Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Sa.. sayang?


__ADS_3

Waktu jam pulang kantor tiba, Fiona pun keluar dari dalam ruangan pribadi sang bos. Tadi Detrick menyuruhnya agar langsung ke bawah menunggu nya karena di bawah sudah ada Michael dan mobil yang sudah menunggu.


Fiona hanya mengangguk mengiyakan. Ia pun berjalan memasuki lift " Tunggu, apa aku harus menakai lift khusus atau yang biasa?." Berdiri di antara kedua lift.


" Hmm kalau aku pakai lift biasa dan bertemu dengan karyawan lain, pasti akan jadi canggung." Bergumam sendiri


" Baiklah aku akan menggunakan lift khusus. Setidaknya aku juga harus memanfaatkan status baru yang di berikan tuan Detrick." Kakinya mulai melangkah masuk kedalam lift, tangan nya mulai menekan tombol lantai paling bawah dan lift pun mulai turun


Ting ..


Fiona keluar dari dalam lift, nampak di loby sudah tidak ada orang. Mungkin karena waktu pulang Memang sudah lewat sekitar 30 menit yang lalu


Walaupun di beberapa ruangan masih terlihat lampu yang menyala, menemani malam yang sunyi ini untuk beberapa karyawan yang terpaksa lembur karena ketinggalan atau mungkin malah mempercepat pekerjaan


Fiona melihat ke luar dan benar saja di luar sudah ada Michael yang sedang berdiri di samping mobil sembari berbincang dengan seseorang yang memakai seragam berwarna hitam


Ia keluar dari dalam perusahaan, sontak Michael menghentikan pembicaraan nya dengan seorang pria paruh baya yang selalu di lihat Fiona tepat di samping pintu masuk saat akan masuk kedalam perusahaan.


" Selamat malam, nona." Sapa Michael dengan sedikit menunduk di ikuti oleh pria di sampingnya


Dengan canggung Fiona hanya tersenyum lalu menundukkan sedikit kepala " Malam."


Pria paruh baya di sana pamit untuk bertugas kembali, meninggalkan Fiona dan juga Michael di tengah heningnya perusahaan walaupun di jalan raya cukup ramai


" Silahkan masuk kedalam mobil terlebih dahulu, nona." Membukakan pintu untuk Fiona. Ia mendapat pesan dari sang tuan muda untuk memperlakukan Fiona seperti saat memperlakukan nya


Gadis itu tersenyum kikuk " Tidak perlu sampai seperti ini, pak Michael." Berbisik, matanya melirik kesana-kemari melihat keadaan agar tak ada yang bisa mendengar perkataan nya


Michael mengerutkan kening " maksud anda?."


Fiona membuang nafas pelan " Disini sudah tidak ada orang. Anda tidak perlu memperlakukan saya seperti majikan anda, lagipula saya cuman kekasih pura-pura tuan Detrick." Seperti ada sesuatu yang menohok hati saat ia mengatakan hal tersebut


Michael sedikit teleng mendengar perkataan Fiona 'pura-pura? Bukannya hanya anda yang berpikir seperti itu'


" Entahlah nona. Saya hanya di tugaskan untuk memperlakukan anda dengan baik. Dan pacar pura-pura? Bukan kah anda Sepertinya salah paham?." Ingin meluruskan


" Maksud anda?."


" Mak..." Matanya menangkap sosok yang datang dari belakang Fiona " Selamat malam, tuan." Menunduk hormat, Fiona berbalik melihat Detrick


" Apa yang kalian bicarakan?."


" Oh itu tuan..."


" Bukan apa-apa tuan, hanya masalah kecil." Potong Michael. Tidak ingin sang tuan muda mengetahui kalau gadis yang di jadikan kekasih malah menganggap hubungan mereka hanya sebatas pura-pura. Entah semurka apa nanti Detrick


Tidak ingin ambil pusing, apalagi ia juga sudah pusing mengurus perusahaan, Detrick memilih tidak ingin mencari tahu. Tatapannya berpindah ke gadis yang baru saja ia jadikan kekasih


Tangannya langsung memegang tangan Fiona " tuan?." Sentak Fiona


" Hmm?." Menatap tajam Fiona, tatapannya seperti mengatakan sayangnya kemana?


