
Enam bulan berlalu sejak kepergian Enhart dan juga Rani ke negara asal. Perut Fiona sudah besar layaknya orang hamil, tinggal menunggu satu Minggu lagi dan anaknya akan lahir.
Detrick memperhatikan perut buncit istrinya yang kini tengah tertidur. Sungguh, Detrick tak berani memegang perut besar Fiona. Ia takut tak dapat menahan kekuatan dan menghancurkan perut istrinya, atau bagaimana jika perut Fiona meledak sangking besarnya?
" Boy... ingat. Kalau kau lahir, cinta istriku hanya untuk ku. Kau hanya yang kedua. Ingat itu, aku tidak akan membiarkan mu memonopoli istriku." Berbisik di perut Fiona.
Memberanikan diri, tangan Detrick mengelus perut Fiona yang tidak tertutupi kain.
" Dan ingat. Jangan pernah menyakiti istriku. Walaupun kau putra ku sekalipun aku tidak akan tinggal diam." Dokter memang sudah mengkonfirmasi, bayi yang dikandung Fiona berjenis kelamin laki-laki yang membuat Detrick senang namun juga kesal.
Pria posesif itu tak ingin istrinya di monopoli oleh anaknya sendiri, apalagi jika anak laki-laki. Pria itu hanya berharap semoga anaknya nanti lahir tidak menuruni sifatnya tapi sifat Fiona. " Dengan begitu, kau akan sangat imut. Boy."
Seperti mengerti perkataan ayahnya, bayi dalam perut Fiona menendang. Tentu Detrick langsung tersenyum senang. " Jangan terlalu menendang keras, boy. Katanya itu sakit untuk ibunya. Awas, dalam rahim saja kau sudah menyakiti istriku. Aku memaafkan mu karena itu tidak bisa dihindari, tapi lakukanlah pelan-pelan."
" Hmm sayang? Apa yang kau lakukan? " Fiona mengerjap beberapa kali Melihat suaminya sedang berbicara dengan perutnya, atau lebih tepatnya dengan bayi yang ada di perut Fiona.
Detrick mensejajarkan diri dengan Fiona " Aku hanya menasehati putra kita." Menasehati? Memangnya bayi yang ada didalam perut akan mendengar perkataannya? Pikir Fiona
" Memangnya apa yang kamu katakan pada putra kita, sayang? "
" Rahasia antar pria." Mengedipkan mata sebelah
Fiona terkekeh, tangan wanita itu turun mengelus perutnya " Benarkah sayang? Memangnya rahasia apa sih? " Terasa tendangan didalam sana
Fiona tertawa geli " Hmm masih dalam perut tapi sudah main rahasia-rahasiaan sama ibu yah." Mengelus perutnya.
" Ahkk." Pekik Fiona saat merasa sakit di perut nya
Pekikan Fiona membuat Detrick khawatir " Sayang, kamu kenapa? Kita ke rumah sakit sekarang."
" Auchh ti.. tidak perlu sayang, ini hanya kram biasa akibat tendangan putra kita." Meringis sembari memegang perut
Detrick malah semakin panik " Tidak aku akan memanggil dokter." Ia sudah bangkit dari tempat tidur
" Auchhh tidak. Jangan tinggalkan aku. Aku takut." Memegang tangan sang suami. Perutnya Kian sakit saat mendengar Detrick akan keluar
" Tapi Fio, aku harus memanggil dokter." Bujuk pria itu pelan-pelan
" Hiks.. tidak aku mohon. Auchh.. ahh.. aduh sakit.. seperti ada yang mau keluar. Ahhh." Nafasnya mulai tidak beraturan. Keringat dingin tiba-tiba membanjiri tubuh, rasa sakit kian menyerang.
Detrick semakin panik " Sayang, apa putra kita sudah mau keluar."
" Kyaaa aahkk ada darah..." Pekik Fiona. Tak tunggu waktu lagi, Detrick langsung membopong tubuh istrinya keluar kamar sembari berteriak-teriak.
" Dokter!.. Dokter!.." teriak Detrick naik kedalam lift. Setelah keluar dari dalam lift, ia kembali berteriak seperti sedang di hutan.
Suaranya menggelegar, wajah datar nan dingin Detrick berubah menjadi khawatir dan takut. Ia terus berteriak memekakkan telinga. Rintihan Fiona sudah tidak terdengar, wanita itu malah asik melihat wajah suaminya yang panik. Itu terlihat lucu dan seketika sakitnya memudar.
