
Mobil memasuki pekarangan mansion Detrick. Michael membukakan pintu untuk sang tuan muda saat mobil sudah berhenti. Detrick keluar dengan menggandeng tangan sang kekasih hati.
Keduanya berjalan masuk kedalam mansion dengan menggenggam tangan satu sama lain. Seperti biasa, para pelayan membungkuk hormat menyambut majikannya.
Detrick hanya diam sedangkan Fiona membalas sapaan mereka. Setelahnya kedua insan tersebut naik keatas kamar menggunakan lift
Ceklek..
Mereka masuk kedalam kamar. Detrick melepas jas dan juga dasinya lalu menaruhnya diatas sofa
" Akan aku siapkan air hangat." Hendak melangkah namun langkah nya terhenti saat Detrick dengan cepat mendekap tubuh mungil Fiona
" A... Ada apa." Tanya Fiona terbata-bata. Jantungt nya selalu dibuat marathon setiap dekat dengan Detrick
Mencium kepala Fiona " biarkan seperti ini." Membopong Fiona lalu menjatuhkan nya diatas kasur
" Sayang.." pekik wanita itu. Ia mulai menarik selimut, jaga-jaga siapa tahu ia akan dimangsa
Detrick tersenyum smirk. Ia mengelus pipi Fiona. Di kecupnya kening, lalu turun ke kedua mata Fiona, turun lagi ke pucuk hidung mungil wanita nya lalu terakhir berlabuh di bibir manis Fiona. " Hmm masih sangat manis."
" Jangan sekarang. Kamu harus mandi." Menahan tubuh besar sang kekasih dengan kedua tangan. Wajahnya ia buang kesamping, tak berani menatap wajah Detrick
" Hmm memangnya sekarang aku bau?."
" Hmm ti.. tidak.." lirihnya. Iya dia jujur sekarang, tak ada bau asam yang di rasakan dari tubuh kekasihnya
Detrick tersenyum licik " Baiklah. Tidak ada penolakan."
Sontak Fiona menatap wajah Detrick " Apa!?."
" Selamat makan."
" Tu... Tunggu.. empphh__"
Dan yah terjadilah pergoyangan ranjang. Dimana terlihat pria nya bermain sangat lembut membuat si wanita tak dapat berkutik. Suara desahaan dan erangaan memenuhi ruangan, baju berserakan di bawah lantai. Sprey yang tadinya sudah di rapikan pelayan rusak kembali.
Hingga mereka mencapai puncak surga dunia bersama.
.........
Sayup-sayup Fiona membuka mata. Pagi hari yang cerah. Kemarin seharian mereka habiskan didalam kamar. Entah apa yang mereka lakukan, yang penting hanya othor dan kedua orang itu yang tahu.
Para pelayan hanya disuruh membawakan makan siang dan juga malam sampai depan pintu dan tak ada yang berani mengintip ataupun menguping. Lagipula tidak akan terdengar jelas yang terjadi didalam, karena kamar sang tuan muda kedap suara.
Yang pertama kali dilihat Fiona saat matanya sudah terbuka jelas, seorang pria dengan wajah sejuta pesona sedang tersenyum manis kepadanya " Selamat pagi." Mencium dahi Fiona
" Pa.. pagi." Menunduk. Mengingat kelakuan keduanya semalam membuat Fiona tak dapat berkata-kata.
Detrick mengeretkan pelukannya " kamu lelah?." Jika tidak, ia akan melanjutkan nya
" Tentu saja." Menjawab dengan cepat. Bibirnya ia monyongkan. Bagaimana bisa tenaga kekasihnya sungguh diluar nalar, padahal Fiona sudah minta ampun tapi yang dibawah masih tegak berdiri.
