
Hari-hari Fiona benar-benar berubah 180 derajat. Sikap Detrick yang selalu dingin dan datar sekarang sudah tidak terlalu terlihat walaupun biasanya masih ada perkataan tajam yang keluar dari bibir seksi nya.
Pagi serta malam ia luwangkan waktu untuk bersama Detrick. Pagi-pagi ia harus membuatkan sarapan dan saat menjelang siang Fiona harus membuat 'kan makan siang serta mengantarnya langsung, sedangkan jika malam yah seperti biasa ia di larang bekerja paruh waktu.
Jadi biasanya Fiona bekerja saat siang dan sore hari saja, sedangkan kuliahnya hanya tinggal menunggu waktu di wisuda. Ia akhirnya bisa bernafas lega sebentar lagi akan lulus. Tinggal memikirkan ia akan bekerja apa setelah lulus
Tapi, sebelum itu Fiona harus mengumpulkan banyak uang saat-saat ini. Walaupun berat, tetap saja Fiona harus berpisah dari pekerjaannya sekarang yaitu menjadi pelayan sang bos, yah itulah menurut Fiona.
Sungguh kasihan Detrick hanya dia yang menganggap serius hubungan ini. Walaupun ia mempunyai rasa dengan sang bos, tapi ia tidak ingin terlalu berharap.
" Berharap dengan orang lain sama halnya dengan menanam di ladang yang tandus." Filosofi baru dari hidup Fiona
Fiona adalah orang yang realistis. Tapi, ia tetap melakukan hal tersebut untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini.
Sebelum pergi ke perusahaan membawakan makan siang, Fiona memutuskan untuk berbelanja terlebih dahulu.
Ia masuk kedalam mal dengan hati yang senang, kenapa tidak! Tiba-tiba sang bos mengirimkan uang ke rekening nya saat ia bertanya untuk apa Detrick hanya mangatakan bahwa itu gaji karena sudah melayaninya dengan baik
" Padahal aku melakukan nya untuk membayar utang." Melangkah masuk ke sebuah toko pakaian
Ia mengedikkan bahu " tidak perlu di pikirkan. Yang penting aku dapat uang banyak." Yah ujung-ujungnya yang ada di pikiran Fiona hanya uang
Setelah berbelanja, ia langsung meluncur ke perusahaan.
Namun sebelum itu, Fiona memilih untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu bertemu sang bos yang sekarang sudah menjadi kekasih pura-pura nya, yah selama ini Fiona selalu beranggapan kalau Detrick hanyalah kekasih pura-pura saja.
Kenapa ia berpikir seperti itu? Padahal di lihat dari cara Detrick memperlakukan Fiona sudah terlihat kalau pria itu menyimpan rasa. sebenarnya se polos apa Fiona?
Tidak! Ia tidak polos. Hanya saja Menurut nya tidak mungkin seorang seperti Detrick menyukai orang biasa seperti dirinya, karena mungkin jika Fiona yang ada di posisi Detrick ia tidak akan menyukai wanita seperti dirinya. Tidak ada yang seperti dalam novel di dunia ini, pikir Fiona
" Hidup sudah berat, jadi jangan menambah nya lagi walaupun sakit." Ahh seperti nya filosofi hidup Fiona bertambah lagi.
Wanita itu memilih beristirahat di cafe tepat depan perusahaan. Biasanya para karyawan juga banyak yang datang ke cafe tersebut untuk beristirahat saat jam makan siang, namun sekarang masih jauh dari jam makan siang
Fiona berjalan menuju tempat barista membuat minuman, ada beberapa orang yang terlihat memgantri. Fiona pun ikut mengantri
Mata wanita itu tertuju pada seorang wanita tinggi di depan nya 'tinggi. Yah.. memang aku yang pendek untuk ukuran di negaraku' walaupun masih bisa hidup dengan keadaan ukuran yang di bawah rata-rata ia tak terlalu memikirkannya
Tapi, Fiona tak bisa mengalihkan perhatian nya dari wanita di depannya. Postur tubuh yang langsing, tidak terlalu kurun namun tidak terlalu gemuk juga, tapi tetap berisi di beberapa bagian dan padat.