Pak Ziel datang tergopoh-gopoh bersama para pelayan yang lain. Di tengah malam ini, apa yang membuat sang majikan berteriak seperti orang gila? Pikir mereka
" Tuan muda.. "
" Cepat mana dokter! "
Dokter Ciara yang memang selama ini tinggal di paviliun mansion Detrick langsung datang sembari membawa peralatan nya " Ada apa tuan muda? " Tanyanya dengan wajah khawatir
" Istriku akan melahirkan. Cepat! " Tak ia sadari, sedari tadi Detrick terus membentak siapa pun yang datang.
" Sabar sayang, tenang. Semua orang ketakutan kalau kau terus membentak." Orang yang dikhawatirkan malah baik-baik saja dan bahkan sempat-sempatnya mengelus dada suaminya.
" Tapi sayang, kamu kesakitan." Ujar Detrick lembut
" Aku tidak sakit. Tapi sepertinya memang ada yang mendorong di bawah sana euughh." Tanpa sadar wanita itu mengerang persis seperti orang pup
" Tuan muda, cepat bawa nona Fiona ke dalam kamar perawatan. Saya akan membangunkan semua perawat." Dokter Ciara mencoba untuk tetap tenang. Dari beberapa pelayan mereka terlihat bingung. Sebenarnya yang sakit siapa?
Mansion memang setengahnya sudah seperti rumah sakit kandungan khusus Fiona. Semuanya lengkap, bahkan peralatan melahirkan pun lengkap. Semuanya Detrick persiapkan, sebenarnya bukan Detrick. Pria itu hanya memerintah sana sini, sedangkan yang bekerja keras tentu pak Ziel dan Michael.
Dengan Langkah cepat Detrick membawa Fiona di ruang persalinan yang memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari di mansion.
" Silahkan ikuti tuan muda, dokter. Biar saya dan beberapa pelayan yang membangunkan para perawat." Ia tak ingin tuan mudanya harus berteriak lagi. Dan biarkanlah dokter Ciara yang menjadi sasaran kemarahan Detrick.
Pak Ziel meminta maaf dalam hati dengan sangat-sangat berat. Mungkin.
__ADS_1
Dokter Ciara hanya mengangguk. Setengah berlari, dokter Ciara mengejar Detrick yang sudah tidak terlihat.
Keadaan semakin tegang saat Bryanskara, Ditrian dan Leticia datang. Mereka mendapatkan kabar dari pak Ziel yang sengaja menghubungi.
.........
Semua nya sudah ada disini. Tepat didepan sebuah kamar, Bryanskara, Ditrian, Leticia, dan pak Ziel Serta Michael. Duduk dengan perasaan harap-harap cemas. Hening, tak ada yang berbicara. Mereka masih menunggu yang ada didalam kamar.
Sedangkan di dalam kamar, suara terus menggema didalam sana membuat dokter dan para perawat heran. Sebenarnya siapa yang akan melahirkan?
Terlihat Fiona tengah menenangkan suaminya yang sedari tadi berteriak tak jelas meminta para dokter untuk segera melakukan tugasnya. Ingin mendekat, takut. Jadi mereka menunggu Fiona menjinakkan Detrick.
" Tenanglah sayang. Kalau kau berteriak terus, ini tidak akan selesai."
" Tapi sayang, kau kesakitan." Menggenggam erat tangan Fiona yang tengah terbaring diatas ranjang empuk. Perlahan tangan besar itu terlihat menyeka keringat yang jatuh membasahi dahi istrinya
Fiona tersenyum " Karena itu, tolonglah untuk mengalah kali ini. Biarkan para dokter yang memang ahli menangani ku." Mengelus tangan Detrick.
Detrick terdiam. " Baiklah." Kemudian melihat para tenaga medis disana yang sedari tadi hanya berdiri sambil menonton drama yang romantis nya melebihi drakor, dimana drama yang melebihi kapasitas sinetron ikan terbang.
" Dengarkan, apa perkataan istriku. Lakukan tugas kalian." Titah Detrick masih memegang tangan Fiona
Dokter Ciara mengangguk. Kemudian dengan kode, wanita itu menginstruksikan kepada perawat dan beberapa dokter disana untuk Melakukan tugas. Dokter Ciara mendekati ranjang
" Baik nona, apakah anda merasa ada yang mendorong? " Tanya Dokter Ciara. Sebenarnya sudah dari tadi pembukaan kesepuluh, hanya saja mereka tak bisa bertindak karena Detrick yang terlalu berlebihan.
