Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Jangan sampai lecet sedikit saja


__ADS_3

" Em.. tu.. tuan?." Setelah dari tadi hanya duduk melihat apa yang dilakukan Detrick, akhirnya Fiona angkat bicara


" Hnm." Mengambil kapas dan antiseptik di dalam kotak p3k


" Apa yang anda lakukan?." Tanya Fiona bingung


" Ssstt diamlah, nanti lukanya terbuka lagi." Ucap Detrick, ia kemudian perlahan-lahan mengobati luka yang ada di sudut bibir Fiona


Tentu Fiona yang mendapati perlakuan mendadak seperti ini kaget bukan kepalang.


" Tu.. stt auch." Meringis


" Aku sudah bilang diam!." Menekankan kata-kata nya, ia sama sekali tidak punya niat untuk meninggikan suara


Fiona akhirnya diam, ia akan menerima semua perlakuan dari sang bos. Lagi pula Detrick melakukan nya dengan sangat lembut hingga seperti bukan dirinya sendiri


" Ini pasti sakit." Memegang sudut bibir Fiona dengan wajah yang lembut


Blush...


Semburat asap keluar dari kepala Fiona, ia tersipu malu " Ti.. tidak apa-apa tuan, awalnya saja yang sakit." Menunduk malu


Detrick melepas tangannya dari sudut bibir Fiona " Istirahat lah." Ujar Detrick hendak berdiri untuk menyimpan kembali kotak p3k


" Tunggu dulu tuan." Menahan tangan Detrick " Biar saya yang membereskan nya, anda juga harus istirahat. Saya juga sudah membuat 'kan makan malam untuk anda." Ikut berdiri


" Apa? Kau sedang terluka tapi masih sempat membuat makan malam? Haisss aku sama sekali Tidak mengerti apa yang kau pikirkan." Memegang kepalanya


Fiona hanya menggaruk kepalanya bingung harus berbuat apa. " Hmm jadi maksud saya sebaiknya anda makan terlebih dahulu." Ucap Fiona.


" Baiklah... Kau juga ikut dengan ku." Fiona mengangguk


Sebelum itu, Fiona terlebih dahulu membereskan kotak p3k. Sedangkan Detrick membersihkan tubuh terlebih dahulu. Walau bagaimanapun seorang pria jika mandi tidak seabad seorang wanita


Setelah itu keduanya turun menuju meja makan. Selama hampir dua Minggu ini, keduanya memang sering makan bersama. Layaknya seorang suami istri yang harmonis


Sesampainya di meja makan, Fiona segera melayani Detrick dengan mengambilkan makanan yang telah ia buat untuk sang bos setelah nya ia pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


" Besok aku akan ke luar negeri untuk perjalanan bisnis." Detrick mulai membuka suara.


" Ah! Semoga perjalanan anda lancar dan sampai di tujuan dengan selamat." Ucap Fiona 'kenapa harus mengatakan nya padaku' bingung Fiona, Memang nya mereka sepasang suami istri? Pikir Fiona. Walau begitu, entah mengapa ia senang dengan pernyataan Detrick

__ADS_1


" Hmm."


Dan percakapan berhenti di sana.


Di sisi lain...


Di kediaman Wijaya


" Geo!! Geo!!." Pekik Gery Wijaya, ayah Geo Wijaya. Ia berteriak memanggil Geo yang kini sedang ada di kamar


Geo datang dengan wajah yang penuh perban dan luka di mana-mana. Anak buah kakek Bian yang membawa Geo ke rumah sakit dan membayar administrasi nya lalu meninggalkan Geo begitu saja.


Tentu saat bangun Geo kesal dan bingung di campur bersamaan. Kesal karena tiba-tiba ada yang mengganggu rencana dan bahkan memukul nya sampai pingsan, bingung karena kenapa bisa ia tiba-tiba ada di rumah sakit tanpa ada seorang yang menemani.


Saat pulang ke rumahnya, bukannya sambutan kekhawatiran yang di dapat, melainkan semburan kekesalan sang ayah yang selalu menyuruhnya untuk belajar mengurus perusahaan.


Ibu Geo sudah meninggal saat ia masih berumur 10 tahun karena penyakit, karena itu Geo sama sekali tidak bisa mengerti perasaan seorang wanita kecuali jika wanita itu materialis.


" Ada apa?." Tanya Geo yang sudah berdiri di depan sang ayah, dengan salah satu tangannya di perban dan di gantung di leher


" Sebenarnya selama ini apa yang kau lakukan hah!!! Bagaimana bisa semua investor menarik kembali semua dana yang sudah mereka investasi 'kan!!." Bentak Gery


Geo menyerngit heran " Kenapa jadi menyalahkan aku? Papa tidak melihat keadaan ku sekarang?."