'kalo aku di takdirkan jadi laki-laki tidak akan aku lepaskan wanita seperti dia'
Tiba-tiba wanita di depannya menoleh ke arah samping tepat di luar jendela seperti mencari seseorang.
Fiona melongo melihat kemolekan wajah yang indah di depannya. Pahatan yang sempurna, dengan hidung mancung serta wajah yang tirus, kulit yang terlihat lembut dan putih, rambutnya yang panjang berwarna hitam pekat lurus. Wajah yang benar-benar cantik dan dapat membuat orang-orang jatuh hati.
'Dia tidak terlihat asli orang negara ini. Apa dia turis? Wajahnya...' sedikit berpikir 'Timur Tengah yah' saat asik mengamati pahatan indah di depannya tiba-tiba seorang pria lewat dan hendak menyentuh bokong wanita Timur tengah tersebut sontak saja dengan sigap Fiona langsung memegang tangan pria tersebut
__ADS_1
" Kau.. dasar tidak sopan!." Geram Fiona menatap tajam pria kurang ajar tersebut. Biasanya Fiona tidak akan peduli tapi entah mengapa ia tidak bisa melihat wanita cantik di depannya di perlakukan seperti itu.
Memang! Good looking adalah yang terbaik
" He.. hei.. lepaskan! Apa-apaan kau!!." Pria itu mendadak keringat dingin
Sontak saja wanita cantik di depan Fiona Melihat keduanya. Merasa ada yang Janggal ia pun ikut andil " Ada apa ini?." Suaranya seksi membuat Fiona semakin terpesona
" Dia hampir melecehkan anda! Laki-laki sialan!!." Hendak memelintir tangan yang ia pegang karena sedari tangan itu selalu memberontak, untung saja wanita timur tengah tersebut menahan Fiona
Ia tersenyum smirik, lalu mendekatkan mulutnya ke telinga pria tersebut. Entah ia mengatakan apa tapi setelah menarik diri pria itu langsung lari dari dalam cafe dengan wajah yang pucat dan keringat dingin
Meninggalkan Fiona dengan sejuta pertanyaan yang ada 'sebenarnya apa yang terjadi?' memandangi pintu keluar tempat menghilang nya jejak pria tadi
" Terima kasih." Sontak suara tersebut membuat Fiona kembali menoleh ke depan. Di lihatnya wanita Timur tengah tersebut Tersenyum kepada nya
" Ah! Ti.. tidak saya hanya tidak suka pria-pria brengsek seperti pria tadi." 'aku bahkan tidak melakukan apapun tapi pria tadi langsung lari'
Wanita Tersebut tersenyum lagi, membuat Fiona benar-benar terpesona 'ah.. silau.. cahaya illahi nya terlalu menyilaukan'
Mengulurkan tangan " Nama ku Eliza. Kamu?." Berbicara dengan bahasa yang fasih
Fiona tersenyum manis " Aku Fiona." Menerima uluran tangan dari Eliza
" Nama yang cantik seperti orang nya." Puji Eliza membuat empunya tersenyum sedikit malu. Di puji oleh wanita cantik siapa sih yang tak suka
" Hahah baiklah. Bagaimana kalau aku mentraktir mu. Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih ku karena sudah membela ku tadi."
Tawaran itu membuat Fiona sangat senang. Entah mengapa ia bisa kagum akan Eliza. Mungkin karen Eliza adalah wanita impiannya " Kalau tidak merepotkan."
Di sisi lain..
Bunyi pintu di ketuk membuat Detrick menghentikan aktivitasnya. Michael langsung berdiri dan membuka pintu. Di balik pintu terlihat sekretaris Iden di sana sedang berbicara dengan Michael
Michael berbalik melihat Detrick " Tuan, tamu anda sudah datang."
