. " Ck berhenti woi... Nikahan putra gue nih." Dan sekarang Ditrian mulai memerankan ayah yang baik


Gwen meredam tawanya " Sorry, sorry.. ayo lanjutkan. Nikahan nya." Setelah mengatakan itu mereka pun diam dan mulai memperhatikan pengantin pria yang hanya menatap malas kearah keluarganya.


Detrick hanya bisa menghela nafas saat melihat paman, adik sepupu dan ayahnya yang menertawakan dirinya. Bukan hanya ketiga orang itu, namun kakeknya pun ikut tertawa bahkan Michael yang sedikit-sedikit bisa mengerti bahasa Indonesia hanya mengulum senyum.


Untung saja madam Emma dan Carl tak satu meja dengan mereka, bisa jadi festival, pernikahan nya.


Tap.. tap.. tap..


Suara bunyi langkah high heels terdengar memasuki aula villa. Keadaan menjadi hening, semua orang sontak melihat ke sumber suara tersebut.


Fiona berjalan dengan anggun di temani Enhart yang setia menggandeng tangan sang adik. Dengan balutan gaun berwarna putih senada dengan tuxedo yang digunakan sang suami.


Para tamu dibuat terpesona akan keelokan wajah Fiona, dengan menggunakan high heels yang cukup tinggi membuat tubuh Fiona terlihat sedikit tinggi. Dan satu orang lagi yang tak kalah terpesonanya. Siapa lagi kalau bukan Detrick


Detrick langsung tersenyum lebar melihat istrinya. 'jadi wanita ini yang bisa membuat seorang Detrick Reventoon tersenyum' mereka berdecak kagum dalam hati.


Pria tersebut melongo melihat sang istri yang berjalan sangat anggun kearahnya 'hahhh! seharusnya aku kurung dia didalam kamar'


Bukan hanya mereka yang terkejut, namun Fiona pun tak kalah terkejutnya melihat resepsi pernikahan Yang katanya SEDERHANA. sederhana? Apakah sekarang pernikahan nya bisa dibilang sederhana? Tentu saja tidak.


'apa seperti ini, sederhana menurut orang kaya'


Enhart tak kalah tampan disana, ia dengan bangga menggandeng tangan adiknya menuju podium. Dengan sesekali menatap sang adik yang tak bisa tak tersenyum.


Sesampainya di atas podium, Enhart menyerahkan adiknya kearah Detrick yang matanya tak bisa berpaling dari wajah Fiona.


Mereka pun mengucap janji pernikahan. Setelah itu, Fiona dan Detrick pun saling memakai kan cincin pernikahan masing-masing. Setelah itu, acara ciuman tak akan bisa dilewatkan.


Detrick tak ingin buru-buru. Pelan-pelan mencium bibir sang istri, hanya penyatuan bibir. Ia akan menyimpan sebagia, nanti di ambil saat setelah acara. Penyatuan kedua bibir tersebut membuat seisi Villa berteriak ramai.


" Kyaaaa..." Teriak para tamu wanita yang tidak percaya seorang Detrick Reventoon mencium seorang wanita. Dalam hati mereka juga ingin merasakan ciuman itu, namum sayang hal itu hanya bisa dirasakan dalam mimpi.


'hahhh apakah seperti ini yang dirasakan para ayah diluar sana saat melihat putrinya menikah' hampir saja setetes bulir air mata mengalir di pipi, untung saja ia langsung menyeka sebelum benar-benar jatuh


Sky yang duduk di samping Enhart tersenyum haru. Walaupun sebenarnya ada rasa tidak rela. Padahal ia sudah menanti kehadiran sang nona, tapi langsung direbut.


" Astagfirullah.. tutup matamu, La." Menutup mata sang putri


" Aduh, ayah.. bukain dong." Rengek Lala, namun Gwen tetap kekeuh. Membuat mereka Terkekeh


Setelah kedua bibir pasutri tersebut terlepas, Gwen pun ikut melepas tangan yang menutupi mata Lala. Lala mencebik, ia mengerucutkan bibir " Yah ayah! 'kan jadi gak lihat live drama Korea versi kak Detrick."


" Ck! Kamu masih kecil. Matamu harus masih suci sampe nanti pas udah nikah."


Ditrian memutar bola mata mendengar hal tersebut " lu ajah yang sok suci. Memangnya dulu siapa yang nyembunyiin buku por** titttt di kolong ranjang." Sindirnya


" Sudah.. sudah.. jangan berantam mulu sih. Udah tua gak ingat dosa malah nambah dosa." Seru Lily kesal melihat suami dan juga kakak iparnya yang selalu berantam saat bertemu.


