Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Untung sofanya kuat


__ADS_3

Dari Fiona masuk tadi, fokus Detrick sudah teralihkan. Ia sudah Tidak bisa fokus dengan pekerjaan karena selalu ingin melihat Fiona dan ingin duduk bersama


Ia selalu curi-curi pandang walaupun hanya dengan ekor mata. 'dia melihat apa sampai serius seperti itu' bukannya Bekerja, ia malah memperhatikan Fiona


Kembali menatap komputer di depannya. Mencoba untuk kembali fokus bekerja tapi sayang seribu sayang hal itu tidak berhasil. Jika sudah ada Fiona di dalam ruangan maka perhatian Detrick akan selalu tertuju ke wanita itu


Detrick kembali mencuri pandang lewat ekor mata, ia terkejut saat rupanya Fiona juga curi-curi pandang kepadanya.


Ia tersenyum smirk. Menghentikan pekerjaan, dan mulai sedikit demi sedikit memperhatikan tingkah laku dan gerak-gerik Fiona. 'aku Memang tampan, tapi aku juga bisa salah tingkah kalau di lihat seperti itu' Pemikiran seperti seorang gadis mulai merasukinya


Bosan dan gemas sendiri melihat Fiona yang terus curi-curi pandang melihat nya. Ia perlahan bangkit dari duduknya tanpa mengeluarkan suara dan tepat saat Fiona menghela nafas kembali melihat ponsel.


Detrick diam-diam mengelilingi sofa lewat belakang dan berdiri di samping Fiona. Namun gadis itu malah melihat kembali ke tempat duduk Detrick. Sekali lagi, Detrick mengulum senyum melihat Fiona yang terlihat terkejut karena tiba-tiba tidak mendapati Detrick disana


Detrick duduk di samping Fiona lalu mendekatkan wajahnya " kau mencariku?." Berbisik tepat di telinga Fiona membuat empunya hampir terjengkang karena kaget, untung saja Detrick segera menahan pinggang Fiona agar tidak jatuh


Ia berdecak " Hati-hati! Kalau kau jatuh bagaimana!." Langsung mengomel


Fiona mendengus pelan " Salah siapa coba?! " lirihnya tanpa melihat Detrick


Detrick menaikkan sebelah alis 'menggemaskan' bukannya marah karena Fiona malah membalas, ia malah merasa kalau tingkah Fiona benar-benar menggemaskan dan ingin rasanya ia kembali menerkam gadis yang sudah ia perawanii


" Oh.. kau mulai berani yah." Mencubit kedua pipi Fiona


" Aduh tuan..." Memegang tangan Detrick sembari mendongak melihat wajah tampan di depan


Detrick berdecih, ia mengapit kedua pipi Fiona sehingga bibir Fiona menjadi monyong " panggilan sayang nya! Panggil tuan satu kali denda 10 juta." Ancaman sepuluh juta nya keluar


" Cuwrawng jawngawn mewngancawm sepwwreti itwu." Ucapan Fiona malah jadi tak jelas karena Detrick benar-benar tak melepas pipi Fiona


(curang jangan mengancamku seperti itu)


Detrick tergelak mendengar cara bicara Fiona. Refleks ia melepas pipi Fiona dan memegang perutnya yang tak bisa berhenti tertawa. Menggemaskan namun sangat lucu


Fiona memegang kedua pipi seraya mendengus " Tidak lucu." Melayang 'kan protesannya


Detrick menghentikan tawanya dan kembali melihat Fiona " Panggilan sayangnya! Ingat!." Tak bisa di bantah lagi


Gadis itu hanya bisa mengangguk pasrah, dalam hati ia menggerutu memaki pria di depannya.


" Sudah memakiku?."

__ADS_1


" Eh! Tidak. Aku tidak akan berani melakukan nya." Di mulut ia berkata seperti itu, namun lain di hatinya yang malah semakin mengumpat


Detrick hanya terkekeh, ia kembali menangkup pipi Fiona dan kembali menekan pipi putih nan mulus tersebut membuat bibir Fiona kembali monyong. Dengan gemas Detrick mengecup Beberapa kali bibir mungil tersebut


Fiona terkesiap dan tak bisa melawan. Serangan bibir bertubi-tubi ia dapatkan dari Detrick. Pria yang sekarang notabetnya adalah kekasih Fiona hanya mengecup bertubi-tubi tanpa melumaat nya.


" Jangan memajukan bibir mu kalau tidak mau ku terkam." Kembali mengecup bibi Fiona


" Tapi kamu yang menekan pipi ku."


" Yah cobalah untuk tidak membuat bibir mu maju." Entah siapa yang harus di salahkan disini. Detrick yang memang terlalu tangguh? Atau bibir Fiona yang maju karena tekanan dari Detrick? Entahlah Fiona tak habis pikir


" Kalau memang bisa sudah aku lakukan dari tadi." Fiona kembali menjawab dan Detrick kembali mengecup bibir Fiona setelah tadi mengusap bibir mungil tersebut yang sudah basah


" Itu berarti kamu tidak beruntung." Tidak menatap mata Fiona namun fokus ke bibir mungil tersebut 'kenapa ini bisa semanis ini' kembali mengecup bibir Fiona membuat empunya menggeram kesal


" Hentikan..." Tidak menghiraukan perkataan Fiona, Detrick malah semakin cepat mengecup bibir Fiona.


Fiona kelabakan " Sayang..." Pekiknya dan seketika Detrick menghentikan ciuman yang bertubi-tubi.