" Eh! Sa.. sayang..." Lirihnya melihat kearah lain


Detrick tersenyum menang, ia kemudian menarik tangan gadis itu masuk kedalam mobil. Sedangkan Michael di luar mobil hanya bisa mengulum senyum melihat tingkah sang tuan muda

__ADS_1


'memang tidak ada yang bisa mengalahkan tuan muda Detrick Reventoon' lalu masuk kedalam mobil di kursi pengemudi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang sedikit padat akan kendaraan-kendaraan yang lain


Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di mansion. Michael membukakan pintu untuk sang tuan muda sedangkan Fiona seperti biasa keluar sendiri dari dalam mobil


" Ck! Tunggu sampai Michael membukakan mu pintu." Menarik tangan Fiona untuk di genggam


" Maaf tuan, tapi saya tidak enak dengan pak Michael." Ia lupa harus berbicara non formal


Detrick menatap tajam ke arah Michael, sedangkan yang di tatap menunduk dan Langsung pergi dari sana masuk kedalam Mansion


" Apa kamu lupa apa yang aku katakan tadi siang." Suara rendah dari Detrick menarik ingatan yang sempat terlupa di kepala Fiona


" E.. eh.. ma.. maafkan sa.. a.. aku." Menunduk


Pria itu berdecih " Dimana pun kamu berada, jangan berbicara formal, panggil aku dengan panggilan sayang. Ingat itu!, Dan jangan lupa kamu harus selalu tersenyum dengan ku, tapi jangan terlalu banyak senyum dengan orang lain."


Fiona teleng, bingung sendiri mendengar perkataan terakhir sang bos. Tapi, ia juga tidak ingin mencari masalah dan harus menyetujui nya " Baiklah tu.. eh! Sa.. sayang..." Ia masih berlirih di akhir kata


Detrick tersenyum mengelus kepala Fiona " Bagus." Kemudian menarik tangan gadis itu masuk kedalam Mansion


Saat masuk, semua pelayan menunduj hormat menyambut mereka 'wah.. jadi seperti ini rasanya di sambut' ia yang dulunya sering menyambut Detrick, sekarang malah ia yang di sambut


" Selamat datang tuan muda, nona." Ucap mereka serentak


Fiona tersenyum kikuk sedangkan Detrick seperti biasa memasang wajah datar tanpa ekspresi. Detrick melihat Fiona dengan tatapan mengharapkan pertanyaan yang selalu di tanyakan Fiona


'apa-apaan tatapan itu, apa aku harus mengatakan nya. Tapi, dengan memanggil nya ... Ahhkkk jangan perlihatkan wajah seperti itu lagi'


" Apa a.. aku harus menyiapkan mu air hangat, sa... Sayang." Akhirnya ia luluh sendiri


Semua pelayan di sana terkejut bukan main mendengar hal itu, bukan lagi saat sang tuan muda yang terkenal dengan wajah datarnya tersenyum hangat. Namun, tak ada yang berani mengangkat kepala. Melihat tatapan Michael yang meminta mereka untuk diam saja semakin membuat nyali mereka menciut


Keduanya pun naik ke atas kamar menggunakan lift dengan sangat dekat.


.........


Setelah tadi melayani Detrick, Fiona pun ikut membersihkan badan di kamar mandi lain. Dengan sangat perlahan ia menurunkan kakinya ke dalam bathtub sampai semua tubuhnya masukk kedalam


Air di dalam bathtub menerobos keluar di saat bersamaan Fiona duduk di dasar bathtub


Gadis itu menghela nafas panjang " Hari yang sangat-sangat panjang. Di mulai dari kemarin malam yang panas, lalu saat di kantor juga tak kalah panasnya." Di lain-lain kegiatan pastinya


Menenggelamkan Kepala sampai di atas hidung " Tapi aku sedikit senang." Memasukkan semua kepala di dalam bathtub


Blub.. blub.. blub...


Balon-balon dari busa keluar dari permukaan air, tak lama Fiona menarik kembali kepalanya. Menyugar rambut ke belakang " Kalau di jadikan drama untuk satu hari ini, aku yakin cukup untuk beberapa episode."


.........