" Iya! hentikan acara unfaedah kalian." Tegas Bryanskara yang membuat mereka semua bungkam.


Acara terus berlanjut. Sekarang mereka pindah ke outdoor. Fiona memegang bunga yang akan di lemparkan.


" Biar aku saja sayang." Ucap Detrick hendak mengambil bunga yang sekarang dipegang Fiona

__ADS_1


Fiona mengerutkan kening " Biasanya pengantin wanita yang melempar bunga dalam acara pernikahan." Menyembunyikan bunga tersebut di belakang punggung. Entah mengapa perasaan Fiona tak enak saat sang suami hendak mengambil bunga yang di pegang


" Biar aku saja. Bagaimana kalau tangan mu tidak kuat saat melempar nya dan malah terluka." Beo Detrick berhasil membuat Fiona melongo. Melempar bunga tak akan bisa melukainya. Haruskah Fiona berteriak seperti itu?


" Kamu berlebihan, aku baik-baik saja sayang. Atau bagaimana kalau kita pegang sama-sama." Mengangkat bunga tersebut sampai depag dada


Detrick manggut-manggut " Baiklah." Fiona tersenyum senang. Setidaknya mereka tak harus berdebat di atas podium dimana di bawah sudah terlihat para wanita yang sedang menunggu bunganya di lempar, bahkan beberapa dari mereka juga ada pria.


Lala yang melihat hal tersebut langsung berdiri " Ini tidak bisa dibiarkan." Serunya dengan menggebu-gebu


Melihat sang putri yang sangat bersemangat membuat Lily menyerngit heran " Ada apa? Kamu mau kemana? " Ia tidak ingin anaknya yang bar-bar membuat kacau


" Aku mau ambil buket itu." Menunjuk kearah buket bunga yang dipegang Fiona di atas Podium


" Siapa tau aku yang dapat dan bisa Langsung nikah. 'kan enak tuh gak perlu pacaran nambah dosa doang." Ucapnya bersemangat


" Wiss benar juga tuh. Ayah juga ikut." Timpal Gwen yang sudah berdiri


" Iya, yah. Gue juga." Ditrian tak kalah bersemangat


" Astagfirullah... Insyaf by. Ingat umur, entar encok lagi." Menepuk pundak sang suami agar duduk


" Hon kamu juga. Lagian kalian udah punya istri tapi masih pengen nikah nih berarti, hmm." Tersenyum devil membuat kedua pria paruh baya itu haru menelan Saliva nya.


Menggaruk tengkuk " Hehe mana mungkin. Aku cuman pengen bantuin Lala, dapatin tuh bunga. Siapa tau Lala bisa langsung dapat jodoh." Seru Ditrian.


" Iya, Leti. Noh liat sih Carl ajah udah stand by dari tadi disana." Menujuk Salah seorang pria di kerumunan wanita yang juga tak sabar ingin menangkap bunga


" Gak ada! Pokoknya diam ajah disini." Tegas Lily. Walaupun berhijab bukan berarti ia akan selalu berkepribadian lembut.


Lala tertawa melihat tingkah para orang tua tersebut. " Kakek gak mau ikut? " Tanya Lala pada Bryanskara.


" Kau ingin membuat ku encok." Canda kakek Bry


" Hahaha yaelah. Masalah encok entar di pikirkan yang penting senang ajah dulu."


Plak..


Lily memukul pundak Lala " Jaga bicaramu, Lala Karmela Ragor, putri dari Gwennandor Ragor dan Lily indah Atmajaya." Tegas Lily menekan perkataan


Lala seketika bungkam, bukan hanya Lala tapi mereka semua yang ada di meja tersebut bungkam melihat ibu satu anak tersebut marah. " Ma.. maaf bu." Menunduk


Lily menghela nafas pelan " Lain kali jaga bicaramu. Bersikaplah yang anggun." Lala mengangguk. Iyya kali ini ia menurut, tapi entah setelah satu atau dua jam nanti.


" Baiklah. Bukannya kamu pengen ikut ambil bunga? " Ucapan Lily selanjutnya membuat Lala tersenyum senang. Gadis itu kemudian mencium kedua pipi sang ibu dan bergegas berlari ke kerumunan.


" Oi.. Carl." Menepuk pundak Carl


Carl menoleh kesamping " Ada apa? Sepertinya kau sangat bersemangat."


" Haha tentu saja, karena pasti aku yang akan mendapatkan bunganya." Mengangkat kedua bahu dengan gaya yang arogan


Carl tersenyum sinis " Sombonglah setelah kau setinggi aku." Membandingkan tinggi Lala yang hanya sampai bahu


" Ck! Lihat saja."


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2