Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Tidak! Semua ini pasti bohong


__ADS_3

Detrick pulang dengan tangan kosong. Pencarian yang dilakukan sampai memakan waktu berjam-jam namun hasilnya tetap nihil. Menurut bawahan dari Detrick. Katanya mereka melihat Fiona yang dibawah masuk kedalam sebuah mobil. Namun mereka dihalang saat ingin membuntuti mobil tersebut.


Satu yang pasti, pria tersebut yakin orang yang membawa sang kekasih hati adalah orang yang sama yang telah menyembunyikan rapat-rapat mengenai masa lalu Fiona


Detrick naik kedalam lift dengan perasaan yang benar-benar kesal. Ia sungguh kesal karena tak dapat menemukan Fiona. Kekhawatiran kian melanda. Bagaimana keadaan kekasihnya sekarang?


Brakk...


Detrick menutup kasar pintu kamar sehingga menimbulkan bunyi yang sangat keras bahkan sampai terdengar ke lantai bawah tempat Michael berada sekarang


Mengelus dada " Aku ingin menyalahkan tuan Detrick, tapi tidak berani." Sudahlah ia akan pasrah. Michael akan mencari tahu mengenai foto yang katanya perselingkuhan Fiona


Detrick menghempaskan diri diatas kasur dengan kasar. Ia menutup mata dengan menggunakan lengannya. Kembali terbayang saat-saat Fiona yang menangis karena ulahnya


" Sialan!!!." Geram Detrick. Ia kemudian bangun lalu mengambil amplop yang tadi diberikan Michael kepadanya


Dibukanya amplop tersebut dan terlihat jelas gambar USG disana.


Deg..


Ada rasa aneh yang menjalar ke seluruh tubuh saat melihat gambar USG tersebut. Entah rasa apa tapi jantung nya tiba-tiba terpacu dengan sangat cepat.


Ia kembali mengingat kejadian tadi siang dimana Fiona yang datang memberikan kabar mengenai kehamilan nya dengan wajah yang sangat bersemangat dan antusias.


Detrick menepis semua pikiran-pikirannya yang sekarang melanglang buana tak jelas. Masalah tidak akan selesai jika hanya direnungkan. Namun ada beberapa masalah yang butuh renungan untuk menyelesaikan nya, pikir Detrick


Dan sekarang ia merenungkan semuanya. Ia tak perduli apakah bayi yang dikandung Fiona adalah bayinya atau bayi pria lain. Yang pasti Detrick hanya ingin kekasih nya kembali kedalam pelukan nya.


" Kamu dimana sebenarnya." Ia ingin berteriak memaki namun sadar bahwa dialah yang salah disini. Tidak seharusnya dia marah-marah dan membentak Fiona. Tidak seharusnya ia melampiaskan amarah dengan pergi ke club.


Detrick memutuskan untuk mencari Fiona lagi besok pagi. Jika masih tak menemukan apa-apa, Detrick akan menjatuhkan harga dirinya dan meminta bantuan kepada keluarganya.


.........


Keesokan hari...


Seorang wanita cantik pelan-pelan membuka mata. Ia mengedip-ngedipkan mata untuk menyesuaikan cahaya dalam ruangan.


Dilihatnya langit-langit kamar yang sedang ia tempati terlihat sangat asing " Dimana ini." Gumam Fiona. Ia menoleh kearah kanan dan kiri namun tak menemukan siapapun selain dirinya sendiri.


Tiba-tiba kepalanya terasa sakit. Fiona mengangkat tangan ingin menyentuh kepala, namun ia terhenti saat sadar kalau sekarang tangannya sedang di infus. Bukan hanya itu, pakaian yang digunakan juga adalah pakaian rumah sakit.


Jadi, sekarang aku ada di rumah sakit? Pikir Fiona


" Tapi bagaimana bisa aku ada disini?." Mengingat kembali kejadian kemarin malam


" Ah! Waktu itu aku pingsan setelah aku pergi dari club." Menutup wajah sembari tertawa hambar dengan air mata yang berlinang


" Hahaha bodoh! Bagaimana hidupku sekarang! Hiks .. hiks... Huaaaaa hiks..." Ia histeris menangis dengan hujan deras diluar yang masih terdengar berisik berlomba-lomba untuk jatuh ke bumi

__ADS_1


Ceklek..