Detrick terkekeh " Dasar menggemaskan." Mencium seluruh wajah Fiona
" Tunggu.. stopppp!." Menahan wajah Detrick " Jangan ciuma lagi." Memalingkan wajah 'wajahku pasti berminyak. Ahhhkkk memalukan' melirik Melihat kekasihnya yang sedang memberikan tatapan tajam. Bukannya takut, Fiona malah terpesona 'tidak ada minyak diwajahnya'
Detrick semakin memajukan wajah " Jangan melarang ku."
Kembali memalingkan pandangan " Ta.. tapi wajah bantalku pasti jelek. A.. aku malu.." padahal dulu ia tidak akan malu hanya karena hal kecil seperti ini, tapi sekarang ia benar-benar ingin masuk kedalam lubang semut
__ADS_1
Sang pria mengulum senyum. Coba lihat tingkah kekasih nya yang sangat menggemaskan. Siapapun yang melihatnya pasti tidak tahan untuk tidak memakannya, bukan? Pikir Detrick
" Memang jelek." Mendekap tubuh mungil Fiona
" Kan... Ck." Kesal? Tentu, padahal ia berharap setidaknya dikatakan cantik. Ia sendiri yang tadi mengatakan wajah bantalnya jelek, setelah di aminkan malah marah. Memang yah, dasar wanita.
Detrick menempelkan keningnya dengan kening Fiona " Tapi, aku tetap suka." Dengan tatapan yang penuh cinta dan suara yang sangat halus dan lembut membuat Fiona bergeming. Seperti ada secercah harapan disana
" Kalau... Kalau misalkan aku hamil..." Spontan perkataan itu keluar begitu saja karena terbawa suasana. Fiona yang sadar segera menutup mulut
Sedangkan Detrick menjauhkan tubuhnya. Ia memegang pundak Fiona dan menatap wajah manis itu dengan tajam dan lekat. Fiona menunduk 'aku tidak salah 'kan mengatakan nya' ia merasa reaksi dari pria itu sudah menjelaskan semuanya
" Maaf ... Aku tidak bermaksud. Aku hanya mengada-ada, sebab selama ini kita tidak memakai pengaman saat melakukannya." Tidak dapat mengangkat wajah, air matanya ingin menetes namun ia menahannya
" Lihat aku. Aku diatas bukan dibawah." Memegang dagu Fiona dan mengangkat nya. Dilihat mata wanitanya yang sudah memerah.
Ia berdecak, yang mana semakin membuat Fiona ingin menangis " Bodoh." Ucap Detrick lalu langsung memeluk tubuh Fiona.
Sembari mengelus surai Fiona, ia berkata " Padahal aku sudah sangat bahagia tadi. Bagaimana bisa kau menipuku." Berdecih di akhir kalimat lalu mencium kepala Fiona. Ia mengerti apa yang dikhawatirkan sang kekasih. Detrick bukanlah pria yang tidak bertanggung jawab, walaupun sifatnya yang sangat mengintimidasi dan kasar, ia tetaplah pria yang gentle
Fiona mendongak " Apa kamu akan senang?." Menatap dengan mata yang berkaca-kaca. Ia kira Detrick benar-benar marah akan perkataan nya, namun siapa sangka pria itu mengatakan sangat bahagia jika dirinya hamil.
Detrick menangkup pipi Fiona " Tentu. Aku akan sangat bahagia." Menempelkan keningnya ke kening sang kekasih " kalau hal itu terwujud, kita sama-sama membesarkan nya." Berbicara dengan suara yang sangat lembut.
Hati Fiona tersentuh, ia terharu " Hiks... Hiks.. hmm kita akan membesarkan nya." Sembari menangis. Detrick mengulum senyum melihat kekasihnya menangis bahagia.
.........
Kata Orang, cinta dapat merubah sifat seseorang. Yang tadinya keras dan kasar menjadi lemah lembut. Yah Michael percaya perkataan ini. Sebab sudah melihat bukti nyataz
Kata orang, orang yang jatuh cinta akan selalu dipenuhi dengan berbagai energi positif walaupun disekitarnya terpenuhi dengan energi negatih. Tapi, apa memang benar? Pikir Michael. Kalau memang benar, ia tidak harus terdampar disini kan.