" Detrick Reventoon? Maksud nya Detrick Reventoon raja bisnis? Hah??! Bagaimana bisa aku cari masalah dengan nya. Bahkan bertemu dengannya saja aku tidak pernah." Ia mulai meninggikan suara, walaupun tidak terlalu tinggi sebab lebam dan luka di wajahnya masih terasa sakit


" Tidak usah berdalih!! Tunggu...dulu, bagaimana bisa kau babak belur seperti itu?." Entah mengapa Gery seperti mempunyai prasangka kalau keduanya berhubungan


" Hah?! Sekarang baru papa ingat anak papa bisa terluka?! Dari mana saja papa selama ini!." Pekik Geo


" Anak kurang ajar!! Beraninya kau!!." Bentak Gery


" Hahhhh." Menyugar rambutnya yang sudah banyak memutih kebelakang


" Sudahlah, saham perusahaan tidak akan stabil jika di biarkan saja. Geo! Kau bilang kau berhubungan dengan salah satu putri dari keluar Eren 'kan."


Geo mulai was-was akan perkataan sang ayah " Sebenarnya apa yang papa inginkan."


Gery tersenyum licik " Menikah lah dengan salah satu putri Dari keluarga Eren. Ah.. maksud ku Erin putri Eren, bukan Anak pungut itu. Dengan begitu keluarga Eren pasti membantu kita."


" Apa! Tidak aku tidak mau. Aku memang berhubungan dengan Erin, tapi hanya sebatas itu. Tidak lebih." Bantah Geo, ia hanya main-main dengan Erin. Wanita yang benar-benar ingin ia nikahi hanya Fiona seorang

__ADS_1


" Jangan membantah! Kali ini ikuti saran papa! Selama ini kamu tidak pernah menuruti perkataan papa, sekarang kamu harus balas budi yang sudah membesarkan mu."


Tentu Geo yang mendengarnya terkejut. Bisa-bisanya seorang ayah kandung meminta imbalan atas dirinya yang sudah membesarkan anaknya sendiri.


" Terserah papa!." Ketus Geo lalu kembali ke kamarnya. Jujur saja ia sakit hati dengan perkataan sang ayah.


Sekarang bukan hanya fisik nya yang sakit, tapi hatinya juga ikut remuk.


" Memangnya siapa yang minta di lahirkan di dunia ini, apalagi di keluarga ini." Gerutu Geo masuk kedalam kamar.


Keesokan harinya...


Sesuai perkataan Detrick, ia benar-benar ke luar negeri untuk perjalanan bisnis. Selama 5 hari 4 malam.


Kini mereka sedang ada di bandara, Detrick akan memakai jet pribadi.


Sedari tadi tak henti-hentinya Fiona tersenyum, jujur saja ia amat sangat senang sekarang. 'lima hari empat malam tanpa tuan Detrick. Ahhh surga...' sungguh Fiona sangat ingin berteriak sembari guling-guling di lantai sekarang


Detrick menyerngit heran melihat Fiona yang senyum-senyum tak jelas " Segitu sukanya kamu berpisah denganku." Ucap Detrick dengan penuh penekanan. Entah mengapa ia tiba-tiba kesal jika hanya mengingatnya


" Ti.. tidak mungkin, saya hanya ingin mengantar kepergian anda dengan senyuman." Tersenyum manis


Detrick berdecih " Ingat! Jangan nakal! Kalau sampai aku pulang dan kau ada lecet sedikit saja. Habis kau!." Menatap Fiona dengan tajam


Glek..


" Tenang saja tuan, saya akan menjaga diri dengan baik."


" Anak baik." Mengelus kepala Fiona dan ia pun pergi dari sana menuju ke jet pribadi nya.


Fiona hanya memperhatikan sampai jet yang di tumpangi Detrick lepas landas, setelah nya ia pun kembali ke dalam mobil.


'nikmati hari-hari mu ini Fio! Lima hari empat malam!' sorak Fiona dalam hati.


Pagi ini ia ada kelas, jadi ia berencana ke kampus setelah dari mengantar Detrick dari bandara.


Sesampainya di kampus, ia pun langsung menuju ke kelasnya. Di bukanya laptop yang sempat di tutup tiba-tiba Detrick waktu itu.


" Semoga tidak rusak please!!." Memejamkan mata, ia membuka laptopnya perlahan tapi pasti.


" Hahhh syukurlah tidak rusak. Tapi sepertinya aku memang harus mengganti laptop ku jadi yang lebih bagus, tapi bagaimana bisa tuan Detrick menutup begitu saja laptop bekas seperti ini." Ia sudah berenca untuk menambah kerja paruh waktu nya selama Detrick tidak ada untuk membeli laptop yang baru.

__ADS_1


.


__ADS_2