" Sayang.. Fio! Kamu tidak apa-apa, sayang?." Seorang pria tampan berperawakan lembut datang melihat Fiona dengan wajah yang khawatir


Tangis Fiona seketika berhenti saat melihat siapa yang sedang ada disampingnya " Kak Enhart..." Lirih Fiona mencoba bangun, namun ditahan oleh Enhart. Tapi Fiona Tetap kekeuh dan langsung berhambur memeluk tubuh kekar sang kakak


" Hiks kakak... Kakak... Fio tidak kuat lagi hiks.." menangis tersedu-sedu dengan memeluk leher Enhart


Enhart yang mendengar raungan sang adik merasa sangat sakit hati. Bagaimana bisa adiknya yang sangat kuat bisa menangis seperti ini. Bagaimana jika dia mengetahui kenyataan pahit lagi? Enhart sungguuh tak bisa membayangkan hal tersebut


Tangan pria tampan tersebut terangkat mengelus punggung sang adik dengan lembut " Tenang yah sayang. Kakak ada disini untuk mu." Berbicara dengan sangat lembut


Fiona melerai pelukan lalu melihat kakaknya yang sudah 15 tahun ia tak lihat langsung dan sudah hampir 3 bulan tak memberikan kabar padanya " Sejak kapan kakak pulang?." Mengusap hidungnya yang mengeluarkan cairan kental berwarna hijau mint


Enhart terkekeh lalu mengusap pipi sang adik yang mengeluarkan air mata bening " Jangan nangis lagi yah." Hatinya sakit melihat air mata adiknya keluar merembes


Fiona hanya mengangguk. Enhart tersenyum dan naik keatas brankar di samping Fiona. Ia mengelus surai panjang Fiona " 2 hari yang lalu. Kakak sudah mencarimu kemana-mana. Dan akhirnya ketemu."


Wanita itu hanya mengangguk sembari ber-oh ria. Ia memegang perutnya " eh! Ada yang aneh." Ucap Fiona sembari mengelus-elus perutnya yang masih rata


Wajah wanita itu seketika menegang, bibirnya langsung pucat mengingat kejadian tadi malam dimana terlihat cairan kental berwarna merah merembes keluar dari balik ************ " Ba.. bayi ku. Kak, ke.. kemana bayi ku?." Bibirnya gemetar, air mata kembali menetes membasahi pipinya.


Enhart terlihat pucat dan kalang kabut tak tahu harus jawab apa. Hingga ia memilih diam sembari menundukkan kepala. Sontak diamnya sang kakak semakin membuat Fiona mengeraskan tangisannya


Kali ini ia benar-benar meraung-raung " Bayiku.. tidak! Bayiku... Kak! Jangan diam saja. Kembali 'kan bayiku!!." Teriak Fiona mengguncang tubuh Enhart


Fiona memberontak, tangan mungilnya memukul-mukul dada bidang sang kakak " Tidak.. tidak.. aku ingin bayiku!! Kembali 'kan bayiku!!!." Meraung-raung.


Menarik rambut frustasi. Fiona menggeleng kuat " Tidak.. bayiku pasti masih hidup!." Gumam Fiona tak terima takdir yang menimpa sekarang. Padahal biasanya Fiona hanya akan pasrah atas takdirnya namun sekarang ia sama sekali tidak bisa menerima semua ini. Bayinya! Bayinya! Hilang dalam perut nya!!!


Fiona hendak turun dari brankar " Kamu mau kemana, sayang?." Enhart menahan tangan Fiona


" Aku mau mencari bayiku. Aku yakin bayiku hanya keluar sebentar dalam perutku karena bosan. Aku ingin membawanya pulang." Ia meracau tak jelas. Bagaimana bisa bayinya yang masih sekecil biji polong keluar dari dalam perut karena bosan?


" Fio! Sadarkan dirimu. An.. anakmu sudah tidak ada." Berkata sangat lirih.


Fiona membeku mendengar hal tersebut. Ia menggeleng cepat " Kakak bohong!!." Bentak dengan suara parau. Fiona semakin memberontak ingin melepaskan diri


" Hei.. tenanglah. Maafkan kakak yang tak bisa apa-apa saat ini." Fiona tak mendengar kan


" Anak mu sudah tidur dengan damai." Lanjut Enhart dengan suara yang sangat lembut


Fiona menggeleng keras seraya menutup kedua telinga sembari memejamkan mata dengan air mata yang tak bisa berhenti. Ia menulikan pendengaran agar tidak mendengar perkataan yang tidak ia inginkan.


" Lepaskan aku kak. Aku ingin menjemput anak ku, pasti dia sedang menunggu ku untuk mencarinya." Wanita itu tetap tidak ingin kalah. Ia tetap ingin pada pendiriannya bahwa anaknya masih hidup dan sedang menunggu kedatangan dirinya


" Fio! Sadarlah hei... Memangnya apa yang akan kamu lakukan nanti? Memasukkan nya kembali kedalam perut mu? Ingat! Sayang, kamu wanita berpendidikan. Dan hal itu sangat tidak mungkin." Enhart sekuat tenaga untuk bisa mengucapkan kalimat nya. Ia tidak ingin menyakiti hati sang adik namun keadaan memaksa nya untuk berkata kejam


Fiona semakin menggeleng dan menangis kuat " Huaaa hiks... Tidak.. tidak.. kenapa? Anakku.. anakku.!!!." Teriaknya dan

__ADS_1


Brakk..