" Ck. Kenapa aku harus terdampar disini." Sekali lagi ia menggerutu. Sialnya hal yang sama selalu ia katakan
" Ini semua karena kau. Ck punya asisten tapi tidak bisa di andalkan." Sekali lagi Michael disalahkan
" Kapan ini selesai sih." Dan sekarang perkataan yang sudah hampir 100 kali disebut lagi
" Padahal kekasih ku sedang menunggu. Aku yakin 1000 persen sekarang dia sudah berangkat ke minimarket." Nah ini baru pertama kali ia katakan
Michael hanya menghela nafas panjang. Sungguh tuan muda yang angkuh, dingin, datar, suka bekerja seakan-akan ingin menikahi pekerjaan nya sekarang malah menggerutu karena banyak pekerjaan.
Ya tadi pagi, Michael langsung menuju ke mansion Detrick Untuk menjemput tuan mudanya ke perusahaan. Namun ia tidak menyangka kalau sang tuan muda yang terkenal disiplin masih asik di tempat tidur bersama kekasih hatinya.
Ingin mengurungkan niat karena tidak ingin menganggu sang tuan muda, tapi pekerjaan menuntut untuk diselesaikan. Mau tidak mau, walaupun dengan paksaan ia harus membawa bosnya ke perusahaan.
Kemarin Michael sengaja Tidak menelpon atau memberikan kabar mengenai pekerjaan kepada sang tuan muda, ia ingin agar kedua insan tersebut dapat menyalurkan kerinduannya satu sama lain.
Tapi ia tidak menyangka kalau hal itu malah membuat minat bekerja sang tuan muda menurun drastis. Mungkin Bekerja di ranjang bersama sang kekasih hati, ia akan semangat, namun kalau harus dihadapkan dengan dokumen-dokumen tentang perusahaan, semua minat bekerja nya langsung hilang.
Dengan penuh perjuangan, Michael berhasil membawa sang tuan muda ke perusahaan. Dan beginilah nasibnya sekarang. Ia harus berdiri di depan tuan mudanya sembari mendengarkan gerutu-gerutuan yang bahkan tidak pernah dilakukan sebelumnya. Sembari Bekerja, ia tetap menjalankan hukuman yang diberikan
Lain Detrick, tentu lain juga untuk Fiona. Sesuai perkataan Detrick, Fiona benar-benar sedang menuju ke minimarket untuk bekerja. Hari ini semangatnya semakin tinggi untuk bekerja berbeda dengan kekasihnya
Fiona berjalan menuju minimarket tempat nya bekerja. Dari jauh terlihat seseorang yang sangat familiar
" Kakek Bry." Gumam Fiona. Ia mempercepat langkahnya
" Fiona." Panggil kakek Bry semangat
__ADS_1
" Hai kek. Duduk dulu kek." Memapah kakek Bry untuk duduk disebuah tempat duduk di depan minimarket
" Sudah aku duga kamu pasti datang kesini." Seru kakek Bry bersemangat
" Hmm Memang nya kakek datang kesini karena Fio?."
" Tentu saja. Tapi, bagaimana bisa kamu menjadi kekasih dari Detrick? Kakek tidak menyangka kamu bisa menjadi kekasih anak itu."
