Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Rencana Erin dan Margareth


__ADS_3

Brakkk


Erin menutup pintu mobil dengan keras. Ia baru pulang dari kampus. Padahal tadi pagi hatinya sudah sangat senang karena mendengar tentang kabar putus nya Fiona dan Geo.


Tapi ia malah mendapat penolakan dari Geo. Bahkan terdengar juga rumor tentang dirinya yang menikung kakak angkat nya sendiri


" Ahkkk sialana." Menghentak-hentakkan kakinya dan masuk kedalam rumah


" Mama..." Teriak Erin lalu membuang diri di sofa. Ia mendengus " Mama." Kembali berteriak


" Mama kemana sih." Dengusnya lagi


" Astaga Erin! Tunjukkan sopan santun mu!." Margareth, mama Erin datang dari arah tangga


" Kamu ini seorang wanita, coba lihat kelakuan mu yang tidak sopan ini." Ikut duduk di samping Erin


Erin memutar bola mata, malas mendengar ocehan sang ibu " Sudahlah mah. Tidak ada yang lihat juga, cuman ada pelayan." Ketusnya


Margareth geleng-geleng tak percaya dengan tingkah anak gadisnya " Jadi, ada apa kamu teriak-teriak panggil mama?." Mulai ke inti


" Itu tuh anak kriminal itu, buat aku selalu kesal." Rengek Erin dengan mendengus


" Ada apa lagi dengan anak tak tahu malu itu!." Terlihat kebencian dari mata kedua wanita berbeda generasi tersebut


" Gara-gara dia aku dijadikan perbincangan di kampus. Mereka bilang aku menikung kakak ku sendiri, padahal Geo yang tergoda saat aku goda!." Inilah Erin, selalu mengadu ke Margareth atau Edward, ayahnya.


" Mereka sudah putus?." Tanta Margareth dengan wajah berbinar. Erin mengangguk mengiyakan


" Bagus dong kalau mereka sudah putus. Sudah tidak ada orang yang bisa mendukung anak kriminal itu!." Bahkan untuk menyebut nama Fiona ia tidak sudi


" Sekarang kesempatan kamu, sayang. Kamu bisa memanfaatkan kondisi saat ini untuk mendekati Geo, lalu rebut harta nya." Tersenyum licik


" Aku tahu mah, akan aku lakukan walaupun aku sudah di tolak sekali." Ujarnya dengan lesu


" Cih, tenang saja. Waktu itu dia tergoda dengan tubuhmu saat dia masih berhubungan dengan anak kriminal itu. Saat ini dia sedang sendiri, goda lagi dia dengan tubuhmu." Jelas Margareth terang-terangan, bahkan pelayan yang lewat bisa mendengar suara dan rencana mereka, tapi tak bisa berbuat apa-apa

__ADS_1


" Tenang saja mah, lihat saja aku akan menjadi nyonya Geo Wijaya." Ucapnya dengan bangga, bukannya Margareth kesal melihat anaknya yang seperti menyepelekan tubuhnya, ia malah dengan senang hati mendukung


" Oh yah mah, si anak kriminal itu benar-benar mama jual di Casanova gendut 'kan? Jangan sampai dia menjadi dukungan untuk Fiona."


" Tenang saja. Papa sendiri yang bertemu dengan pria tua itu." Sahut dengan senyum licik. Edward, ayah Erin juga ikut andil dalam penjualan Fiona. Tapi, sebenarnya Fiona bukanlah di beli pria tua gendut melainkan Detrick. Entah bagaimana terkejut nya mereka nanti saat mengetahui kebenarannya


Kedua wanita itu tertawa membayangkan Fiona yang akan dibuang dan menjadi gelandangan saat orang yang membelinya sudah bosan padanya


" Tapi, bagaimana kalau kak Enhart tahu." Tiba-tiba kekhawatiran muncul begitu saja. Enhart Putra Eren adalah satu-satunya orang di keluarga Eren yang menyayangi Fiona dengan tulus


" Tenang saja. Enhart pasti lebih memilih darah dagingnya sendiri, dari pada anak kriminal itu." Margareth penuh percaya diri mengatakan nya, Erin hanya bisa mengangguk dan percaya


.........