Fiona pingsan. Ia kembali syok mendengar berita yang sangat mengejutkan. Ia dicampakkan oleh kekasihnya, dan sekarang anaknya yang dikandung juga ikut pergi? Penderitaan yang bagaimana lagi yang akan dirasakan nya?


Enhart segera memencet tombol darurat yang ada di samping brankar. Ia sangat khawatir melihat keadaan Fiona. Sungguh, hati seorang kakak pasti akan sakit melihat apa yang dialami adiknya


Tak lama kemudian masuk seorang dokter pria dengan dua perawat. Terlihat mereka memeriksa Fiona


" Bagaimana dok? Adikku baik-baik saja 'kan?." Tanya Enhart dengan wajah khawatir


" Nona muda pasti baik-baik saja, iyakan dokter." Timpal Sky. Sebenarnya Sky Memang sudah ada diruangan Fiona tadi. Namun ia hanya melihat diambang pintu dan tak berani masuk saat melihat nona mudanya histeris


" Nona Fiona hanya syok. Ia butuh ketenangan, dan pikiran yang jernih. Padahal aku sudah pernah mengatakan pada nona Fiona agar tidak stress tapi tetap saja..." Reyhan menghela nafas di akhir kalimat. Yap, dokter Reyhan yang menangani Fiona sekarang


" Anda harus menjaga nona Fiona baik-baik. Tubuhnya terlalu lemah, apalagi sepertinya nona Fiona juga kekurangan gizi. Perhatikan pola makannya." Nasehat Reyhan. Sebagai seorang dokter obygin, ia sudah sering melihat wanita yang stress akibat keguguran dan tentu hal tersebut membuat Reyhan trauma sendiri, bukannya terbiasa.


" Terima kasih dokter. Selanjutnya serahkan kepada kami." Ucap Enhart.


Setelahnya Reyhan dan kedua perawat tersebut kembali ke tempat masing-masing. Enhart melangkah mendekati brankar Fiona. Pria itu menggenggam lembut tangan sang adik dan dikecupnya berkali-kali


" Bagaimana Sky. Apa kau sudah tahu apa yang terjadi pada Fiona selama ini?." Tanya Enhart tanpa melihat Sky


" Dari yang didapat oleh anak buah saya. Nona Fiona selama ini menjalin hubungan dengan seorang pebisnis handal dan dikenal sebagai raja bisnis." Enhart langsung memotong perkataan Sky


" Raja bisnis? Maksudmu Detrick Reventoon?." Ia langsung berbalik melihat Sky dan yang dilihat memberikan anggukan


" Bagaimana bisa?." Ia syok. Bagaimana bisa adik kecilnya berhubungan dengan seorang seperti Detrick Reventoon


" Dan tadi nona Fiona dari club malam. Saya juga tidak tahu apa masalah nya tuan. Tapi sebaiknya apa yang harus kita lakukan? Apakah anak yang dikandung nona muda adalah anak dari Detrick Reventoon? Jika benar, sebaiknya apa yang harus dilakukan." Sky benar-benar khawatir dengan keadaan sang nona muda sampai-sampai ia berbicara dengan bertubi-tubi dengan satu tarikan nafas


" Bernafas lah Sky." Menepuk pundak Skya. Yang ditepuk langsung menghirup nafas banyak-banyak


" Tenang saja, setelah semuanya terkendali aku akan menanyakan nya pada Fiona. Dan untuk sekarang sebaiknya hapus jejak Fiona dan jangan sampai Detrick Reventoon mengetahui keberadaan Fiona sekarang."


" Apa anda yakin tuan? Bukannya Detrick Reventoon bisa saja menemukan nona muda?." Bukankah kuasa keluarga Reventoon sangat besar dan luas? Hanya untuk menemukan seseorang saja itu adalah hal yang sangat sepele bagi keluarga Reventoon


Enhart tersenyum tipis " Detrick Reventoon tidak akan meminta bantuan pada kuasa keluarga nya. Karena gengsi yang terlalu tinggi." Dan semua orang tau akan itu


Sky hanya mengangguk dan menyetujui. Siapa yang tidak tahu Seorang Detrick Reventoon? Raja bisnis yang sangat dihormati orang-orang namun juga ditakuti. Walaupun keluarga nya yang sangat berkuasa, pria angkuh itu lebih memilih mengerjakan semuanya sendiri atas kerja kerasnya dibanding harus meminta bantuan kepada keluarganya sendiri.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...klik tanda love dibawah ini 👇...

__ADS_1


__ADS_2