Fiona tertawa canggung. Sebenarnya ia sedikit merasa bersalah. Fiona masih mengira kalau mereka hanya seorang sepasang kekasih yang hanya pura-pura " Hahah yah namanya juga jodoh kek." Timpal Fiona
" Haisss jadi, selama ini bos kurang ajar yang kamu maksud cucu kakek." Ia sedikit tergelak mengatakan nya
Fiona ikut tertawa " yah Begitulah. Tapi cucu kakek memang kurang ajar." Terkikik di akhir kalimat
" Itu benar, dia sangat kurang ajar. Tapi bagaimana bisa kamu jadi kekasihnya." Fiona membalasnya dengan tertawa kecil. Ia tidak bisa berbohong kepada pria tua yang satu ini
" Oh yah, kakek pernah mengatakan. Punya dua cucu, yang satu tentu Detrick lalu yang satunya lagi?." Tanya Fiona. Kalau ada dua, berarti kekasihnya punya saudara? Pikir Fiona
" Hmm benar ada dua, tapi serasa tidak ada." Mendengus di akhir kalimat. Untung saja sekarang sudah ada Fiona yang akan selalu menemaninya. Walaupun tidak setiap waktu
" Kekasih mu cucu sulung kakek, lalu dia punya adik sepupu, itu cucu kedua kakek. Namanya Carl, anak dari Callin. Anak kedua ku." Menjelaskan sedikit silsilah keluarganya
Fiona manggut-manggut. Jadi benar kalau sang kekasih Memang anak tunggal seperti dirinya. Walaupun Fiona masih beruntung karena memiliki kakak angkat yang sangat baik padanya. 'Tungg.. Carl? Apa mungkin.... Tidak! Itu tidak mungkin, pasti Carl yang berbeda' tiba-tiba teringat dengan sosok pria yang membantu Fiona saat di mall
" Bagaimana oleh-oleh dari kakek?."
Fiona tersenyum sumringah. Semua yang di berikan oleh Bryanskara semuanya selera Fiona " Aku suka. Baju, celana, dan semuanya sangat bagus." Bercerita dengan penuh semangat. Barang gratis memang selalu menggiurkan
" Benarkah? Hmm aku memang paling bisa memahami selera cucuku." Bangga akan respon yang diberikan Fiona. Jujur saja, Bryanskara sendiri yang turun tangan saat mencari barang-barang yang sekiranya cocok digunakan untuk cucu perempuan nya yang satu ini
Ia tiba-tiba teringat dengan pakaian yang pernah digunakan Fiona saat datang ke mansion. Bukannya pakaian seperti itu sama sekali tidak mencerminkan kepribadian Fiona yang sederhana? Pikir Bryanskara
" Dress yang Fio gunakan saat datang ke mansion dulu, pasti dipaksa Detrick untuk memakainya 'kan." Menatap curiga
" Eh? Ti.. tidak. Fio dibawa Detrick ke butik bibi Emma. Dan sepertinya bibi Emma yang memilihkan drees nya." Kilah Fiona
" Ah.. rupanya Emma yah. Hmmm sudah ku duga sih." Gumam kakek Bry tapi masih bisa didengar
" Kalau tidak salah. Bibi Emma pernah mengatakan kalau Detrick adalah keponakan nya. Istri dari tuan Callin, berarti bibi Emma ibu dari Carl yah, adik sepupu Detrick." Kakek Bry mengangguk mengiyakan. Lihatlah cucu perempuannya yang menggemaskan dan sangat pintar. Ingin sekali rasanya ia mengumumkan pada dunia bahwa wanita manis didepannya adalah cucu nya.
" Fiona sekarang giliran mu." Rara datang memanggil Fiona. " Eh ada tuan Bryanskara. Selamat siang tuan." Sapa Rara. Bryanskara hanya mengangguk dengan tersenyum tipis
" Iya sebentar." Jawab Fiona
" Baiklah. Aku masuk lagi yah." Setelah mendapatkan anggukan ia pun kembali masuk kedalam minimarket
" Kek aku harus bekerja."
" Kakek tahu. Aku juga ingin ke suatu tempat. Kapan-kapan datang lagi ke mansion, temani kakek."
" Akan ku usahakan." Setelahnya kakek Bry pun pamit dan pergi dari sana. Sedangkan Fiona masuk kedalam minimarket untuk melakukan pekerjaan
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak. like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
__ADS_1
...klik tanda love dibawah ini 👇...