Detrick berdehem lalu Michael pun mempersilahkan tamu yang di maksud masuk kedalam ruangan
" Lama tidak berjumpa tuan Detrick."
Detrick berdiri, ia berjalan menuju sofa " lama tak berjumpa Sean. Duduklah."
Sean pun duduk. Yah yang datang adalah Sean Siangga Putra, ketua mafia yang menggantikan Lyza di Dark Blood. Detrick sudah menghubungi Sean dari beberapa hari kemarin dan akhirnya Sean ada waktu hari ini
" Bagaimana kabar anda, tuan? Dan kau juga Michael?."
" Baik." Jawab Detrick
__ADS_1
" Seperti yang kau lihat. Tapi, apa benar sekarang kau yang menggantikan nona Lyza?" Memicingkan mata seakan-akan tak percaya
Sean berdecak " Walaupun aku seperti ini. Jangan lupa aku tetap berdarah mafia." Sean dan Michael cukup mengenal satu sama lain. Dan Michael tahu betul bagaimana sifat Sean yang somplak berbanding terbalik dengan kakak kembarnya yang sangat datar
Sean beralih melihat Detrick " Saya sudah mendengar dari Langga. Katanya anda sedang mencari informasi mengenai kekasih anda? Ehmm benar kekasih 'kan?." Sama dengan Langga, ia juga ikut tidak percaya
Detrick berdecih " Untuk apa aku mencari informasi tentang orang lain." Memutar bola mata
Sean terkekeh sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal " Baiklah. Apa anda bisa memperlihatkan gambar dari kekasih anda?." Ia sudah mendengar dari Langga agar tak membahas mengenai foto dari kekasih Detrick, tapi bukan Sean namanya kalau tak bisa membuat orang-orang kesal
" Kekasihku terlalu berharga untuk di perlihatkan." Ketusnya membuat Sean terkekeh geli dalam hati
Memegang dagu " Hmm namanya Fiona de Edebenderg, katanya dia sangat terkenal di kampus dan juga manis. Wah... Aku tidak sabar bertemu dengannya." Semakin gencar membuat seorang Detrick naik pitam. Mungkin karena ia seorang ketua mafia jadi tidak takut akan kematian?
" Diam! Aku bilang 'kan itu tidak ada urusannya dengan mu. Kau harus mencari informasi nya saja! Tanpa bertemu dengannya!"
" Ehhhh." Terdengar kecewa namun dalam hati Tersenyum licik " Tapi siapa tahu dia tertarik dengan ku."
Brak...
Prang ...
Satu vas bunga hias terlempar sampai ke belakang Sean dan hancur berantakan. Aura-aura dari Detrick menghitam dan semakin mencekam " Kau mau mati."
Glek...
Menaikkan kedua tangan di depan dada " Hahah sa.. saya hanya bercanda, tuan. Tenang saya juga sudah punya istri."
" Kau sudah punya istri??!." Pekik Michael di samping Sean
" Ck! Suara mu bodoh!." Ketus Sean
Detrick sedikit lega. Ia tidak khawatir akan godaan Sean untuk Fiona karena ia yakin wanita seperti Fiona tak akan terkena jebakan hanya dengan godaan-godaan biasa. Namun, ia khawatir akan sifat Fiona yang sangat suka dengan yang namanya uang. Dan Sean mempunyai banyak uang 'walaupun aku tetap yang lebih kaya'
.
.
TBC
akhirnya Sean si bungsu muncul jugaπ yg kangen ama Sean siapa hayo. hihihi othor sendiri kangen π€π
wah.. wah.. wah.. udah punya bini ajah tuh Seanπ pantasan udah gak ingat pulang ππ€£
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya π banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya βοΈ
......klik tanda love dibawah ini π......
__ADS_1