Fiona kembali kedalam mansion Detrick. Ia mendapat pesan dari Michael untuk cepat-cepat pulang sebelum hari gelap. Ia segera masuk kedalam mansion dan rupanya pak Ziel sudah menunggu


" Selamat datang nona." Sambut pak Ziel


" Iya pak. Tuan Detrick sudah pulang?." Ia bertanya dengan wajah cemas. Takut jika Detrick sudah pulang sedangkan dirinya harus menunggu Detrik


" Apa!? Tuan Detrick belum pulang!! Huh! Bisa-bisanya pak Michael menipu ku!." Geram Fiona. Ia bertekad ingin memarahi Michael 'tapi dalam hati' ia cekikikan sendiri


Ting ting.. brum.. brum..


Terdengar suara deru mobil dari luar " Sepertinya tuan muda sudah pulang." Ujar pak Ziel " Mari nona, kita sambut tuan muda." Menuju kedepan. Fiona hanya mengangguk dan mengikuti pak Ziel.


Di depan pintu yang terbuka lebar, Fiona dan beberapa pelayan menunduk hormat saat Detrick masuk


" Selamat datang tuan muda." Sambut mereka dengan sedikit menunduk


'wah apakah seperti ini rasanya menyambut seorang bangsawan' Batin Fiona. Ia curi-curi pandang melihat wajah datar Detrick


Detrick hanya diam, ia berhenti tepat di hadapan Fiona yang menunduk. Ia melepas jas lalu melemparkannya di kepala Fiona, sontak saja Fiona menangkap jas tersebut


" Apa anda ingin makan atau mandi dulu tuan?." Tanya Fiona

__ADS_1


" Menurut mu?." Detrick kembali bertanya sambil menatap datar Fiona


" Eh! Em... Anda ingin mandi terlebih dahulu tuan?." Asal menyimpulkan 'terserahlah, dia kira aku Michael sih cenayang yang bisa mengetahui apa yang di pikirkan nya'


" Apa aku harus menjelaskan nya semua!." Detrick mulai meninggikan suara


" A.. ah ba.. baiklah saya akan menyiapkan air hangat untuk anda." Fiona segera menunduk lalu berlari ke arah lift dan nail ke kamar Detrick


Detrick mendengus kesal melihat Fiona yang lari terbirit-birit 'Tidak punya sopan santun', walau begitu entah kenapa ia tidak marah.


" Hah! Bisa-bisanya dia tidak mengerti kodeku." Gerutu Detrick


'memangnya nona Fiona itu pak Michael' Ujar dalam hati para pelayan yang melihat adegan tadi


" Nona Fiona masih awam bersama anda tuan." Sahut Michael memberikan penjelasan


" Sudahlah." Ketus Detrick " Siapkan beberapa dokumen." Ujar singkat Detrick tanpa melihat Michael


" Baik tuan." Sahut Michael, ia sudah tahu dokumen apa yang di inginkan sang bos


Setelah itu Detrick pun masuk ke lift lalu naik ke atas kamarnya, sembari menggulung lengan kemeja sampai siku, dasinya ia longgarkan lalu membuka dua kancing atas kemeja.


Ting...


Detrick melangkah menuju kamarnya yang pintunya berdaun dua besar. Detrick masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu, ia melihat Fiona yang sedang menyiapkan baju yang akan ia pakai nanti setelah mandi di atas kasur


" Ah tuan, air hangatnya sudah saya siapkan." Menampilkan senyuman profesional, padahal dalam hati ia sudah kaget melihat kehadiran tuannya tanpa ada suara


Detrick hanya menatap sekilas lalu masuk kedalam kamar mandi. Setelah Detrick benar-benar masuk kedalam kamar mandi


" Haahhh sebenarnya dia benar-benar manusia atau tidak. Aku sama sekali tidak mendengar suara langkah kakinya. Apalagi pak Michael juga seperti cenayang yang bisa tahu apa arti angkat tangan dari tuan Detrick." Gerutu Fiona


.


.

__ADS_1


__ADS_2