Terjebak Hasrat Majikan

Terjebak Hasrat Majikan
Jangan Gugup


__ADS_3

Malam itu, Carl sudah kembali ke apartemen nya. Di saat ia asik berbaring mengistirahatkan tubuh, tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia pun mengangkat panggilan dari sang ibu


" Halo mom." Ucap nya masih berbaring sembari menutup mata


" Halo dear. How are you?."


" I'm fine. Ada apa, tiba-tiba?." Masih betah menutup mata


" Tidak, mommy hanya ingin bilang. Dua Minggu lagi kamu kosongkan waktu mu, kita akan berkunjung ke mansion utama." Ujar madam Emma di seberang. Dari awal saat Detrick mengatakan agar mereka sering-sering berkunjung, disana lah madam Emma memutuskan untuk melihat jadwalnya yang kosong, dan syukur lah dua Minggu lagi jadwalnya kosong


Carl membuka mata dan nampak berpikir " Baiklah." Jawabnya singkat


" Kamu juga pulang lah sesekali. Mommy rindu sama kamu."


" Hmm iya." Jawab nya lagi dengan singkat, setelah percakapan yang singkat tersebut akhirnya madam Emma memutuskan sambungan terlebih dahulu.


Carl kembali memejamkan mata, namun tiba-tiba suara bel dari apartemen membuat dia harus terpaksa membuka mata kembali


" Ck Siapa sih malam-malam seperti ini!." Dengan sangat terpaksa ia melangkah mendekati pintu apartemen. Mendengar bel yang di bunyikan tidak sabaran membuat Carl ingin sekali menampok orang di balik pintu


Ceklek..


" Ada apa." Ketus sembari menggaruk kepalanya jengah


" Maaf mengganggu tuan muda." Wajah di depan sama sekali tidak ada rasa bersalah


" Kau..._" di ambilnya sandal rumah yang sekarang ia pakai


" Tuan muda ada___"


Plak...


" Sialan! Kalau sudah tahu mengganggu jangan datang." Masih memukul Sura


" Astaga tuan muda aduh.. auchh..." Menahan tapi tak berani membalas


Bruk...


Carl melempar sandal tepat di wajah Sura. Ia mengatur pernafasan nya " pulang sana."


Sura menghembuskan nafas halus mencoba menahan agar tidak membalas perlakuan sang tuan muda yang seperti ibu-ibu memarahi anaknya


" Aku bilang pulang!." Mendorong tubuh Sura


" Tunggu dulu tuan. Ada yang ingin saya laporkan mengenai perusahaan dan juga Nona Fiona de Edebenderg." Perkataan Sura membuat Carl menghentikan dorongan nya dan menyuruh Sura untuk masuk.


.........

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain


Fiona nampak masih di rias " Anda sangat cantik nona. Tuan muda Detrick Sangat beruntung mendapatkan hati anda." Ujar seorang wanita yang merias Fiona


Fiona hanya tersenyum 'seharusnya aku yang beruntung. Dan juga kami hanya menjadi kekasih pura-pura' masih salah paham akan hal ini


Setelah di rias, salah seorang datang menyuruh Fiona memakai pakaian yang telah di siapkan atas perintah Detrick


Glek...


Ia harus menenangkan diri. Setipis dan sekecil bagaimana pun pakaian yang akan ia gunakan Fiona harus bisa bertahan 'semangat Fio!'


Fiona masuk ke dalam ruang ganti. Ia membuka paper bag tersebut. Terlihat pakaian berwarna mint yang menyegarkan namun menenangkan. Pelan-pelan Fiona membukanya


" Wah...."


Detrick sudah siap dengan tuxedo baru. Dengan gagah nan tampan ia menunggu Fiona yang masih di rias.


Di lihatnya jam yang bertengger di tangan " apa masih lama." Tanya nya melihat ke arah ruangan yang kini di gunakan Fiona


" Sebentar lagi, dan aku yakin kamu tidak akan bisa mengalihkan pandangan mu." Seru madam Emma


Dan tepat saat setelah madam Emma berkata, Pintu ruangan yang di gunakan Fiona terbuka.


Fiona berjalan keluar dengan sangat perlahan. Degupan jantungnya tak dapat ia pungkiri. Rasanya ingin meledak dan keluar dari tempatnya berada.


Ia menggunakan drees selutut berwarna mint. Bawah nya yang sedikit berombak menambah kesan anggun Fiona. Rambut lurus nya di gerai dan di gelombang 'kan di ujung rambut. High heels yang tidak terlalu tinggi agar memudahkan Fiona dalam bergerak semakin membuat wanita itu nyaman.


Detrick melirik kearah Michael yang sudah menundukkan kepalanya, tak berani melihat Fiona 'tenang saja tuan. Saya masih membutuhkan mata saya' ujarnya dalam hati


Melihat Michael yang menundukkan kepala, sontak para karyawan pria di sana yang sempat terpesona ikut menundukkan kepalanya. Detrick tersenyum senang melihat mereka yang tidak berani melihat kecantikan kekasihnya.


