Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Ibu hamil memang aneh


__ADS_3

Detrick keluar dari dalam kamar mandi. Entahlah tadi tiba-tiba perutnya menjadi mual. Dan jujur saja ini pertama kalinya ia merasakan hal yang seperti ini.


Pria tersebut duduk di kursi kebesaran nya. Kondisi tubuh mulai membaik, jadi dia melanjutkan pekerjaannya.


Tok.. tok.. tok..


Terdengar ketukan dari pintu " Masuk." Ujar Detrick. Tak lama kemudian Michael pun masuk kedalam


" Ada apa?." Tanpa melihat Michael


" Hmm begini tuan." Ragu-ragu mengatakan hal yang ingin disampaikan membuat Detrick mendongak dan melihat heran kearah asisten serbaguna nya


" Ada apa?." Mengulang perkataan nya. Tidak biasanya sih manusia datar itu ragu-ragu seperti ini


Michael berdehem sebelum membuka suara " Begini tuan...__" sekali lagi menggantung ucapan " hmm begini..."


Detrick berdecak " sekali lagi kau katakan begini... Begini. Aku sungguh akan membuat mulut mu hanya bisa mengatakan begini." Ancam Detrick


" Eh? Ma..maaf tuan." Segera menunduk


Detrick mengangkat tangan menandakan agar Michael segera mengatakan hal yang membuat nya ragu-ragu " Sepertinya ada masalah tuan. Kita harus mengadakan rapat para pemimpin perusahaan, tapi tidak bisa siang ini. Mungkin dilakukan nanti malam."


" Lakukan sekarang!." Tegas Detrick. Bagaimana bisa dia disuruh menunggu hingga malam hari. Ia ingin cepat-cepat pulang bertemu sang kekasih.


Kemarin ia belum puas bersama-sama dengan Fiona. Sebenarnya mereka melakukan hubungan intim hanya siang hari disaat Detrick pulang. Setelah melakukan pergulatan panas, Fiona tertidur hingga malam hari. Sedangkan Detrick hanya tertidur sebentar lalu melanjutkan pekerjaan. Hanya seperti itu, karena nya ia benar-benar tidak puas


" Maaf tuan. Tapi masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan sekarang juga. Kalau ditunda lagi mungkin anda tidak akan bisa pulang dan harus membawa lemari pakaian anda kekantor." Michael sih asisten serbaguna tidak akan bisa digoyahkan begitu saja


Detrick berdecak " Terserahlah." Dan melanjutkan pekerjaannya. Ia akan pasrah kali ini. Detrick memikirkan jangka panjang nya, jika harus ditunda sampai malam tiba ia tidak akan keberatan asalkan ia bisa melihat wajah manis sang kekasih saat pulang


" Anda sudah berubah tuan." Beo tiba-tiba Michael. Sungguh dirinya sangat bahagia melihat perubahan sang tuan muda menjadi lebih manusiawi


" Maksudmu?."


" Maksud saya sepertinya anda sangat mencintai nona Fiona." Segera mengalihkan pembicaraan


Detrick tersenyum tipis " Kau tahu Michael. Wanita ku sangat manis. Ck seharusnya aku melarang nya saja keluar rumah agar tidak ada seorang pun yang bisa melihat kemanisan nya." Di awal tadi ia tersenyum senang, namun di akhir tiba-tiba aura menjadi mencekam


Michael membulatkan mata. Sang tuan muda tidak marah? Dan bahkan tidak mengelaknya 'jadi, dugaan ku selama ini benar' pekik dalam hati


" Iya tuan, nona Fiona Memang sangat manis...__" belum melanjutkan perkataannya, tatapan tajam sudah dilayangkan kearah Michael


Glek..


" Maaf tuan... Maksud saya, tuan besar Bryanskara tidak akan mengizinkan anda mengurung nona Fiona untuk diri anda sendiri."


Detrick berdecih " Benar juga." Dengusnya " Sudahlah kau boleh keluar." Ia tidak ingin membuang-buang waktu dan ingin segera mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesai


.........


Di tengah keterkejutan yang menimpa Fiona dengan apa yang dilihatnya tadi. Kini ia sudah berada di kamar. Masih dengan memegang tes pack tersebut, dilihatnya ada dua garis merah disana.


