Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Makhluk Gaib


__ADS_3

Di dalam jet, selepas landas tadi Detrick mencoba untuk istirahat selama di dalam perjalanan. Membutuhkan waktu 5 jam untuk sampai tujuan.


" Bagaimana dengan yang aku perintahkan kemarin malam." Ujar Detrick menyandarkan kepalanya di sandaran kursi jet


" Saya sudah membereskan seperti yang anda lakukan. Tapi sepertinya ada yang lebih dulu melakukan nya tuan." Jelas Michael yang ada di depan Detrick


Membuka mata dan memperbaiki cara duduknya " Apa maksud mu?." Terlihat serius


" Dari cctv yang terlihat dan beberapa saksi yang memberikan pendapat, mengatakan bahwa saat nona Fiona di serang oleh Geo Wijaya, tiba-tiba ada orang-orang berbadan kekar yang membantu nona Fiona."


" Siapa mereka?."


Michael menggeleng lemah " Kami juga tidak tahu, tuan. Saya sudah menyelidiki nya tapi semua jejak tentang mereka hilang begitu saja." Jelas Michael, ia sudah mengeluarkan seluruh usaha yang ia lakukan untuk mencari orang-orang yang membantu Fiona saat itu


" Sudahlah.. biarkan yang itu berlalu. Tapi bagaimana dengan pria jelek itu." Ketus Detrick enggan mengatakan nama Geo


'jelek?.' " ehem.. Geo Wijaya masuk rumah sakit dengan luka lebam yang parah di wajah serta tangannya yang patah di sebelah kanan. Tapi sekarang dia sudah kembali ke kediamannya." Jawab Michael


Detrick berdecak " Seharusnya dia mati." Gerutu Detrick " kau sudah memberikan pelajaran untuk nya 'kan."


" Seperti yang anda perintah 'kan, tuan. Saya sudah mempengaruhi beberapa investor untuk menarik kembali penanaman investasi yang sudah mereka tanam. Dan kemungkinan besar perusahaan Wijaya akan bangkrut dalam dua Minggu ini jika mereka tidak mendapatkan investor lain." Jelas Michael


Detrick hanya manggut-manggut " Pantau semua apa yang di lakukan pria jelek itu dan laporkan hal yang penting saja."


" Baik tuan."


" Bagaimana dengan Deon?."


" Saya sudah membebaskan keluarga Deon dari ancaman tuan Carl, tuan." Ujar Michael


" Ck! Kenapa anak itu tidak ada kapok-kapok nya." Decak Detrick. Padahal mereka sedarah, tapi kenapa harus selalu berselisih hanya karena sebuah warisan, jujur saja Detrick sama sekali tidak tertarik dengan perebutan hak waris, ia sudah cukup kaya tanpa perlu mewarisi hak waris


" Tenang saja, tuan. Setidaknya kali ini tuan Carl tidak akan mengambil tindakan karena sibuk mengurus perusahaan nya yang sedang di ambang kebangkrutan."


" Kerja bagus."


" Tapi, apa anda akan membiarkan tuan Carl begitu saja tuan? Setidaknya anda harus memberikan perhatian padanya agar tidak mencari masalah lagi."


" Kau kira hal itu akan membuatnya berhenti begitu saja?."


'bukannya tuan Carl memang haus akan perhatian anda tuan' ingin sekali ia katakan hal seperti itu, tapi pasti sang tuan muda akan memarahinya lagi " Kenapa tidak di coba tuan?."


" Ck sudahlah, jangan ganggu aku lagi!."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut, Detrick kembali menutup mata dan bersandar pada kursi jet.


" Hmm tuan apa saya bisa bertanya sesuatu?." Ucap Michael hati-hati


" Hmm."


" Apa anda benar-benar hanya tertarik dengan nona Fiona? Bukan alasan lain?." Ia hanya heran sendiri melihat tingkah sang bos.


Padahal di mulut Detrick mengatakan Fiona hanya di perlukan untuk kelancaran rencana, sedangkan sikap yang di tunjukkan Detrick kepada Fiona selama ini sangat istimewa bahkan rela merogoh kocek beberapa triliun untuk Fiona.


Kini Detrick terdiam, ia sendiri bingung akan perasaannya sekarang. Lihat saja sekarang, padahal belum ada 2 jam berpisah dengan Fiona, tapi Detrick sudah sangat merindukan gadis mungil itu.


" Entahlah Michael. Sebenarnya kenapa dengan persaan ku ini." Melihat ke arah luar jendela


Sontak Michael yang melihatnya terkejut, ia tidak menyangka tuan mudanya akan menjawab pertanyaan nya dengan jawaban yang di luar dugaan. Jujur saja Michael sama sekali tidak keberatan bila memang Fiona dan Detrick berhubungan


'tapi, apa tuan tuan besar akan merestui? Apalagi melihat karakter tuan besar. Jika nyonya Leticia atau tuan Ditrian mungkin akan setuju jika melihat dari sifat nona Fiona, tapi.. masalahnya ada pada Tuan besar. Tuan besar sangat memikirkan latar belakang seseorang' Michael jadi melamun sendiri


" Ada apa? Kenapa kau diam?." Suara barinton tersebut menyadarkan Michael dari lamunannya


" Tidak tuan, tentang perasaan anda sebaiknya anda pikirkan lagi tuan. Bukan saya ingin melarang anda, tapi pikirkan bagaimana baiknya." Ujar Michael


Detrick Melihat heran ke arah Asistennya yang satu ini. Bagaimana bisa Michael mengatakan hal seperti itu? Padahal selama ini selain pekerjaan dan keselamatan Detrick tidak ada lagi yang di pikirkan Michael, tapi bagaimana bisa Sekarang asisten yang tidak beda jauh sifatnya dengannya Mengatakan hal seperti ini? Pikir Detrick


" Apa maksudmu?."