Sedangkan Fiona ikut terpesona melihat kegagahan dan ketampanan Detrick 'gila! Dia terlalu tampan' kalau bisa Fiona ingin memuseumkan CEO Bdr Kingdom ini.


Detrick berjalan menuju Fiona dan langsung menggenggam tangan Fiona. Di tariknya tengkuk gadis tersebut dan melabuhkan ciuman hangat disana. Hanya kecupan agar lipstick Fiona tidak lepas


Blush..


" Apa yang kamu lakukan." Bisik Fiona menunduk


Detrick tersenyum licik. Sedangkan semua orang di sana terkejut melihat hal tersebut namun tak ada yang berani angkat bicara. Kecuali yang satu ini " ckckck. Jangan menabung saham dulu loh. Tapi, kalau sudah tidak sanggup lakukan saja. Ingat! Harus tanggung jawab." Beo madam Emma


Detrick berdehem. Setelah berpamitan ketiga orang itu pun pergi dari sana dan menuju ke mansion utama. Entah apa yang akan menyambut mereka disana


.........


Setelah tadi Sura di persilahkan masuk. Ia pun mulai melaporkan masalah perusahaan. Carl manggut-manggut " Bagus teruskan pembangunan nya. Proyek kali ini harus berhasil." Sembari meminum kopi yang di buatkan oleh sekretaris kurang ajarnya

__ADS_1


" Kali ini pasti berhasil. Tapi, kalau tidak berhasil jangan sampai menangis tuan." Dengan wajah badaknya ia mengatakan hal ini


Plak..


Pulpen terbang mengenai wajah nya " Omong kosong."


" Saya hanya mengatakan yang sebenarnya." Tidak berkutik sama sekali membuat Carl semakin kesal


Carl Reventoon menghela nafas. Sudahlah tidak ada gunanya ia berdebat dengan sekretaris kurang ajar bermata empat mata karena presentasi kemenangan nya sangat lah sedikit


" Oh yah. Bagaimana dengan Fiona de Edebenderg? Kau sudah mendapatkan semua informasi tentangnya bukan."


Sura mendorong kaca mata yang ia pakai " Semuanya sama dengan yang sudah saya laporkan, tuan. Saya tidak mendapatkan informasi mengenai sebelum Fiona de Edebenderg di adopsi." Lapor Sura " Dan sepertinya tuan Detrick juga tengah menyelidiki tentang hal tersebut." Ia ingat akan laporan yang di dapatkan sang anak buah dengan mempertaruhkan nyawa


Carl nampak berpikir " Terus cari informasi mengenai gadis itu."


Sura sedikit keberatan " Tuan, Bukannya seharusnya Fiona de Edebenderg ini tidak akan melukai tuan Detrick. Karena tuan Detrick sudah mencari tahu terlebih dahulu." Ia mengatakan unek-uneknya


Carl berdecih " Kak Detrick pasti sudah ditipu oleh wanita rubah itu. Aku yakin pasti rubah itu punya akal bulus dan pastinya licik." Aura-aura tak suka keluar dari tubuh Carl


Sura menghembuskan nafas kasar 'bukannya anda hanya cemburu saja karena tuan Detrick lebih dekat dengan seorang wanita daripada anda' gerutu dalam hati. Tak ingin berdebat ia pun mengiyakan dan pamit undur diri


.........


Mobil memasuki pekarangan mansion. Setelah mobil di parkirkan, Fiona dan Detrick pun turun dari dalam mobil. Dengan cepat Detrick menggandeng tangan Fiona


Sangat jelas wanita itu sangat gugup apalagi saat mereka sudah masuk kedalam mansion. Tangannya berkeringat


Detrick berbisik " Tenang saja. Ada aku disini." Ucapnya. Walaupun sebenarnya ia juga sedikit gugup. Sudah dari tadi dia berdoa agar kakeknya menerima Fiona 'sial kenapa aku harus gugup sekarang'


Dan Fiona tahu itu 'huaaa kamu saja gugup. Apalagi aku'


" Selamat datang tuan muda, nona muda." Sambut seorang wanita paruh baya memakai pakaian butler


" Hmm." Seperti biasa Detrick berdehem tanpa melihat butler tersebut Sedangkan Fiona hanya tersenyum.


" Nyonya, tuan dan tuan besar sudah menunggu anda di ruang tamu." Ujar kemudian butler tersebut


Tanpa banyak kata Detrick kemudian menarik tangan Fiona menuju ke ruang tamu. " Jangan gugup." Kembali Detrick berbisik. Padahal dirinya sendiri juga gugup


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...klik tanda love dibawah ini 👇...


__ADS_2