Hari-hari mereka lalui dengan damai. Mungkin perbedaan untuk hidup Fiona hanya perlakuan orang-orang yang ada di perusahaan. Sungguh dirinya seperti ratu di perusahaan Dbr Kingdom


Bukan hanya di perusahaan, tapi di mansion juga semuanya sudah berubah. Dari perilaku orang-orang yang semakin hormat padanya serta beberapa barang-barang yang di belikan oleh Detrick melalui pak Ziel.

__ADS_1


Sungguh inikah yang namanya menjadi kaya instan? Pikir Fiona


Seperti biasa, Fiona sedang perjalanan ke Dbr kingdom untuk membawakan bekal kepada sang bos atau mungkin sekarang kekasihnya? Entahlah siapa yang tahu


Pakaian Fiona yang dulunya hanya sebatas celana jeans serta kemeja atau pun t-shirt. Namun sekarang pakaian yang di pakai Fiona adalah dress ataupun pakaian feminim yang sangat jarang di pakai Fiona


Sebenarnya bukan dia yang ingin memakai pakaian seperti itu, tapi pakaian yang seperti itu yang di siapkan oleh pak Ziel untuknya. Jika tak di pakai akan sayang, pikir Fiona


Dengan dress se atas lutut berwarna nafi dengan rambut yang sedikit bergelombang ia gerai, Fiona masuk kedalam perusahaan.


Semua karyawan langsung menunduk hormat padanya 'gila!! Ini benar-benar gila!! Sepertinya aku benar-benar akan menjadi ratu!!'


Fiona hanya tersenyum bagaikan ia benar-benar nyonya dari Dbr kingdom. Setelahnya ia pun masuk kedalam lift khusus. Saat akan menekan tombol untuk menutup Lift tiba-tiba ada tangan yang menghalangi pintu lift agar tak tertutup dan otomatis pintu lift kembali terbuka


" Maafkan saya nona, tapi tuan saya ingin masuk." Ujar seorang pria sembari sedikit menunduk hormat


" Iya, bukan masalah."


Setelah itu terlihat seorang pria dengan wajah yang tampan masuk kedalam lift dan diikuti oleh pria yang tadi berbicara dengan Fiona.


" Sekali lagi maafkan saya nona." Ujar pria tersebut dengan tersenyum, pria yang mungkin tuan dari pria pertama tadi


Fiona ikut tersenyum " Tidak masalah." Jawabnya


" Anda akan ke lantai berapa, nona?." Tanya lagi pria tersebut, sedangkan sekretaris nya hanya diam dan berada satu langkah dari belakang tuanya


" Lantai paling atas." Ujar Fiona


" Wah tujuan kita sama."


Sekretaris pria tersebut menekan tombol lantai lift dan lift pun naik ke atas. Hening, tak ada pembicaraan sampai lift terbuka


Fiona keluar terlebih dahulu " Kalau begitu saya duluan, tuan..."


Pria ikut keluar dari dalam lift diikuti oleh sekretaris nya lalu mengulurkan tangan " Langga Anataran, anda bisa memanggil saya Langga."


Tentu, Fiona yang mendengarnya terkejut. Anataran? Bukannya itu salah satu nama keluarga yang sangat berpengaruh kecuali Reventoon di negaranya?? Bagaimana bisa seorang sepertinya ada di sini, pikir Fiona 'ah.. aku baru ingat kalau tuan Detrick berasal dari keluarga Reventoon'


Fiona menyambut tangan Langga " Fiona de Edebenderg, anda bisa memanggil saya Fiona." Ia tidak akan menyia-nyiakan bersalaman dengan orang hebat dan banyak uang seperti Langga


Mereka menyudahi salamannya " Kalau begitu saya permisi tuan."


" Langga, panggil saja Langga. Itu lebih nyaman di dengar. Dan tidak perlu terlalu formal." Langga memang orang yang cepat akrab dengan orang lain, karena dia cukup ramah apalagi saat hubungan nya dengan kakaknya membaik.


Dengan canggung Fiona hanya mengangguk " Baik, kalau begitu kamu juga bisa memanggil aku Fiona saja."


.


.


TBC


Langga udah muncul nih manteman😘 yg nyariin Langga di novel sebelah, nah ini dia sembunyi disini nih 🤣


Bentar lagi Sean juga bakalan muncul nih batang hidungnya 😁

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...klik tanda love di bawah ini👇...


__ADS_2