Gara-gara membaca artikel tentang kehamilan dan persalinan membuat pria itu seketika parno saat menghadapinya langsung. Ahh wibawa yang selama ia junjung runtuh begitu saja dihadapan sang istri
Fiona mengangguk lemah. Tiba-tiba ia kembali merasakan rasa sakit yang sangat amat di bagian bawah perut. Ada yang ingin keluar " Ahhkk sakit... Aucchhh." Menggenggam erat tangan Suaminya. Untunglah kuku Fiona tidak panjang. Kalau tidak sudah pasti tangan Detrick akan berdarah.
Detrick semakin panik melihat wajah sang istri yang seperti sangat kesakitan, dan sialnya itu memang benar. Sangat sakit yang dirasakan Fiona
" Cepatlah! Apa yang kalian lakukan! " Bentak Detrick
Tak ingin mengambil pusing, dokter Ciara mulai fokus dengan pekerjaannya " Ikuti instruksi saya nona. Tarik nafas... Buang.. yah.. lakukan seperti itu perlahan."
" Tarik nafas perlahan Nona, lalu buang. Yah sekarang mengejan nona."
" Sekali lagi nona. Kepalanya sudah terlihat." Seru dokter Ciara
Detrick tak sanggup melihat istrinya kesakitan. Berkali-kali ia meminta maaf. " Kau kuat sayang. Aku mencintaimu, maaf. Ini yang terakhir aku janji." Mengecup berkali-kali punggung tangan Fiona
Tanpa sadar air mata jatuh begitu saja, dan Detrick tak peduli pada tatapan tak percaya orang-orang disana yang melihat hal itu
Rupanya Detrick Reventoon juga seorang manusia. Pikir mereka
Fiona hanya tersenyum membalas. Belum apa-apa sudah dibilang yang terakhir. Yakin?
Menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan " Euughhhhhh...."
" Oek.. oek.. oek..."
" Selamat nona, tuan. Putra anda lahir dengan sehat."
Fiona lemas, ia menjatuhkan kepala dengan kasar. Akhirnya keluar juga. Detrick yang mendengar suara Bayi nya langsung tersenyum lega, ia segera melihat sang istri yang nampak masih membuka mata dan tengah tersenyum ke arah bayi kecil yang sekarang di gendong dokter Ciara.
" Sayang, syukurlah kau baik-baik saja." Mencium seluruh wajah Fiona tak memikirkan orang-orang yang ada disana. Memangnya itu penting sekarang?
Fiona mengangguk " Iya aku juga bersyukur. Akhirnya putra kita lahir."
" Sayang, jangan hanya fokus dengan putra kita. Aku lebih membutuhkan mu sekarang." Padahal belum apa-apa, pria itu sudah mendramatisir
Fiona Terkekeh pelan, ia masih terlalu lemah " Iya. Lagipula Putra kita baru akan di bersihkan sayang."
Perawat disana hanya geleng-geleng kepala, lalu keluar dari sana. Bersama dengan dokter Ciara setelah menjahit kembali jalan lahir bayi Reventoon tersebut. Salah seorang perawat yang baru sudah membersihkan baby boy tersebut memberikan nya pada Fiona
" Susui terlebih dahulu, nona. Asi eksklusif adalah yang terbaik untuk bayi yang baru lahir." Ujarnya setelah itu keluar meninggalkan keluarga kecil yang tengah berbahagia tersebut
Dengan tangan gematar, Fiona membaringkan putra kecilnya di atas dada " Putraku... Hiks.." air mata haru tak bisa ia sembunyikan
Detrick tersenyum, pria itu kemudian mengecup pucuk kepala putra nya yang sedang asik menyusu di gundukan istrinya. Sangat rakus. Setelah itu Detrick mengecup seluruh wajah sang istri " Terima kasih sayang. Kau yang terbaik." Dan lagi-lagi melabuhkan ciumannya
.........
__ADS_1
Mereka semua sudah berkumpul di dalam kamar. Fiona duduk sambil bersandar di pan ranjang, Detrick setia disampingnya menggenggam tangan istrinya yang sudah berjuang melahirkan buah hati yang sudah ditunggu-tunggu.
Putra mereka sedang dikerumuni oleh orang-orang yang seperti tak pernah melihat bayi.