Karena masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Fiona berkali-kali mengucek mata. Bahkan ia mencari arti tanda dua garis merah di tes pack, dan semuanya mengatakan bahwa hal itu positif


" Bagaimana bisa... Pantas saja orang-orang selalu mengatakan aku bertingkah aneh." Masih memegang tes pack


" A.. apa aku harus mengatakan nya pada Detrick." Kini memegang perutnya " berarti ada bayi disini." Matanya mulai berkaca-kaca. Ia terharu, orang sepertinya bisa mempunyai bayi? Pikir Fiona


Setelah membersihkan badan, Fiona duduk di samping ranjang. Ia memegang ponselnya. Malam ini ia akan mengatakan hal yang sebenarnya, dan ia yakin kalau sang kekasih pasti akan menerima berita kehamilan nya


Di sisi lain


Detrick sudah duduk di ruang rapat. Ia tengah mengadakan rapat yang dikatakan Michael tadi siang. Suasan sangat mencekam


" Bodoh! Hanya 5 hari aku tinggal dan kalian sudah membuat kesalahan yang besar. Bagaimana kalau aku pergi satu bulan, bisa hancur perusahaan." Bentak Detrick. Ada masalah pada perusahaan yang membuat nya harus lembur, bahkan sampai besok yang mana semakin membuat Detrick geram dan kesal


Semua petinggi perusahaan hanya menunduk dan tak ada yang berani menentang. Mereka semua meremas tangan dibawah meja, berharap agar masih selamat saat keluar dari ruang rapat


" Sebenarnya bagaimana cara kalian bekerja!! Dasar tidak becus!." Menggebrak meja


" Percuma kalian sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya pekerjaan kalian hanya seperti ini!."


" Anak 10 tahun saja bisa melakukan hal yang lebih bagus daripada kalian." Sentak Detrick. Tentu saja anak kecil yang ia maksud adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


Glek..


'hanya anak kecil seperti anda yang bisa melakukan nya, tuan' batin mereka berteriak. Bagaimana bisa mereka semua disamakan dengan seorang Detrick Reventoon yang jenius


Saat masih tegang-tegang nya, tiba-tiba suara ponsel membuat keadaan yang tadi hening kembali hening dan hanya suara ponsel yang berbunyi. Semakin membuat semua orang disana tertekan


'siapa yang sangat berani tidak mensilent ponsel'


'siapapun cepat matikan'


'matilah. Tidak ada yang mengaku'


" Ponsel siapa itu." Bukan Detrick yang angkat bicara namun Michael yang ikut terganggu dengan dering ponsel tersebut. Dirinya saja terganggu Apalagi sang tuan muda, pikir Michael


" Ck. Apa!. ini ponsel ku." Melirik sini kearah Michael. Sontak Michael menunduk meminta maaf


Detrick melihat ponselnya yang berbunyi. Mereka semua dibuat cengo, bagaimana bisa sang bos tidak mensilent ponsel saat rapat. Belum lagi di saat Detrick mengangkat telpon dan terlihat gantungan berbentuk burung merah karakter kartun tergantung di ponsel seorang Detrick Reventoon, semakin membuat rahang mereka jatuh


Senyuman Detrick melengking saat melihat siapa yang menelepon. Membuat mereka semua jaga-jaga kalau akan disembur lagi, namun ada beberapa yang bengong melihat seorang Detrick Reventoon tersenyum.


Ada apa lagi ini?!!, Pikir mereka


" Jeda." Ucap Detrick lalu berdiri. Ia keluar dari dalam ruang rapat untuk mengangkat telepon


Dan sekali lagi, tingkah sang bos yang tidak biasa ini hampir membuat mereka semua pingsan kecuali Michael yang sudah hampir terbiasa dengan perubahan sikap tuan mudanya


Para hadirin rapat bertanya-tanya, sebenarnya siapa yang bisa membuat seorang CEO Dbr Kingdom tersenyum hangat? Bahkan rela menjeda rapat penting demi mengangkat telepon tersebut?


" Aku dengar tuan Detrick, mempunyai kekasih. Aku yakin itu kekasihnya."


" Itu sudah pasti. Yang aku dengar katanya tuan Detrick sangat menyayangi kekasihnya."


" Memangnya siapa kekasih tuan Detrick?."


" Kau ingat yang pernah menjadi Og. Katanya kekasih tuan Detrick sengaja menyamar menjadi seorang Og, untuk mengawasi tuan Detrick. Dan bahkan tuan Detrick tidak marah sama sekali."