Ia menatap Fiona serius. Dalam hati bersorak kegirangan. Baru pertama kali Fiona memanggilnya dengan sebutan sayang kecuali saat ada orang lain bersama keduanya. Fiona yang di tatap lekat jadi salah tingkah


'tatapannya seksi' yah malah itu yang di pikirannya. Tapi, siapa sih yang tidak akan salah Tingkah di lihat lekat oleh mata yang setajam elang, bukan hanya itu wajah nya juga yang mendukung membuat hati para wanita tak dapat bertahan untuk tidak berteriak kegirangan


" A.. apa maksud mu.. ulangi apa." Menoleh ke samping tak berani melihat tatapan tajam dari Detrick


Detrick tersenyum licik " kau sangat menggemaskan." Lirihnya


Sontak Fiona menoleh melihat tak percaya " Ap... Empphh." Bibirnya sudah di bungkam sebelum berbicara


Pelan-pelan Detrick melumaat bibir yang seakan akan habis jika di lakukan dengan buru-buru. Ia sangat menikmati hal tersebut, Fiona yang tadi hanya diam saja. Tak munafik dan ikut menikmati ciuman yang di berikan oleh sang kekasih, di kalungkan tangannya di leher Detrick, ia sedikit membuka mulut memberikan akses kepada priu itu untuk mengakses seluruh rongganya.


Setelah puas di bibir ranum Fiona, ciuman Detrick turun ke leher putih nan mulus tersebut membuat empunya melenguh tak sengaja


Menahan tubuh Detrick, Fiona takut akan ada orang yang masuk kedalam. Sedangkan Detrick yang di tahan melihat sayu wajah Fiona " kamu Tidak mau?." Bertanya dengan menggunakan wajah yang sangat menggemaskan Menurut Fiona


Wajah Fiona kembali bersemu, ia memalingkan wajah " Nanti ada yang masuk." Lirih nya 'siapa yang akan menolak diberi wajah imut seperti itu. Curang!' tak bisa menolak Detrick sungguh sangat menyiksa harga dirinya


Detrick tersenyum licik. Ia menekan remote yang ada di atas meja dekat sofa. Setelah itu kembali mencium kening Fiona cukup lama " Tenang saja, tidak akan ada yang masuk." Melanjutkan ciumannya


Fiona menyambut baik ciuman yang di berikan oleh Detrick. Saling memanggut dan tentu saja tidak hanya sampai di sana, bibir serta tangan Detrick merajalela menyentuh tubuh mulus Fiona.

__ADS_1


Dengan sangat lembut pelan-pelan ia menurunkan dress yang di gunakan gadis itu hingga bahu mulis Fiona ter ekspos. Detrick mengecup bahu Fiona membuat empunya melenguh tak tertahan


Detrick membaringkan Fiona di atas sofa. Tangannya mulai masuk kebalik dress yang di gunakan Fiona " Ahh emmhhh...." Menahan desahaan nya saat tangan sesat Detrick menyentuh aset berharga nya. Terasa di putar di dalam membuat Fiona tak bisa lagi menahan desahaannya


" Ah.. berhenti.. ah..." Menahan tangan Detrick untuk tidak melanjutkan aktivitas jari nya


Detrick tak mengindahkan, ia menatap dengan tersenyum licik kepada Fiona " Yakin?." Menaik turunkan alisnya


Fiona menutup wajah dengan satu tangan, sungguh ia sangat malu. Di mulut dia menolak namun memang yah tubuh tidak akan munafik. Tubuhnya selalu bergetar meminta lebih dan dengan sangat ahli Detrick mempermainkan Fiona. Apalagi melihat wajah malu-malu Fiona, semakin membuat Detrick meremang dan ingin langsung memangsa Fiona


Detrick menyibak dress Fiona sampai perut, hingga bagian inti tubuh Fiona terlihat dan hanya tertutupi dengan celana segitiga tipis berwarna hitam. Dress bagian atas Fiona juga sudah turun memperlihatkan dada Fiona yang tak terlalu besar namun tak terlalu kecil juga


Pria itu membuka jas dan juga dasinya namun tidak dengan kemejanya. Ia menenggelamkan kepalanya di inti tersebut, menjulur benda kenyal di mulutnya dan menyapu setiap inci di inti Fiona


" Hmm ehhh ahh... Det.. Detrick..." Memegang rambut Detrick dan semakin menenggelamkan kepala dari sang kekasih. Detrick tersenyum menang berhasil membuat Fiona terangsang.


Setelah membuat Fiona sampai puncak, Detrick menurunkan celana sampai paha hingga terong kebanggaan nya terlihat dan sudah menegang


'besar! Berapa kalipun aku melihat nya. Bukannya ukuran nya terlalu besar?!!' melihat kebawah kemana Detrick mulai mengusap-usapkan ujung terongnya di bibir inti Fiona


" Ehmmmm." Fiona merem melek merasakan hal tersebut


Pelan-pelan Detrick mulai memasukkan nya dan.


Bleshh...


" Ah..." Desahh keduanya saat tubuh mereka benar-benar menyatu. Pelan-pelan Detrick mulai bergerak membuat sofa ikut bergerak saat dimana Pria itu mulai mengencangkan goyangan tubuh


" Ah.. ini Nikmat... Sangat sempit." Detrick tak dapat menahan diri. Ia memeluk Fiona dan melumaat bibir ranum tersebut


" Bagaimana? Enak?." Tanya vulgar Detrick melihat Fiona sembari bergerak dengan sangat keras menyentuh titik *-**** Fiona


" Ahkk ah.. e.. enak..."


Semakin semangat lah Detrick bergerak. Membuat sofa bergoyang dengan cepat pula. Untung saja sofanya barang mahal jadi kualitas nya juga bagus. Dan entah sampai beberapa kali keluar mereka menyudahi nya.


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2