Detrick terdiam " Kenapa harus memikirkan orang lain. Yang akan menjalani hidup ku adalah aku sendiri, tidak perlu memikirkan perkataan orang lain." Ketus Detrick


'ah.. anda memang tidak berubah, tuan'


" Sudahlah jangan ganggu aku lagi." Ucap Detrick kembali menutup mata, sedangkan Michael hanya mengangguk menuruti perintah sang tuan muda


.........


Fiona yang di tinggal Detrick, kembali menjalankan keseharian nya dengan tenang. Walau entah mengapa ia selalu merasa kehilangan saat tidak memandang atau pun mendengar suara tajam dan datar dari sang bos. Apalagi jika malam hari, Fiona yang selalu tidur bersama Detrick akhir-akhir ini tiba-tiba merasa ada yang hilang di tempat tidur nya.


Seperti sekarang, Fiona tengah menyusun skripsi nya. Ia sedang fokus ke layar laptop di pangkuannya tiba-tiba suara deringan ponsel membuyarkan konsentrasi Fiona


Tanpa melihat siapa yang menelepon, Fiona langsung menggeser ikon hijau di layar ponsel " Halo tuan Detrick." Ucap Fiona bersemangat


" Halo? Anda kenapa diam saja, tuan?." Tanyanya lagi. Saat hendak melihat siapa yang menelepon tiba-tiba..


" Heh! Apa 'Tuan Detrick' itu yang membeli mu. Seperti nya kau sangat senang jadi simpanan, mirip dengan ibu mu." Sarkas yang berada di seberang

__ADS_1


Fiona menggeram kuat, ia mencoba menahan amarahnya. Selalu saja sang ibu yang telah tiada di ungkit-ungkit keburukannya


" Erin, ada apa?." Tanya Fiona kembali datar


" Aku tidak ingin basa-basi lagi..."


" Kalau begitu katakan!." Potong Fiona, sungguh ia kesal. Padahal tadi ia sudah berharap kalau Detrick yang akan menghubungi nya, tapi malah ular berbisa yang menelpon


" Ck!." Terdengar decakan dari seberang " Aku dan Geo akan melaksanakan tunangan Minggu depan." Ucap Erin, dari nada suaranya sudah di pastikan ia tersenyum kemenangan di sana


Sedangkan Fiona tidak merasakan apa-apa 'heh! Sebegitu sedikit nya kah cinta ku padanya hingga aku sama sekali tidak merasakan apa-apa saat ia akan menikah dengan wanita lain' Bukannya senang, Fiona malah miris melihat dirinya yang tidak bisa mencintai seseorang dengan sepenuh hati, karena insting bertahan hidup nya yang kuat


" Terus? Memangnya kenapa?."


" Heh! Aku sebenarnya tidak ingin mengundang mu...."


" Kalau begitu tidak usah mengundangku, karena aku juga tidak sudi pergi ke acara tunangan mu." Lagi-lagi Fiona memotong dengan cepat


" Hei.. apa-apaan kau! Dari tadi selalu memotong perkataan ku!." Yang di seberang sudah darah tinggi


" Aku sedang sibuk, aku tidak punya waktu meladeni serangga yang tertempel pada takdir hidup ku." Setelah mengatakan hal itu Fiona langsung menutup sambungan.


Ia yakin pasti keluarga Eren hanya akan memanfaatkan nya dengan mengundang Fiona ke acara pertunangan tersebut untuk di jadikan konsumsi publik, bahwa hubungan keluarga mereka baik-baik saja.


" Dasar munafik!." Menaruh kembali ponsel tersebut ke atas meja. Ia kembali fokus pada laptop nya


Tiba-tiba..


Drrt.. drrt..


" Ck siapa lagi sih." Dengan emosi yang masih tertinggal Fiona mengambil ponselnya dan menggeser ikon hijau tanpa melihat siapa yang menelepon


" Sudah aku bilang! Aku tidak ingin hadir di acara pertunangan mu. Undang makhluk gaib sana, sama-sama satu server 'kan kalian." Ujaf Fiona asal ceplos


" Makhluk gaib? Oh.. kau sudah tidak sayang nyawa kamu." Suara rendah dan penuh penekanan tersebut yang sedari tadi di nantikan Fiona, tapi sekarang ia merasa sangat ingin agar hal itu tidak terjadi


Glek...


" Tu.. tuan Detrick."


.


.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


__ADS_2