" Gila!! Wanita itu sangat hebat."


" Aku yakin dia adalah malaikat yang turun hanya untuk menjadi pawang tuan Detrick."


" Diam." Satu kata dari Michael membuat suasana yang sempat ramai bak pasar loak akhirnya hening bak dikiburan


Di balik pintu rapat, terlihat Detrick yang sudah mengangkat telepon " Ada apa?." Tanya Detrick datar setelah mendengar sapaan halo dari sang kekasih. Mencoba untuk tetap stay cool, walaupun dalam hati ia ingin bersorak


" Apa kamu masih lama?." Tanya Fiona dari seberang


" Hmm sepertinya aku akan lembur. Dan mungkin tidak akan pulang malam ini." Ia ingin membakar semua dokumen yang membengkak


Terdengar helaan nafas kecewa dari seberang " Kamu kecewa?." Menahan senyum


" Hmm, baiklah sepertinya kau sibuk. Besok aku akan bawakan makan siang untuk mu." Lesu Fiona. Padahal dia bermaksud untuk mengatakan yang sebenarnya namun di urungkan


" Jangan lupakan untuk itu. Aku tutup." Setelah mengatakan nya, ia benar-benar menutup sambungan. Sejenak Detrick memandang layar ponsel memperlihatkan riwayat telepon dengan sang kekasih.


Kemudian tangan nya mengelus-elus gambar burung merah yang tergantung di ponsel. Wajah marah burung tersebut membuat Detrick terkekeh " Menggemaskan."


Pria berwajah dingin nan datar tersebut Tersenyum lebar. Untung tidak ada yang melihat hal tersebut. Setelahnya ia pun kembali keruang rapat


" Lanjutkan."


Kita ke calon ibu muda


Fiona menghempaskan tubuhnya dengan hati-hati di atas kasur, agar cabang bayinya baik-baik saja. Ia memandang layar ponsel yang memperlihatkan riwayat telepon yang baru saja ia lakukan dengan sang kekasih.


Wanita yang katanya hamil tersebut menghela nafas panjang " Besok akan aku katakan, setelah memeriksa kandungan ku." Mengelus perut sembari tersenyum hangat


Fiona mencoba memejamkan mata untuk tidur, namun tak kunjung bisa tidur. Ia merindukan sosok sang kekasih " Apa ini keinginan bayi ku yah?." Gumam kecil Fiona, mengelus perutnya.


Wanita hamil tersebut bangkit dari ranjang, kaki jenjangnya berjalan menuju walk closet. Dibongkarnya Beberapa pakaian pria disana " Ah dapat." Mencium aroma yang ada dibalik jas hitam tersebut


" Tidak ada baunya sama sekali." Menghela nafas dan menaruh kembali jas branded. Langkahnya tak berhenti sampai disana, ia terus maju sampai kedalam tempat pakaian kotor


Sekali lagi tangan lentik Fiona membongkar keranjang pakaian kotor " Ah dapat." Kembali mencium pakaian kotor tersebut " Hahhh akhirnya... Ini yang kucari!." Kembali mengendus bau pakaian tersebut

__ADS_1


" Masih ada bau yang tertinggal." Dengan wajah yang berbinar binar ia melangkah menuju ranjang. Direbahkan tubuhnya sembari memeluk Pakaian kotor Detrick


Aroma yang sangat ia rindukan. Fiona terkekeh dengan perilakunya sendiri " Hahaha orang yang hamil memang aneh-aneh." Tertawa kecil " termasuk aku." Dan akhirnya tergeletak sampai ia lelah dan tertidur pulas masih dengan mendekap pakaian kotor ayah dari cabang bayi yang dikandungnya.


.........


Pagi harinya...


Fiona masuk kedalam rumah sakit. Hari ini ia ingin memeriksa kandungan, dan sekalian ia ingin melakukan cek usg untuk melihat janin yang sedang tumbuh di dalma perut


Dengan wajah yang tak luput dari senyuman, Fiona duduk di bangku tunggu. Ia memandang Beberapa pasangan suami-istri yang juga ikut menunggu sampai giliran seperti dirinya


Ada yang perutnya mulai membesar, ada juga yang sudah sangat besar. Tak jarang terlihat sang suami mengelus-elus perut istrinya. Tapi, ada juga wanita seperti Fiona yang tanpa ditemani siapa-siapa


'apa suatu hari nanti perutku juga akan besar seperti itu' memperhatikan sepasang suami istri paruh baya didepan nya. Terlihat suaminya yang selalu menggenggam tangan sang istri


'mereka sangat romantis. Kapan aku juga bisa seperti mereka' mengelus perutnya yang masih rata.