" Oh ya ampun, dia sangat manis." Pekik Leticia lagi. Sudah tak terhitung ia berteriak seperti itu tatkala melihat cucunya tertawa kepadanya
" Makhluk yang sangat mungil." Timpal Bryanskara yang juga ikut melihat cucu buyutnya digendong Leticia
Ditrian menghela nafas kasar " Dia manusia ayah, bukan makhluk." Seru pria tersebut
Bryanskara tak mengindahkan dan tetap fokus terhadap cucu buyutnya tersebut " Namanya Siapa? " Tanya pria tua tersebut melihat Fiona dan juga Detrick. Dimana sedari tadi Detrick hanya memandang wajah Fiona. Setidaknya pria itu bersyukur putra nya disukai banyak orang, dengan begitu Detrick tetap bisa memonopoli istrinya
Semua mata tertuju padanya. Meminta jawaban pasti akan pertanyaan mereka " Fergio Lemos Reventoon." Menatap balik mereka yang melihatnya
" Fergio Lemos Reventoon, nama yang bagus." Memandang cucunya yang sedang ia gendong
" Nama yang gagah seperti cucu buyut ku." Timpal Bryanskara sudah mengkhayalkan bagaimana gagahnya baby Fergio jika besar nanti.
Ditrian turut manggut-manggut di sebelah sang istri yang juga memandang bayi mungil tersebut. " Wajahnya sangat mirip Detrick saat kecil dulu. Tunggu, kenapa aku sama sekali tidak melihat bagian nya menantuku." Menelisik setiap inci dari wajah baby Fergio
" Hmm benar juga." Timpal Bryanskara dan Leticia bersamaan. Bahkan Michael yang juga dari tadi curi-curi pandang pun membenarkan.
" Tentu saja, dia 'kan anakku." Seru Detrick
" Hahhh tapi memang curang, padahal aku yang melahirkannya. Kenapa semua bagian wajahnya sama persis dengan mu, sayang." Menghela nafas berat. Tapi ia tetap senang, setidaknya ada Detrick kecil yang akan ia lihat tumbuh
" Semoga saja sifat nya tidak menuruni mu, sayang." Lanjut Fiona. Mereka semua mengangguk membenarkan. Berharap setidaknya ada sifat Fiona yang menempel walau hanya sedikit.
" Cih. Sifat ku tidak terlalu buruk."
" Hehe maaf. Tapi aku berbicara apa adanya."
" Terserah kamu sayang. Fer akan tumbuh seperti mu atau seperti ku asalkan dia tumbuh dengan baik itu saja sudah cukup." Kata-kata bijak ala-ala seorang ayah pun terlontar dari bibir Detrick
Mereka semua kaget, tentu saja. Sepertinya Detrick sungguh sudah sedikit berubah.
" Tapi, jika dia menyakitimu bahkan membuat mu menangis aku tidak akan segan-segan mencoret nya dari kertu keluarga." Tentu pria ini hanya berubah sedikit
" Sayang.." tegur Fiona kurang setuju. Masa anaknya yang masih bayi sudah diancam akan dicoret dari kartu keluarga
" Fer masih bayi, bocah." Sahut Ditrian
" Aku tidak peduli. Asalkan Fer melakukan nya dengan sadar." Mengangkat kedua bahu
Oeeekk oeeekk.. suara tangisan baby Fergio tiba-tiba berbunyi membuat mereka semua kaget
" Astaga, sayang putraku takut kau ancam seperti itu." Geram Fiona
Leticia mencoba menimang-nimang bany Fergio. Wanita paruh baya tersebut kemudian menatap tajam Detrick " Jika itu terjadi, kau yang akan aku keluarkan dari kartu keluarga." Tidak ada yang berani angkat bicara sekarang.
Sontak Fergio berhenti menangis dan malah tertawa sembari tangan kecilnya memukul-mukul wajah nenek cantiknya.
Detrick menghela nafas panjang " Itu kalau Fer sudah besar." Ucapnya kemudian. Tetap saja ia tak akan membiarkan siapapun yang akan menyakiti istrinya.
.
.
TBC
Ceritanya Fiona sama Detrick sudah mau tamat ya guys. Tinggal beberapa episode doang, karena itu othor udah kasi lebel tamat nyaβοΈ
untuk teman-teman yang selama ini nemanin othor, dan setia baca Fiona dan Detrick, othor ucapin banyak terima kasih π
semoga othor bisa buat karya yang lebih bagus lagi dari sebelumnya. Dan jangan lupa baca karya othor yang lain juga.
I love you allπ
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya π banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya βοΈ
Follow ig othorπ€π π \=> HimaSun_05
...klik tanda love dibawah ini π...
__ADS_1