Tak butuh waktu lama, akhirnya nama Fiona di panggil. Wanita manis tersebut masuk kedalam ruang kandungan.


" Silahkan nona." Ujar perawat wanita yang ada disana


Fiona tersenyum " Terima kasih." Melangkah lebih kedalam


Terlihat seorang pria memakai jas berwarna putih tengah duduk. Sepertinya dia adalah sokter obygin, pikir Fiona


Fiona duduk di depan pria tersebut. Sontak pria dengan jas putih yang melekat ditubuhnya melihat kedepan. Alisnya terangkat " anda..."


Fiona ikut terkejut " Bukannya anda yang di minimarket waktu itu. Yang bau tubuhnya membuat ku mual." Seloroh Fiona


Pria dengan name tag Reyhan hanya terkekeh sambil geleng-geleng kepala " Iya benar. Sudah saya duga, waktu itu anda pasti hamil."


" Wah.. rupanya anda sudah mengetahui nya terlebih dahulu dibanding saya sendiri." Kagum Fiona. Apakah hormon orang hamil akan membuat sifatnya juga berubah?


" Yah begitulah. Jadi, anda ingin saya periksakan?." Tanya Reyhan. Ia tidak ingin terlalu bertanya mengenai hal-hal pribadi. Apalagi mengingat perkataan rekan kerja wanita didepannya yang mengatakan bahwa teman nya belum menikah. Hal ini sudah membuat Reyhan paham


'wanita ini orang kaya? Dilihat dari tampilan nya dia terlihat seperti nona muda. Tapi, kenapa ia memilih bekerja menjadi pegawai minimarket?' heran melihat Fiona. Padahal baju yang digunakan wanita hamil didepannya ini termasuk barang branded, tapi mengapa bisa ia melihat wanita tersebut bekerja di sebuah minimarket?


Tapi sekali lagi, hal ini bukanlah urusan nya. Tugasnya disini hanya untuk memeriksa para ibu hamil yang datang.


Fiona mengangguk " Tentu saja dokter."


Reyhan kemudian memeriksa kandungan Fiona. Ia mulai mengecek beberapa bagian tubuh Fiona " hmm kandungan anda sedikit lemah, nona."


Sontak perkataan Reyhan menjadi pukulan untuk Fiona " Apa?! Jadi saya harus bagaimana dok? Bayi saya akan selamat kan."


" Tenang saja nona. Walaupun kandungan anda lemah, sepertinya anda tidak pernah mengalami tekanan yang berat, hal ini tentu menjadi hal yang baik." Jelas Reyhan menenangkan


Fiona mengehela nafas lega. Mungkin ini semua karena orang-orang di mansion yang selalu menuruti permintaannya, bahkan hal absurd sekalipun


" Oh yah Dokter. Saya ingin me Usg kandungan saya." Ia ingin melihat calon cabang bayinya


" Tentu saja nona. Hal ini memang penting dan tadi saya baru saja ingin menawarkan. Ayo berbaringlah."


Seorang perawat wanita membantu Fiona nail keatas brankar. Perasawat wanita Tersebut mulai menyingkap dress yang digunakan Fiona sampai perut putih ibu hamil muda tersebut terlihat. Bagian bawah Fiona ditutupi menggunakan selimut


Terlihat Reyhan perlahan-lahan mengoleskan geel di atas perut Fiona.


" Lihatlah nona bayi anda." Menunjuk kearah layar monitor


" Itu... Apa itu bayi ku dokter?." Wajah Fiona berbinar melihat nya. Walaupun masih terlihat seperti kacang polong namun insting seorang ibu memang sangat peka


" Iya nona. Kehamilan anda baru 10 Minggu. Harap anda menjaga tubuh anda baik-baik."


Setelah pemeriksaan yang cukup lama karena dokter Reyhan benar-benar memberikan nasehat panjang kali lebar untuk Fiona. Bagaimana tidak, kandungan Fiona termasuk lemah membuat Reyhan benar-benar gemas pada ibu muda satu itu.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2